NovelToon NovelToon
Ditalak Sebelum 24 Jam

Ditalak Sebelum 24 Jam

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:36M
Nilai: 4.8
Nama Author: Yutantia 10

Apa yang kamu rasakan, jika pernikah impian yang kamu gadang gadang akan menjadi first and last marriage, ternyata hanya bertahan kurang dari 24 jam?

Kenyataan pahit itulah yang sedang dirasakan oleh Nara. Setelah 8 tahun pacaran dan 6 tahun dilalui secara LDR, Akhirnya cintanya dengan Abi berlabuh juga di bahtera pernikahan.

Kejadiaan memilukan itu mempertemukan Nara dengan pemuda bernama Septian. Pikirannya yang kacau membuatnya tak bisa berpikir logis. Dia menghabiskan waktu semalam bersama Septian hingga mengandung janin dari pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERCAYA PADAKU

Nara terkejut melihat kedatangan Septian malam malam kerumahnya. Penampilnnya acak acakan. Rambut sedikit basah, begitu juga bajunya. Wajahnya pucat, bibirnya sedikit membiru, mungkin efek kedinginan menembus hujan deras dimalam hari.

"Ngapain lo kesini?" Geram Nara sambil memelototi Septian.

"Kita perlu bicara."

"Gak ada yang perlu dibicarain, mending lo pulang."

"Ada, banyak."

Nara menggigit bibir bawahnya sambil celingukan. Tak mau sampai ada yang mendengar obrolan mereka, terutama orang tuanya.

Nara mendekati Septian lalu menarik lengan pria itu hingga keluar rumah. Udara dingin seketika menyeruak saat itu juga. Hujannya memang sagat desar, ditambah suara guruh yang kadang kala terdengar. Membuat malam terasa lebih mencekam.

"Besok kita bicara. Sekarang, mending lo pulang." Nara sedikit berteriak karena hujan deras meredam suaranya.

"Kenapa sih gak sekarang aja." Tolak Septian. Masalah ini sangat menguras energinya, hingga tak bisa fokus melakukan apa apa. Jadi lebih cepat dibahas lebih baik. Dia sudah menerobos hujan demi mendapatkan kejelasann tentang anak dalam kandungan Nara. Tapi sepertinya sia sia, Nara sama sekali tak mau membahas soal ini.

"Ada orang tua gue dirumah." Pekik Nara tertahan. "Mending lo pulang sekarang."

"Tapi Ra."

"Besok pagi gue gak ada kelas ngajar. Lo ada waktu?"

"Iya, gue bisa."

"Gue tunggu di depan minimarket waktu itu. Gak usah bawa motor. Bawa mobil gue aja. Sekarang mending lo pulang." Nara bersedekap sambil melihat kearah pintu gerbang rumahnya.

Septian mengehela nafas. Dia mengambil jas hujan yang tadi dia letakkan dikursi teras lalu memakainya.

"Ya udah gue pulang dulu."

Tanpa menjawab, Nara langsung masuk kedalam rumah. Rasanya masih sebal saja dengan sikap Septian kemarin. Dan malam ini, apa coba tujuannya tiba tiba datang.

"Loh, tamunya mana Non?" Tanya Bik Surti sambil membawa nampan berisi teh hangat.

"Pulang." Jawab Nara sambil meninggalkan ruang tamu.

...*****...

Nara dan Septian berada dipinggiran sebuah danau. Tapi mereka tak keluar, memutuskan tetap bicara didalam mobil karena merasa lebih privat. Topik yang akan meraka bahas sangat intim. Jadi sebisa mungkin, tak ada orang lain yang mendengar.

"Apa itu anak gue?" Tanya Septian to the point sambil menghadap kearah Nara.

"Menurut lo?" Nara balik bertanya. Tapi pandangannya tetap lurus kedepan.

"Anak gue."

"Terus, kenapa masih nanyak?" Salak Nara sambil menoleh kearah Septian. Kesal karena Septian menanyakan hal yang sudah dia ketahui jawabannya.

"Hanya ingin memastikan."

Nara tersenyum sinis mendengarnya. "Mungkin lo ragu karena merasa pakai pengaman. Tapi asal lo tahu. Gue hanya pernah ngelakuin itu sama lo. Jadi kalau sampai gue hamil, jelas itu anak lo."

Septian menghela nafas sebelum melanjutkan obrolan ke obrolan yang lebih serius lagi.

"Gue bakal tanggung jawab."

Nara hanya tersenyum kecut mendengar penuturan Septian. Seolah hal itu bukan sesuatu yang luar biasa.

"Gak perlu." Jawabnya santai.

"Maksud lo?" Septian terkejut mendengar penolakan Nara. Selain itu, ekspresi Nara tampak biasa saja menanggapi keseriusannya.

"Gue gak mau menikah. Jadi lo gak usah repot repot tanggung jawab."

"Maksud lo gak mau menikah?" Septian dibuat tercengang dengan ucapan Nara. Dia hamil, tapi tak mau menikah, konyol.

"Gue mau gugurin anak ini."

Lagi lagi Septian dibuat tercengang. Tak menyangka jika Nara tetap kekeh mau menggugurkan biarpun dia bersedia tanggung jawab.

"Gue udah pesen obat buat luruhin kandungan. Hari ini kemungkinan udah datang. Jadi lo gak___"

"Jangan gila." Potong Septian sambil menarik lengan Nara. "Itu bukan keputusan yang tepat."

"Menurut lo. Tapi tepat menurut gue." Seru Nara sambil melepaskan tangan Septian dari lengannya.

"Gue bakal tanggung jawab. Bakal nikahin lo. Jadi Please, jangan gugurin janin itu."

"Keputusan gue udah bulat. Gua tetep akan gugurin anak ini."

"NARA." Septian tak tahan lagi untuk tidak berteriak. Nara sungguh mencabar kesabarannya.

"Ngapain lo bentak bentak gue." Salak Nara.

"Sorry." Ucap Septian sambil berusaha mengatur emosi. Dia berkali kali menarik nafas lalu membuangnya perlahan. Dia harus benar benar menurunkan egonya saat bicara dengan Nara. Semuanya akan makin runyam jika keduanya sama sama emosi.

"Gue tahu lo masih trauma sama pernikahan. Tapi kali ini, please, percaya sama gue." Septian meraih kedua tangan Nara lalu menggenggamnya.

"Gue emang bukan siapa siapa yang bisa kasih lo materi yang melimpah. Tapi gue janji, bakal selalu jagain lo, selalu prioritasin lo dan anak kita. Selalu ada buat lo. Dan yang pasti, gak akan pernah mengkhianatin lo. Percaya sama gue Ra."

Nara menarik tangannya dari genggaman Septian sambil tersenyum meremehkan. "Gue udah bosen dengan janji dan kata kata manis. Dulu, Abi juga selalu janji bakal bahagian gue. Tapi apa, nasib pernikahan kami..... TRAGIS." Nara menekankan kata katanya.

"Gak sampai 24 jam, semua udah berakhir. Kami pacaran 8 tahun Sep, 8 tahun." Nara mulai terbawa suasana jika mengingat hal itu. Matanya mulai berkaca kaca dan dadanya terasa sesak.

"Kalau yang pacaran 8 tahun saja, bercerai dalam waktu kurang dari 24jam. Lalu bagaimana dengan yang tak pernah pacaran. Kita gak saling kenal Sep, kita gak saling cinta. Membina rumah tangga? apa itu bisa?" Nara tak bisa lagi menahan air matanya. Pernikahannya dengan Abi memang sangat pahit. Dan dia tak ingin mengulang kepahitan itu untuk kedua kalinya.

"Jangan jadikan pernikahan lo yang dulu sebagai tolok ukur. Pacaran lama, gak menjadi jaminan pernikahan akan langgeng. Justru banyak yang pacaran lama berujung gak jadi nikah. Dan yang baru kenal, justru langsung nikah." Septian berusaha untuk meyakinkan Nara.

"Gue gak bisa Sep. Gua gak bisa." Nara terus menggeleng. Dia masih trauma dengan pernikahan.

"Kalau lo emang gak bisa percaya, kita bisa bikin perjanjian pranikah."

"Enggak Sep, gue gak bisa."

"Ra, please... ."

"Maaf Sep, gue gak bisa. Keputusan gue udah bulat. Gue bakal gugurin anak ini."

"Nara."

"Please, keluar dari mobil gue. Sepertinya, bahasan kita udah selesai."

"Belum Ra. Belum selesai."

"Udah selesai Sep." Salak Nara sambil menyeka air matanya. "Keluar Sep."

Septian mengambil kertas dan bolpoin dari dalam tasnya. Dia menulis nomor teleponnya dan cafe tempat dia bekerja.

"Gue harap, lo bisa mengambil keputusan yang tepat. Telepon gue atau cari gue disini kalau lo berubah pikiran." Septian menyerahkan kertas tersebut pada Nara lalu keluar dari mobil wanita itu.

1
LPJ
🤣 di otak ku.dari awal.hingga bab ini selalu baca tiur menjadi tuir..tuir 🤣🤣🤣
krn ngk familiar nyebutnya 🤭
Sugiarti Arti
bagis
Hani Oktaviani
biasanya kalo cerita habis di campakan biasanya dapat ceo lah inimah kebalikan nya masa cuma dapet anak kuliahan
ayu cantik
suka
Happy Kids
kurang ajar emg arumi. sahabat ga ada moral
Happy Kids
ah sok playing victim
Siti Maulidah
ceritanya menarik
happy mom's
sudah dag dig dug kirain amel partner ons septian
Frida Fairull Azmii
hahaha..somplak si diego
scarlet
ibu Lo yg hrsx nyari Nara,,, klo merasa salah, dtg minta maaf,,, bkn minta didatangi,,,
chika aprilia zubaidah
sy dulu punya ipar, kepala perawat RS gede di jakarta S2 nya aja di LN, tp takut ngelahirin normal sm gak mau nyusuin bayi nya, kita yg lihat kok aneh sekolah tinggi2 sampe LN knp takut nyusuin apa ilmunya gak nyampe... eh pas anak ke 2, dia mau lahiran normal dan nyusuin, model nara gini udh nethink duluan pdhl orang kesehatan
chika aprilia zubaidah
pernah ngelahirin normal dan Cesar, normal proses penyembuhan cepet, 2 minggu udh bs gadag gidig, Cesar sampe setahun terkadang msh nyut2n jahitan nya, jalan pelan2, gak bs angkat berat2... jauh lah proses penyembuhan nya, tp gak tahu ya jk metode cesar skrg mungkin lebih canggih
Deera__
nah kan Septian ini Cassanova suhuu segala suhuu ONS dunia malam .🤣🤣🤣 aduuhh king Badung rupanya Septian
Deera__
whhattt parahh malah di ingat dan diladeni ma Nara... orang patah hati emang gila pikirannya 🤣🤣🤣🤣😭
Deera__
Gilaa loe Sep.. kek pengalaman.. Badung kaliii kau ini 🤣🤣🤣
Deera__
oalah ini toh orang tuanya Al Fath.. yaitu Nara dan Septian 🤣🤣🤣
Deera__
astaga yassalam kok yaa pass lagii gituuu🤣🤣🤣🤣awokkawookkawoikk
Deera__
Oh my God makk nyeess ngena kok pas bangett sama momen perasaan Nara..😭😭/Frown//Frown//Grimace//Grimace//Facepalm//Facepalm/
Deera__
Buat aku aja tikettnya Nara duhh kasihannya tiketnya itu terbuang sia sia 😭😭😭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
ntahh kayak gimana rasanya itu ..😭😭 yang sabar dn kuat ya Nara. cobaanmu tak akan lama kok.😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!