Wei Chan, gadis desa malang yang diselamatkan di hari bersalju serta diangkat menjadi pelayan pribadi dari Permaisuri Xin Yi Lan, istri dari Kaisar Jiang Fei.
Suatu saat, dirinya melihat hal kotor yang dilakukan oleh Kaisar Jiang Fei dan pelayan kepercayaan permaisuri, Yu Jia di belakang majikannya.
Merasa pengkhianatan itu adalah harga yang tidak pantas untuk sang majikan yang sangat setia pada Kaisar membuatnya hendak membongkar semua itu.
Naas, nasib berkata lain. Dirinya harus berakhir dihukum mati atas tuduhan membunuh majikannya sendiri yang terkena racun.
Di hari eksekusinya, dia akhirnya tau bahwa yang merencanakan pembunuhan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Yu Jia.
Sebelum mati dia bersumpah, "Aku akan terlahir kembali dan Dewa akan menurunkan takdir paling kejam untuk kalian!"
Inilah perjalanan Wei Chan yang kembali ke masa lalu demi menyelamatkan sang majikan dan menuntut balas atas kejahatan Yu Jia padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bai Luohan dan Misteri yang Dimilikinya
Malam itu pula, ada sesuatu yang diam-diam terjadi di balik penjagaan istana. An Wang, lelaki penjaga gerbang yang selalu bercinta dengan Yu Jia tampak tidak bisa menahan dirinya. Kenapa demikian?
Alasannya karena Kaisar sudah kembali dan dia tidak bisa menghabiskan waktu dengan Yu Jia.
“Sial sekali, “ umpatnya. “Aku harus melakukan sesuatu agar wanita itu tidak bisa lepas dariku.”
“Tapi aku masih bisa mendapatkan keuntungan karena tidak ada yang tau soal perselingkuhannya dengan Kaisar kecuali aku.”
Senyum jahat itu sangat menggambarkan betapa liciknya pria di zaman itu. Namun, dia sendiri ingat dengan apa yang dikatakan oleh Yu Jia saat mereka bercinta kemarin malam.
“Kalau tidak salah, pelayan baru yang menyambut kedatangan Kaisar Jiang ada saat pesta. Siapa kemarin namanya. Wei…Wei Chan.”
“Aku ingat gadis itu sudah membuat Nona Yu malu. Tampaknya aku akan melakukan sesuatu yang baik padanya agar Nona Yu berhutang lebih banyak padaku.”
Dari arah belakang, seseorang menepuk pundak pria itu. Sontak dia langsung berteriak.
“Huwaaa!!!”
Teriakan itu cukup keras, namun tidak cukup keras untuk mengumpulkan para penjaga lain. Hal tersebut karena dia langsung diam dengan ekspresi syok ketika tau siapa yang menepuk pundaknya tersebut.
“Panglima Bai!!”
“...”
Orang itu adalah sang panglima, Bai Luohan. Dia terlihat sangat serius dengan tatapan dinginnya pada sang penjaga gerbang, An Wang.
Keringat dingin keluar dan nada bicara An Wang langsung seperti anak anjing yang ketakutan akan dilempar ke Sungai Jiang.
“Salam…salam Panglima Bai. Apa yang panglima lakukan di tengah malam begini?”
“Aku hanya ingin melihat apa saja yang dilakukan oleh para penjaga, termasuk penjaga gerbang yang berjaga sendirian malam ini.”
Nada bicaranya datar, namun sepertinya dia tau sesuatu. Setidaknya, An Wang berpikir demikian.
“Sial! Apa Panglima Bai mendengar semua yang aku katakan tadi?!”
“Gawat. Aku bisa mati jika sampai dia tau semua yang terjadi diam-diam di belakang penghuni istana!”
Bai Luohan bertanya pada An Wang, “Apa yang kamu pikirkan barusan?”
“Eh?” benar saja. An Wang mulai panik dengan pertanyaan tersebut. “Apa yang…panglima maksud?”
Bai Luohan mendekati An Wang dan berbisik, “Dengarkan aku, An Wang. Aku mungkin akan berpura-pura tidak tau dengan apa yang kamu katakan barusan. Tapi sebaiknya pegang ucapanku. Kaisar mungkin akan membunuhmu pagi ini jika kamu berani melakukan hal yang tidak baik di belakangnya atau di belakangku.”
-Gleek
An Wang menelan ludahnya. Ucapan Bai Luohan memang tidak mengerucut kemanapun, tapi An Wang sudah sangat optimis bahwa Bai Luohan mendengar semua gerutuannya. Dia berpikir bahwa sang panglima tau niat buruknya pada Wei Chan dan semua ucapan mengenai perselingkuhan Yu Jia dengan Kaisar Jiang.
Tanpa basa-basi, An Wang bersujud dan memegang kaki Bai Luohan.
“Ampun panglima! Tolong jangan katakan pada siapapun mengenai apa yang aku katakan barusan!”
“...” Bai Luohan melihat An Wang yang memegangi sepatunya dengan gemetar dan berkata, “Jika kamu sudah paham, sebaiknya katakan semuanya padaku dan mengakulah.”
“...” An Wang sangat terdesak. Dengan gemetar dia melihat ke atas dan tatapan membunuh Bai Luohan sangat mengintimidasi. Dia terlihat akan memenggal kepala An Wang dan akhirnya An Wang mengakui semuanya.
Hal yang diakuinya adalah rencana busuk Yu Jia yang memintanya mempermalukan Wei Chan dan soal perselingkuhan Kaisar Jiang dengan Yu Jia.
Tentu bukan hal yang sangat biasa untuk Panglima Bai Luohan. Terlihat dari ekspresi wajahnya yang seperti menahan rasa syok. Tapi dia berusaha untuk berdiri tegak dan tidak memperlihatkan perasaan apapun.
“An Wang…” panggilnya. An Wang langsung tersentak dan panik. Keringat dingin terus keluar tanpa bisa melihat mata sang panglima yang menatapnya.
Bai Luohan berkata, “Aku akan membiarkanmu hidup setelah ini jika kamu melupakan semuanya. Bukan hanya itu, anggap apa yang telah kamu simpan selama ini tidak ada yang benar.”
“Apa kamu mengerti maksudku?”
An Wang hanya terdiam dan mengangguk tanpa bicara. Setelah itu, Bai Luohan pergi dari tempat itu. Entah apa yang akan dilakukan An Wang setelah ini, belum ada yang akan mengetahuinya. Namun Bai Luohan sepertinya mendapatkan sesuatu.
Di jalan, di lorong saat dirinya sedang sendirian pada tengah malam, dia terlihat serius.
“Aku rasa aku tidak akan kaget. Dulu, hal ini belum pernah ada dan aku ragu gadis itu mengetahuinya.”
“Tapi tampaknya semua memang kembali ke waktu sebelum hal mengenaskan itu terjadi. Jika memang benar, artinya kematian An Wang akan terjadi sebentar lagi.”
“Apakah gadis itu bisa menyelamatkan Permaisuri Xin Yi Lan seperti yang dia inginkan?”
“Untuk saat ini, sebaiknya aku bersikap seperti orang yang tidak mengetahui apapun.”
“Akan aku biarkan gadis itu menyelesaikan semua masalah ini sendirian.”
Bai Luohan pergi dan bersama dengan malam yang masih sangat panjang, satu misteri lainnya terlihat.
Siapa Bai Luohan sebenarnya?
**
Di pagi hari, Wei Chan sudah siap sebelum matahari terbit. Tampaknya gadis itu tidak tidur dengan nyenyak karena menyadari bahwa hal yang menjadi salah satu hari bersejarah mungkin akan terjadi seperti di masa lalu.
“Wei Chan…saatnya kamu menunjukkan siapa dirimu.”
******
bersambung /Sweat/
kek jemuran nii gmn nanggung😔
bacanya bentar...nunggu tayangnya lama...hadeuhh 🤭
rasain nohh dinginya dinding bui...itu semua karena ulah mu sendiri😏
sambutan dari para bawahannya di abaikan /Sweat/