Kanaya harus rela menggantikan kakaknya yang kabur dihari pernikahannya, dan menikah dengan seorang CEO dingin, Kevin argantha.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah putri ardiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17
Hari ini Kevin libur ia berencana mengajak Naya jalan jalan. Naya sudah bangun sedari tadi pagi ia juga sudah menyiapkan sarapan.
"Morning sayang."tiba tiba Kevin memeluk Naya dari Belakang saat Naya sedang menyiapkan makanan.
"Ihh kak Kevin ngagetin aja sih."gerutu Naya seraya cemberut karena Kevin mengangetkan nya.
"Hehe maaf ya, emm mumpung aku libur jalan jalan yuk."ajak Kevin yang semakin lama mulai mengeratkan pelukannya.
"Ahhh kak geli jangan gitu."tolak Naya seraya mendorong tubuh Kevin namun karena kalah tenaga akhirnya Naya pun kalah.
Kevin yang sudah tak tahan dengan Naya pun langsung menggendong Naya menuju kamar.
Hingga 1 jam kemudian mereka baru menuntaskan kegiatan mereka. Mereka sama sama kelelahan dan berbaring sebentar.
"Mandi yuk, apa mau lagi."ajak Kevin pada Naya dengan tatapan nakalnya.
"Ih kak Kevin aku udah capek."gerutu Naya seraya memukul lengan Kevin.
"Hehe yaudah makanya ayo."ajak Kevin lagi.
"Aku masih lemes kak, kakak duluan aja."ujar Naya, Kevin pun beranjak untuk mandi dan membersihkan diri. Naya terdiam ditempat tidur.
"Apa kak Kevin bener bener cinta sama aku, aku takut jika suatu saat kak Kevin pergi dan lebih memilih bersama kak meli ."batin Naya dengan air mata yang mengalir.
Klek
Pintu kamar mandi terbuka Naya buru buru mengusap air matanya. Ia lalu bangkit dan turun menuju kamar mandi. Ia mengguyur tubuhnya dengan sower.
Naya dan Kevin pun sudah bersiap untuk jalan jalan. Mereka akan pergi kemall.
"Nay kenapa sih akhir akhir ini aku perhatiin kamu banyak diemnya?."tanya Kevin saat sedang perjalanan kemall.
"Perasaan kak Kevin aja kali aku biasa aja kok."balas Naya Kevin pun hanya mangut mangut. Tak berapa lama mereka pun sampai dimall.
"Mau beli apa nay?"tanya Kevin.
"Kita kesana yuk kak."ajak Naya ke sebuah toko pakaian. Kevin pun menurut. Kevin lebih memilih duduk untuk menunggu Naya. Namun Kevin sudah lebih dulu memberikan kartu debitnya pada Naya.
"Ada yang bisa saya bantu kak?."tanya penjaga toko pada Naya.
"Saya mau cari baju couple warna pink mbak."
"Baik kak saya Carikan dulu."pegawai wanita itu pun pergi tak berapa lama ia kembali dengan 2 baju berwarna pink.
"Oke saya ambil kak."ujar Naya. Ia pun pergi ke kasir untuk membayar belanjaan. Setelah membayar Naya pun keluar menemui Kevin.
"Ayo kak."ajak Naya.
"Udah?."tanya Kevin.naya pun mengangguk, kemudian mereka pergi untuk makan es krim.
"Ternyata kamu suka es krim ya nay"ucap kevin.
"Hehe iya kak suka banget."ujar Naya sambil terus memakan es krim. Terlihat es krim Naya belepotan Sampai ke bawah bibir Naya dengan sigap Kevin mengelap es krim itu. Naya pun terkejut seketika pandangan mereka bertemu.
"Makan aja kaya anak kecil."Sindir Kevin Naya pun lantas cemberut.
"Hehe enggak sayang ku, udah lanjutin lagi aku aku ke toilet Bentar ya."uajr Kevin Naya pun mengangguk.
Kevin berjalan meninggalkan Naya namun ia tak ke toilet melainkan ke sebuah toko perhiasan.
"Ada yang bisa saya bantu pak?."tanya pegawai toko.
"Saya mau cari kalung buat istri saya kalo bisa yang keluaran terbaru dan limited edition, mahal ngak masalah."ujar Kevin.
"Baik pak."pegawai itu pun langsung mengambil kan sebuah kalung berwarna putih dengan bandul berbentuk kupu kupu yang dihiasi berlian di bagian sayapnya.
"Berapa?."tanya Kevin pada pegawai tersebut.
"300juta pak."balas pegawai itu.
"Bungkus."ujar kevin seraya menyerahkan kartu debit nya, ia pun lantas menerima kalung itu dan bergeggas menemui naya.
"Kak Kevin dari mana aja sih?."tanya Naya.
"Hehe maaf ya tadi mules."ujar Kevin berbohong.
"Yaudah ayo pulang kak aku capek."ajak Naya. Merekapun keluar dari mall menuju parkiran.
"Kevin."seseorang memanggil Kevin. Ia pun langsung menghampiri kevin dan Naya.
"Kak meli."lirih Naya. Namun Kevin hanya diam saja.
"Kalian juga disini?."tanya meli dengan tatapan senang karena bertemu Kevin disini.
"Iya kak."jawab Naya.
"Vin mobil aku Mogok bisa anter aku pulang nggak?."tiba tiba meli meminta tolong.
"Nggak aku nggak bisa."ketus Kevin.
"Kali ini aja Vin, boleh kan Nay?."tanya meli pada Naya.
"Iya kak Kevin anter kak meli aja aku naik taksi aja."balas Naya.
"Nay kamu apa apaan sih."protes Kevin tak terima.
"Ngakpapa kak."balas Naya.
"Yaudah ayo Vin."meli pun menarik tangan Kevin ke mobil. Sekilas Kevin melirik kearah Naya. Tak lama mobil Kevin melaju meninggalkan Naya sendiri.
Naya berjalan menyusuri jalanan.
"Nggak seharusnya kamu terlalu berharap pada Kevin nay, inget Kevin itu masih cinta sama kak meli."ujar Naya pada dirinya, sesekali air mata jatuh di pipinya. Ia duduk di halte.
"Nungguin siapa mbak?."tanya seseorang, naya pun langsung mendongak.
"Kak Kevin."lirih Naya seraya mengusap air matanya.
"Kak meli mana kok cepet banget nganterin nya?."tanya Naya binggung.
"Aku suruh naik taksi, enak aja aku suruh liat istriku yang cantik ini pulang sendiri."ujar Kevin yang langsung membuat Naya tersenyum dan menanggis dipeluk an Kevin.
"Kalo kamu nggak mau liat aku sama meli jangan dipaksa in nay."ujar Kevin.
"Hiks hiks aku tau kak Kevin masih suka kan sama kak meli."ujar Naya.
"Jangan sok tau."ketus Kevin. Naya pun langsung melepaskan pelukannya.
"Maksud kakak apa?."tanya Naya.
"Ayo pulang."Kevin menarik tangan Naya kedalam mobil. Selama perjalanan Naya dan Kevin hanya diam diam saja.
Setelah sampai rumah naya langsung turun dan duduk disofa. Ia merasa badannya akhir akhir ini lebih cepat lemas.
"Kenapa nay?."tanya Kevin.
"Capek kak."balas Naya yang memijat mijat kakinya sendiri. Kevin langsung duduk dipinggir Naya dan menaruh kaki Naya diatas pahanya, Kevin lalu memijat kaki Naya.
"Eh kak nggak usah."
"Ngakpapa, lain kali jangan sok mentingin orang lain kalo sebenernya kamu aja masih butuh aku. "ujar Kevin
"Iya kak."balas Naya menunduk pasrah. setelah itu mereka pun akhirnya pulang.