Satria Wira Pratama adalah Seorang pimpinan perusahaan besar yang terkenal dingin dan juga sangat kejam. Tiba-tiba menjadi tak berdaya menghadapi seorang OG yang super ceroboh. Melinda Permata Sari, seorang gadis yang berasal dari keluarga menengah kebawah memiliki tiga adik laki-laki yang super protektif terhadap kakak perempuan mereka.
Jarak usia keempatnya tidak terlalu jauh sehingga sering Linda (Panggilan Melinda ) dicap sebagai seorang play girl karena gonta ganti pasangan.
Kehidupan Linda yang biasa-biasa saja mulai berubah semenjak dia pindah bekerja di sebuah Perusahaan Adi Kuasa di Kota Metropilitan ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tujuh Belas
Satria masih terpaku menatap perempuan cantik yang sedang menuruni tangga.
Benar benar Princess ku.
Tak ingin menunda lagi, Satria mengulurkan tangannya mengisyaratkan pada Linda agar menggandeng tangannya.
Namun dengan acuh Linda meninggalkan Satria mendahuluinya. Linda masih kesal, kenapa harus memakai sendal keparat ini.
Sungguh, tidak adakah yang lebih menyiksa dari ini? Dan gara-gara sendal sialan ini, kakinya hampir cidera.
Linda sungguh kagum dengan para sosialita dan juga para selebritis yang rela menahan sakit hanya untuk popularitas.
Satria sudah berjalan mendahului Linda, karena merasa diabaikan. Begitu sadar Linda tertinggal jauh, maka Satria memperpendek langkahnya agar Linda dapat menyusulnya.
Mengetahui perempuan disampingnya sangat kesusahan ketika bejalan, sedikit rasa bersalah berkecamuk di dadanya.
Tapi tidak masalah, hanya untuk kali ini saja. Semoga Linda bisa memakluminya.
Dengan wajah meringis Linda masih tertatih berusaha mengimbangi langkah Satria.
Dengan sedikit paksaan, Satria mengapit lengan Linda agar tidak terjatuh.
Sebenarnya Linda sangat malu berjalan dengan bergandengan seperti ini. Seperti menggandeng nenek nenek yang sudah tidak sanggup menopang tubuh rentanya.
Satria tidak perduli jika nanti dimaki perempuan disampingnya. Begitu sampai di parkiran, Satria segera membuka pintu depan agar Linda segera naik ke mobil.
Kemudian Satria menuju kursi kemudi, melihat Linda yang masih kesakitan. Satria mendekat dan tangannya hendak memeluk Linda.
Linda pun terkejut mendapat perlakuan ini. Hampir saja Linda melayangkan tinjunya,
"Maaf pak!" Linda hendak mendorong tubuh Satria yang ternyata wangi.
Dengan jarak wajah yang begitu dekat, membuat keduanya malu dan wajah mereka memerah seperti kepiting rebus
Ohhhh ternyata pasang sabuk pengaman.... Kirain mau nyosor lagi... Tapi apa iniii, kenapa wajahku panas sekali??? Dan apa apaan ini, wajahnya.... Ooohhhh my.... kenapa deket banget sih. Ni lagi!!! Kenapa dada rasanya mau meledak! Huuffftttt ehhh tapi, wangi juga tubuhnya
Linda terlihat sangat malu karena sudah berpikir yang iya iya.
Sedangkan Satria berusaha mengalihkan pandangan dari Linda ke depan. Satria pun tak kalah hebohnya.
Gilaaaa kalau kayak gini caranya, bisa runtuh pertahanan gue!!! Cantik banget men!! Bahkan jika pria beragama kuat jika ada godaan seperti ini pasti khilaf juga. Apalagi gue yang tidak ada apa-apanya ini. Oke jantung.....kamu jangan main lompat tali didalem sana. Berisik!!!! Gue bisa malu kalo Melinda mendengarnya. Padahal dia taunya gue cuma manfaatin dia aja. Oke!!! Fokus fokus fokus
Perjalanan menuju rumah mama Satria dilalui tanpa kata-kata. Keduanya masih asik mengingkari hatinya yang sedang kasmaran. Tidak mau mengakui dan tidak mau perduli. Namun justru membuat debaran di dada mereka malah semakin kencang.
Tiba di rumah mama Satria, disana keduanya sudah disambut dengan Pak Yanto pengawal mama Satria.
Keduanya memasuki rumah dan ternyata sudah ada tamu lain. Padahal mama Satria bilang hanya makan malam keluarga. Tapi apa ini??
Siapa mereka?
Kenapa akrab banget dengan mama Satria?
Bahkan Satria tidak mengenal siapa mereka.
Melihat kedatangan putranya, mama Satria berdiri menyambut Satria. Setelah memeluk Satria, mamanya batu sadar jika Satria membawa orang lain.
Pandangannya sangat jeli, dari atas sampai kebawah. Diulang hingga dua kali. Tapi mama Satria tak ambil pusing dengan identitas gadis itu.
Karena rencananya malam ini dia akan mengenalkan Satria dengan anak sahabatnya.
"Mah, kenalin ini Melinda. Dan Melinda, kenalin ini mamaku..."
Linda mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan namun malah diacuhkan.
Mama Satria lalu mengajak semuanya menuju meja makan. Mamanya sengaja menyuruh perempuan muda anak sahabatnya untuk duduk disamping Satria. Namun Satria lebih memilih di dekat Linda. Dan menempatkan Linda diantara mereka.
Melihat itu mama Satria sedikit tidak suka. Dan menatap Linda sinis. Tapi bagi Linda itu tak masalah. Karena justru dia berharap pernikahan konyol itu tidak terjadi. Dia hanya ingin kuliah lagi
Saat makan berlangsung mama Satria mulai menjelaskan maksud makan malam kali ini.
"Satria, mungkin kamu bingung kenapa ada sahabat mama juga anaknya. Rencana kami adalah, akan menikahkanmu dengan anak gadis mereka. Apakah kamu setuju?"
Mendengar ucapan mamanya, Satria hanya tersenyum sinis.
"Maaf mah, tapi Satria kesini mau ngenalin mama sama calon mantu mama.."
Wajah mama Satria dari ceria berubah marah dan malu.
"Maksud kamu gadis kampungan ini??"
"Namanya Melinda mah, bukan gadis kampungan. Dan dalam waktu dekat aku dan dia akan menikah."
Duaarrrrr
Semua yang ada di meja makan itu terkejut dengan pernyataan Satria. Termasuk Linda. Meskipun Linda sudah tau, tapi bukan dalam waktu dekat kan? Masa sih dia kuliah harus menyandang status istri orang. Kan nggak banget....
"Kamu jangan main-main Sat! Apakah kamu tau latar belakang keluarganya? Apakah kamu tau dia perempuan seperti apa? Apakah kamu sudah menyelidiki bagaimana dia sebelum bertemu kamu? Bisa jadi dia hanya memanfaatkan kamu!!!" Ucap mama Satria geram.
Maaf nyonya, lebih tepatnya saya yang dimanfaatkan.
Linda tidak perduli dengan ucapan sarkas mama Satria. Baginya yang terpenting dia terbebas dari denda karena melanggar kontrak, dan bebas kuliah sesuai keinginannya.
Melihat kondisi yang sudah diluar harapan, keluarga sahabat mama Satria pamit pulang. Karena merasa kehadiran mereka tidak diharapkan. Dan terlihat wajah kesal dari anak mereka.
Tidak berani protes kepada orangtuanya. Mungkin takut uang jajannya dipotong. Karena memang wajahnya yang masih terlihat seperti ABG alay.
Setelah meminta maaf, mama Satria mengantar sahabatnya dan keluarganya.
Kembali ke meja makan, mama Satria menatap tajam kearah Linda. Tatapan kebencian karena telah menggagalkan rencananya. Juga membuatnya malu karena gagal menjodohkan anak sahabatnya dengan Satria.
Linda tidak perduli dengan tatapan mama Satria. Mungkin jika dibalas dengan tatapan. Takutnya malah mama Satria yang jantungan karna merasa diintimidasi.
"Apakah kamu sudah gila Sat??" Mama Satria masih sangat emosi dengan keputusan anaknya
"Bukankah mama ingin aku cepat menikah? Dan saat aku membawa gadis yang Satria cintai, mama malah meragukan Satria." Dengan nada enteng menjawab protes mamanya.
"Tapi bukan gini caranya!!!!"
"Trus mau mama apa? Satria sudah bawa yang mama inginkan. Dan kami tetap akan menikah tanpa restu mama. Satria tidak mau kehilangan gadis yang Satria sayangi."
Mendengar ucapan Satria, Linda sedikit terkejut. Lalu menganggapnya hanya akting aja.
*Aahhhh kenapa rasanya senang banget denger pak bos bicara gitu?? hahh jangan gila Lin! Inget! Dia bosnya. Dia hanya akting. Dia hanya bersandiwara. Ikuti saja alurnya ....
☘☘☘*
**Hayyy my lovely readers..... Terimakasih atas support nya ya. Insyaallah akan lebih rajin up nya.
Jangan like , share and comment nya yaaa
Luv you all 😘 😘 😘**