NovelToon NovelToon
Aku Berhak Bahagia

Aku Berhak Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Rumah Tangga / Janda / Tamat
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

"Aku berhak bahagia dan aku bisa hidup tanpamu!"

Mila Rahma akhirnya memilih jalan hidupnya sendiri meskipun orang-orang disekitarnya menolak keputusan yang diambilnya. Mereka sangat kecewa dengan Mila karena berani menggugat cerai. Mila melakukan itu bukan tanpa sebab, selama menikah dirinya selalu mendapatkan penyiksaan dan penghinaan.

Mampukah Mila bertahan hidup dengan menjauh dari orang-orang yang sangat dicintai dan disayanginya?

Apakah Mila menemukan pria yang sangat mencintai dan menghormatinya?

Ikuti ceritanya dan mohon dibaca perlahan setiap episodenya. Terima kasih banyak karena sudah membaca tanpa meloncat episode🙏🏼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Berhak Bahagia - episode 17

Jam 9 malam, Alan telah mengantarkan Mila kembali ke kos-kosannya menggunakan mobil. Begitu sampai dan keluar dari kendaraan, seorang pria juga menghentikan laju motornya tepat di depan pagar kos-kosan.

"Mbak Mila!"

Mila pun menoleh dan mengernyitkan dahinya, ia memastikan bahwa dirinya yang dipanggil pria itu.

Turun dari motor dan menghampiri Mila lalu berkata, "Saya Aldo, cucunya Nek Sulastri. Saya ke sini cuma mau mengantarkan ini." Sambil menyodorkan sebungkus plastik berwarna putih.

"Apa ini, Mas Aldo?" Mila menatap bungkus itu sekilas lalu kembali mengarahkan pandangannya kepada pria dihadapannya.

"Kata nenek, beberapa hari ini dia gak melihat Mbak Mila di masjid. Itu dodol durian, saya disuruh buat mengantarkannya," jelas Aldo.

"Oh, makasih, ya, Mas Aldo!" kata Mila tersenyum.

"Kalau begitu, saya pamit. Permisi!" Aldo tersenyum ke arah Mila dan Alan kemudian berlalu.

Alan yang belum pulang dan juga keluar dari mobil lantas bertanya, "Siapa dia?"

Mila lalu menjelaskan tentang Aldo dan neneknya.

"Oh," ucap Alan singkat.

"Ya sudah sana, Mas Alan balik. Nanti kemalaman!" kata Mila.

"Ya, aku ini mau balik. Terima kasih sudah mau menerima ajakan aku!" ucap Alan yang begitu senang.

"Aku juga terima kasih, Mas mau mentraktir makan!" kata Mila lagi.

Mobil yang dikendarai Alan pun meninggalkan tempat. Dari lantai atas, Hasbi melihat semuanya. Saat Mila berbalik badan hendak membuka pagar, Hasbi segera ke kamarnya. Ia tak mau kelihatan seperti pria yang sedang cemburu.

***

Sebelum jalan kaki, Mila melihat ke arah lantai atas. Berharap Hasbi ikutan juga, namun dari pintu kamar yang masih tertutup dipastikan Hasbi tak turun..

Mila pun berjalan kaki sendirian. Ia merasa sikapnya kemarin menyinggung perasaan Hasbi sehingga pria itu mulai menjauhinya.

Mila terus berjalan, ternyata pikirannya salah. Hasbi tetap melakukan olahraga pagi bukan jalan kaki melainkan lari. Mila menyapanya dengan melambaikan tangan kanannya tetapi Hasbi tak menghiraukannya.

"Dia kenapa, sih?" gumam Mila memutar tubuhnya mengikuti langkah Hasbi yang mulai menjauh.

Selang 30 menit, Mila kembali ke kos-kosannya. Di depan pagar, ia berpapasan dengan Hasbi yang hendak berangkat kerja. "Eh, Mas Hasbi mau pergi kerja, ya?" sapanya.

"Ya," ucap Hasbi singkat dengan wajah datar.

"Mas Hasbi....."

"Mila, saya buru-buru. Lain waktu aja kalau mau bicara!" Hasbi memasang helmnya, menyalakan mesin motornya dan berlalu.

Mila menghela napas panjang, ia tak tahu penyebab Hasbi mendiamkannya.

-

Sore harinya, Mila pulang bekerja menaiki angkutan umum. Namun, dipertengahan jalan kendaraan itu tiba-tiba mogok. Seluruh penumpang termasuk Mila terpaksa turun. Mila melihat jalanan menuju tempat kos-kosannya tidak terlalu jauh. Tanggung jika naik angkutan umum lagi, baru 5 menit sudah sampai. Ia akhirnya memilih berjalan kaki. Lalu lintas sangat padat sehingga Mila harus ekstra hati-hati.

Nahas, Mila yang hendak menyebrang malah disenggol motor dengan laju kecepatan tinggi. Mila terjatuh ke sisi kiri dengan posisi terduduk dan kedua tangannya sebagai penyangga tubuhnya agar wajahnya tak menyentuh aspal.

Mobil yang berada di belakang seketika berhenti. Beberapa orang mendekatinya dan membantunya berdiri. Pengemudi mobil yang seorang pria dengan memakai seragam abdi negara keluar dan berlari kecil menghampirinya. "Mbak Mila, tidak apa-apa?"

Beberapa orang yang sempat mendekat, satu persatu membubarkan diri karena Mila sudah ada yang bersedia membantunya.

Mila menoleh ke arah suara dan menjawab dengan napas tersengal-sengal, "Sedikit syok!"

"Kita ke klinik sekarang!"

"Gak usah, Mas Aldo. Hanya luka kecil aja!" Mila menolak berobat.

"Tangan Mbak Mila berdarah, lututnya juga!" tatapan Aldo ke arah lengan bawah tangan kiri dan lutut kanannya wanita dihadapannya.

Mila mengikuti arah pandangan Aldo, ia memang merasakan nyeri dan sakit.

"Kita ke klinik aja, ya!" bujuk Aldo.

Mila mengangguk setuju.

Mila berjalan menuju mobilnya Aldo dengan langkah tertatih-tatih. Aldo bergegas membuka pintu mobilnya agar memudahkan Mila masuk ke mobil.

Jam 6 lewat 20 menit, Mila baru tiba di tempat kos-kosannya. Aldo kembali membuka pintu mobilnya.

"Mau saya bantu antar sampai depan pintu kamar?" Aldo menawarkan diri.

"Gak usah, Mas. Saya bisa sendiri, kok!" tolak Mila sopan.

"Mila, kamu kenapa? Apa yang terjadi?" seorang wanita muda yang juga menjadi penghuni kos-kosan menyapanya dan memperhatikan tubuh Mila dari atas hingga bawah.

"Tersenggol motor."

"Dia mau tanggung jawab?" tanya wanita itu lagi.

"Dia melarikan diri," jawab Mila.

"Ya ampun, jahat kali dia gak mau tanggung jawab!" wanita itu merasa iba dan kasihan.

"Mas Aldo, saya diantar dia aja!" pandangan Mila ke arah Aldo lalu berpindah ke teman kos-kosannya.

"Baiklah, kalau begitu saya pamit!" ucap Aldo.

"Terima kasih banyak, Mas!" Mila kemudian dituntun tetangga kos-kosannya sampai ke pintu kamar.

Mila sudah berada di depan pintu kamarnya dan tetangganya itu juga telah berlalu. Sebelum masuk ke kamarnya, Mila mengarahkan pandangannya ke arah lantai atas.

Hasbi sedari tadi berdiri di sana memperhatikannya tetapi tak mau turun. Mata keduanya sempat saling bertemu, namun dengan cepat Hasbi membuang muka dan masuk ke kamarnya.

***

Mila hari ini tak melakukan kegiatan sehari-harinya seperti biasa, ia memilih beristirahat di kamarnya. Dia juga menelepon Bu Bagas meminta izin tak masuk kerja selama satu hari.

Terdengar suara ketukan pintu, Mila bangkit dari tempat duduknya dengan pelan. Ia berjalan dan membuka pintu. "Mas Hasbi..!"

Hasbi berdiri dihadapannya sambil menyodorkan kantong plastik berisi makanan. "Ini soto ayam, kebetulan tadi temanku yang membawanya!"

"Bukankah ini buat Mas Hasbi? Kenapa diberikan kepadaku?" tanya Mila heran.

"Aku sudah sarapan dan juga kenyang. Jadi, aku berikan saja kepadamu," jawab Hasbi datar.

Mila mengedarkan pandangannya melihat ke beberapa kamar kos-kosan.

"Kamu gak mau?" tanya Hasbi yang melihat Mila seperti enggan menerimanya.

"Hmm... Bukan begitu, Mas." Jawab Mila.

"Mereka sudah pada pergi, aku yakin kalau kamu dari tadi belum ada keluar kamar. Daripada makanan ini terbuang lebih baik kuberikan padamu," jelas Hasbi.

Mila mengulurkan tangannya dan menerima makanan dari Hasbi, "Terima kasih."

"Hari ini aku gak kerja. Kalau kamu butuh bantuan atau sesuatu telepon saja aku!" kata Hasbi dengan raut wajah tanpa senyuman.

Mila mengangguk pelan dan tersenyum tipis.

Hasbi kembali ke kamarnya dan Mila gegas menutup pintunya. Sambil menikmati sarapannya Mila mengukir senyum dibibirnya. "Ternyata dia masih perhatian juga!" gumamnya senang.

Kabar Mila mengalami kecelakaan membuat Alan yang sedang bekerja di luar kota menghubunginya. Alan begitu khawatir apalagi Mila tak memiliki keluarga atau saudara.

"Aku gak apa-apa, Mas. Gak usah khawatir. Besok atau lusa, aku juga udah mulai kerja!"

......................

Lebih cocok Mila dengan siapa, ya?

Hasbi, Alan atau Aldo?

1
sunaryati jarum
Kok menggantung,itu orang suruhan Airin rupanya
Murni Zain
selamat berbahagia Hasbi dn Mila... 🤗😍🥰
sunaryati jarum
Selamat berbahagia Mila dan Hasbi semoga kalian ini impianmu untuk bahagia terwujud
Murni Zain
enggak d dumay enggak d dunia nyata... orang iri itu pasti ada🤭😄
sunaryati jarum
Semoga kebahagiaan yang kamu impikan terwujud Mila
Murni Zain
persis mantan istri suami qu... orang salah tp enggak merasa salah mlh membalikkan fakta. Maju Mila, jangan pandang masa lalu Hasbi... 💪🏼💪🏼💪🏼
Murni Zain
Gengsinya s Mila... 🤭😄😄
Mami AL: gengsi tapi mau😅🤣
total 1 replies
evi carolin
haaahhh mertuaku .... baik banget kalo dikasih duit ,senyum manis lemah lembut ngomong nya ,sayang ama anakku,tapi ... klo ga dikasih duit dehhh ... ama cucu aja pilih kasih ... tp Alhamdulillah stlh bercerai gini hidupku dan anakku penuh dengan ketenangan ga ada beban dan Alhamdulillah tenang dlm cari rezeki
Mami AL: Alhamdulillah, ya, Kak. Bahagia selalu 😊
total 1 replies
Dew666
💃💃💃💃
falea sezi
klo goyah hasbi oon mila pasti banyak yg antri lah hasbi gamon kah
Dew666
💎💎💎
Murni Zain
Wajar sih menuju halal ada ujian.
Murni Zain
sedikit konflik Thor😄
falea sezi
konflik🤣
Murni Zain
sedikit banget🤭
falea sezi
lanjut jangan jangan hasbi uda nikah😒
Mami AL
Mohon maaf, update cerita sedikit lambat karena di tempat tinggal Mami AL sedang mengalami pemadaman listrik hingga berjam-jam . Harap maklum, ya...😊
Dew666
🍭🍭🍭
Murni Zain
siapapun jodoh untuk mila yg penting bs menerima dia sebagai menantu, semua masalalu mila. 🤗🥰
Dew666
Hasbi nikah sm sepupu mila kali, mila jodoh Aldo aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!