Novel ini menceritakan tentang sepasang insan Tuhan yang dipertemukan sejak kecil. Dia adalah Ivanna dan Max. Namun, Max harus pergis dengan suatu alasan. Ivanna tak mendapatkan kabar dari Max selama puluhan tahun, membuatnya menjadi lupa akan sosok teman masa kecilnya.
Mereka akhirnya dipertemukan kembali setelah puluhan tahun berlalu.
"Gue benci sama lo, Max!" - Ivanna Arabelle.
"Aku bisa jelasin semuanya, Van." - Maximillian Fransisco.
Akankah perasaan Ivanna masih sama kepada Max?
Dan apakah Max selama ini memiliki rasa sayang kepada Ivanna?
Yuk mulai baca kisah mereka.
Diusahakan akan up setiap hari. Stay ya!
Thank You semua....
Happy reading ^^.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gabrielle Apil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EP 18 - Truth 2
Hallo semua! Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian berupa komen dilapak aku ya. Aku mohon dukungan dari kalian, terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya yang masih jauh dari kata sempurna ini.
Happy reading! ^•^
_____________________________________
Hari sudah gelap, dan William meminta Ivanna untuk makan dirumah kerjanya bersama Max juga. Mau tidak mau, Ivanna harus menghargai William karna sudah ia anggap seperti ayah keduanya.
Ternyata disana juga ada Vanessa, ibunda Max. Hal tersebut semakin membuat Ivanna merasa canggung.
"Bagaimana, Van, kamu sudah melihat tempatnya?" tanya William.
"Sudah, uncle. Lokasinya cukup mudah dijangkau." jawab Ivanna.
"Aku tidak mungkin memberikan blok G kepadamu, nak. Karna tanahnya gersang, didekat lereng pegunungan pula." ucap William.
"Papa mana tega memberikan lahan di blok G pada anak perempuannya?" sindir Max yang berbicara kepada Vanessa.
"Ssssttt! Kamu ini, jahil sekali." kata Vanessa memarahi Max.
"Vanna sudah membuat rancangan bangunannya?" tanya William.
"Aku baru menggambar desain bangunannya saja, uncle. Untuk bahan dan ukuran, aku kurang paham. Tapi akan segera aku selesaikan." jawab Ivanna.
"Sudah sudah, ayo, ini meja makan bukan untuk tempat mengobrol. Lebih baik semuanya makan dulu." ujar Vanessa.
#############################
Keesokkan harinya, William memanggil Ben sahabat Max yang merupakan seorang Arsitektur untuk membantu Ivanna dalam mengerjakan projeknya.
"Morning om...." sapa Ben.
"Morning, Ben." jawab William.
"Ben, adiknya Max datang beberapa hari yang lalu, dia ada pekerjaan di kebun om."
"Ha? Max bukannya anak tunggal om?" tanya Ben.
"Ah, lebih tepatnya sahabat kecil. Biar nanti Max yang jelaskan. Sekarang tolong kamu temui Ivanna dulu ya di pondok dekat sini. Ul, tolong antarkan Ben pada Ivanna." ucap William.
"Laksanakan, tuan." jawab Maulana.
Dengan segera Maul mengantarkan Ben ke sebuah pondok yang dulunya terbengkalai sekarang menjadi sebuah rumah modern.
"Ul, pondok ini adalah pondok angker yang menjadi tempat mainku dulu dengan Max kan?" tanya Ben pada Maul.
"Ya, mas Ben."
"Siapa yang dengan pintar mengubah pondok ini?" tanyanya lagi.
"Non Ivanna, mas."
"Seperti apa sosok Ivanna yang dikatakan sebagai adiknya Max itu?" tanya Ben sendiri.
"Ada hal apa bro lo datang ke sini?" tanya Max yang datang dari arah belakang secara tiba tiba.
"Astaga kaget gue! S*al*n lo Max!" umpat Ben.
"Hahaha...... Jawab gue ngapain lo disini?"
"Gue disuruh om Will buat bantu adek lo!" jawab Ben.
"Adik gue yang mana?" tanya Max dengan bingung.
"Lo aja bingung, apalagi gue! Setau gue lo itu anak tunggal, Max. Sekarang tiba tiba bokap lo bilang kalau lo punya adek! Apa jangan jangan lo punya sodara tiri bro?" ucap Ben dengan panjang lebar.
"Ngawur lo!"
"Len, aku mau ke kebun." teriak Ivanna.
"Mau kemana?" tanya Max pada Ivanna.
"Suka suka gue!" jawab Ivanna.
"Jawab yang benar kalau ditanya."
"Gue yakin lo dengar tadi gue bilang apa ke Helen!" saut Ivanna yang lekas pergi meninggalkan Max dan Ben.
"Nona tunggu saya!" panggil Helen yang segera keluar dari rumah dan mendapatkan Ivanna tidak ada disana.
Helen malah menemukan Max dan Ben.
"Selamat pagi, tuan tuan." sapa Helen.
"Pagi Helen." saut Ben.
Helen pun pergi menyusul Ivanna yang sudah mendahuluinya.
"Jelasin ke gue dia siapa." pinta Ben.
"Dia itu sahabat gue waktu kecil."
"Oh jadi dia yang om Will maksud. Cantik juga."
"Awas aja kalau lo suka sama dia!"
"Kenapa?" tanya Ben.
"Ivanna itu punya gue!" ucap Max.
"Max, gue cuma bilang cantik. Bukan artinya gue suka sama dia!"
"Pokoknya kalau lo suka sama dia, awas lo!" ancam Max.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKANNYA ❤ TETAP SEMANGAT DAN STAY HEALTHY YA SEMUA 😘