"Hanya karena arloji murah ini, kau membuang tiga tahun hubungan kita?"
Vandiko Elhaz hanyalah pemuda miskin yang bekerja keras demi masa depan kekasihnya, Clarissa. Namun, di hari ulang tahun Clarissa, Vandiko justru dipermalukan di depan kaum elit dan dicampakkan demi seorang pewaris kaya.
Di titik terendah hidupnya, di bawah guyuran hujan dan hinaan yang membakar dada, sebuah suara mekanis menggema di kepalanya
Sejak malam itu, hidup Vandiko berubah total.
Orang-orang yang dulu meludahi kakinya, kini mengemis di depan kantornya.
Wanita yang dulu mencampakkannya, kini menangis memohon kesempatan kedua.
Dengan kekayaan tak terbatas dan sistem yang terus memberinya misi rahasia, Vandiko akan menunjukkan pada dunia: Siapa yang sebenarnya berkuasa?
"Dulu kau bilang aku sampah? Sekarang, bahkan seluruh hartamu tidak cukup untuk membeli satu jam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ginian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16: Pertemuan Rahasia di Windsor
Vandiko Elhaz kini bukan lagi pengemis di jalanan Nosterland
Dengan modal satu miliar Poundsterling yang ia curi dari jantung bursa saham, ia telah membangun benteng digital dan fisik yang tak tertembus
Di sebuah manor tua bergaya Gotik di pinggiran Windsor, Vandiko berdiri di depan jendela besar yang menghadap ke hutan berkabut
Di tangannya, ia memegang sebuah undangan fisik berwarna hitam dengan tinta emas—sebuah undangan untuk jamuan makan malam eksklusif yang hanya dihadiri oleh mereka yang memiliki kekayaan di atas sepuluh digit
"Tuan, persiapannya sudah selesai," ucap Gia, melangkah masuk ke ruangan dengan setelan jas hitam yang ramping.
"Isabella Wijaya telah mendarat di Heathrow dua jam yang lalu
Dia tidak datang sendiri, Dia membawa Lord Alistair, pimpinan tertinggi The Black Ledger"
Vandiko menyesap wiskinya perlahan, "Alistair adalah pria yang sombong
Dia pikir uang bisa membeli segalanya, termasuk nyawaku, Dia tidak tahu bahwa malam ini, dialah yang akan membayar harganya."
[Ting! Status Sistem: Daya 25%.]
[Fungsi Baru Aktif: 'Analisis Kebohongan Real-Time'.]
[Misi: Paksa Lord Alistair memberikan kode akses brankas fisik di Smiss.]
Malam itu, di sebuah aula megah yang hanya diterangi oleh ribuan lilin, Vandiko melangkah masuk
Ia mengenakan tuksedo custom-made seharga lima puluh ribu Pound
Kehadirannya membuat ruangan yang tadinya bising oleh percakapan para elit mendadak senyap
Isabella, yang berdiri di samping Lord Alistair, hampir menjatuhkan gelas kristalnya
Wajahnya memucat, matanya membelalak tak percaya "Kau... bagaimana mungkin kau bisa masuk ke sini?!"
Vandiko tersenyum elegan, membungkuk tipis ke arah Lord Alistair
"Uang adalah kunci yang bisa membuka pintu mana pun, Nona Isabella
Dan sepertinya, kunci milikku sedikit lebih baru daripada milikmu."
Lord Alistair, seorang pria tua dengan tatapan mata seperti burung elang, mendengus
"Vandiko Elhaz, Pencuri yang mengguncang bursa saham kemarin
Kau punya nyali besar datang ke sini setelah merampok bank-bankku."
"Aku tidak merampok, Lord Alistair
Aku hanya mengambil kembali bunga atas penderitaan yang kalian berikan padaku," jawab Vandiko dengan suara yang tenang namun berwibawa
Jamuan makan malam dimulai, namun suasana terasa seperti medan perang yang tertunda
Vandiko duduk tepat di seberang Isabella. Melalui sistemnya, Vandiko bisa melihat grafik detak jantung dan tingkat stres Isabella yang berfluktuasi tajam
"Tuan Elhaz," Alistair memulai sambil memotong daging wagyu-nya
"Kau pikir dengan satu miliar Pound kau bisa menang? Kami punya triliunan
Kami punya pemerintah di saku kami
Kau hanya seekor lalat yang kebetulan menemukan madu."
"Madu itu manis, Lord Alistair
Tapi jangan lupa, lalat juga bisa membawa wabah," balas Vandiko
Ia mengeluarkan sebuah tablet kecil dan meletakkannya di atas meja "Di dalam tablet ini, ada rekaman transaksi ilegal Anda dengan kartel energi di Timur Tengah
Jika aku menekan satu tombol, karir Anda akan berakhir sebelum pencuci mulut dihidangkan."
Alistair tertawa meremehkan
"Kau pikir aku tidak punya perlindungan siber? Sistemku tidak bisa ditembus."
"Memang tidak bisa ditembus dari luar," Vandiko melirik ke arah sekretaris pribadi Alistair yang berdiri di sudut ruangan
"Tapi asisten Anda baru saja menerima transfer sepuluh juta Pound ke akun rahasianya di Cayman Island dari akun pribadiku sepuluh menit yang lalu."
Wajah Alistair berubah drastis, Ia menoleh ke sekretarisnya yang kini tertunduk dengan tubuh gemetar
[Ting! Analisis Kebohongan: Target dalam kondisi panik 95%.]
"Sekarang," Vandiko mencondongkan tubuhnya ke depan, suaranya berubah menjadi bisikan yang mematikan
"Berikan aku kode akses brankas fisik di Smiss, atau besok pagi dunia akan melihat bagaimana seorang Lord yang terhormat berubah menjadi narapidana rendahan."
Isabella mencoba mengintervensi "Jangan dengarkan dia, Alistair! Dia hanya menggertak!"
"Diam, Isabella!" bentak Alistair
Pria tua itu tahu bahwa Vandiko tidak sedang bermain-main
Vandiko yang sekarang berbeda dengan Vandiko yang ia kenal .
Pria di depannya ini adalah predator yang tidak memiliki rasa takut
Dengan tangan gemetar, Alistair menuliskan rangkaian angka di atas selembar serbet kertas dan menggesernya ke arah Vandiko.
Vandiko mengambil serbet itu, berdiri, dan merapikan jasnya
"Terima kasih atas makan malamnya, Lord
Isabella, simpan sampanyemu
Kau akan membutuhkannya untuk merayakan kejatuhanmu minggu depan."
Vandiko melangkah keluar dari aula megah itu di bawah tatapan penuh kebencian dan ketakutan dari para elit London. Di luar, Gia sudah menunggu dengan mesin mobil yang menderu
"Kita punya kodenya, Tuan?"
"Ya," Vandiko menatap kode di tangannya
"Ke Smiss sekarang, Kita akan mengambil dokumen asli kepemilikan dunia sebelum mereka sempat mengganti kuncinya."
Vandiko menatap langit Windsor yang gelap Perang ini bukan lagi soal bertahan hidup, Ini adalah soal siapa yang akan memegang cambuk untuk mengatur dunia