Pernikahan yang di dasarkan oleh perjodohan, membuat Max tak pernah menganggap Monica sebagai istrinya. Ia selalu memperlakukan Monica dengan begitu kasar. Bahkan, tak tanggung-tanggung Max selalu membawa wanita bayaran nya ke apartemen nya dan Monica untuk memuaskan nya.
Suara desahan dari dalam kamar Max, membuat Monica terisak. Ia benar-benar merasa tak di hargai sebagai seorang istri. Sudah hampir setahun pernikahan mereka, namun Max masih belum juga berubah.
"Ceraikan putri ku sekarang juga!" ucap Juan.
Bagai tersambar petir di siang bolong, Max merasa tubuhnya begitu lemas saat mendengar ucapan Juan barusan. Kenapa di saat ia sudah mencintai Monica, Juan malah menyuruh nya untuk menceraikan Monica.
"Dad, ku mohon. Jangan pisahkan aku dengan Monica. Aku mencintai nya Dad. Aku sangat mencintai nya" ucap Max. Berlutut di hadapan ayah mertua nya. Namun, bukannya merasa iba, Juan malah menatap Max dengan sinis.
Bagaimana kah kisah nya? Akankah Max bisa mempertahankan pernikahan nya dengan Monica?
Yuk, simak ceritanya.
Update setiap hari senin-jumat!
Sabtu dan minggu libur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 19
Berikan vote, coment, dan like ~
Dua hari kemudian.....
Selama dua hari ini. Max selalu menjauhi Monica. Bukan tanpa alasan. Ia hanya tidak mau saja, jika berhadapan dengan Monica. Wanita itu pasti selalu membahas tentang perceraian. Dan saat ini, Max sedang ada perjalanan bisnis di Italia. Ia ke Italia bersama dengan sekretaris nya, Cindy.
Ddrrtt!
Ddrrtt!
Ddrrtt!
Max yang saat ini sedang berada di dalam kamar hotel nya pun sedikit terkejut saat ponselnya yang berada di atas nakas berdering. Max mengambil ponselnya dan segera mengangkat panggilan yang ternyata adalah dari Cindy.
"Halo" ucap Max. Saat mengangkat panggilan dari sekretaris nya.
"Tuan, saya sudah membelikan makan malam untuk kita. Mari kita makan malam bersama Tuan" ucap Cindy. Di seberang sana.
"Oh baiklah. Kau datang saja ke kamar hotel ku" ucap Max.
"Baik Tuan" ucap Cindy. Dengan senyuman liciknya. Max segera mematikan panggilan mereka setelah mendengar ucapan Cindy yang terakhir.
Tok!
Tok!
Tok!
Tak berapa lama, pintu kamar hotel Max pun di ketuk. Max yang saat ini hanya menggunakan boxer pun, melangkahkan kakinya ke arah lemari dan mengambil kimono. Lalu, memakai nya. Setelah memakai kimono. Max pun melangkahkan kakinya ke arah pintu dan membuka nya. Di sana sudah berdiri Cindy dengan pakaian ketat dan seksi nya.
"Masuk" ucap Max. Mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Cindy pun segera masuk ke kamar hotel Max dan melangkahkan kakinya ke arah sofa, lalu duduk disana.
Max menutup pintu dan melangkahkan kakinya ke arah ranjang. Ia duduk disana dan memainkan ponselnya. Cindy yang melihat Max duduk di atas ranjang pun tersenyum. Ia bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya kesana sambil membawa makanan mereka.
"Saya membelikan makanan kesukaan anda" ucap Cindy. Sambil memberikan sekotak makanan pada Max.
Tanpa merasa curiga sedikit pun. Max pun menerima kotak makan itu, dan mulai memakannya. Membuat Cindy tersenyum licik.
"Ini minuman anda Tuan" ucap Cindy. Memberikan minuman yang juga ia beli pada Max. Max yang masih melahap makanan nya pun menerima minuman itu.
Dua puluh menit kemudian. Mereka pun menyelesaikan makanan mereka. Cindy membereskan sisa-sisa makanan mereka dan membuangnya ke tong sampah. Ia masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci tangan nya. Sedangkan, Max. Ia duduk di atas ranjang dan bersandar di kepala ranjang. Ia mengutak-atik ponselnya dan menghubungi Monica. Karena kemarin, ia sempat membelikan ponsel baru untuk Monica.
"Halo" ucap Monica. Di seberang sana. Setelah ia mengangkat panggilan dari Max.
"Kau sedang apa?" ucap Max.
"Menonton televisi" ucap Monica.
"Begitukah? Monica aku....." Max menghentikan ucapan nya. Saat merasa tubuh nya yang tiba-tiba panas. Dan miliknya yang di bawah sana mulai bangun.
"Max?" ucap Monica. Saat Max tidak melanjutkan ucapan nya.
"Monica....." ucap Max. Mulai serak. "Sayang....." ucap Max lagi. Tubuhnya semakin panas. Dan miliknya di bawah sana semakin mengeras.
"Max? Ada apa? Kenapa suara mu seperti itu? Apa kau sakit?" ucap Monica.
Max tidak menjawab ucapan istri nya. Ia menatap pada Cindy yang sudah keluar dari kamar mandi dengan keadaan polos tanpa sehelai benang pun. Nafas Max mulai memburu saat melihat tubuh Cindy yang tidak mengenakan apapun. Cindy melangkahkan kakinya mendekati Max. Dan mulai menggoda pria itu. Max menggeleng-gelengkan kepalanya. Berusaha menolak Cindy yang juga berusaha menggoda nya.
"Ayo kita lakukan Tuan. Aku sudah tidak sabar di masuki oleh mu" ucap Cindy genit.
"Max? Apa yang kau lakukan?" ucap Monica. Di seberang sana.
"Jangan" ucap Max. Masih serak. Jujur saja, saat ini Max ingin menuntaskan hasrat nya. Apalagi, melihat tubuh polos Cindy yang terus menggoda nya. Namun, akal sehat Max masih berfungsi.
"Max?" ucap Monica. Di seberang sana. Mulai bergetar. Apa ia tidak salah dengar? Tadi ia mendengar suara perempuan di dekat Max.
"Aaarrgghhh" Max mengerang. Sekuat apapun ia menahannya. Pertahanan nya tetap runtuh saat Cindy terus menggoda nya habis-habisan. Apalagi, saat ini ia terpengaruh oleh obat perangsang. Membuat miliknya yang di bawah sana semakin mengeras.
Mungkin, jika ia berada di Paris. Ia akan bisa menghilangkan pengaruh obat itu dengan Monica. Namun, saat ini ia sedang berada di Italia. Monica tidak ada. Lalu, apa yang harus ia lakukan sekarang. Bisa-bisa ia mati karena obat itu.
Tanpa sadar, Max meletakkan ponselnya ke atas ranjang tanpa mematikan panggilan nya dengan Monica. Ia merengkuh tubuh polos Cindy dan mulai mencium bibir wanita itu. Perlahan, Max membaringkan tubuh Cindy ke atas ranjang dan menindih tubuh polos wanita itu. Tangan Cindy membuka tali kimono Max dan melepaskan kimono itu dari tubuh Max. Hingga membuat Max bertelanjang dada.
"Sshh" desis Max. Di balik ciuman mereka saat Cindy meremas pusaka nya yang mengeras di balik boxer nya.
Cindy membantu Max melepaskan boxer nya. Hingga sekarang tubuh Max polos tanpa sehelai benang pun. Karena sudah tidak tahan. Max pun mengarahkan miliknya pada milik Cindy. Ia pun memulai penyatuan mereka.
Sementara Monica. Ia membekap mulutnya dan terisak. Karena panggilan nya dengan Max masih terhubung. Ia dapat mendengar suara ******* dan penyatuan Max dengan Cindy disana.
"Brengsek!" ucap Monica berteriak. Ia membanting ponselnya kuat ke lantai hingga hancur. "Hikss hikss. Pembohong! Kau bilang, kau mencintai ku. Tapi..... Hikss hikss" ucap Monica lagi terisak.
Monica memegang dadanya yang terasa sesak. Dua hari tidak bertemu dengan Max. Membuat Monica sadar, bahwa ia mulai mencintai pria itu. Setiap ia ingin berbicara pada Max. Pria itu selalu menghindari nya. Karena mengira bahwa ia akan membahas tentang perceraian mereka. Dia memang akan membahas tentang perceraian itu. Namun, bukan berarti ia ingin menceraikan Max. Tapi, karena ia ingin membatalkan perceraia nnya dengan Max.
Namun, setelah apa yang ia dengar saat ini. Membuat Monica mengurungkan niatnya yang ingin membatalkan perceraian nya dengan Max.
...*****...
Aaahhh
Max dan Cindy mengerang bersama saat mereka mencapai puncaknya. Nafas keduanya tersenggal-senggal akibat pergulatan panas mereka. Max melepaskan penyatuan nya dengan Cindy dan segera turun dari ranjang. Ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan mengguyur tubuh polos nya di bawah pancuran air shower.
"Monica" ucap Max lirih. Ia menundukkan kepalanya dan meletakkan kedua tangan nya di tembok.
Max memejamkan matanya dan mengangkat kepalanya. Ia baru ingat, bahwa tadi malam ia belum mematikan panggilan nya dengan Monica.
"Aaarrrggghhh" Max berteriak. Dan memukul tembok itu kuat. Hingga, buku-buku jarinya mengeluarkan darah. "Sayang" ucap Max lirih. Ia yakin, pasti Monica sudah mendengar suara nya dengan Cindy.
Apa yang harus ia lakukan sekarang. Hubungan nya dengan Monica belum seratus persen membaik. Dan sekarang, ia membuat kesalahan lagi. Walaupun hal itu tidak di sengaja. Tapi, hal itu akan membuat Monica ragu akan cinta nya.
Max membersihkan tubuh nya dengan cepat. Ia tidak peduli lagi dengan urusan bisnis nya. Ia harus segera kembali ke Paris dan menjelaskan semuanya pada Monica.
*
*
*
*
*
Sorry baru up guys. Kemarin NT ku gk bisa di buka. Karena jaringan ku naik turun
saya mampir lg thor
menang dasar,,,,, cerita ini Tdk ada mencerminkan adab yg baik.