NovelToon NovelToon
BENANG PUTUS KARENA CINTA PERTAMA

BENANG PUTUS KARENA CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Pelakor
Popularitas:62.2k
Nilai: 5
Nama Author: Barra Ayazzio

Dhita selalu percaya bahwa pernikahan yang ia bangun dengan Reza adalah rumah yang kokoh—tempat ia menaruh seluruh harapan, kasih sayang, dan kesetiaannya. Namun semua runtuh ketika cinta pertama Reza kembali muncul, menghadirkan bayang-bayang masa lalu yang tak pernah benar-benar padam.

Dalam hitungan hari, Dhita yang selama ini berjuang mempertahankan rumah tangga justru dipaksa menerima kenyataan pahit: Reza menceraikannya demi perempuan yang pernah ia cintai bertahun-tahun lalu. Luka itu dalam, merembes sampai ke bagian hati yang Dhita pikir sudah kebal.

Di tengah serpihan hidup yang berantakan, Dhita harus belajar berdiri lagi—menata hidup tanpa sosok yang selama ini ia sayangi, menghadapi pandangan orang, dan menerima bahwa beberapa cinta memang ditakdirkan berakhir. Namun Tuhan tak pernah meninggalkan hati yang hancur. Dalam perjalanan menyembuhkan diri, Dhita menemukan kekuatan yang tak pernah ia sadari, serta harapan baru yang perlahan mengetuk pintu hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barra Ayazzio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Persekongkolan

Hari masih sore ketika Tari mengarahkan mobilnya menuju sebuah apartemen mewah di kawasan elit Jakarta. Gedung tinggi berlapis kaca itu menjulang angkuh, mencerminkan cahaya matahari yang belum sepenuhnya condong ke barat. Apartemen itu milik Jackson—kekasihnya, pria asal Afrika Selatan yang kehadirannya selalu membuat jantung Tari berdebar dengan cara yang berbeda.

Setibanya di pelataran parkir, Tari mematikan mesin mobil dan duduk sejenak. Tangannya masih menggenggam setir, seolah menahan dirinya sendiri. Ada rasa antusias yang bercampur dengan kegelisahan, seperti dua perasaan yang saling bertabrakan di dadanya. Dia menghela napas pelan sebelum akhirnya membuka pintu dan melangkah keluar.

Lift membawa Tari naik ke lantai atas, melewati angka demi angka yang terasa berjalan lambat. Begitu pintu apartemen terbuka, aroma khas ruangan berpendingin bercampur wangi kopi menyeruak. Jackson menyambutnya dengan senyum lebar, senyum yang selalu berhasil membuat Tari lupa pada dunia luar—termasuk segala rencana dan kepentingan yang selama ini dia sembunyikan rapat-rapat di balik wajah manisnya.

Jackson menyeringai tipis, kedua lengannya terlipat di dada. Tatapannya tajam, namun ada nada menggoda yang tak pernah benar-benar hilang dari suaranya.

"Berani juga kamu datang kemari, Tar,” Katanya pelan tapi menusuk. “Padahal baru tadi pagi kamu dilamar orang.”

Tari melangkah lebih dekat, wajahnya santai seolah kalimat itu sama sekali tak mengguncangnya. Dia tersenyum kecil, senyum yang sengaja dibuat meyakinkan.

"Itulah, makanya kamu percaya aku, deh. Kamu itu segalanya bagiku.”

Jackson tertawa pendek, miring. Dia mendekat, menundukkan wajahnya sejajar dengan Tari.

"Karena aku selalu bisa memuaskanmu, kan?”

Tari tidak menghindar. Dia justru mengangkat dagu, menatap mata Jackson tanpa ragu.

"Nah, itu tahu.” Jawabnya ringan, hampir manja. "Jadi jangan pernah cemburu. Dia cuma alat—alat yang bisa menyelamatkan keluargaku.”

Ucapan itu menggantung di udara, dingin dan telanjang. Jackson terdiam sesaat, menimbang kata-kata Tari, sementara di balik senyum Tari tersimpan keyakinan kelam bahwa semua ini hanyalah permainan yang harus dia menangkan, apa pun harganya.

Jackson bersandar ke sofa, ekspresinya berubah lebih serius. Sorot matanya tak lagi sekadar menggoda, melainkan penuh selidik—seolah ingin menelanjangi pikiran Tari satu per satu.

"Oke.” Katanya akhirnya. “Sekarang kamu ceritakan. Apa yang sebenarnya terjadi sampai kamu memilih menikah dengannya? Padahal aku pun bisa menafkahimu, Tar.”

Tari terdiam sejenak. Dia berjalan mendekat ke jendela besar yang menghadap kota, menatap lalu lintas yang bergerak seperti urat nadi kehidupan orang lain. Ketika berbicara lagi, suaranya lebih rendah, dingin, tanpa getar emosi.

"Perusahaan papaku gulung tikar.” Ucapnya pelan. “Benar-benar habis. Nggak bisa diselamatkan lagi.”

Jackson mengernyit, namun tetap diam.

"Papaku terjerat utang,” lanjut Tari. “Semua aset sudah dijual. Rumah, tanah, tabungan—semuanya. Bahkan sisa uang terakhir dipakai buat bayar karyawan. Setelah itu… nol.”

Dia berbalik, menatap Jackson lurus-lurus. Tak ada air mata, tak ada raut sedih. Yang ada hanya ambisi telanjang.

"Kalau aku menikah dengan Reza,” katanya tegas, "aku mau menguasai perusahaannya. Bukan sekadar numpang hidup. Aku mau pegang kendali. Kalau bisa—sampai perusahaan itu jatuh ke tanganku.”

Ruangan terasa sunyi sesaat. Jackson menghembuskan napas pelan, setengah kagum, setengah ngeri.

"Jadi ini bukan soal cinta.” Gumamnya.

Tari tersenyum tipis, senyum yang tajam seperti pisau.

"Sejak kapan hidupku berjalan pakai cinta, Jack?”

Tari melangkah mendekat, duduk di sisi Jackson. Jarak di antara mereka kini begitu dekat, namun yang terasa bukan kehangatan—melainkan persekongkolan.

"Jack,” ucapnya lirih namun penuh tekanan, "bantu aku mewujudkan semua itu.”

Jackson menoleh, menatap wajah Tari lama. Dia membaca ambisi di sana, juga bahaya. Sudut bibirnya terangkat tipis.

"Caranya?” Tanyanya singkat.

Tari tersenyum, kali ini lebih terencana daripada manis.

"Kamu punya akses. Jaringan bisnis, konsultan keuangan, orang-orang hukum. Aku butuh mereka.”

Dia mencondongkan badan, suaranya makin rendah.

"Bantu aku memahami celah di perusahaan Reza. Struktur sahamnya, siapa yang bisa dibeli, siapa yang bisa ditekan. Pelan-pelan, Jack. Sampai Reza berpikir aku cuma istri penurut, padahal aku sedang mengikat leher perusahaannya.”

Jackson terdiam sejenak, lalu tertawa pendek.

"Kamu benar-benar berbahaya, Tar.”

"Tidak,” jawab Tari tanpa ragu. “Aku hanya tidak mau kalah.”

Tatapan mereka bertaut, penuh kesepakatan tak terucap—bahwa sejak detik itu, cinta telah berubah menjadi strategi.

Tari menarik napas dalam, suaranya kali ini lebih tenang, seolah sedang membacakan rencana yang sudah lama tersusun rapi di kepalanya.

"Calon mertuaku bilang,” ujarnya sambil menatap lurus ke depan, “setelah menikah aku akan jadi salah satu pimpinan di perusahaan itu.”

Jackson mengangkat alis, tertarik.

"Aku akan masuk lewat pintu utama,” lanjut Tari. "Duduk di ruang rapat, ikut ambil keputusan, dipercaya sebagai bagian keluarga. Dari dalam, aku pelajari semuanya—arus uang, konflik internal, orang-orang yang lemah dan mudah dipengaruhi.”

Dia menoleh ke arah Jackson, tatapannya tajam dan penuh keyakinan.

"Aku akan hancurkan dari dalam.” Katanya dingin. "Pelan-pelan, tanpa suara.”

Jackson tersenyum miring.

"Dan aku?”

"Kamu bagian luarnya,” jawab Tari mantap. "Tekan dari sisi bisnis, persaingan, investasi, apa pun yang bisa melemahkan mereka dari luar. Saat mereka sibuk menutup kebocoran di dalam, seranganmu datang dari luar.”

Hening sejenak menyelimuti ruangan. Jackson mengangguk pelan, senyum tipis terbit di wajahnya.

"Kita seperti dua sisi pisau.” Katanya.

Tari membalas dengan senyum yang sama tajamnya.

"Dan Reza tidak akan sadar… sampai semuanya terlambat.”

Suasana mendadak menegang. Tari berdiri, menyilangkan tangan di depan dada, sorot matanya gelap namun mantap.

"Tapi waktunya nggak lama, Jack.” Katanya datar. "Hanya tujuh bulan saja.”

Jackson spontan berdiri. Wajahnya berubah, tak lagi santai.

"What? Mana bisa?”

"Harus bisa.” Nada Tari tak memberi ruang tawar-menawar.

"Kenapa secepat itu?” Jackson menekan, suaranya meninggi.

Tari menarik napas pendek, lalu melemparkan kalimat itu begitu saja, seperti bom yang sengaja dijatuhkan.

"Karena saat ini aku sedang mengandung.”

Jackson membeku. Matanya membelalak, rahangnya mengeras.

"What??”

"Mengandung anakmu.” Ulang Tari tanpa ragu.

Ruangan terasa sunyi, bahkan detak jam dinding terdengar terlalu keras. Jackson mengusap wajahnya, berjalan mondar-mandir dengan napas berat.

"Kalau aku menunggu anak ini lahir.” Lanjut Tari, dingin dan realistis, “Mereka keburu sadar. Reza, keluarganya—semuanya. Mereka akan tahu aku selingkuh. Dan aku pasti ditendang dari rumahnya, dari perusahaannya, tanpa dapat apa-apa.”

Dia menatap Jackson lurus-lurus.

"Dan lebih cepat lagi mereka sadar kalau anak ini… bukan anaknya Reza.”

Jackson berhenti melangkah.

"Kamu sadar apa yang kamu lakukan, Tar?” suaranya rendah, campuran panik dan marah.

Tari mendekat, menatapnya tanpa gentar.

"Aku sadar. Justru karena itu aku butuh kamu. Tujuh bulan ini penentu segalanya. Setelah itu… aku harus sudah aman.”

Jackson terdiam lama, lalu tertawa pendek—kering, pahit.

"Kamu bukan cuma berbahaya,” katanya pelan, "kamu nekat.”

Tari tersenyum tipis, senyum seorang perempuan yang tahu dia sedang berjalan di atas jurang, namun memilih tetap melangkah.

"Di hidupku, Jack,” ujarnya lirih, “yang selamat cuma mereka yang berani nekat.”

1
Siti M Akil
🤣🤣 hakim itu harus d panasin trs baru bertindak 😄
Himmah Musthofa
makin seru
Himmah Musthofa
keren
Barra Ayazzio: Terimakasih kakak atas apresiasinya 😍🙏
total 1 replies
cholilatul sholihah
nati bukan anak rezw🤭
Arieee
mampus buat reza🤧
Arieee
mampus harta semua melayang 🤧🤧🤧🤧
Yuni Ngsih
Authoooooor ceritramu ku bikin ngeneeees banget kelakuan si Reza tuh kasian istrinya Dhita ....he eh ko ngeyel ini kan ceritra bukan fakta berarti ceritramu bgs bangeeeet bikin yg baca mangkel ky ku...he tapi....untuk Dhita badai pasti berlalu & akan muncul pelangi ..
semangat ok
Barra Ayazzio: Terimakasih kakak atas apresiasinya 😍🙏
total 1 replies
Rania Nia
ach gk serruu..msa ngambill asett nya terllu gampang gt.gk tegang bc nya .pntesann gk ada yg komen2 ya maaf thorr aq blng gt.tp sumpah ctita yg ini antagonis nya mulus² aja.cr nipu nya kog gk ada kendalanya.
Siti M Akil
ky nya hakim gampang d bodohin
Soraya
hadir thor
partini
kalau nikah bagus sih, tapi hakim gimana gitu ga peka ga bisa lihat teman nya suka jadi dia gampang di profokasi
lLy trililly
thour klo bleh jujur dri Awal bkin novel pmeran perempuanya sllu klah ma yg antagonis ..pa lgi yg laki² ma selingkuhannya sllu terdepan ma bhgia ,,mungkin dri stu bnyak yg gk ngelirik fell pmren utama kurang
lLy trililly
kpan sih mereka dpt krmanya ..berasa s reza ma tari pemeran utamanya sllu terdepan
falea sezi
lanjut
lLy trililly
Nunggu Karma reza ma Tari Serta keluarganya
Ayudya
mampir. kak
stela aza
buruan Thor kasih karma buat tari dan Reza yg dahsyat y biar kapok
Wati Anja
semoga ada lanjutannya c, yentang kebahagian dhita❤
Naufal hanifah
/Good//Good//Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!