NovelToon NovelToon
My Savage Wife: Mafia Juga Takut Istri!

My Savage Wife: Mafia Juga Takut Istri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dokter Genius
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: dhya_cha7

Gara-gara difitnah "impoten" oleh mantan istri, Kenzo sang CEO Mafia terpaksa menikahi Zia, dokter spesialis sekaligus pengacara yang mulutnya sepedas cabai.

‎Sialnya, Zia juga punya hobi latah yang bikin harga diri Kenzo jatuh di depan anak buahnya!

‎"EH COPOT-COPOT, MAFIA GANTENG PISTOLNYA KARATAN!"

‎Mantan istri? Kena mental lewat jalur medis dan hukum! Tapi bagi Kenzo, menghadapi musuh lebih mudah daripada menghadapi satu istri latah ini!


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dhya_cha7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Barikade Mewah dan Sinyal Bahaya

Zia masih berdiri mematung layaknya orang linglung di tengah ruang tamu.

Matanya berkedip berkali-kali, berharap tumpukan kardus di depannya itu hanyalah halusinasi akibat kurang tidur.

Ia melangkah ragu, lalu berjongkok untuk membuka salah satu kardus kecil di tumpukan paling atas.

Begitu tutupnya terbuka, aroma mentol yang menyengat langsung menyerang indra penciumannya.

"Gila... ini beneran balsem setan semua? Wow, impossible!" gumam Zia tak percaya.

Ia kemudian beralih ke kardus yang lebih besar di pojok ruangan.

Isinya lebih ekstrem dari kenaikan harga plastik akhir-akhir ini.

Botol-botol balsem ukuran galon yang biasanya hanya ada di gudang pabrik, kini berada tepat di depan matanya.

Zia memegang keningnya yang mendadak pening. Bayangan wajah Mama Soraya yang tersenyum manis terlintas di benaknya.

"Calon mertua idaman sih iya, tapi kalau stoknya begini mah namanya mau bikin pengobatan alternatif! Dikira gue dukun kali ya!"

Rasa kagetnya perlahan berubah menjadi emosi yang meluap-luap.

Ia merasa harga dirinya sedang diuji oleh tumpukan salep panas itu.

Karena sudah tidak tahan lagi, Zia segera menyambar ponselnya di sofa.

Dengan tangan gemetar, jempolnya bergerak liar mencari kontak bernama "Mas Letoy".

Hanya butuh dua nada sambung sebelum suara berat dan datar itu terdengar.

"Heh, Mas Letoy! Ini maksudnya apa?!" semprot Zia hingga urat lehernya menegang.

"Kenapa apartemen saya berubah jadi gudang logistik perang, hah? Asal Mas tahu ya, bau balsemnya sudah sampai ke lobi bawah!"

"Saya ini mau nikah, bukan mau buka lapak pengobatan alternatif!"

"Itu kiriman Mama," jawab Kenzo tenang di seberang sana. Terdengar deru mesin mobil mewah yang melaju stabil.

"Mama hanya ingin menantunya tidak punya alasan encok atau salah urat saat malam pertama nanti. Pakai saja, jangan cerewet. Bisa, kan?"

"Apa?! Malam pertama...?" Zia melotot.

"Malam pertama pala lu peyang! Saya ini sebenarnya calon istri apa pasien panti jompo sih?!"

Bukannya menjawab, Kenzo justru mematikan sambungan panggilan itu secara sepihak. Pip.

"Halo? Halo? Eh, kok nggak ada suaranya? Sialan, malah dimatiin!"

Zia membanting ponselnya ke atas kasur empuk sambil mengacak rambutnya frustrasi.

"Ya Tuhan, kenapa aku harus ketemu keluarga gila ini? Apa salah hamba..."

Di dalam Mercedes-Benz hitam yang membelah kemacetan, Kenzo menyandarkan punggungnya yang kaku.

Rico, sang asisten setia, sesekali melirik dari spion tengah dengan tatapan waspada.

"Bos, tim keamanan sudah siaga satu di lorong apartemen Nona Zia," lapor Rico dengan suara rendah.

"Tapi baru saja ada laporan masuk. Dua unit SUV hitam tanpa pelat nomor terlihat mondar-mandir di area parkir luar."

"Sepertinya anjing-anjing Marco mulai mengendus rencana kita. Apa langkah selanjutnya, Bos?"

Kenzo membuka satu kancing teratas kemejanya. Matanya mendadak berubah setajam mata elang.

"Gandakan penjagaan sekarang. Sewa unit di lantai atas dan bawah lantai Zia."

"Saya tidak mau ada celah sekecil apa pun. Zia harus aman dari pantauan Marco, jangan biarkan dia terluka."

"Jika satu tikus Marco berhasil masuk, kamu tahu konsekuensinya, Rico," ancam Kenzo dingin.

"Baik, Bos. Saya akan pastikan semuanya aman," ucap Rico tegas.

Beberapa saat kemudian, mobil memasuki gerbang raksasa Kediaman Utama Mahendra.

Begitu Kenzo turun, ia disambut oleh Papa Juan yang sedang berdiri di teras.

Pria paruh baya itu tampak sibuk berdebat di telepon dengan suara menggelegar.

"Iya! Harus emas murni! Kamu ngerti nggak sih! Kalau sampai gerobaknya kusam sedikit saja, menantu saya bisa ngambek!"

"Sial! Dasar orang-orang nggak profesional. Dikasih tahu dari tadi nggak paham juga!" lanjut Papa Juan frustrasi.

Begitu mendengar langkah kaki mendekat, Papa Juan refleks menoleh. Matanya berbinar melihat putranya.

"Kenzo, kamu tahu? Gerobak bakwan emasnya sudah mulai ditempa! Besok siang, kamu harus ikut Papa cek polesannya!"

Kenzo hanya mengangguk tipis, lalu melangkah masuk ke dalam rumah meninggalkan sang papa yang masih cengengesan.

Di ruang tengah, Mama Soraya langsung menyergapnya dengan aroma parfum mahal.

"Kenzo, gimana? Zia suka kan paket balsemnya? Oh ya, Mama juga sudah siapkan kejutan buat dia."

"Besok jam enam pagi, pasukan salon terbaik bakal datang ke sana. Zia harus jadi pengantin paling glowing sejagat raya!"

Kenzo tidak menjawab. Ia hanya menunjukkan layar tabletnya yang terhubung ke CCTV ruang tamu Zia.

Di sana, terlihat Zia sedang menendang pelan salah satu kardus balsem sambil ngomel-ngomel.

Bukannya marah, Mama Soraya justru tertawa gemas.

"Lihat Pa, Zia semangat sekali ya menyambut perhatian kita!" ucapnya pada Papa Juan yang baru masuk.

"Ya Mah, Papa jadi nggak sabar dia jadi mantu kita. Hahaha! Pasti rumah ini bakal ramai!" sahut Papa Juan senang.

"Pa, Ma, Kenzo pamit ke kamar dulu," ucap Kenzo datar.

"Ya pergilah, ganggu saja kamu!" ucap mereka serempak.

Kenzo hanya bisa menghela napas panjang melihat antusiasme orang tuanya yang luar biasa.

Keesokan Harinya, Pukul 06.00 WIB.

Zia masih terlelap sambil sedikit mengiler di dalam daster batik "jimat" kesayangannya.

Tiba-tiba, pintu unitnya terbuka dengan bunyi bip elektrik yang nyaring seperti teriakan emak-emak.

Zia melonjak kaget, bahkan nyaris terjungkal dari tempat tidur.

"Apaan itu? Jangan-jangan... Maling?! Rampok?! Tolonggg!"

Lima orang wanita berseragam putih bersih masuk dengan gaya komando membawa koper-koper besar.

Di belakang mereka, Rico berdiri mematung dengan mulut terbuka lebar.

Ya ampun Nona Zia, ada-ada saja kelakuan absurdnya, batin Rico geli melihat posisi tidur Zia.

"Selamat pagi, Nona Zia," ujar ketua tim salon dengan senyum ramah yang tampak dipaksakan.

"Kami diperintah oleh Nyonya Soraya untuk melakukan ritual mandi susu dan perawatan paripurna untuk Nona. Harus dimulai detik ini juga."

"Apa lagi ini?!" Tanpa aba-aba, Zia langsung lari ke dapur dan menyambar ulekan batu.

Ia kembali ke ruang tengah untuk mengancam mereka.

"Heh! Mundur nggak kalian! Jangan dekat-dekat! Saya ini manusia, bukan pajangan etalase!"

"Nona Zia," Rico menyela dengan suara datar.

"Tuan Juan berpesan, jika Nona tidak kooperatif, maka pembuatan gerobak bakwan emas 24 karat akan dihentikan dan emasnya akan dilebur kembali sore ini."

Mendengar ancaman itu, tangan Zia yang memegang ulekan langsung lemas seketika.

Matanya melotot tajam ke arah Rico. "Bangsat... tega bener mainnya ancaman mahar! Curang!"

Ritual perawatan yang menurut Zia lebih mirip "penyiksaan" pun dimulai.

Zia dipaksa berendam di bak mandi penuh susu dan bunga, lalu kulitnya digosok habis-habisan.

"Mbak, ini lulur melati apa? Lembek banget kayak alpukat kematengan!" protes Zia saat punggungnya diolesi krim mahal.

"Mending campur balsem setan dikit dong biar greget! Ini mah kurang jos!"

Para staf salon akhirnya menuruti kemauan Zia untuk mencampurkan sedikit balsem setan itu.

Aroma balsem yang kuat kini bercampur dengan wangi bunga, menciptakan aroma "mistis" yang unik.

"Anda benar Nona, wanginya beda dari yang lain," ucap salah satu staf yang akhirnya ikut terpengaruh.

"Kan! Apa saya bilang. Kalian sih nggak percaya. Gimana? Ketagihan kan sama wanginya?" ucap Zia penuh kemenangan.

Setelah berjam-jam "dikerjai", para staf salon akhirnya pamit pulang dengan wajah lelah.

Apartemen kini kembali sunyi seperti kuburan. Zia telah berganti baju dengan wajah yang lebih segar.

Ia melangkah ke balkon, memandangi kerlip lampu kota Jakarta yang mulai menyala.

Ia melangkah ke balkon, memandangi kerlip lampu kota Jakarta yang mulai menyala.

Rambutnya sangat wangi, kulitnya halus seperti sutra premium, tapi perasaannya justru makin tak menentu.

Ia melongok ke bawah, barisan mobil hitam anak buah Kenzo masih berjaga rapat seperti pagar besi hidup.

Tiba-tiba, saat tengah asyik melamun, sebuah titik laser merah kecil muncul entah dari mana.

Titik itu bergerak perlahan, merayap di permukaan kaca jendela balkon sebelum akhirnya mendarat tepat di dada Zia.

Jantung Zia seolah berhenti berdetak sesaat. Darahnya berdesir hebat.

Ia panik dan teringat peringatan Kenzo soal Marco yang kejam.

Tanpa pikir panjang, Zia langsung menjatuhkan diri, tiarap ala tentara di lantai marmer yang dingin.

Ia memeluk botol balsem setan ukuran galon terdekatnya erat-erat sebagai pelindung.

"Sialan... ini mah kiamat beneran! Mas Letoy, saya belum mau mati pakai daster begini! Hiks..."

Bisik Zia dengan napas tersengal, sementara titik laser merah itu masih menari-nari liar di dinding ruang tamunya.

1
Muft Smoker
puncaak konflik udh d mulai
Acep Agan
cerita nya seru menarik dan tidak membosankan thor
Acep Agan
👍👍👍👍💪💪💪
Muft Smoker
wah trnyata ayh angkat Zia bukan org sembarangan ,,
saat ni perjalanan menuju konflik sebenarny udh di mulai ,,
tentu saja di bumbui dg sifat dokter reog yg takk terduga ,,
Muft Smoker
aaaa penasaran kak ,,
knp ad barang2 Dari mafia Marco Dan kenzoo ,, siapa sebenarny ayah angkat Zia ini ,,
ayooo dtggu kelanjutan ny ,,
Jumi Saddah
penasaran🤔🤔🤔🤔🤔 double thor,,🤭🤭🤭
Muft Smoker
waaaah masiih ad rahasia besar niih ,,
lanjuuut kak ,,

penasaran banget
Muft Smoker
skraaang mereka bnr2 mafia yx ,, tegas , kaku , dingiin tp tetap penuh hormat ,,,
tp yaaaa gx tau klo pas sarapan nnti ,, wibawa mafia ny msh ad gx🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
dsni qta bisa belajar yx ,,
sx pun mereka mafia,, tp sikap solidaritas , sikap kerja sama Dan sikap persaudaraan mereka patut di acungi jempol ,,
krn bagaimana pun mereka ttap manusia yg memiliki hatii ,,
meski di beberapa waktu mereka bisa menghabisi musuh tanpa belas kasihan ,,
Muft Smoker
astgaaaaa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ,,
Muft Smoker
Zia kayak mak2 kos2an yg lgi kasih makan ank kos ny ,,
si kenzzo Dan jajaran ny udh kehilangan wibawa mafiany gara2 masakan dokter reog ,, 🤭🤭🤭😂😂😂😂
Muft Smoker
aduuuuuh kak ,, sumpah ni bab paling absurd yg prnh aq baca ,,
dmna mafia gx da harga diri ny di depan zia klo udh ngereog 🤭🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
naah si Rico lngsung cosplay jd patung pancoran 😂😂😂😂😂😂
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
ni kayakny si Marco mantan teman arisan ibu RT tetangga aq deh ,,
cosplay jd mafia ,, 🤭🤭🤭😂😂😂😂
Muft Smoker
jdii tahu donk zi suami mu ,, 🤭🤭🤭😂😂
Muft Smoker
😂😂😂😂😂😂😂😂😂 ,,
makhluk bodoh katanya ,,
gaby
Kecewa sm reaksi Kenzo setiap ada jalang yg mendekat. Dr mulai mantan istri, pramugari gatel, & skrg gadis desa gila. Kenzo ga menanggapi tp ga pernah menolak di goda para jalang itu. Slalu Zia yg pasang badan, kayanya kalo ga ada Zia, di perkosa jalang pun Kenzo cm diem aja. Bahkan anak buah Kenzo pun pada diam aja tiap Zia di hina jalangnya Kenzo, dr Clarisa, pramugari, & skrg Intan. Trus buat apa Zia pny suami yg katanya Kaya raya, pny anak buah 1pengawal 1batalyon, tp tiap di hina jalang cuma jadi penonton. Kesannya cm Zia yg berjuang demi rmh tangganya, Kenzo cm diem aja kaya patung pancoran. Cuek tp ga menolak, kaya ngasih peluang wanita lain masuk ke rmh tangganya. Mending Zia cari suami lg deh, percuma pny suami kaya tp lemah syahwat & lemah godaan jalang
Muft Smoker: sabar kak ,, sabar ,,
mungkin kenzoo gx mau menanggapi hal2 yg menurut ny gx pntiing ,, pdahal cukup riskan tuk rumah tangga mereka ,,
dn mungkin kenzoo merasa Zia msh mampu menghadapi para hama di sekitar mereka ,,
🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Pa Muhsid
kalau pun yang datang uget uget tenang aja soal nya mas Masako bentar lagi datang
Muft Smoker
lanjuuuut kakak ,,
makiin seruuuu cerita ny ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!