sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus
Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.
Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
...
..
Pukul 04.00 WIB. Apartemen terasa sangat dingin dan sunyi. seperti biasa rasa haus menuntun Rea ke dapur
Rea bangun, berjalan gontai ke ruang tengah. Masih sepi. rea tak melihat axelle yang tidur di sofa, Dia ke dapur, di sana ternyata axelle juga gak ada, "axelle gak pulang ya? " gumam nya pada diri sendiri
"Lo ke mana sih, Xel?" bisik Rea pelan. Dadanya terasa sesak. Ada rasa sedih yang aneh, rasa kehilangan yang nggak masuk akal buat musuh bebuyutan yang sial nya mengikat mereka lewat "selembar kertas". Rea duduk di sofa, memeluk lututnya sendiri, menatap gantungan kunci pion catur dari Ziro yang tergeletak di meja.
Rea gak mengerti kenapa perasaan aneh ini sangat mengganggu nya, bayangan wajah datar axelle yang pergi meninggalkan rumah meninggalkan jejak aneh di hatinya
...----------------...
Kantor Polisi Bandung Tengah
Axelle duduk menyandar di jeruji besi, matanya berkali-kali melirik jam dinding yang berdetak lambat.
"Apes... beneran apes," gumam Axelle.
Tiba-tiba, suara langkah sepatu pantofel yang tegas bergema di lorong sel. Langkahnya berat, berwibawa, dan sangat familiar bagi pendengaran Axelle. Bulu kuduk Axelle berdiri seketika.
CKLEK!
Pintu besi besar terbuka. Polisi jaga yang tadi galak mendadak membungkuk hormat hampir 90 derajat.
"Silakan, Tuan Atharic. Tuan Xander," ucap polisi itu dengan suara gemetar.
Dua sosok pria matang yang belum 40 tahun dengan setelan jas mahal yang sedikit kusut—pertanda mereka baru mendarat dari penerbangan darurat—berdiri di depan sel. Elgard Atharic berdiri dengan wajah sedingin es, tangannya masuk ke saku celana, menatap Axelle seolah ingin menelannya hidup-hidup. Di sampingnya, Gio Xander (Papa Arsen) memijat pelipisnya, tampak sangat lelah tapi matanya memancarkan kilat amarah.
"D-Daddy? Om Gio?" suara Axelle tercekat
"Bagus," ucap Elgard. Suaranya rendah, pelan, tatapan elgard lagi lagi rasa nya menghunus jantung axelle
Gio Xander melangkah maju, menatap ke sekeliling sel. "Mana Arsen? Dimana bocah ingusan itu?!"
"Arsen... Arsen itu om.. lagi tidur.." cicit Axelle. menunjuk arsen yang meringkuk di sudut ruangan sel
seperti biasa elgard menjamin anak nya, hal seperti ini udah sering terjadi dan elgard cuma bisa bernafas lelah memijit pelipisnya yang pusing.
kenakalan axelle membuat nya pusing, tapi gimana lagi anak itu turunannya sendiri yang badung nya luar biasa. elgard gak marah, sebab dulu dia badung bokapnya selalu menjamin kenakalan nya, bedanya kakek axelle selalu punya waktu untuk keluarganya. meski Bram dulu sibuk tetap bisa membagi waktu untuk keluarga, bedah jauh dengan elgard yang di tuntut pekerjaan gak bisa di tinggalkan nya setelah kejadian beberapa tahun silam.
perusahaan papa nya dalam masalah pelik, papa mama nya meninggal dalam semalam karena kecelakaan. adek nya Elsa trauma untung selamat dalam kecelakaan itu, elgard dan anya membawa ELs ke psikiater di Australia, dia benar-benar kehilangan waktu untuk anak kesayangan nya.
anya, terpaksa ikut merawat adik mereka sedangkan el sibuk mengurus perusahaan yang goyah karena bawahan terpercaya Bram korupsi.. oleh karena itu elgard gak bisa percaya begitu saja sama karyawan nya.
di tatapnya putra semata wayang nya, wajah datar nan dingin tampa ekspresi selalu menunduk saat dia datang membuat hatinya nyeri. tapi lagi lagi takdir benar benar mempermainkan mereka.
sejujurnya elgard tidak mau di posisi ini, dia lebih suka dia yang dulu selalu punya waktu untuk axelle tapi dia gak bisa egois, dia juga gak mau usaha papa nya hancur dan adek nya tak terjamin.
"boy.. kalian benar benar buat kita pusing! " celetuk Gio menatap anak nya yang selalu buat masalah lalu beralih ke axelle keponakan nya yang dulu selalu punya senyum sehangat mentari dan cerdas itu kini menjadi bocah dingin tampa ekspresi.
"pa.. aku kan cuma nongkrong disitu.. cuma apes aja" jawab arsen yang sudah pasti selalu ada jawabnya ketika di posisi seperti ini,
Gio menghela nafas
"sekarang kalian pulang lah.. daddy gak bisa lama lama, oty Els ingin bertemu daddy ada hal yang perlu di bahas" ucap elgard
itu sudah biasa, rasanya axelle ingin teriak "marahi axel dad!! tegur axel!! " tapi kerongkongan nya tercekat mendengar alasan alasan yang selalu saja mengikis jarak di antara mereka
elgard dan Gio telah pergi, axelle menghela nafas berkali kali memasuki rumah gedongan nya yang Valerie dan arsen nginap di sana. kali ini dia gak ke apartemen, dia rapuh dan tak ingin Rea melihatnya di sisi seperti ini.
di kamar nya, dia menangis tampa suara! hatinya terlalu sakit dan selalu sakit ketika pertemuan nya selalu singkat dengan orang tuanya.
Axelle POV On
Gue beneran muak.
Ini yang paling gue benci dari hidup gue: kehadiran Daddy yang cuma hitungan menit, paling lama beberapa jam, terus ilang lagi ditelan pekerjaan. Rasanya, lebih baik Daddy nggak usah pulang sekalian daripada cuma dateng buat pamer wajah kaku robotnya itu. Dia pikir, dengan jamin gue di kantor polisi pake uangnya, semua urusan selesai? Dia pikir, masalah selesai dengan membeli kesalahan gue?
Gue iri liat anak-anak lain. gimana nyokapnya jewer kuping mereka karena bolos, atau gimana bokapnya omelin mereka berjam-jam karena nilai merah. Gue? Gue cuma dapet tatapan datar dan transferan saldo. Nggak ada suara, nggak ada emosi.
Dan Mommy... orang yang harusnya jadi tempat gue pulang, sekarang juga berubah. Sejak kakek dan nenek pergi, Mommy lebih milih fokus ke oty Els.
Si manja itu... dia bener-bener udah rebut Mommy dari gue. Padahal dia udah gede, udah hampir kepala tiga, dan gue tau dia udah sembuh dari traumanya. Tapi kenapa Mommy masih betah banget jadiin dia prioritas? Kenapa Mommy seolah lupa kalau dia punya anak kandung yang lagi hancur di sini? Harusnya oty Els cari laki kek, nikah kek, biar nggak terus-terusan ngerepotin daddy dan mommy gue dan ngebajak waktu Mommy!
Gue ngerasa kayak orang asing di rumah megah ini. oty Els dapet pelukan, Daddy dapet rasa hormat dari semua orang, dan gue? Gue cuma dapet label "berandalan" yang setiap kehadirannya cuma bikin pusing.
Gue benci sifat kaku Rea di apartemen, karena setiap kali dia ngatur gue, dia persis kayak Daddy. Kaku, tanpa celah, dan hamba aturan. Gue ngerasa kejebak di antara dua robot; satu di rumah Atharic, satu lagi di apartemen.
Nggak ada yang peduli gue nggak pulang semalam. Rea pasti malah seneng karena nggak ada "sampah" yang ngotorin sofa. Dan Daddy? Paling dia cuma mikir, "Ah, Axelle buat masalah lagi," tanpa pernah tanya kenapa gue lakuin itu semua.
Gue capek
...----------------...
valery di lawan singa betina nya xander lo 🤣🤣🤣🤣
gemes jadi nya🤣🤣🤣🤣
rea keceplosan 🤣🤣🤣
semngat thor
tapi aku suka terimakasih kk author 😘😘
ceritanya hampir mirim kyk kisah hidup ku , axelle adalah aku si manusia kesepian yang terabaykan😭😭😭😭
jd curhat kan aku , btw makasih kk author 😘😘😘
kasian bgt my bad boy
cepet sadar ready
cepet bucin
cepet ada junior kalian
wkwkwkwkww
biar author pusing🥳🥳
tapi percaya sih , semua di bawah kendali kk author, ya ikuti alur nya aja , walau baca nya sambil nangis😭😭
rea pinter ngeles nye yeee🤣🤣
kak up 2 dong kepo sama yg ini😁😁😁