NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....
yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....





Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Maudi tidak sedang berada di angkot. Ia berada di dalam sebuah van hitam yang terparkir di area VIP Bandara Soekarno-Hatta. Di hadapannya, tiga buah monitor menampilkan transmisi langsung dari CCTV bandara yang sudah ia retas secara ilegal namun rapi.

"Nona , target B terlihat di area Gate 5. Dua orang berpakaian teknisi mencoba mendekati ruang VIP tempat Tuan Harison akan beristirahat sejenak," suara asisten digital Maudi, berbunyi di earpiece-nya.

"Baik, terus awasi.... Sebentar lagi kakek akan mendarat" Ucap Maudi dengan tegas...ia harus melakukannya sendiri demi keselamatan kakeknya...

Maudi pergi ke toilet untuk mengganti pakaiannya, ia melepaskan Khimar nya, menyisakan inner yang berbentuk ninja...lalu memakai syal berwarna pink...., wig dengan panjang sebahu berwarna cokelat ,..tak lupa kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya....

Maudi melepaskan gamisnya, ia memakai boots sampai lutut... memakai Rok span sampai di bawah lutut, tak lupa memakai sweater tebal seperti nona muda yang baru pulang dari Swiss....Maudi memastikan auratnya tertutup sempurna walaupun memakai pakaian modis , ia tidak memakai cadarnya, Maudi memperlihatkan kecantikan nya yang luar biasa ...penyamaran yang umum di bandara, Ia bergerak dengan lincah. Ia tidak menggunakan senjata api, melainkan sebuah alat jammer saku dan semprotan pelumpuh saraf ringan....

Brukkkk....

"Astaghfirullah"....Sakin terburu-buru nya ,Maudi sampai menubruk dada seorang laki-laki...

"maafkan saya tuan, saya tidak sengaja, permisi" Ucap Maudi pelan tanpa melihat seseorang yang ia tubruk kini terpaku gadis muda yang begitu sangat cantik.

Maudi meneruskan langkahnya dengan cepat.

"Tim Alfa, siapkan pengalihan. Jangan sampai ada keributan yang menarik perhatian polisi bandara. Kita harus membawa mereka hidup-hidup," perintah Maudi dingin.

Kakek Harison baru saja Turun dari pesawat, Ia di dorong menggunakan kursi roda oleh dua orang asisten kepercayaan nya menuju Ruang istirahat....Di kerumunan, Bram memberikan instruksi melalui walkie-talkie. Salah satu anak buahnya, yang menyamar sebagai petugas medis pembawa oksigen, bersiap mendekati kursi roda kakek. Di dalam saku petugas itu, terdapat botol obat yang sudah ditukar dengan cairan pemicu henti jantung.

Maudi muncul dari balik pilar. Dengan gerakan yang sangat cepat dan tak terlihat oleh orang awam, ia menabrak petugas tersebut.

"Oh, maafkan saya, saya terburu-buru," ucap Maudi dengan suara yang diubah menjadi serak.

Saat tabrakan itu terjadi, tangan lincah Maudi menukar kembali botol obat di saku petugas itu dengan botol kosong berisi air mineral, sekaligus menempelkan pelacak GPS sebesar biji timun di kerah baju sang pembunuh.

Petugas itu mendengus kesal dan lanjut mendekati Tuan Harison. Namun, saat ia mencoba beraksi, frekuensi komunikasinya tiba-tiba mati total. Ia panik. Di saat yang sama, asisten pribadi Tuan Harison langsung menghalangi jalan petugas tersebut.

"Tuan Harison butuh privasi, silakan menjauh," ucap asisten itu tegas.

Gagal melakukan aksi di area terbuka, anak buah Bram itu mundur. Ia memberi isyarat pada rekannya untuk pergi ke arah parkiran. Mereka tidak tahu bahwa mereka sedang digiring masuk ke dalam jebakan.

"Mereka bergerak ke Zona Parkir B. Laksanakan," perintah Maudi.

Saat ketiga anak buah Bram masuk ke dalam mobil jemputan mereka, mesin mobil tersebut tiba-tiba mati total. Pintu terkunci secara otomatis melalui peretasan sistem keyless. Sebelum mereka sempat memecahkan kaca, gas tidur keluar dari ventilasi AC mobil.

Dalam hitungan detik, mereka jatuh pingsan. Sebuah truk boks berlogo perusahaan logistik fiktif mendekat, dan dengan cepat mengangkat mobil beserta orang-orang di dalamnya ke dalam bak truk.

"Target diamankan. Bawa mereka ke gudang sektor 7. Aku yang akan menginterogasi mereka," ucap Maudi sambil melepas sarung tangan nya..napasnya sedikit memburu.

Maudi tidak tahu kalau sedari tadi , sikap nya di awasi oleh seseorang....

"kalian cari tahu gadis itu, dia masuk ke dalam toilet" Tegas laki-laki tersebut pada pengawal nya.

"Baik tuan....kami akan menunggu di depan pintu toilet" sahutnya....

Laki-laki itu duduk di ruang tunggu,namun matanya tidak lepas dari arah toilet.

___

Maudi masuk ke dalam toilet, merubah penampilannya menjadi seperti sebelumnya....Ia memakai kembali gamis lusuhnya, cadar hitam, dan memakan Khimar lusuh agar terlihat seperti baru turun dari angkot yang panas. Ia mengoleskan krim kusam ke tangannya dengan cepat.....Lalu bergegas keluar dari toilet tanpa ada yang curiga.

___

Di pintu kedatangan, Doni, Seina, Eliza, dan Saka baru saja sampai. Wajah Seina tampak cemas karena ia tidak mendapat laporan keberhasilan dari Bram. Ponsel Bram mati total.

Tiba-tiba, Tuan Harison muncul dengan kursi rodanya. Eliza langsung berlari, "Kakekkkk! Eliza rindu!"

Tuan Harison tersenyum kaku, ia membiarkan Eliza mencium tangannya, namun matanya menyapu sekeliling. "Di mana dia?" tanya Kakek Harison singkat.

"Siapa Kek? Maudi? Oh, dia lagi kuliah Kek, anak itu memang kurang sopan...." ucapan Seina terhenti.

"Maudi di sini, Papa... Kakek..." suara lembut Maudi terdengar dari belakang kerumunan.

Doni terkejut, "Maudi? Kamu... kamu sudah sampai?".

"Seina ...mulai sekarang kau tidak usah malu, Aku tahu Maudi anak kandung mu yang dulu pernah kau bilang dia anak pelayan" Ucap tuan Harison ketus.

"Maafkan saya Pa..., Dulu saya takut kalau Maudi tidak di terima karena fisiknya yang tidak sempurna" jawab Seina sedikit takut.

"Walaupun fisiknya tidak sempurna, dia tetap Cucuku, sama seperti Saka dan Eliza " Balas tuan horison dengan tegas.

"Iya pah" Sahut Seina kesal.

Maudi mendekat, pakaiannya terlihat sedikit basah oleh keringat yang sebenarnya adalah bekas aksinya tadi. Saat ia bersimpuh di depan kursi roda Kakek Harison, Kakek terdiam. Ia memegang kepala Maudi.

"Mata ini..." bisik Kakek Harison. Ia tidak merasakan hawa buruk rupa, ia justru merasakan kehangatan yang sangat akrab. "Mata mu ... matamu sangat mirip dengan Ambar."Bisiknya

Seina hampir jatuh pingsan mendengarnya. Wajahnya pucat pasi. "Kakek lelah mungkin, ayo kita pulang. Eliza sudah menyiapkan sambutan di rumah." sela Eliza tidak terima,ia yang anak kandung Ambar saja tidak pernah di bilang mirip sama kakeknya, sementara Maudi yang berwajah monster langsung mendapatkan perhatian.

Kakek Harison tidak melepaskan tangan Maudi. "Tidak. Biar Maudi yang mendorong kursi rodaku ke mobil. Dan dia... harus duduk satu mobil denganku."

Eliza melotot, "Tapi Kek! Mobil Kakek kan sempit kalau ada dia!"

"Kalau begitu kamu naik angkot saja, Eliza," jawab Kakek Harison dingin, membuat seisi bandara terdiam.

Saka yang berdiri di belakang hanya bisa menelan ludah. Ia melihat Maudi menunduk, tapi ia tahu... adiknya ini baru saja memenangkan ronde pertama tanpa mengeluarkan satu kata kasar pun.

Di saku Maudi, ponselnya bergetar. Sebuah notifikasi muncul, “Tiga tawanan telah sampai di markas. Interogasi dimulai.” Maudi tersenyum tipis di balik cadarnya.

Sementara pengawal laki-laki misterius tadi masih berdiri di depan toilet, menunggu gadis yang memakai syal berwarna pink tidak kunjung keluar.

1
Uba Muhammad Al-varo
bagaimana pun keadaannya semoga Maudy baik' saja dan Rasya selalu setia menemani Maudy dari sakit sampai sembuh kembali 💪💪💪
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
@Mita🥰
wah semoga Eliza jangan ...jadi cinta sama Rasya ya
Lovita BM
berasa lihat film action 😁
suti markonah
lanjut maning thor🙏
suti markonah
karna othor hr ini dah bikin aku seneng maka ☕ pun mendarat maning
suti markonah
hari ini othor bikin aku deg deg gan trs plus bikin penasaran..kuharap eliza tidak iri ketika rasya jatuh cinta sm maudi..eliza untuk kevin aja
Uba Muhammad Al-varo
Rasya dari pandangan pertama sampai dititik ini selalu terpesona oleh pesona nya Maudy dan kau Hans, Seina sebentar lagi kehancuran akan menghampirimu
Uba Muhammad Al-varo
Eliza lawan mamamu Seina, jangan sampai kau terperdaya oleh nya, Rasya....../Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Uba Muhammad Al-varo
good....... Rasya kau bantu dan tolong jaga Maudy, lindungi dan berikan rasa aman Maudy hajar, Hans jangan biarkan kejahatan Hans membuat keluarga besarnya Maudy celaka 💪💪💪
Diana Dwiari
klo part Rasya inginnya tertawa ae....ni orang lucu banget sih....eh,emang ada ya di dunia nyata orang kayak rasya
Aisyah Virendra
Pertempuran yg seruuu 🤩🤩🤩
Kata Rasya si Maudi orang asing ehh kata Hans, maudi datang bersama suaminya 🤣🤣🤣🤣🤣 ucapnmu bagian dari doa yg ku aamiin kann hans 🤣🤣
Tahan napas pas Maudi lompat dari pintu Helikopter untuk misi penyelamatan Eliza, smg setelah ini Eliza tidak akan melupakan jasa Maudi yg bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya dari racun Ibu kandungnya sendiri 🙄
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣 Rasya terkagum " 🤣🤣🤭🤭
Lovita BM
ternyata Eliza tk spti ibunya yg rakus dan serakah....
suti markonah
lanjut thor ojo gawe aku dak dik duk
Yuyun Srie Herawati
rokok tanpa cukai
suti markonah
aku baca smpe tahan nafas karna tegang, bayangke maudi menyelamatkan eliza
suti markonah
eliza jgn terpengaruh sm seina..berpihak lah sm maudi agar hidupmu tidak berakhir di jalan..inget lah maudi yg sering di siksa sm mama mu saja masih mrangkul mu jadi saudara
@Mita🥰
semoga Eliza ada yang nolong
Aisyah Virendra
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Seina Seina.... bisa²nyaa seorang ibu tapi tak memiliki jiwa keibuan sama sekali bahkan dengan anak yg dilahirkan dari rahimnya sendiri, benar² wanita gila yg haus dan serakah akan harta.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!