Azalae Djadmika, gadis 22 tahun. Dia berpikir telah menikah dengan seorang pria lajang berstatus duda. Ternyata tidak. Syafira Bella, isteri Zayn Putra Maliq yang di beritakan telah meninggal Dunia satu tahun yang lalu. Tiba-tiba kembali dan mengambil semua cinta yang singgah pada Lea.
Apalagi Zayn merasakan cintanya pada Bella tidak pernah memudar seiring waktu hilangnya isterinya. Kehadiran istrinya kembali, membuat Zayn kembali seperti pria muda yang sedang kasmaran dan jatuh cinta sekali lagi pada Bella.
Oleh karena itu, sikap Zayn mulai berubah, dia mulai mengabaikan kehadiran Lea. Apalagi bisikan Bella menuntut agar Zayn segera menceraikan Lea.
***
Karya ini menggunakan nama tokoh yang di usulkan oleh teman baikku, Lele. Alur cerita dan pokok pikirannya pun di sumbangkan oleh temanku yang comel itu.
Selamat membaca 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eouny Jeje, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TSO-15
Zayn bagai pria yang telah di mabuk cinta. Setiap saat akan datang membawa cokelat atau bunga mawar untuk Lea setiap malamnya. Sebelum berangkat kerja, dia akan selalu meminta Lea mencium bibirnya. Begitupula dengan sepulang dia kerja.
Sedangkan Lea bagai wanita telah larut dalam lautan manisnya cinta. Dia selalu mendapatkan perlakuan yang sangat manis dari suaminya. Bahkan baginya, menikah dengan Zayn adalah takdir yang membuat dirinya sangat berbahagia daripada harus menikah seribu pria yang berstatus single manapun. Selain tampan, Zayn ternyata pandai segalanya. Urusan di atas ranjang, urusan di dapur, dan urusan romantisme.
Malam ini, Zayn mengajak Lea makan di taman yang merupakan taman yang terhubung di kamar mereka. Malam ini, Za memasak menu nasi goreng dengan ikan nila asam manis.
Lea sangat lahap mencicipi masakan yang di buat Zayn untuknya. Selesai makan, Zayn seperti biasanya menyodorkan satu kotak Coklat, dan setangkai bunga mawar.
"Jika kau bersikap manis setiap hari seperti ini. Aku akan diabetes. Apalagi coklat."
"Aku tidak akan membuatmu jatuh sakit, sayang."
"Hmmm, aku tahu. Aku hanya menebak-nebak sesuatu yang buruk. Bisa saja, yang manis itu hanya sementara, sisanya seperti iklan yang berkata Diabetes adalah silent killer."
Zayn terbahak. "Aku bukan pembunuh diam-diam seperti gula jahat. Aku hanya kalori, agar kau selalu berbahagia, sayang."
Lea tersipu malu. Zayn tidak pernah berhenti membuat dirinya setiap saat memerah dengan semua kalimat bujuk rayunya.
Zayn menggeser pintu penghubung taman dengan kamar. Lalu, dia masuk ke kamar. Mengambil satu kotak merah dari tas kantornya. Lalu, dia kembali ke meja makan. Membuka kotak merah. Sebuah kalung berlian dengan mata kalung huruf Z. Sangat cantik dan menawan.
"Zayn, ini ...." Ekspresi Lea terkejut bahagia kembali mendapatkan kejutan manis.
"Selamat hari jadi ke-1 bulan, sayang."
"Zayn!" Lea ingin histeris mendapatkan perhatian pria yang begitu detail seperti Zayn. Dia sendiri bahkan tidak pernah menyiapkan hadiah untuk hal-hal seperti ini.
Tangan Zayn lalu bergerak melingkarkan rantai kalung berlian pada Lea.
"Ini terlalu mahal Zayn. Tidak seharusnya kau membeli yang mahal untukku."
Zayn tersenyum. "Tidak ada yang mahal untuk seorang istriku, sayangku Lea."
Lea segera berdiri, berpaling menghadap Zayn. Tangannya naik merangkul pundak pria tersebut. Lalu, dia berjinjit untuk mencium suaminya. Dia tidak melakukan ciuman singkat. Mereka melakukan lebih intim dan lebih merebut udara masing-masing dalam mulut lawannya.
Kehabisan napas. Lea memberi isyarat untuk melepas pagutannya. Pagutan itu terlepas. Hanya menyisakan rona merah naik ke permukaan kulit wajah wanita pria muda ini di bawah bulan yang bersinar terang menyoroti taman. Mereka saling terjebak dalam pandangan yang saling mencintai.
"Sayang, boleh kah aku tidak berpuasa hari ini?" tanya Zayn tiba-tiba meminta kelonggaran, dan dia berharap Lea mengijinkannya untuk masuk dalam kepimilikannya.
Lea menggelengkan kepala, "Jangan, sayang. Bersabarlah untuk 3 Minggu lagi. Usia yang cukup untuk memulai bercinta lagi."
Zayn menelan ludahnya, dan membisik, "Baiklah, Aku akan sabar menunggu tiga minggu. Setelah itu, aku akan menghajarmu setiap hari."
Lea menggelengkan kepala, "Tidak! aku hanya akan mengijinkanmu, dua kali saja sebagai jatahmu."
Zayn menyipitkan matanya, memajukan bibirnya, dan berpura-pura merajuk.
"Jangan pelit memberi jatah. Bisa saja, aku berselingkuh karena kau terlalu pelit, sayang!"
Lea menggigit bibirnya. Merangkul pinggang Zayn. Namun, berbisik mengancam di dada pria tersebut, "Jika kau berani berselingkuh, maka aku dan anakmu dalam perut ini akan pergi meninggalkanmu."
"Ah, aku tidak berani! Ampun! Lea-ku mana bisa di bandingkan dengan seribu gundik manapun."
Lea tersipu lagi dan lagi. Dia telah di hujani perlakuan manis, perkataan manis, dan cerita yang manis setiap menitnya.
Zayn mencium kening Lea kembali. Di saat itulah, bibir Zayn menelusuri batang hidung istrinya, dan turun menuju bibir ranum Lea.
Tiba-tiba terdengar langkah kaki menginjak rumput dengan sangat dalam.
"Maaf!" seorang pelayan senior yang tiba-tiba datang dengan langkah kaki marathon. Harus segera memalingkan badannya. Ketika, sepasang matanya melihat sang majikan tengah menikmati manisnya bibir istrinya.
Lea mendorong Zayn. Menghentikan aktivitas Zayn yang tidak tahu malu. Sudah di pergoki pelayan, dia tetap saja larut bertukar air ludah.
"Ada apa Raden?" Zayn tampak kesal, karena momen rusak begitu saja.
"A-anu Tu-tuan ada ta-tamu pen-penting," gagap Raden terlihat kesulitan berkata. Bagaimana dia harus memulainya? dia-pun bingung sendiri. Nyonya pertama, Syafira Bella yang telah mereka kira meninggal. Kini hadir menginjak lantai rumah mereka.
Raden mendongakan wajahnya. Wajahnya terlihat sangat pucat. Dia makin ragu berkata, ketika sorot matanya diam-diam mengintip istri baru Tuannya.
"Apa tamu itu hantu? sehingga kau sepucat ini."
Raden tanpa sadar menganggukan kepala. Sebut saja Bella, adalah hantu yang berani menunjukkan dirinya setelah setahun lebih menghilang.
"Tu-tuan, mari melihat langsung!"
Zayn dan Lea menjadi sangat penasaran. Segera meninggalkan taman, dan menemui tamu asing yang mengejutkan Raden.
Hantu? siapa hantu?
...****************...
Di Ruang Tamu
Bella tampak menunggu. Dia tidak datang sendirian. Dia datang bersama seorang wanita bayaran, yang dia atur dalam sebuah skenario, sebagai penyelamat hidupnya, dan dia adalah wanita yang hilang ingatan. Hanya bermodal artikel orang hilang, mereka telah mencapai rumah kediaman Maliq.
Pernikahan kalian tidak sah. Aku-lah Nyonya asli pemilik rumah ini. Orang pertama yang akan mengusir keluar orang ketiga!
Sepasang mata Bella terlihat gelap dan tajam, dia telah menyusun segalanya dengan segudang rencana menyingkirkan istri kedua Zayn Putra Maliq.
Bella dengan sengaja datang bersama wanita bayaran yang di aturnya sebagai ibu angkatnya. Penampilan mereka dibuat menuai prihatin dan rasa miris setiap orang melihatnya. Seperti pengemis.
Bella sengaja mengenakan daster dengan banyak kain warna-warni yang menambalnya. Rambutnya terlihat acak-acakkan. Kulit putih susunya telah berubah warna bagai kulit yang terbakar matahari. Begitupula dengan penampilan ibu angkatnya.
Tidak lama. Langkah kaki tegap terdengar masuk menginjak ruang tamu. Bella tetap menunduk dengan dalam.
"Siapa kalian?" tanya Zayn dengan suara terdengar menindas. Dia tidak bisa mengenali tamunya, karena wajah mereka tertunduk. Namun, dia jijik akan penampilan kumal di depan matanya.
"Apa kalian ingin mengemis di rumahku?" lanjut Zayn.
Dua wanita yang duduk berlutut di lantai. Tidak kunjung menjawab. Mereka sengaja memilih diam seribu bahasa.
Suaramu dan sikapmu tidak berubah, Zayn. Kau tetap pria aroganku. Aku merindukanmu, ucap Bella dalam hatinya.
"Angkat kaki kalian! keluar dari rumahku!"
Raden terperanjat ingin menghalang niat tuannya. Awalnya pun dia berlaku kasar mengusir dua wanita ini. Namun, satu sosok wanita yang lebih muda dan kurus itu adalah Nyonya pertama, Syafira Bella, wanita yang selalu di cari-cari hidup atau matinya selama ini oleh sang majikan. Bahkan semua penghuni di dalam rumah Maliq, menyadari jika Lea memiliki sedikit kemiripan dengan Nyonya rumah.
......................
Bersambung ....
Deg! Deg! ini dia tokoh utama wanita yang galak dan jahat akan author ciptakan. Okey !
Jangan sebut plagiat yah. Karena Author tidak akan pernah terinspirasi karya siapapun! Jika judul sama, itu hanya kebetulan yang sama. Tanpa isi cerita yang sama.