NovelToon NovelToon
Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah
Popularitas:32.5k
Nilai: 5
Nama Author: Inna Kurnia

Santaka, anak dari pemilik pesantren besar di Solo—yang berprofesi sebagai chef pastry—terpaksa menikah dadakan dengan Nandini, tetangga sekaligus montir bengkel langganannya.

ini semua karena mereka tertangkap basah di mobil Santaka dalam kondisi mengundang fitnah.

"Gus Taka dan Dini tertangkap di mobil! Suaranya mencurigakan, apalagi baunya..."

Itu kesaksian pihak yang menangkap basah. Tak tanggung-tanggung, tiga orang jadi saksi.

Bisakah Santaka—gus yang lembut—menjadi imam bagi Nandini—montir bengkel yang keras?

Kini kehidupan Nandini bukan lagi tentang oli dan kunci inggris, tapi umat dan pesantren. Sanggupkah sang montir bengkel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inna Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17 Tabligh Akbar

Nandini mundur selangkah. "Silakan Ning, kakak ipar tertuaaa..." desis istri Santaka itu. Sarah melengos.

Keluarga Al Fatih mulai memasuki panggung. Riuh suara jamaah langsung bergema. Ponsel yang menjadi kamera, terangkat. Mereka ingin mengabadikan gambar keluarga terpandang itu.

Mansur dan trio gus duduk di sisi kanan panggung. Di depan jamaah laki-laki. Lastri dan duo ning plus satu montir nyasar, di sisi kiri panggung. Berhadapan dengan jamaah perempuan. Kedua jamaah dipisahkan oleh kain tinggi.

Acara dibuka dengan pembacaan kitab suci oleh Santaka. Nandini tak bisa menahan senyumnya. Lantunan yang biasa ia dengar di kamar itu mengalun merdu. Sensasi suara menggunakan sound system lengkap memang berbeda.

Setelah Santaka selesai mengaji, mereka saling beradu pandang. Nandini buru-buru menundukkan pandangan. Takut Abyasa melihat. 

Wajah kakak ipar Nandini itu dari tadi angker. Mungkin gugup mau ceramah, jadi mulas, muka pun jadi tak bersahabat. Siapa yang tahu?

Tausiyah pertama dari Abyasa. Ternyata wajahnya saja yang angker. Penyampaian ceramahnya cukup menghibur. Harus begitu, jika tidak, akar rumput tak akan mau menerima dakwahnya.

“Ibu-ibu, siapa di sini yang suka menolak melayani suaminya?”

Nandini yang sedang minum tersedak mendengar pertanyaan Abyasa. Ia terbatuk. Husna menepuk punggungnya perlahan.

Santaka tersenyum simpul melihat istrinya. Lucu melihat sang istri kebakaran jenggot terkena "ulti" dari kakak tertuanya. Nandini mendelik tipis. Senyum Santaka melebar. Ekspresi kesal istrinya itu adalah favoritnya.

“Jangan ya Bu. Kalau bukan karena alasan syar’i. Kalau suaminya ndak ridho, malaikat akan melaknat sampai nanti suaminya ridho lagi.”

Santaka semakin melebarkan senyumnya. Nandini mencibir. Mata mereka tak putus saling memandang.

“Pak, jadi suami juga jangan dikit-dikit ndak ridho. Dilihat dulu kenapa istrinya nolak. Apa sakit? Apa capek? 

Sakit itu termasuk alasan syar’i. Bisa juga sedang ibadah wajib, sedang haid atau nifas, gangguan jiwa atau suami minta hubungan yang haram. Maksudnya haram, lewat dubur.”

Jamaah mulai riuh. Pembahasan yang tidak-tidak memang menarik bagi segala kalangan.

“Apa capek termasuk alasan syar’i? Sayangnya ndak, Ibu-ibu. Eit, Bapak-bapak jangan senang dulu. Inget kewajiban kita untuk ndak zolim sama istri.

Kita ngobrol sama istri. Belajar cara berhubungan yang bikin istri nyaman. Jangan maen hajar. Pijit-pijit dulu istri. Saya jamin, langsung dikasih, Pak!”

Suara tawa bergema di dalam Masjid Syeikh Zayed. Ibu-ibu bertepuk tangan merasa dibela oleh Abyasa.

Santaka dan Nandini kembali saling berpandangan. Keduanya mengulum senyum. Nandini yang pertama memutus tatapan. Degup jantungnya menggila. Tak tahan jika terus berpandangan, padahal hal serupa dirasakan oleh Santaka.

Tausiyah puncak oleh Mansur. Aura yang terasa sama hangatnya dengan Abyasa. Ditambah dengan ketenangan yang melingkupi hati jamaah. Kyai besar memang berbeda.

Pesan Mansyur, jangan berpikir rumit tentang hubungan bernilai surga dalam rumah tangga. Tak perlu menunggu sempurna. “Bapak Ibu, mau masuk surga ndak? Mau?”

Jamaah serentak menjawab, “Mauuu...”

“Kalau masuk surga, dosanya harus banyak yang gugur. Salah satu cara gugurkan dosa yang gampang itu, pegangan tangan. Dosa kita gugur lewat sela-sela jari, maasya Allah...

Terus aja pegang istrinya, Pak. Ke kamar mandi juga pegang, ajak. Paling abis itu jadinya ke kamar tidur.”

Gelak tawa kembali berderai. Keluarga Al Fatih memang ahli dakwah yang tepat sasaran ke kalangan awam.

Santaka kembali mengulum senyum ketika saling memandang dengan Nandini. Ia berkata tanpa suara, “tuh, pegangan.” 

Nandini menjulurkan lidahnya. Santaka menggelengkan kepala sambil tersenyum. Istrinya memang paling bisa "ngeles".

Setelah tausiyah selesai, acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Tahap berikutnya adalah ramah tamah. Segmen yang ditakuti oleh Nandini sejak semalam.

“Bapak Ibu, yang dirahmati Allah. Seperti yang kita tau, kurang lebih sebulan lalu, putra bungsu Yai Mansur nikah. Semua tau yaa, Gus Taka. Yang punya toko kue di Blulukan. Enak tenan ya?”

Santaka mengangggukkan kepala ke arah jamaah. Jamaah menyahut untuk merespons sang MC. Rupa-rupa sahutan.

“Enak...” 

“Enak tapi suka ngantri.”

“Minta diskon, Gus.”

“Enakan liat Gus...”

Tawa kembali berderai. Ada saja tingkah polah jamaah.

“Sekarang kita kenalan sama istrinya Gus Taka ya. Namanya Mbak Dini. Nama lengkapnya Mbak Nandini Basundari. Monggo Mbak Dini.”

Nandini menoleh ke arah Lastri, yang tersenyum kepada menantunya. Nandini mengangguk kepada Mansur yang juga mengangguk. 

Terakhir, Nandini menatap Santaka. Senyum manis Santaka hadiahkan kepada sang istri. Sebagai penyemangat.

Dengan kaku, Nandini berdiri di tengah panggung. Perutnya mulas. Keringat dingin mengucur deras di punggung. 

Telapak tangan Nandini basah. Mulutnya kaku. Matanya menatap nanar lautan manusia di hadapannya.

Jamaah memberikan atensi penuh pada istri Santaka itu. Mereka penasaran dengan sosok Cinderella versi lokal-religius yang viral belakangan ini.

Banyak ponsel jamaah yang terangkat. Kamera dari media lokal dan platform online ikut menyorot sang montir mendadak ukhti.

Blitz dari kamera dan ponsel jamaah menyadarkan Nandini. Ada jamaah yang berteriak.

“Ayu sekali...”

“Cocok tenan sama Gus Taka!”

“Ya ampun, ini tho namanya Mbak Dini. Cantik!”

“Mbak Dini, saya langganan di bengkel Mbak Dini. Apik tenan bengkelnya.”

Mendengar perkataan terakhir jamaah sontak membuat Nandini tersenyum. Ia seperti mendapatkan suntikan adrenalin. Tangannya akhirnya melambai pada jamaah.

Bukan sembarang melambai. Nandini menegakkan lengan di depan wajahnya dan memutar-mutar tangannya itu. Layaknya Miss Universe.

Jemaah kontan tertawa. Pujian kembali berdatangan. Yang memfoto Nandini dengan ponsel semakin banyak. Jamaah tambah penasaran dengan sosok nyentrik di Al Fatih itu.

Santaka menggelengkan kepala melihat polah istrinya. Ia terkekeh. Mansur dan Lastri tersenyum kecil.

Danendra dan Husna juga tersenyum. Yang agak lain, Abyasa dan Sarah. Muka mereka mengeras, membatu.

“Wah, Mbak Dini ini luar biasa ya... Monggo sepatah dua patah katanya Mbak.” Sang MC yang sempat tercengang melihat Nandini cosplay menjadi ratu kecantikan itu kembali bersuara.

Nandini menarik napas. “Assalammu’alaikum. Jama’ah oh jama’ah, eh, salah ya... itu ustadz yang lain.” Tawa jamaah pecah.

“Perkenalkan... saya Dini, istri Gus Taka. Istri pertama dan satu-satunya. Iya tho Gus, malu ini kalau salah?” Nandini menatap Santaka yang tergelak. Jamaah ikut terbahak. Mansur dan Lastri saling bertatapan penuh arti.

“Saya... jadi istri Gus Taka jalur duniawi. Saya pelanggan rotinya Gus Taka, Gus Taka pelanggan bengkel saya. Jatuh cinta karena Allah, nikah deh. 

Dhuh, saya tegang ini Bapak Ibu.” Nandini meringis. Jamaah tersenyum. Mereka terpesona pada sosok Nandini yang apa adanya.

“Pesan saya, solatlah engkau sebelum engkau disolati, hehehe... Ndak berbobot ya? Hhmm... Oh saya kasih tips saja ya. 

Bapak Ibu, motornya sering mogok kalau habis hujan atau habis dicuci, ndak? Itu bukan karna mesinnya jelek, tapi karna lubang pembuangan air di tangki mampet. Kalau mampet, air masuk ke bensin. 

Cukup ditusuk pakai kawat atau lidi, motor ndak bakal mogok lagi. Modal gratis, tapi banyak yang ndak tahu. Kalau masih mogok, dibawa saja ke bengkel Mulyo Jaya, bengkel Bapak saya, di daerah Tohudan. Dijamin joss. 

Bapak saya duda, ganteng, boleh kalau Ibu-ibu yang single, minat. Yang single ya, istri orang ndak boleh. Bapak-bapak liatin istrinya, jangan-jangan habis pengajian ke bengkel Bapak saya, hehehe... Wassalammu’alaikum.”

Jamaah kembali terhibur. Tawa itu pecah belah.

“Lagi Mbak Dini...”

“Lucu tenan...”

"Keren banget, Mbak. Aku ngefans..."

“Matur nuwun tips motornya, Mbak Dini...”

Tepuk tangan jamaah membahana. Mereka merangsek ke depan panggung untuk memfoto Nandini. Terutama para ibu dan jamaah perempuan.

Nandini mengembuskan napas lega. Ia tak menyangka, bisa juga ia berbicara di depan khalayak umum seperti tadi. 

Lastri dan Husna mengelus lengan Nandini. Sarah hanya tersenyum kaku.

Mansur dan Danendra tersenyum simpul. Wajah Abyasa keruh namun ia sembunyikan dalam senyum. 

Santaka dan Nandini saling berpandangan. Senyum bangga Santaka berikan pada sang istri. Ternyata istrinya bisa melewati tantangan Ndalem. Tantangan yang ia saja gagal melewatinya. Istrinya itu memang luar biasa.

Nandini tersipu. Wajahnya memerah. Bibirnya merekah karena senyum lega.

Santaka merasa perlu memberikan topping bagi sang istri, sebagai bentuk kebanggaan ekstra. Ia kedipkan sebelah matanya dan tiupkan ciuman jarak jauh ke arah Nandini, sesuai janjinya sebelum Subuh tadi.

Nandini tergelak. Nandini mengoreksi definisi tampan Santaka. Tampan teduh, namun genit. Genit yang hanya untuknya.

1
Nanik Arifin
Gus gila, makin gila aj cari sekutu
Inna Kurnia: harus diruqyah, ya Kak, hehehe
total 1 replies
Aisyah Virendra
ooohhh si kelekkkk balik lagiii 🤨🤨🤨 napa sih ga lgsg balik ke laut ajaaa lexxx ya ampunnn kelekk bikin ribet aja deh 🙄
Inna Kurnia: heheheh😂😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Obsesi yg menggila ntar jatuhnya gila beneran loh ahsan 🤨 ga takut nih masuk RSJ gegara cinta gila 🤏
Inna Kurnia: hahaha, kasian juga yaa klo gila 🤭
total 3 replies
Nanik Arifin
kelakuanmu, Gus gendeng...
Gus gendeng...
cocok bener jd anaknya kyai Sableng
Inna Kurnia: si Wiro jadi apa Kak Nanik? 🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
Makanya Syifa kamu itu jangan ikut²an beleng ky Ahsanulpret 😏 dia itu punya obsesi gila ke Dini, btw gimana reaksi dia pas tau Dini Hamil 🤪 duhhh Santaka junior bakalan hadir ❤️
Inna Kurnia: next yaa
total 1 replies
Aisyah Virendra
duhhh puas banget mbokkk 🤨
Inna Kurnia: heheheh
total 1 replies
Aisyah Virendra
dasar yaa lambe turah 😏😏😏
seenakny aja klo ngmg hamil sm yg bukan suaminya 🙄 emang dini serendah itukah dimata kalian yg tidak tahu inti fitnah.. 🤨
Inna Kurnia: realitanya gitu yaa
total 1 replies
Aisyah Virendra
dimaafkan kak inna, dikit tapi hehee 🤏
Inna Kurnia: siippp
total 5 replies
Aisyah Virendra
baik
smg kak Inna sehat selalu dan dipermudah urusannya di RL biar bisa kasih crazy up terus disini 🤏
Aisyah Virendra: alhamdulillah ❤️❤️
total 2 replies
Aisyah Virendra
Begitu memang orang tua tuh, ngelihat sesuatu dlm video gabisa menerka² kejadian yg sesungguhnya, padahal mantu baru lagi mengandung ahli waris Al Fatih.
kamuuu Ahsan jgn kmu senang duluu yaaa, galama ntar bagianmu yg akan ditusuk duri kebenaran, tunggu saatnya tiba.. 😏😏😏
Inna Kurnia: aduh, ditusuk, aww🤣🤣🤣
total 1 replies
Jaojatun Ma'rup
Othooor... nungguuu niih.... sehat selalu.... penasaran yg dilakuin Boy deeh
Inna Kurnia: sudah up ya, masih review NT.

Boy besok. Hari ini kita liat POV Sarah sama Abyasa dulu...dan pastinya Umi ❤️❤️
total 1 replies
Fatia An-nafi'
semakin kesini semakin seru
Inna Kurnia: terima kasih Kak Fatia untuk reviewnya ❤️❤️
total 1 replies
Nanik Arifin
dasar Gus sableng. g takut dosa. malah cari sekutu buat fitnah lagi...putra siapa nih.... ??
Inna Kurnia: Bapaknya lagi sakit, Kak Nanik... Kasian 🥲🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
Diihhh dasar Kadal yg sedang terobsesi sm Nandini dan perceraian Takadini 🙄🙄
Syifa baiknya kamu bertaubat deh drpd kmu yg udah tersesat malah makin sesat dan jadi setan macam siKadal AhsanuLPreet 😏😏😏
Inna Kurnia: 🤭🤭🤭🤭 🤭
total 3 replies
Mimi Samsung
alur menarik pengen baca terus
Inna Kurnia: Terima kasih Kak Mimi untuk ulasannyq ❤️❤️
total 1 replies
Aisyah Virendra
bagus deh klo boy ikut ke ndalem.. biar ntar syifa naksir lagi sm boy terus dihempaskan lagi deh 🫠🤣

btw, syafahallah (anakny kak Inna) 😇
Inna Kurnia: hahaha... kasian cipa...

aamiin, jazaakillaahu khoyr, Kak Aisyah 🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
sella
si Ahsan bukannya sukanya yg barbar yak gak mau cewe yg kalem lurus nah si Shifa kan barbar aslinya dah jodoh🤭🤣
Inna Kurnia: barbarnya ketutup jaim, Kak Sella 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
Harusnya sih ada yaa salah 1 dari Fiona, Nandini Santaka dan Boy yg ahli IT, jadi bisa melacak siapa pemilik no pengirim Video, retas sekalian ponselnya ala agen rahasia 🤔
Inna Kurnia: hihihi...tenang yaa Kak Aisyah
total 1 replies
Aisyah Virendra
Duhh ujian bumil baruuu, Ahsanulllllll awas yaa kamuuu... 🙄😏
Aisyah Virendra: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Sri Jumiati
gara gara kecoa
Inna Kurnia: jalan takdir Kak ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!