NovelToon NovelToon
Menantang Langit Yang Busuk

Menantang Langit Yang Busuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: KuntilTraanak

Tian Yuofan tumbuh dalam kehidupan yang tidak pernah mudah. Sejak usia delapan tahun, ia sudah harus belajar bertahan sendiri, merawat ibunya yang kehilangan kewarasannya akibat trauma masa lalu. Ia bahkan tidak bisa menyentuhnya, takut memicu trauma ibunya.

Tanpa keluarga yang utuh, tanpa teman, Yuofan menjalani hari-harinya sendirian di dunia yang tidak memberi banyak ruang bagi orang lemah. Ia belajar memahami lingkungan, membaca keadaan, dan bertahan dengan caranya sendiri.

Namun suatu hari, sebuah kejadian yang awalnya tampak seperti kesialan justru membawanya pada sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya—sebuah pertemuan yang perlahan mengubah arah hidupnya.

Dari sana, perjalanan yang tak pernah ia pikirkan pun benar-benar dimulai…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KuntilTraanak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16—Burung putih

Di Xinyuan menyadari bahwa kakaknya mulai memperhatikan Yuofan. Ia pun mengangkat ujung bibirnya penuh semangat.

“Kak, dialah orang yang ingin aku kenalkan!” ucapnya seraya menunjuk kearah Yuofan. “Dia sangat kuat! Aku bahkan kalah hanya dalam tiga gerakan!” lanjutnya diakhir tawa panjang.

Bai Luan hanya menatap datar Yuofan, tetapi tatapan itu seolah sedang menilainya, membuat Yuofan sedikit merinding dibuatnya. Setelahnya Bai Luan menggelengkan kepalanya seakan merasa bahwa Yuofan tidak memiliki kualifikasi yang hebat seperti apa yang diceritakan oleh Di Xinyuan. Pikirnya, mungkin saja Yuofan hanya 'kebetulan' bisa mengalahkan adiknya yang sedikit bodoh itu.

“Langsung pada intinya saja,” ucap Bai Luan sembari berbalik dan terbang menuju suatu tempat. “Ada sekelompok penyusup yang mengeksploitasi wilayah ku. Beberapa dari mereka memiliki atribut api, tetapi tidak sekuat milikmu namun tetap merepotkan untuk ku.” lanjutnya.

Di Xinyuan mengekori dari darat sembari mendengarkan penjelasan dari kakaknya. Sedangkan Bai Luan kembali menjelaskan bahwa ia sudah menangkap beberapa dari mereka, tetapi itu tidak membuat kelompok tersebut mundur dan pergi dari wilayah. Mereka semua memiliki aroma darah yang sangat kental, membuatnya tidak nyaman untuk membiarkan mereka berkeliaran lebih lama lagi.

“Cara mereka membunuh sangat aneh,” ucap Bai Luan dengan nada serius, wajahnya terlihat sedikit tegang saat mengingat kejadian itu. Ia tidak langsung melanjutkan, seolah mencoba memastikan bahwa apa yang ia lihat waktu itu benar-benar nyata dan bukan kesalahpahaman.

“Di antara mereka, ada seorang pria yang memakai tudung hitam. Ia tidak bergerak banyak, bahkan ia hampir tidak berpindah dari posisinya kemudian binatang di sekitarnya langsung terjatuh begitu saja,” lanjutnya pelan, berusaha menjelaskan sejelas mungkin.

“Aku melihatnya dari kejauhan saat sedang mengintip, jadi aku tidak bisa melihat dengan sangat jelas. Tapi yang pasti, dia membunuh tanpa menyentuh. Tidak ada tebasan, tidak ada benturan senjata. Semuanya terjadi begitu saja, tiba-tiba, seolah binatang-binatang itu kehilangan nyawa mereka dalam sekejap.” Bai Luan menghela napas pelan setelah mengatakan itu.

“Aku tidak tahu bagaimana dia melakukannya. Aku bahkan tidak yakin apakah itu teknik, racun, atau sesuatu yang lain. Yang jelas, cara mereka membunuh tidak seperti orang biasa.”

Yuofan terdiam mendengar cerita itu. Wajahnya terlihat merenung tenggelam dalam pikirannya, baginya hal seperti itu tidak mungkin terjadi. Bisa saja itu adalah sebuah teknik rahasia yang memang cukup kuat dan sulit di prediksi. Contohnya seperti ia bisa saja memiliki kecepatan hebat yang bahkan tidak bisa di lihat oleh Bai Luan, atau mungkin ia memiliki energi yang sangat tipis yang mampu membunuh binatang dengan cepat. Dan kemungkinan-kemungkinan itu justru membuatnya sedikit khawatir, karena jika memang benar seperti itu maka musuh tersebut akan sangat merepotkan.

Dalam hatinya ia pun menyesali perbuatannya yang menyetujui untuk ikut dengan Di Xinyuan, yang akhirnya malah membawanya pada masalah yang rumit ini. Apalagi kemenangannya sebelumnya melawan kera raksasa itu memanglah sebuah kebetulan belaka, ia belum tentu bisa menggunakan cara yang sama dengan tepat.

Karena Teknik Sona Nihilvak—Zona Hampa bukan hanya menguras banyak energi qi miliknya, tetapi juga menuntut ketepatan dalam menargetkan musuh. Jika saja ia salah atau meleset dalam menargetkan musuh, maka zonanya tidak ditempatkan dengan tepat dan energi yang sudah dikeluarkan akan terbuang sia-sia.

Untuk masalah energi, sebenarnya Yuofan sudah menemukan solusi. Ia menutupi kekurangan itu dengan terus menyerap energi qi di sekitarnya menggunakan teknik Pernafasan Iblis. Selama ia masih bisa menjaga ritme pernapasan dan fokusnya tidak terganggu, cadangan energinya bisa tetap terjaga meskipun ia menggunakan teknik yang menguras tenaga. Namun, masalah terbesar Yuofan adalah menargetkan musuh yang bergerak. Jika musuh diam itu bukan masalah besar baginya, seperti saat pertarungannya dengan Di Xinyuan sebelumnya. Tetapi jika musuhnya kali ini memang memiliki kecepatan yang bahkan tidak bisa di lihat oleh seekor binatang buas tingkat tinggi, hal itu bisa membuat penempatan zona menjadi jauh lebih sulit.

Masalah itu menjadi lebih rumit jika musuh mungkin berjumlah banyak. Ia tidak mungkin membuat zona kecil untuk setiap orang secara terus-menerus. Pilihan satu-satunya adalah membuat zona yang lebih besar agar mencakup banyak musuh sekaligus. Namun membuat zona yang besar berarti energi yang digunakan juga jauh lebih banyak. Semakin besar zona yang ia buat, semakin besar pula energi yang terkuras. Dan semakin banyak energi yang ia gunakan, semakin tinggi pula fokus yang ia butuhkan untuk mempertahankan Pernafasan Iblis agar penyerapan energi tetap stabil.

“Berhentilah memikirkan hal yang rumit,” ucap Wuxu dari dalam pedang yang disimpan Yuofan di dalam ruang hampa miliknya.

Meskipun Yuofan tidak sedang memegang pedang itu secara langsung, ia masih bisa berkomunikasi dengan Wuxu. Suara Wuxu tidak terdengar melalui telinga, melainkan langsung muncul di dalam pikirannya. Bahkan, jika Yuofan meninggalkan pedang itu di gua sekalipun, mereka tetap bisa berkomunikasi tanpa hambatan. Jarak tidak terlalu berpengaruh bagi mereka berdua, selama kontrak di antara mereka masih ada dan tetap terhubung. Hal itu terjadi karena kontrak yang mengikat mereka bukanlah kontrak biasa, tetapi kontrak tingkat dewa. Sebuah ikatan yang tidak bergantung pada jarak, tempat, ataupun apakah pedang itu sedang dibawa atau tidak. Selama Yuofan masih hidup dan kontrak itu belum diputus, Wuxu akan selalu bisa berbicara dengannya dan merasakan apa yang Yuofan rasakan.

“Jangan lupakan dua sosok di dekat mu,” Wuxu berkata pelan, diikuti Yuofan yang melirik kearah Di Xinyuan dan Bai Luan.

“Mereka memiliki kemampuan juga kekuatan yang cukup sebagai pendukung, walau memang kau tak harus mempercayai mereka sepenuhnya. Tapi setidaknya, jangan membebani dirimu dengan hal rumit seperti itu.” lanjutnya membuat Yuofan sedikit mengangkat ujung bibirnya dengan tenang.

Wuxu tertawa kecil, menyadari bahwa Yuofan sempat gugup tadi. “Kau tenang saja, jika mereka berdua tidak bisa membantu mu, aku bisa membantu.” ujar Wuxu dengan nada percaya diri.

“Kau?” tanya Yuofan diakhiri tawa kecil. ”Kekuatan mu saja sudah jadi milikku, bagaimana cara mu membantu ku?” lanjutnya dengan rasa heran.

“Karena itulah!” Wuxu membenarkan ucapan Yuofan. “Apa kau ingat buku yang sebelumnya kau baca, yang berjudul Prajurit Istana?”

Yuofan mengangguk pelan. Ia ingat dengan jelas buku tersebut, karena teknik yang terkandung di dalamnya memang tidak biasa dan terasa berbeda dari teknik lain yang pernah ia baca. Bahkan pada bab pertama yang berjudul “Vorak Mortekrak—Gerbang Kematian” saja, ia sudah dibuat kagum oleh penjelasannya yang panjang dan rinci.

Di dalam buku itu dijelaskan bahwa Vorak Mortekrak adalah sebuah teknik yang memanggil sebuah gerbang dari energi kegelapan. Gerbang itu digunakan untuk menyerap daya hidup dari target yang telah ditetapkan oleh penggunanya. Ketika gerbang itu terbuka, energi kehidupan target akan perlahan tersedot masuk ke dalam gerbang tersebut hingga target menjadi lemah, bahkan bisa kehilangan seluruh daya hidupnya jika prosesnya tidak dihentikan.

Namun teknik itu bukan tanpa risiko. Buku itu menjelaskan bahwa setiap daya hidup yang diserap tidak hanya membawa energi, tetapi juga membawa ingatan milik target. Orang yang menggunakan teknik Vorak Mortekrak akan melihat potongan-potongan kehidupan targetnya—ingatan masa kecil, kenangan yang menyenangkan, rasa takut, penyesalan, hingga pengalaman buruk yang tidak pernah diceritakan kepada siapa pun.

Karena itulah teknik ini dianggap berbahaya jika penggunanya tidak memiliki mental yang kuat atau kemampuan yang cukup, ingatan-ingatan orang lain bisa bercampur dengan pikirannya sendiri. Dalam kasus tertentu, pengguna bahkan bisa kehilangan kewarasan karena tidak mampu membedakan mana ingatannya sendiri dan mana ingatan milik orang lain. Atau bisa saja ia mengalami trauma karena melihat kejadian buruk dari target yang ia bunuh.

“Yap, memang teknik itu sangat berbahaya untukmu yang sekarang. Tetapi aku bisa membantu.” ucap Wuxu dengan percaya diri.

1
Koplak
mulai seru nih
Koplak
pertama baca langsung tertarik💪
Nanik S
Cerita yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!