NovelToon NovelToon
SATU ATAP DI BARAK MILITER

SATU ATAP DI BARAK MILITER

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:16.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

Ghazali Atharrazka adalah perwujudan dari presisi dan kedinginan yang sempurna. Sebagai Kapten termuda dengan rekam jejak tanpa celah, hidupnya diatur oleh jam dinding dan hukum militer yang kaku. Baginya, kesalahan adalah aib dan kecerobohan adalah gangguan yang harus dimusnahkan. Dia adalah pria dengan tatapan sedingin es yang mampu membungkam satu batalion hanya dengan satu kata.

Lalu hadir seorang bernama Keyra Azzahra

Seorang mahasiswi tingkat akhir yang hidupnya adalah definisi dari kata chaos, Sebuah insiden memaksa mereka tinggal di bawah atap yang sama di lingkungan barak. Di antara derap sepatu laras dan aroma mesiu, mampukah si mahasiswi perusuh mencairkan hati sang Kapten yang membeku? Ataukah markas ini akan meledak karena ulah Keyra yang selalu di luar kendali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SURAT DARI GARIS DEPAN

Enam bulan berlalu sejak debu dari truk militer yang membawa Ghazali menghilang di balik cakrawala pangkalan. Bagi Keyra, waktu seolah berjalan dalam dua kecepatan yang berbeda: sangat lambat saat ia merindukan sosok kaku itu, dan sangat cepat saat ia tenggelam dalam kesibukan medisnya.

Kini, Keyra bukan lagi mahasiswi magang yang ceroboh. Ia telah menyelesaikan masa praktiknya dengan nilai sempurna sebuah tamparan halus bagi Aditama Atharrazka yang gagal menjatuhkannya. Ia kini resmi menjadi dokter muda di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, namun hatinya tetap tertinggal di barak kayu dan paviliun dingin di pangkalan lama.

---

Pagi itu, kota diguyur hujan lebat. Keyra baru saja menyelesaikan sif malamnya yang melelahkan di unit gawat darurat. Ia duduk di kantin rumah sakit, menyesap kopi hitam yang sudah mendingin, sembari menatap layar ponselnya. Tidak ada sinyal dari utara. Memang sejak tiga bulan terakhir, komunikasi dengan satuan Ghazali diputus total karena eskalasi konflik di perbatasan yang semakin memanas.

Satu-satunya penyambung nyawanya adalah tumpukan surat fisik yang datang sebulan sekali. Surat-surat pendek, ditulis di atas kertas buram militer, seringkali dengan noda tanah atau minyak senjata, namun isinya selalu mampu membuat Keyra bertahan.

"Keyra, di sini dingin, tapi tidak sedingin paviliun tanpamu. Jaga kesehatanmu. Jangan telat makan. Aku masih memegang janji itu." G.

Tiba-tiba, suara derap langkah terburu-buru mendekat. Bastian muncul dengan seragam dinas harian yang tampak kusut. Wajahnya pucat, dan ada binar kecemasan yang tidak bisa ia sembunyikan di balik kacamata petaknya.

"Keyra... kamu sudah dengar berita pagi ini?" suara Bastian bergetar.

Jantung Keyra seolah berhenti berdetak. Ia meletakkan gelas kopinya dengan tangan yang mendadak lemas. "Berita apa, Bas? Jangan main-main."

Bastian menyalakan televisi di sudut kantin. Saluran berita nasional sedang menayangkan breaking news dengan latar belakang kepulan asap hitam di sebuah pos perbatasan.

"...Dilaporkan terjadi serangan fajar oleh kelompok pemberontak di Sektor Utara. Pos komando utama hancur terkena ledakan artileri. Hingga saat ini, lima personel dinyatakan gugur dan beberapa lainnya, termasuk komandan satuan tugas, dilaporkan hilang dalam aksi..."

Keyra merasakan dunianya berputar. Nama "Kapten Ghazali Atharrazka" tidak disebutkan secara gamblang, namun ia tahu siapa pemegang tongkat komando di sektor itu.

"Hilang?" bisik Keyra, suaranya nyaris hilang. "Hilang itu artinya belum tentu... kan, Bas?"

Bastian tidak menjawab. Ia hanya menunduk dalam, tangannya mengepal erat di atas meja. "Kontak terakhir dengan Ghazali terjadi tiga jam yang lalu. Dia memerintahkan pasukannya untuk mundur sementara dia dan beberapa prajurit inti menahan gerbang pos agar evakuasi medis bisa lewat. Setelah itu... ledakan terjadi."

Keyra berdiri dengan sentakan kuat, kursinya terjatuh ke belakang. Rasa takut yang selama ini ia kunci rapat di dasar hatinya kini meledak menjadi histeria yang sunyi. Ia teringat janji Ghazali di paviliun malam itu.

Tunggu saya.

"Aku harus ke sana," ucap Keyra tegas, matanya berkilat penuh tekad di tengah air mata yang mulai mengalir.

"Jangan gila, Key! Itu zona merah! Warga sipil, bahkan dokter rumah sakit pusat sekalipun, dilarang masuk tanpa surat perintah khusus!" bentak Bastian, mencoba menahan bahu Keyra.

"Aku punya surat perintah itu, Bas," Keyra merogoh saku jas putihnya, mengeluarkan sebuah amplop resmi yang baru ia terima kemarin. "Aku baru saja diterima sebagai relawan tim medis garis depan untuk gelombang pertukaran minggu depan. Aku akan berangkat, dengan atau tanpa izinmu."

Keyra tidak peduli lagi pada bahaya. Jika Ghazali bisa menahan beban ribuan ton tanah demi menyelamatkannya, maka ia akan menembus hujan peluru demi menemukan pria itu. Ia tidak akan membiarkan Ghazali menjadi "Maya" kedua yang berjuang sendirian di saat kritis.

Satu minggu kemudian, Keyra berdiri di dalam helikopter angkut militer yang berguncang hebat menembus awan hitam di langit utara. Di bawahnya, hamparan hutan lebat dan asap sisa pertempuran menyambutnya. Ia mengenakan rompi antipeluru di balik jaket medisnya, rambutnya dikuncir rapi, dan matanya menatap lurus ke depan.

"Tunggu aku, Kapten Kaku," bisiknya di tengah bisingnya baling-baling helikopter. "Kali ini, giliran ku yang menjemputmu pulang."

Saat helikopter mendarat di pangkalan yang darurat, pemandangan pertama yang menyambutnya adalah deretan kantong jenazah yang tertutup terpal hijau. Keyra memejamkan mata, berdoa dengan seluruh sisa jiwanya, sebelum melangkah turun menuju barak medis darurat.

Di sana, di antara rintihan prajurit yang terluka, ia melihat seorang pria duduk di sudut ruangan dengan kepala tertunduk, tangannya diperban kasar, dan seragamnya hancur tak berbentuk.

Keyra mematung. Napasnya tertahan.

---

1
Rika Pulungan
up
Murni Asih
Ghazali... aku sebel sama kamu..!
Rika Pulungan
up
Murni Asih
tenang keyra.... saya temenin...saya jg sakit ati kamu di gituin sm kapten Ghazali ,
Murni Asih
biar cuma buat melindungi keyra atau kenyataan tp aku sebel bgt sm kapten Ghazali yg kaya gini...
Murni Asih
keyra tau klo sarah benci sm keyra
Murni Asih
keyra udh pasrah...
Murni Asih
lanjut ka
Murni Asih
pengorbanan kapten Ghazali dan Dokter Keyra
Murni Asih
minta maaf kapten Ghazali
Murni Asih
semoga otor melindungi kalian ber empat. 😭😭😭❤️❤️❤️
Murni Asih
msh perang aja.... 😭
Herfan Wahyudi
ceritanya sangat bagus...lanjut lagi ya kak🙏
Murni Asih
sampe di part ini , otor seneng bgt bikin orang jedak-jeduk....
Murni Asih
jgn smpe chip nya ketemu sm mereka
Murni Asih
lagi dan lagi lindungi mereka ber 4 ya kaka.... 💪
Murni Asih
Ghazali....
keyra...
Bastian...
yudha....
kamu dimana....
Murni Asih
pinta ku selalu , tolong lindungi mereka ber 4 ya author
Rika Pulungan
crazy up
Murni Asih
baru bangun tidur , lngsng deg²an... author...tolong lindungi mereka ber 4
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!