menceritakan seorang gadis yang sangat cantik yang menjadi incaran mafia tampan dan kaya raya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luri Purbayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 17
T_tidak tuan " ucap jems gugup, sampai saat ini anak buahnya tidak ada satupun yang menemukan keberadaan Ariana, maupun mateo menurutnya kedua manusia itu sudah melarikan diri secara bersamaan.
Maya kembali ke kediamannya saat malam hari kita itu Tiara dan Aulia sedang makan malam, Maya langsung menuju meja makan bergabung dengan anak-anaknya, Tiara menatap maminya karena melihat wajah maminya yang begitu lesu dan seperti menyimpan kekesalan entah kepada siapa yang Tiara tidak tahu.
" Kenapa Mami pulang begitu malam " tanya Aulia yang sudah lebih dulu menyelesaikan makanannya.
" Mami baru saja pulang dari kediaman calon istri Dirga " ucap Maya yang terlihat menahan kesal, ia masih mengingat kejadian tadi yang di mana Baim tidak takut Dengannya.
Tiara langsung berhenti mengunyah saat maminya mengatakan calon istri Dirga Tiara pikir maminya hanya bermain-main saja ternyata tidak.
" Apa Mami sudah bertemu dengan wanita itu, apa Wanita itu sangat cantik Mami " tanya si bungsu yang begitu antusia, namun Maya hanya menggelengkan kepala saja Lalu ia langsung berlalu dari meja makan, Ia Sangat malas untuk diajak berbicara. Aulia hanya diam saja Ia hanya menatap punggung maminya yang sudah menghilang dari hadapan mereka.
Sejak pulang bekerja Kirana sama sekali tidak keluar dari kamar nya, ia merasa badannya kurang begitu enak, setelah pulang bekerja Ia langsung memasuki kosannya saat berpapasan dengan Ariana tadi Kirana hanya diam saja wajahnya yang pucat serta tubuhnya yang sangat lesu membuat Ariana khawatir. ia mempersilakan Kirana untuk beristirahat namun Sejak malam ini. Kirana sama sekali tidak keluar dari kamarnya itu yang membuat Ariana sangat khawatir ia takut terjadi sesuatu di dalam kamarnya Kirana.
sejak tadi Ariana berdiri di depan kamar Kirana, ia sangat takut untuk mengetuk pintu kamar Kirana, takut istirahat Kirana terganggu oleh nya Ariana hendak berbalik ke kamarnya.
Prakk...
Ariana mendengarkan ada suara pecahan dari kamar Kirana, ia sangat khawatir ia mengetuk pintu kamar Kirana, namun sama sekali tidak ada jawaban dari Kirana
" Kirana apa yang terjadi " teriak Ariana dari luar sambil mengetuk pintu kamar Kirana, Ariana tidak mendapatkan balasan dari kamar Kirana ia langsung memasuki kamar Kirana yang tidak dikunci dari dalam.
" Kirana.." teriak Ariana yang begitu terkejut melihat Kirana yang sudah tergeletak di atas lantai, ia melihat badan Kirana yang begitu mengigil dengan cepat ia membantu kirana menaiki kasurnya.
" Kirana Kenapa kau tidak memanggilku saja Kalau kau sedang memerlukan sesuatu " ucap Ariana pelan sambil membopong tubuh Kirana untuk menaiki kasurnya.
" Aku tidak mau merepotkan kamu Ariana " ucap Kirana yang begitu pelan ia merasa tubuhnya sangat lemah dan kepalanya begitu pening.
" Aku bawa Kau ke rumah sakit saja ya, biar diperiksa sama Dokter " ujar Ariana sambil memeriksa suhu tubuh Kirana, Kirana menggelengkan kepala ia sangat tidak mau merepotkan Ariana.
" tidak perlu Ariana aku hanya demam saja, aku hanya kurang istirahat saja Ariana " sawojayana yang sudah berbaring di atas kasur.
" Bagaimana kamu mengatakan ini hanya demam, lihat badanmu begitu lemas dan kau sangat menggigil seperti ini, " seru Ariana yang sedikit kesal dengan ucapan Kirana yang seolah-olah tidak peduli dengan kesehatan nya.
" Tolong berikan obat saja di apotek, aku hanya kurang istirahat saja Ariana " Ariana mengangguk lalu ia langsung menuju kamarnya dan mengambil tasnya, sebelum ia berpamitan kepada Kirana, Ariana lebih dulu mengambil air minum untuk Kirana minum.
Ariana langsung keluar dari kosannya, ia langsung menuju Jalan Raya, namun Ariana sama sekali tidak menemukan taksi sambil mencari taksi Ariana terus berjalan di pinggir jalan. namun sudah 10 menit Ariana sama sekali tak melihat taksi yang berlalu Lalang, Jalan Raya cukup ramai namun sama sekali belum ada taksi yang ia berhentikan, saat ia melihat taksi, ia langsung memasuki taksi tersebut dan menuju apotek terdekat.
sekitar 10 menit Ariana sudah tiba di apotek Iya bingung harus membeli obat apa sedangkan ia sama sekali tidak tahu obat apa yang harus ia beli.
" Mau membeli apa Mbak " tanya seorang wanita apoteker, yang melihat Ariana seperti kebingungan.
" itu Mbak Teman saya sedang sakit sedangkan saya sama sekali tidak mengetahui Obat apa yang cocok untuk teman saya " jelas Ariana,
" apa keluhan yang dirasakan teman Mbak " tanya wanita itu tadi badannya menggigil dan lemas suhu badannya sangat panas ujarnya baik mbak tunggu sebentaran Yana mengaku lalu ia beralih duduk di tempat tunggu