NANDHA FEBRYAN adalah gadis belia 18 tahun yang memiliki sifat tomboy, pintar, ceria,baik hati. Menjadi anak pengusaha yang selalu di manjakan oleh Ayah dan Bunda nya tidak membuat dirinya menjadi lupa diri dan hidup berfoya-foya, dia biasa hidup mandiri ,tak jarang pula dia bekerja sebagai pelayan di kafe milik nya sendiri.
Kemudian bertemu dengan KEVIN BARRACK, seorang CEO yang arogan, kejam, dingin terhadap siapa saja yang ingin mendekatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
telpon
Tak butuh waktu lama, 20 menit dalam perjalanan akhir nya mereka sampai di pinggiran pantai yang sangat indah di pandang mata.
" wah.. keren banget view nya!" ucap shanti.
"ia lumayan, ya udah yuk kita bikin tenda dulu" ucap alex.
mereka ber 6 bekerja sama, ada juga yang bertugas untuk menghidup kan api.
setelah selesai buat tenda mereka pun duduk santai mengelilingi api, sambil melihat matahari yang mulai tidur keperaduannya.berfoto- foto untuk dokumentasi yang dikenang.
" nan, ngapain lu ngelamun?" tanya nana sambil narik pipi nya.
" ah ,.. na sakit tau... " meringis " gw kagak melamun!"
" masa? tatapan lu kosong nan! " jangan boong ama gw, gw ahli psykolog jangan ngibul lu!"
" ah.. ia..ia.. maaf.. gpp gw inget alm aja! kangen gw !" mata nya mulai berkaca-kaca dan itu terlihat oleh alex dan langsung duduk di sebelah nandha
" kenapa? " tanya alex
" gak papa, cuma rindu aja gw" sambil menghapus air mata nya yang jatuh.
" haisss.. kakak udah tenang disana lho nan, kalo lu tangisin terus kasian kan dia disana!, lu juga harus terus melangkah! jangan sampe hidup lu disitu-situ ajja!" sarkas nana.
" bener nan, udah ah... !" pinta alex
" ia... ia... ini yang terakhir ok... " ucap nandha
akhir nya mereka bertiga pun berpelukan . tak lama kemudian mereka pun masuk ke tenda masing-masing dan tidur.
keesokan pagi nya mereka berenam pun malanjutkan kegiatan , seperti basah-basahan , main lempar-lempar piringan plastik, dan buat istana pasir pun mereka lakukan.. semua diiringi dengan canda tawa, dan evan sangat senang karna baginya baru pertama kali melakukan hal-hal seperti ini. hingga pada sore hari pukul 4.
drt...drt...
hp nandha terus berbunyi.
" woii nandha, hp kau bunyi lalap itu, kenapa gak kau angkat?" kesal tania.
" males gw, nomor baru!" jelas nandha, dan tak lama masuk pesan.
tring..
" bisa angkat gak? saya mau bicara dengan evan. by kevin "
" mampus gw, papa nya evan yang nelpon dari tadi, pasti khawatir sama anak nya dia!" sambil tepok jidat.
" makanya! kau pun, nanti dipikir nya kita culik anak nya! mau kau kita masuk penjara!" cibir tania.
drttt...drrrtt..
" eh kagak lah, set4n lu,.. bentar gw angkat dulu ini!" tunjuk nandha pada ponsel nya.
" ah.. hallo.." nandha
" evan mana? " kevin
" ah, dia lagi main bola tuan" nandha
" bisa saya bicara dengannya? "
" bi..bisa tuan, sebentar ya. " menjauhkan ponsel dari telinga nya, lalu memanggil evan"evan... van.. sini sayang,., papa kamu nelpon nih.!" jelas nandha sambil memberikan ponsel nya.
" ah ia tante, makacih" dengan senyum nya
" halo pa.. ada apa? " tanya evan
" kamu ini ya, bukannya pulang dengan oma, malah keluyuran diluar! "
" hehehe epan mau main sama tante pa, dicini ceru,nanti kita pelgi cama-cama ya" pinta evan
" ya udah kamu jangan nakal, mana tante papa mau ngomong dulu.!" evan pun memberikan ponselnya kembali pada nandha
" papa mau ngomong"
" ah..hallo tuan, ada apa? "
" kapan pulang? "
" sebentar lagi tuan, sekitar jam 5, kita langsung antar evan pulang, semalam tante udah kasih alamat mansion tuan" jelas nandha
" baik lah, saya tutup dulu ya" ucap kevin
" baik tuan"
"ter..." tuuttt...tuuut... belum sempat selesai di ucapkan kata-katanya ponsel sudah dimatikan.
" sial, gw belum siap bicara udah main dimatiin" kesal kevin.
selanjut nya kevin pun menghubungi celin untuk ketemuan besok di restoran yang berada di dalam hotel nya.setelah selesai menelpon dia pun langsung istirahat.
trima kasih 🙏