NovelToon NovelToon
Janda Seksi Milik Duda Dingin

Janda Seksi Milik Duda Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Janda / Lari Saat Hamil
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Prettyies

Raisa Maureen ditinggal mati suaminya di dalam kondisi masih prawan, lalu ia melakukan hubungan satu malam dengan kakak iparnya karena pria itu mabuk berat dan kehilangan keperawanannya. setelah menikah dengan Evan ia baru mengetahui kenapa selama ini Aditya almarhum suaminya tidak pernah menyentuhnya. Apa yang sebenarnya terjadi? ikuti kelanjutan kisah nya hanya disini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prettyies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatah

Raisa memejamkan mata sejenak, mencoba menenangkan detak jantungnya yang tiba-tiba kembali tidak teratur.

"Mas… aku mau bangun," ucapnya pelan sambil menjauh sedikit.

Evan tersenyum tipis, tapi tidak menahan.

"Iya… bangun aja. Tapi jangan jauh-jauh," godanya ringan.

Raisa menghela napas, lalu duduk di tepi ranjang. Tangannya merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.

Ia menoleh ke arah Evan.

"Mas… Mona masih di bawah," ucapnya pelan, seolah baru sadar.

Evan langsung mengangkat alis.

"Oh iya… mantan istriku itu," jawabnya santai.

Raisa langsung menatap tajam.

"Jangan santai gitu dong, mas. Gimana kalau dia tahu kamu di sini?"

Evan mengangkat bahu.

"Terus kenapa?" ucapnya ringan. "Aku juga bukan siapa-siapanya lagi."

Raisa menggeleng pelan.

"Tetap aja aneh… aku nggak enak sama dia."

Evan bangkit dari posisi tidurnya, lalu duduk mendekat.

"Sa…" ucapnya lebih serius. "Kamu mau terus mikirin perasaan orang lain, atau mulai mikirin diri kamu sendiri?"

Raisa terdiam.

"Kadang kamu terlalu baik… sampai lupa sama diri sendiri," lanjut Evan.

Raisa menunduk, memikirkan kata-kata itu.

"Tapi… aku juga nggak mau nyakitin orang lain, mas," jawabnya lirih.

Evan menghela napas.

"Nggak semua orang yang kita jaga perasaannya… bakal jaga kita juga, Sa."

Hening sejenak.

Tiba-tiba—

Tok… tok…

Suara ketukan pintu terdengar.

"Sa? Kamu udah bangun?" suara Mona dari luar kamar.

Raisa langsung panik, refleks menoleh ke Evan.

"Itu Mona!" bisiknya.

Evan langsung berdiri.

"Ya terus?" ucapnya pelan tapi santai.

Raisa buru-buru menarik selimut, wajahnya tegang.

"Mas sembunyi dulu… please!"

Evan menghela napas, lalu berjalan ke arah kamar mandi.

"Cepet ya," katanya sebelum masuk dan menutup pintu.

Tok… tok…

"Sa?" suara Mona lagi.

Raisa menarik napas dalam, lalu berdiri dan membuka pintu sedikit.

"Iya… aku udah bangun," jawabnya berusaha normal.

Mona berdiri di depan pintu dengan senyum tipis.

"Kamu lama banget… aku kira masih tidur," ucapnya sambil mengintip ke dalam.

Raisa langsung sedikit menutup pintu, berusaha menghalangi pandangan.

"Hehe… tadi capek, jadi kebablasan," jawabnya.

Mona mengangguk pelan.

"Aku mau bikin sarapan… kamu mau makan apa?"

Raisa berpikir sejenak.

"Apa aja deh… aku bantu nanti."

Mona tersenyum.

"Yaudah, aku tunggu di bawah ya."

"Iya…"

Pintu pun ditutup kembali.

Raisa langsung bersandar di pintu, menghela napas panjang.

"Hampir ketahuan…" gumamnya.

Pintu kamar mandi terbuka.

Evan keluar sambil menyilangkan tangan.

"Kamu ini kayak lagi selingkuh aja," ucapnya santai.

Raisa langsung melotot.

"Mas! Ini serius…"

Evan mendekat, lalu menatapnya dalam.

"Makanya… jangan lama-lama sembunyiin ini," ucapnya pelan.

Raisa terdiam.

Karena jauh di dalam hatinya ia tahu, semua ini… tidak akan bisa terus disembunyikan.

"Aku turun dulu ya… kamu di sini aja sampai Mona pulang," ucap Raisa pelan.

Evan mengangguk santai.

"Siap… asal nanti malam aku dapat jatah," godanya ringan.

Raisa langsung mendengus.

"Ih, dasar mesum pikirannya…" gumamnya sebelum berbalik keluar kamar.

Raisa turun ke bawah dan melihat Mona sudah di dapur.

"Kamu mau sarapan apa, Na?" tanya Raisa.

Mona tersenyum kecil.

"Aku pengen nasi goreng… tapi aku nggak bisa masak," ucapnya santai. "Biasanya bibi yang masakin. Lagian kuku aku baru diurus."

Raisa mengangguk.

"Yaudah, aku aja yang masak."

Mona memperhatikan Raisa sejenak.

"Pacar kamu tinggal di sini?" tanyanya tiba-tiba.

Raisa langsung menjawab cepat,

"Nggak… dia cuma kebetulan main aja."

Mona menyipitkan mata.

"Nginep, kan?" ucapnya santai. "Soalnya dari semalam kamu nggak keluar-keluar…"

Raisa mulai tidak nyaman.

"Biasa aja…"

Mona melanjutkan,

"Aku juga sempat dengar suara cowok dari dalam kamar kamu."

Raisa langsung menoleh tajam.

"Kamu nguping?"

Mona sedikit tersenyum canggung.

"Maaf… aku cuma penasaran."

Raisa menarik napas dalam.

"Lain kali jangan ya. Itu privasi aku."

Mona mengangguk, tapi masih menatap tajam.

"Kamu takut ya… kalau mami sama papa tahu kamu sudah punya laki-laki lain?" ucapnya pelan. "Padahal Aditya baru dua minggu meninggal…"

Raisa terdiam sesaat, tangannya yang sedang menyiapkan bahan masakan berhenti.

Raisa tetap fokus menyiapkan bahan, mencoba terlihat tenang.

"Mami sudah tahu kok… kalau aku punya laki-laki yang dekat sama aku," ucapnya santai. "Kata mami… yang penting aku bahagia."

Mona sedikit terkejut.

"Oh ya?" tanyanya, berusaha menyembunyikan reaksinya.

Raisa mengangguk.

"Iya. Udah, aku lanjut masak nasi gorengnya ya."

Mona hanya tersenyum tipis.

"Iya, Sa…"

Namun dalam hatinya, pikirannya berputar cepat.

"Yah… gagal," gumamnya dalam hati. "Padahal mau aku pakai buat ngancem dia biar mau bantu aku rujuk sama,Mas Evan."

Ia menyandarkan tubuhnya, matanya tetap memperhatikan Raisa.

"Pokoknya aku harus tahu rahasia dia," lanjutnya dalam hati. "Kalau nggak… percuma aku sampai nginep di sini, bahkan sampai nguping segala."

Senyumnya tetap terpasang tapi ada sesuatu yang jelas sedang ia rencanakan.

Raisa mulai menumis bumbu, aroma harum langsung memenuhi dapur.

Tiba-tiba Mona mengernyit, wajahnya berubah.

"Uh…" ia menutup mulutnya.

Raisa menoleh.

"Kamu kenapa, Mon?" tanyanya heran.

Mona terlihat menahan mual.

"Aku… lagi nggak enak badan," jawabnya cepat, lalu buru-buru berlari ke kamar.

Raisa menatap kepergian Mona dengan bingung.

"Emang bumbu bisa bikin mual ya? Paling juga bikin bersin…" gumamnya pelan.

Ia kembali fokus memasak.

Tiba-tiba ada tangan melingkar di pinggangnya.

Raisa langsung kaget.

"Siapa ini? Kenapa pegang-pegang? Lepasin!" ucapnya panik setengah berbisik.

Suara tawa pelan terdengar di belakangnya.

"Mas… cuma mau nemenin kamu masak," bisik Evan.

Ia mendekat, mencium tengkuk leher Raisa.

Raisa langsung menegang.

"Mas ngapain sih di sini… nanti ketahuan Mona," ucapnya khawatir.

Evan santai saja.

"Tenang aja… dia lagi di kamar, kan?"

Raisa menggeleng kecil.

"Tetap aja bahaya… kalau dia keluar gimana?"

Evan tersenyum tipis, tapi tetap tidak melepaskan pelukannya.

"Kamu ini panikan banget," godanya pelan.

Raisa mencoba melepaskan diri.

"Udah… lepas dulu. Aku lagi masak," ucapnya.

Evan akhirnya sedikit mengendurkan pelukannya, tapi masih berdiri dekat di belakang Raisa.

"Yaudah… mas bantu aja," katanya santai.

Raisa melirik sekilas.

"Bantu apa? Jangan ganggu malah," jawabnya.

Evan tertawa kecil.

"Ya minimal nemenin… biar kamu nggak sendirian."

Di dalam kamar, Mona buru-buru masuk ke kamar mandi. Ia langsung membungkuk di depan wastafel.

"Hoek… hoek…"

Ia memegang perutnya, wajahnya pucat.

"Astaga… kenapa sih mualnya muncul sekarang…" gumamnya pelan.

Ia menyalakan air, membilas mulutnya, lalu menatap dirinya di cermin.

"Ini pasti karena hamil muda… ditambah bau tumisan bawang tadi," ucapnya lirih.

Mona menarik napas dalam, mencoba menenangkan diri.

"Tapi jangan sampai Raisa curiga…" bisiknya.

Ia mengusap perutnya pelan.

"Aku harus hati-hati… kalau dia tahu aku hamil, semuanya bisa berantakan."

1
Felycia R. Fernandez
udah deh Sa,gak usah bolak balik menyangkal...
udah tau juga belang Aditya..
udah dengerin aja,jangan jadi orang yang sok tau gimana Aditya
Prettyies: Dia gak normal kak😂
total 3 replies
Felycia R. Fernandez
ya bodoh kalau gak jadi nikah.
udah di obok obok tiap hari msak gak mau dinikahi..
ada2 aja,kemana harga diri Mu Sa
Prettyies: ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pak David tukang kibul malah dikibulin...
anak sendiri pula pelakunya 🤣🤣🤣🤣
Prettyies: Haha emang nakal evan
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
cukup sekali ini doank
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
dasar ular...🤬
Prettyies: ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Usir aja gih 🤬🤬🤬
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
lha 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Prettyies: betul kak
total 5 replies
Felycia R. Fernandez
Ternyata mau balikan karena ada baby yang butuh seorang ayah.laaah kenapa harus Evan
Prettyies: Karena dia kaya raya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
kurang asem 😆😆😆
Prettyies: Betul sekali😊
total 3 replies
Felycia R. Fernandez
kenapa gtu?? karena Raisa hanya sebagai alat untuk kesembuhan aditya
Prettyies: ditunggu kelanjutannya☺
total 1 replies
vita
suka
vita
gmn kabar mona di kamar tamu
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya☺
total 1 replies
Yulisna Yulisna
suka
Prettyies: Terima kasih☺
total 1 replies
Scarlett Rose
lnjt
Felycia R. Fernandez
ternyata oh ternyata...
Cuma Raisa yang disini gak tau kelakuan Aditya
Felycia R. Fernandez: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Mita Paramita
jangan jangan Aditya hompipa🤣🤣🤣 ketahuan rahasianya
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Aditya menjadikan Raisa tameng dari penyimpanan nya...
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Raisa sebenarnya ada rasa ma Evan,cuma terpendam karena Mak nya yang gila kasta...
Mita Paramita
lanjut 🔥🔥🔥
Prettyies: Ditunggu kelanjutan nya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
gay ya???
Felycia R. Fernandez: selalu kk Thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!