[Ding!]
[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]
[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]
*
Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.
Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Licik Keluarga Pratama
Kejadian sebelumnya di pintu keluar masuk tempat pelelangan cepat tersebar, dan begitu tersebar banyak orang yang mulai mengumpulkan informasi tentang Karina, sosok wanita pemilik kecantikan seorang Dewi, juga wanita yang menjadi pemilik dari Aurora Grand Mall, Celestial Plate dan Blackstone Earthworks.
Di rumah keluarga Pratama, Lestari dan seluruh anggota kelurganya tengah berkumpul di ruang keluarga, membahas tentang kejadian yang saat ini sedang menggemparkan seisi kota.
Mengetahui Karina adalah wanita yang sangat kaya, mereka satu keluarga merasa iri setengah mati, terutama Celine yang merasa kalah dalam segalanya jika dibandingkan dengan Karina.
Sebagai Cucu kesayangan di keluarga Pratama, dia sejak dulu selalu merasa superior dibandingkan dengan Karina yang senantiasa diabaikan kakek dan neneknya.
Dulu dia tak pernah menganggap Karina sebagai saingan, tapi setelah kejadian di tempat pelelangan, rasa superior itu seketika runtuh, digantikan rasa benci yang begitu besar terhadap kesuksesan Karina.
“Aku akan kembali memasukkan nama mereka ke daftar keluarga Pratama. Apa diantara kalian ada yang nggak setuju?”
Usai bicara, Lestari menatap sekeliling.
“Apa itu tidak akan membuat mereka semakin besar kepala?”
Rudi tak setuju dengan rencana orangtuanya, tapi dia menyampaikan ketidaksetujuan itu secara tak langsung melalui sebuah pertanyaan.
“Itu hanya sementara, dan biarkan saja mereka merasa besar kepala. Tetapi begitu nanti kita berhasil mengambil semua yang mereka miliki, kita tendang mereka keluar dari keluarga kita, dan pada saat itu mereka akan kembali menjadi sampah seperti beberapa tahun lalu!”
Mengulang rencana serupa, itulah yang ingin dilakukan oleh Lestari.
Menurutnya, Karina dan keluarganya masih sama bodohnya dengan apa yang terjadi di masa lalu, dan dia yakin keluarga itu belum tau jika kebangkrutan yang dialami Adrian waktu itu berkaitan erat dengan keluarga Pratama.
“Sudah, lebih baik kita semua setujui rencana Ibu, dan lagi jika rencana itu berhasil, kita bukan sekedar menjadi kaya, tapi keluarga Pratama kita akan menjadi kaya raya, bisa disetarakan dengan 20 besar keluarga konglomerat di negara ini!” ucap Linda membujuk suaminya dengan sesuatu yang manis saat didengarkan.
Mendengar apa yang diucapkan istrinya, Rudi akhirnya menyetujui rencana Lestari, dan kini adalah tugas Darman meminta tanda tangan Karina dan kedua orangtuanya.
Bagaimanapun juga nama-nama mereka telah lama dicoret dari daftar nama anggota keluarga Pratama, dan jika ingin ditarik kembali, itu membutuhkan bukti tanda tangan asli juga sidik jari yang semuanya tentu tak bisa dipalsukan.
Memalsukan identitas hukumannya sangat besar, membuat orang-orang enggan melakukannya, apalagi ada pengawasan ketat dari bawah ke atas jika itu berkaitan dengan identitas.
“Bu, bagaimana kalau mereka menolak tanda tangan? Bukannya rencana ini akan gagal?” tanya Hendra, putra kedua Lestari.
Pertanyaan Hendra membuat semua orang di tempat itu penasaran dengan jawaban Lestari.
“Sophia sejak dulu tergila-gila dengan kasih sayang orangtua, yaitu aku dan suamiku. Awalnya mereka mungkin menolak, tapi setelah kami memberikan apa yang diinginkan Sophia, pelan wanita itu nantinya akan menuruti kita, dan akhirnya dia yang akan mempengaruhi kelurganya untuk setuju menjadi bagian dari keluarga Pratama!”
Lestari benar-benar memiliki keyakinan yang begitu besar terhadap Sophia, putrinya yang tumbuh besar tanpa adanya perhatian dan kasih sayang keluarga, dimana saat itu Lestari dan Darman sepenuhnya mencurahkan perhatian dan kasih sayang pada kedua putra mereka.
Mengingat sosok Sophia yang memang sama persis seperti apa yang diucapkan Lestari, akhirnya semua orang percaya akan keberhasilan rencana wanita paling berkuasa di keluarga Pratama.
Meski tengah membahas tentang Karina dan keluarganya, mereka tak lupa tentang hutang dengan Baron yang secepatnya harus dilunasi.
Seketika Lestari tercerahkan oleh sesuatu, dan dia berencana meminta bantuan Sophia untuk melunasi hutang-hutang keluarganya.
Sebagai sosok ibu dari Karina, Lestari yakin uang anak itu dipegang oleh Sophia, dan ini membuatnya lebih mudah mempengaruhi putrinya itu supaya setuju membantu melunasi hutang keluarga Pratama pada Baron.
Dengan begitu mereka tak perlu lagi memikirkan tentang Baron, si pria yang doyan menikahi daun muda.
“Kalian berdua cepat cari tau dimana tempat tinggal Sophia dan keluarganya supaya kapan saja kita bisa menemui mereka!”
Lestari memberi perintah pada kedua putranya untuk secepatnya mencari tahu lokasi tempat tinggal keluarga Karina.
“Secepatnya kami akan menemui alamat tempat tinggal mereka!” ucap Rudi, sementara Hendra hanya menganggukkan kepalanya sebagai balasan.
Pembicaraan anggota keluarga Pratama berakhir, berbeda dengan pembicaraan yang sedang berlangsung di kantor tempat dulunya Karina bekerja.
Mereka yang dulunya rekan kerja Karina, seketika mereka menyesal begitu tau siapa Karina yang sebenarnya.
“Aku nggak nyangka dia selama ini menyembunyikan identitasnya dari kita semua, dan pantas saja dia nggak menuntut apa-apa setelah dipecat secara sepihak, bahkan uang pesangonnya dipotong setengah.”
“Dia sangat kaya, sama sekali nggak membutuhkan uang pesangon yang nggak seberapa.”
“Sekarang kita sudah tau siapa dia, dan ternyata selama ini bukan dia yang membutuhkan kita, melainkan kita dan perusahaan ini yang membutuhkannya!”
“Kamu benar. Sejak dia nggak lagi bekerja sebagai rekan kerja kita, banyak hal buruk terjadi, termasuk gagalnya produk yang terakhir kali dikeluarkan perusahaan.”
“Mmm, produk itu hampir seratus persen dikerjakan oleh Karina, dan tanpa adanya dia yang tau segalanya tentang produk itu, sekali terjadi kesalahan, seketika kita semua terlihat sangat nggak berguna!”
Ucapan itu menjadi renungan mereka semua, dimana suasana di tempat kerja seketika berubah menjadi sepi, sedangkan Arman yang merupakan mantan Bos Karina, dia hanya bisa meratapi kesalahannya, bahkan secara terang-terangan mencari masalah dengan Karina.
“Kalau saja dulu aku bersikap baik padanya, saat identitasnya terungkap ke publik, setidaknya aku sudah memberi kesan baik padanya, dan kemungkinan dia akan mengingatku sebagai sosok yang perlu diapresiasi, bukannya mengingatku sebagai sosok yang telah berkali-kali menyinggungnya!”
Rasa takut itu tiba-tiba muncul, dimana Arman takut Karina menaruh dendam padanya, hingga akhirnya wanita itu melakukan balas dendam dengan menghancurkan usahanya.
“Kalau itu terjadi, aku benar-benar akan selesai dan mustahil untuk kembali bangkit!”
*
Disaat ada orang-orang yang ingin berbuat licik, menyesal, bahkan ketakutan setelah mengetahui identitas aslinya. Karina sedikitpun tak peduli pada orang-orang itu, dimana kini dia tengah menikmati waktu berkumpul dengan kedua orangtuanya.
Apa yang terjadi di luar sana dia sama sekali tak peduli, tapi jika ada yang terang-terangan mencari masalah dengannya atau dengan kelurganya, saat itu juga dia akan mengambil sikap tegas dengan memberi pelajaran pada pembuat masalah.
‘Indahnya hidup seperti ini, setiap hari bisa tertawa bersama dengan mereka yang sangat aku sayangi!’ batin Karina, puas dengan keadaan keluarganya saat ini, tapi dia tau masalah pasti akan kembali datang, apalagi setelah apa yang terjadi di tempat lelang.