NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:121.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy_Ar

“Bagaimana hafalanmu?"
“Susah! Bisakah dikurangi hafalannya!”
“Pakaianmu boleh diskon. Tapi urusan agama, jangan sampai ikut didiskon.”
Kayla Aurora adalah gadis cantik dengan dunia yang bebas, akrab dengan mabuk, klub malam, dan balap liar.
Aturan bukan temannya, apalagi nasihat agama. Hingga sebuah keputusan memaksanya masuk ke pondok pesantren.
Tempat yang terasa seperti penjara,
penuh hafalan, disiplin, dan larangan yang membuatnya tersiksa.
Di sanalah Kayla bertemu Hanan, lelaki tenang dengan kesabaran yang tak mudah habis.
Alih-alih menghakimi, Hanan memilih membimbing. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan pengertian dan doa.
Di antara pelajaran yang memberatkan dan hati yang perlahan dilunakkan,
benih cinta pun tumbuh… bersamaan dengan iman yang mulai menemukan jalannya.
Karena terkadang,
Allah mempertemukan dua insan bukan untuk menyamakan dunia, melainkan untuk saling mendekatkan kepada-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Lampu rotator mobil polisi berputar memantulkan cahaya biru-merah di dinding rumah Kayla. Garis polisi dipasang. Beberapa petugas berseragam sibuk memotret, mengukur jarak, mengumpulkan pecahan beling yang masih berlumur darah.

Suasana rumah yang biasanya sunyi kini penuh suara: instruksi tegas aparat, bisikan tetangga yang mulai berdatangan, dan langkah cepat petugas medis yang keluar masuk membawa tandu.

Ambulans sudah terparkir tepat di depan pagar.

Petugas medis lebih dulu membawa laki-laki yang tergeletak tak sadarkan diri di ruang tamu. Kepalanya diperban seadanya untuk menghentikan pendarahan. Wajahnya pucat, darah masih mengalir tipis dari pelipisnya.

Sementara itu, Kayla—

Tubuhnya masih gemetar di pelukan selimut darurat yang diberikan petugas medis.

“Gak mau! Lepasin aku! Aku gak mauuuu!” jeritnya histeris saat dua petugas hendak membantunya berdiri menuju ambulans.

Matanya membelalak, napasnya tersengal, tubuhnya mundur ketakutan seolah semua orang di sekitarnya adalah ancaman.

“Jangan… jangan… aku gak mau… hiks… hiks… aku gak mau…” suaranya serak, penuh trauma.

Fatimah mencoba mendekat, namun Kayla justru semakin panik. Petugas medis saling berpandangan. Mereka tahu ini bukan sekadar luka fisik.

Hanan yang masih berdiri tak jauh dari situ segera melangkah mendekat. Langkahnya tenang, tapi sorot matanya penuh kekhawatiran.

“Sama aku,” ucapnya pelan.

Suara itu, Kayla mendongak. Tatapan kosongnya perlahan fokus pada sosok di hadapannya. Tanpa berpikir, ia langsung menggenggam erat tangan Hanan.

Erat sekali. Seolah takut jika dilepaskan, ia akan tenggelam lagi dalam kegelapan tadi. Ia memeluk Hanan dengan tubuh bergetar hebat.

“Aku takut… aku gak mau… aku—” suaranya pecah, napasnya tak teratur.

Hanan menahan degup jantungnya. Di hadapan banyak orang, ia tak peduli lagi soal canggung atau jarak. Yang ada hanya satu: Kayla harus tenang.

“Iya… tenang, Kay,” suaranya rendah dan stabil. “Kamu sudah aman. Mereka gak akan nyakitin kamu.”

Kayla menggeleng kuat-kuat. “Aku gak mau… aku gak mauuu! Aku—”

Brukk!

Tubuh Kayla tiba-tiba melemas. Tangannya yang tadi mencengkeram Hanan perlahan terlepas.

“Mbak Kayla!” seru Fatim panik.

Hanan dengan sigap menangkap tubuh Kayla sebelum jatuh ke lantai. Ia mengangkatnya hati-hati, seperti mengangkat sesuatu yang sangat rapuh. Wajah Kayla pucat. Napasnya lemah.

“Cepat!” ujar salah satu petugas medis.

Hanan membantu meletakkan Kayla ke atas tandu ambulans. Tangannya masih menggenggam jemari Kayla yang kini tak sadar. Sesaat ia ingin ikut naik. Namun seorang polisi mendekat.

“Maaf, kami masih butuh keterangan Anda sebagai saksi pertama yang menemukan korban.” Hanan menoleh ke arah Fatimah yang sudah naik ke dalam ambulans.

“Mas…” suara Fatim bergetar.

“Dek, kamu ikut ambulansnya. Jangan tinggalin Kayla sendiri,” kata Hanan tegas.

Fatim mengangguk cepat. Pintu ambulans ditutup. Suara sirine kembali meraung memecah malam.

Hanan berdiri terpaku beberapa detik, menatap kendaraan itu menjauh. Dadanya terasa berat. Ia belum pernah melihat Kayla seperti itu. Bukan Kayla yang sinis, bukan Kayla yang cerewet, bukan Kayla yang selalu tampak percaya diri.

Tapi Kayla yang hancur.

“Kami mulai ya, Pak,” suara polisi membuyarkan lamunannya.

Hanan menarik napas panjang. Ia kembali ke dalam rumah. Lampu-lampu masih terang. Bau darah dan besi samar tercium di udara.

“Jadi Anda datang sekitar pukul berapa?” tanya petugas sambil mencatat.

Hanan menjawab dengan runtut. Dari niat mengembalikan ponsel, melihat pintu terbuka, hingga menemukan pria itu terkapar dan Kayla dalam kondisi trauma di dapur. Setiap kali ia mengingat tubuh Kayla yang meringkuk tanpa suara, rahangnya mengeras.

Tangannya terkepal. Ia bukan orang yang mudah marah. Namun malam itu, ada sesuatu yang mendidih di dalam dadanya.

“Pelaku kemungkinan dalam kondisi kritis karena luka di kepala dan leher,” ujar polisi. “Tapi korban membela diri. Itu jelas terlihat dari TKP. Dan beruntung juga rumah ini di lengkapi banyak CCTV.’’

‘’Jadi, Kayla tidak akan dinyatakan bersalah kan Pak?’’ tanya Hanan.

‘’Tidak, karena dia hanya membela diri,’’

‘’Alhamdulilah, tolong usut sampai tuntas ya Pak. Jangan biarkan dia kembali menyerang korban,”

Hanan menghela napas nya berat juga lega. Kayla membela diri.

Sendirian. Sementara di rumah itu, tak ada siapa pun yang menolongnya.

“Baik, Pak. Untuk sementara kami akan amankan rumah ini,” kata polisi.

Hanan mengangguk pelan. Setelah semuanya selesai, ia berdiri di teras rumah Kayla yang kini sunyi. Langit hampir menjelang subuh.

Ia mengeluarkan ponselnya, melihat waktu. Lalu tanpa sadar, ia berbisik pelan,

“Ya Allah… lindungi dia.”

Dan untuk pertama kalinya, doa itu bukan doa biasa. Bukan sekadar simpati. Melainkan doa yang keluar dari hati yang mulai terikat.

1
rasahaz
aaaahhk pgi2 udh dksh yg manis2 sma mas hanan,,, 🤭🤭🤭🥰🥰
moenay
siap siap lounching baby utun.... 🥰🥰🥰
depoll_poll aje 😉😉😉
othor bisa aja deh,, aku kira s Kayla galau om Arman nya mau merried sm Hanum ,, ekh gak taunya karna s damar... Wkwkwkwk
semoga nanti persalinannya lancar ya Kayla..
dyah EkaPratiwi
semangat Kayla
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
semoga tidak apa²..
Budhe Satryo
kasian kisah Kayla ini bnyak jg mungkin yg ngalamin dlm dunia nyata nyesek 🥺
diah nursanti
kalo orang Jawa bilang itu tawaren
Naning Erwina
Oke Mom...
lanjut Mom..❤❤
momAriqa
semangat mommy lanjut jangan sampai kenapa kenapa ya mommy sama kayla 😁😁🙏❤
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
mas hanan perhatian banget sh😍😍😍
Dinarkasih1205
tak kirain kayla galau karena pamannys mau menikah sama hanum 🤭🤭 nggak tahunya karena ortunya
sansan
lanjut Thor... bntr lagi Kayla lahiran... untung ada umi Nisa
Sapnah
semoga tidak sad ending,
Ayani Lombokutara
kamar ijo itu wttpd bukan mom
IG - @ Mommy_ar29🦋: 🙈🙈🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Ayani Lombokutara
langsung anbocing
Ayani Lombokutara
kesambet rambut ungu itu 🤣
Rosy
doa terbaik untuk om Arman dan Hanum semoga pernikahan mereka berjalan lancar dan menjadi pasangan yg samawa nggak seperti si damar yg hidupnya berantakan hanya karena salah memilih pendamping hidup
Rosy
kirain Arman bakalan sama Fatim ternyata malah sama Hanum 😁
amilia amel
gak menyangka kalo ustadzah Hanum akan jadi tantenya Kayla
Rahmi Miraie
ternyata jodòhnya om arman ustdz hanum👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!