Kejadian Yang tidak terduga membuat kesalahpahaman di antara mereka.
Giovaro Putra Admaja
"Jika Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Maka biarkan aku tetap salah agar aku tetap mencintaimu dalam kondisi apapun "
Nadira Queensha Candradinata
" Aku mencintaimu, namun kau begitu sempurna hingga membuatku sulit untuk mengimbangi mu"
BECAUSE OF YOU VARO
SCUEL MY HUBBY IS A PRESDIR SESION 3
BANYAK PERBEDAAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA, TIDAK ADA PERJODOHAN DISINI!!
Salam Bahagia untuk kalian semua
From Author - Novelia Prasojo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag 17
Di suatu tempat seorang pemuda dengan wajah dingin dan sorot mata yang tajam seakan hendak menghujam siapapun yang ia lihat.
Rahang nya mengeras saat mengetahui dalang di balik penyerangan Markas induk Black Devils yang ada di London. tangannya mengepal sempurna seakan emosinya siap meledak kapan saja.
Varo, Ia Menatap tajam kearah layar lcd dihadapannya, Ia sudah mencari tahu apa yang menjadi penyebab Deddy dan Bundanya tidak menghubungi mereka sama sekali.
Dengan menghubungi seseorang kepercayaannya dan mencari tahu apa yang terjadi Disana, Setelah mendapat kabar bahwa Markas diserang secara tiba-tiba dan banyak anggota yang terluka termasuk bunda nya yang saat ini masih berada dirumah sakit.
Ingin rasanya Varo langsung pergi kesana, namun ia Tentu saja tidak bisa meninggalkan Jihan dirumah sendiri. Walau ada Rara dan juga Gabriel tetap saja Varo tidak mungkin meninggalkan adiknya, Bahkan untuk membawanya kesana juga tidak mungkin.
Varo mengusap wajah nya kasar, Ia terjebak saat ini dan tak bisa melakukan apapun.
Black Devils yang begitu di takuti di berbagai negara, Orang itu berani menyerang dengan segala keamanan yang Black Devils punya saat ini, sungguh Varo tidak bisa meremehkan orang itu.
Dendam yang di miliki dimasa lalu kini bangkit kembali dalam hati Varo.
" Ternyata pelajaran di masa lalu tidak lah cukup Untuk kalian " Varo mengepalkan tangannya dan ia memilih keluar dari ruang kerjanya pergi ke ruang berlatih untuk melampiaskan emosi nya.
Jihan yang saat itu bersama Rara sedang belajar di ruang keluarga, mata nya tak sengaja melihat varo dengan wajah gelap dan menuju ruang berlatih.
Ia sudah bisa menduga bahwa Varo sedang tidak bisa di ganggu karena ingin melampiaskan kemarahannya. Namun jika dibiarkan pasti pemuda itu akan terluka sendiri nanti.
" Ra, Kamu lanjut dulu aku mau lihat Abang sebentar " Ucap Jihan pada Rara, Ia pun berlalu begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Rara yang sedang bingung dengan sikap jihan.
Jihan berjalan cepat menyusul Varo di ruang berlatih, tampak di sana Varo tanpa mengganti pakaian mulai melampiaskan kemarahannya dengan benda berbentuk panjang yang biasa di sebut katana ,ada di tangannya saat ini.
Wajah gelap, dan sorot mata tajam itu membuat jihan sangat khawatir, Walau ia tau Varo sedang dalam keadaan tak bisa di ganggu namun hanya dia saat ini yang mampu meredam emosi Abang nya itu, walau ia akan terluka nanti.
" Abang stop!!" seru Jihan , namun Varo tak mengindahkan teriakan adiknya itu.
Jihan yang melihat gerakan benda tajam itu hendak melukai Varo pun segera berlari ke arah Varo, Namun sebelum itu tangan nya menyambar katana lain untuk menghalau katana Varo.
Ting
Suara benturan benda tajam berlaras panjang menggema di ruangan itu.
" JIHAN !!" Teriak Rara saat melihat tangan Jihan tergores ujung katana Varo, Rara yang baru saja datang karena Iya merasa penasaran kemana Jihan akan pergi terburu-buru seperti itu, Jadi ia pun mengikuti Jihan karena khawatir terjadi sesuatu dan ternyata dugaannya benar.
Mata Varo menatap tak percaya dengan apa yang ia lihat, dan menjatuhkan benda tajam itu begitu saja.
" Jihan ! Apa kau sudah tidak waras hah " Seru Varo yang sangat khawatir melihat adik kesayangannya terluka.
" Kenapa memarahinya ? Kaulah yang melukainya " Omel Rara saat mendengar seruan Varo.
" Ayo , Kita obati dulu lukanya " Ucapnya kembali.
" Ini hanya luka kecil, kenapa kalian begitu khawatir " balas Jihan
" Kenapa kau begitu ceroboh ? apa kau tau itu bisa saja menghilangkan nyawa mu , hah " Varo masih tak terima dengan apa yang di lakukan Jihan , Jantung nya bahkan berhenti berdetak saat melihat Jihan ada dihadapannya tadi.
Kemungkinan kemungkinan terburuk yang terjadi pada Jihan pun melintas di benak Varo.
" Maaf abang, Aku hanya tidak ingin kau terluka " Wajah Jihan tampak murung mendengar ucapan varo, namun bukan itu dia memang tidak ingin Varo terluka begitu juga dengan Varo yang tidak ingin adik kesayangannya terluka.
Apa yang akan ia katakan pada Daddy dan bundanya nanti.
Varo merengkuh tubuh Jihan dalam pelukannya, Ia menenangkan hatinya dengan mendekap tubuh Jihan.
" Maafkan Abang sayang " Rara yang melihat itu tersenyum tipis, Ia bahagia melihat kedekatan Varo dan Jihan yang sangat terkesan dimatanya.
Andai ia memiliki seorang adik, mungkin ia akan menyayangi adiknya seperti Varo menyayangi Jihan.
Tapi itu hanyalah sebuah angan, karena hal itu tidak lab mungkin, Setelah kematian mama nya bahkan Papa Rara selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan dan mengurus dirinya, Tidak punya waktu atau bahkan memang tidak punya niat untuk menikah kembali.
Dulu ia belum mengerti, tapi sekarang Rara telah mengerti semua nya.
Walau mama nya tidak akan pernah tergantikan dalam hatinya, tapi ia juga berharap jika papa nya akan menemukan seseorang yang akan menemaninya seumur hidup.
Karena Rara sadar, dia seorang wanita, Suatu saat dia akan menikah dan di bawa oleh suaminya, Tidak mungkin dia akan terus tinggal bersama papa nya, Walau ia mau tetap hal itu tidak bisa ia lakukan.
Varo, Rara dan Jihan keluar dari ruanga itu dan segera mengobati luka di tangan Jihan yang cukup dalam.
" Aku ambilkan dulu obatnya " Ucap Rara mengambil kotak P3K yang tersimpan di lemari
" Abang pelan-pelan dong " Seru Jihan saat Varo mengoleskan obat di lukanya.
" Bawel, Suruh siapa sok jadi jagoan " Gerutu Varo sambil menekan sedikit luka Jihan.
Membuat Jihan menjerit kesakitan dan memukul lengan Varo. Tidak begitu sakit hanya saja dia terkejut .
" Abang !!" Seru Jihan sambil menatap kesal pada Varo.
Varo terkekeh dan ingin kembali melanjutkan mengobati luka Jihan, namun Jihan menolaknya karena ia tidak ingin menjadi korban iseng abangnya lagi.
" Gak!! biar Rara saja yang mengobati luka ku " sunggut nya sambil menyodorkan tangannya ke arah Rara yang juga duduk disebelah nya.
Rara hanya tersenyum dan mengambil Obat luka dari tangan Varo, dan mulai membalut luka Jihan dengan kasa steril.
Karena memang pada dasarnya Rara tidak banyak bicara, jadi dia hanya tersenyum tipis tanpa menjawab dan membiarkan saja perdebatan Abang beradik yang sudah biasa ia lihat sejak Varo kembali.
Mata Varo terfokus melihat ke arah Rara yang tengah serius membalut luka Jihan, Gadis itu tampak kalem dan elegan, wajah dingin yang selalu Varo rindukan itu terlihat semakin cantik saat tengah serius seperti itu.
Jika saja dia sedang tidak menghadapi masalah seperti ini, sudah pasti dia akan segera menyatakan perasaannya pada Rara, Karena Varo sudah memutuskan. Walau tidak di terima setidaknya dia sudah mengatakan yang sebenarnya.
Namun jika diterima, Varo berniat akan segera melamar Rara agar ia bisa selalu menjaganya dari dekat sesuai janjinya pada Disha waktu itu.
.
.
.
.
.
Bersambung
Hai Readers kesayangan jangan Lupa dukung terus Karya aku dengan cara Like Komen N voteeee untuk Novel aku ini.
Maaf karena Lama up Ya dan aku cuma bisa seribuan kata/ bab , karena aku juga lagi Revisi My Hubby Is A Presdir
Untuk naik ke Cetak buku.
Makasih banyak atas Suport Kalian selama ini gays.
Bahagia Selalu untuk kalian semua n Sorry gak bisa bales komen kalian satu satu Yes.
Dan Yang mau request Visual boleh ya, Next part pasti aku up request kalian.
Oke lah
Happy Reading gays n See you 🥰
up dong kak,sayang ngak d lanjutin kak
ku menunggu...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
ayo up dong Thor.......