"Aku akan membunuhnya.."
"Vito dia bukan pria sembarangan," ucap Emma.
"Aku tidak peduli, dia membuat wanita cantik ku tersiksa."
Vito pria tampan dan kaya yang tertarik dengan istri orang lain, awalnya dirinya tidak tau jika wanita yang ia sukai sudah menikah. Tetapi setelah tau Vito semakin tertarik untuk mengambil wanita itu dari suami sah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Menyesal
Sore hari nya Vito duduk berdua dengan ayahnya, mereka berdua membahas tentang masalah yang ada. Orang tua Vito tidak marah dengan masalah yang ada, mereka sudah tau bagaimana licik nya Ryan. Yang terpenting wanita yang Vito suka akan terlepas dari jeratan pria itu dan Vito bisa segera menikah.
Malahan Irwan sangat senang Vito bisa lepas dari pekerjaan modelnya, ia jauh lebih suka Vito bekerja di perusahaan nya dari pada bekerja sebagai model. Apalagi sekarang nama Vito sudah benar benar naik, itu akan membuat Vito sulit meninggalkan pekerjaan nya.
"Sudah jangan khawatir, masa depan kamu tetap baik kok. Masalah yang ada tidak akan berpengaruh apa apa di perusahaan kita," ucap Irwan.
"Begitu yah," tanya Vito.
"Iya sayang, kamu jangan khawatir ya. Rumor buruk itu akan segera tenggelam, sampai sekarang tidak ada dampak apapun pada perusahaan, saham tetap tinggi, investor aman," jawab Irwan.
"Kamu menyesal menolong nya," tanya Irwan.
"Tidak sama sekali, aku tidak ada menyesal. Setelah semua masalah yang ada aku malah merasa beruntung bisa menyelamatkan nya dari pria itu," jawab Vito.
"Bagus, jangan pernah menyesal berbuat baik. Apa yang kamu lakukan itu benar," ucap Irwan.
"Aku sepertinya tidak akan ke kampus dalam waktu dekat, pasti akan menambah masalah yang ada. Mana kesabaran kita kadang setipis tisu," kata Vito.
"Ya sudah kamu daring saja. Itu akan membuat kamu lebih baik."
"Iya sih yah. Memang lebih baik aku daring saja," ucap Vito.
"Nanti ayah akan urus semuanya, sekarang kamu istirahat dengan baik ya. Jangan memikirkan hal yang tidak tidak, jangan keluar rumah dulu begitu juga dengan Emma. Kalian harus di dalam rumah sampai masalah ini redah," kata Irwan.
"Iya yah.."
Setelah berbicara dengan ayahnya, Vito langsung kemba masuk ke dalam kamar nya. Di dalam sana ada Emma yang tengah beristirahat.
"Emma kamu tidur di sini atau kamu tidur di kamar yang sudah mamah siapakan," tanya Vito.
"Atau tidur dengan aku saja," ucap Vito sambil mengedipkan satu mata nya.
"Boleh," kata Emma yang membuat Vito tersenyum.
"Seriusan." Vito ikut naik ke atas tempat tidur.
"Tapi bohong, aku tidak mau menambah masalah yang ada," ucap Emma.
"Masalah apa sih," tanya Vito.
"Banyak masalah, kamu tidak merasa banyak masalah?"
"Tidak, aku biasa saja," ucap Vito.
"Aku tenang saja apalagi dekat dengan kamu." Vito memeluk Emma dengan erat.
"Vito.." Emma melepaskan pelukan itu.
"Kamu sebegitu sukanya dengan aku," tanya Emma.
"Kalau iya kenapa? Kalau aku tidak sesuka itu dengan kamu, aku tidak akan sampai sejauh ini. Kamu tau aku bukan tipe orang yang suka menolong orang lain." Vito kembali memeluk Emma.
"Vito bagaimana kalau aku mengecewakan mu, kamu pasti jadi tidak suka lagi pada ku."
"Hahaha tidak akan, sebesar apapun rasa kecewa yang aku dapatkan dari mu, aku akan tetap suka dengan kamu," ucap Vito.
"Makasih aku tidak pernah merasakan dicintai seseorang, kamu mencintai ku begitu besar."
"Kamu memang ditakdirkan untuk aku," ucap Vito.
"Iya memang aku ditakutkan untuk kamu," kata Emma.
"Kalau begitu setelah kamu bercerai kita menikah," tanya Emm.
"Apa orang tua ku memberikan restu, mereka pasti akan menghalangi pernikahan kita."
"Kamu tau tidak, uang itu segalanya," ucap Vito.
"Iya aku tau itu."
"Hahaha ya sudah, kamu tenang saja, tidak akan ada masalah lagi. Aku akan menggunakannya uang ku, orang tua kamu pasti tipe orang tua yang gelap dengan uang. Kalau tidak mana mungkin anak mereka diberikan pada pria seperti itu," kata Vito.
"Walaupun apa yang kamu katakan terdengar sangat kejam, tetapi apa yang kamu katakan itu benar, mereka gila dengan uang," ucap Emma.
"Kamu resmi bercerai Minggu depan, dalam satu Minggu Kita persiapkan pernikahan kita. Berarti kurang dua Minggu lagi kita akan menikah."
"Pertanyaan nya emang aku mau dengan kamu," ucap Emma.
"Apa mungkin kamu menolak pria seperti ku, bukannya aku begitu seksi." Vito kembali mengedipkan satu mata nya.
Emma langsung ingat pemotretan underwater Vito beberapa Minggu lalu. Ia ingat betul bagaimana seksi nya tubuh Vito.
Vito mengambil handphone nya dari saku celana nya. Ia mempunyai beberapa file pemotretan nya waktu itu, ia ingin tau bagaimana reaksi Emma saat melihat hasil pemotretan itu.
"Mau lihat ini," tanya Vito.
"Mana," ucap Emma.
"Cium dulu," kata Vito sambil mendekati bibir Emma.
"Kakak…" Tiara berteriak dengan keras.
Vito dan Emma kompak melihat ke arah pintu, mereka berdua juga terkejut melihat Tiara sudah ada di dalam kamar, entah sejak kapan Tiara ada di tempat itu.