NovelToon NovelToon
Nurse For CEO: Kisah Perawat Cantik & CEO Nakal

Nurse For CEO: Kisah Perawat Cantik & CEO Nakal

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / CEO / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sekar Laveina

Apa jadinya jika seorang gadis polos, belum pernah pacaran, harus merawat seorang CEO muda, tampan, dan dingin?

Tia, gadis itu, harus melayani semua kebutuhan sang CEO. Tidak hanya makan, minum, tetapi Tia juga harus membantunya untuk mandi.

"Mandi saja sendiri! Aku tidak mau membantumu!" maki Tia.

"Hei! Kamu dibayar untuk membantuku. Apa gunanya mereka menggajimu kalau kamu tidak bekerja dengan profesional?" tanya Erwin dengan pandangan tak suka.

"Tapi, aku ...."

"Aku, apa? Mau makan gaji buta, iya!" bentak Erwin. Ia melemparkan gelas yang ada di nakas ke arah Tia.

"Akh!!" Tia berteriak sambil menutup telinga. Tubuhnya gemetar ketakutan. Hari pertamanya bekerja, dia sudah terkena amukan sang majikan.

Bagaimana kelanjutan kisah Tia dan Erwin? Baca selengkapnya di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekar Laveina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Waktunya pulang

hey ho reader termuach

balik lagi dengan author gaje

jangan lupa like novel ini sebelum membaca ya reader terima kasih

Selamat membaca

____________________

"Ti. Kita balik ke Jakarta besok."

"Benarkah?" tanyanya memastikan. Ia sangat senang mendengarnya. Tia sudah sangat merindukan ibunya.

"Ibumu sudah setuju dengan pernikahan kita. Jadi, di Jakarta nanti, kita akan langsung menikah. Kamu harus setuju karena pestanya sudah disiapkan oleh Billy dan Bu Esih," ucapnya menambahkan.

Tia menghela napas berat. Entah karena apa. Ia merasa masih sangat muda untuk menikah. Terlebih lagi, ia dan Erwin belum lama saling kenal. Meskipun Erwin mengatakan hanya akan mencintainya, tapi Tia belum sepenuhnya percaya dengan ucapannya.

"Besok Billy akan menjemput kita. Sekarang, kamu rapikan barang-barang milikmu," perintah Erwin.

"Iya, Mas." Tia menjawab singkat.

Erwin memperhatikan Tia. Kenapa dia tidak terlihat senang? tanya Erwin dalam hati. Ia menjadi resah. Erwin takut jika Tia menggagalkan pernikahan mereka. Ia melihat Tia murung.

"Ti!"

"Hum," jawabnya singkat. Ia sedang merapikan bajunya ke dalam tas. Tia tidak membawa banyak pakaian, hanya beberapa potong baju santai dan baju tidur.

"Kamu ... tidak senang, ya, kalau kita cepat-cepat menikah?"

"Seneng, kok."

"Tapi, kenapa kamu murung?"

"Tidak apa-apa. Cuma sedang capek aja," jawab Tia.

Erwin berbaring di ranjang. Menatap langit-langit kamar dengan berbagai pikiran. Ia yakin besok tidak akan berjalan dengan mudah. Rudi akan berbuat apa saja untuk menggagalkan rencana Erwin. Erwin mengalihkan pandangannya. Menatap Tia yang sedang menaruh koper di dekat sofa.

Puk! Puk!

Erwin menepuk sisi ranjang yang kosong. Tia menghampiri tanpa banyak protes. Aneh, biasanya Tia tidak terlalu penurut, batin Erwin.

Tia berbaring membelakangi Erwin. Melihat Tia membelakanginya, Erwin mendekat dan membalik tubuh Tia. Ia tidak bisa menahan rasa penasaran akan sikap Tia.

"Tatap mataku! Katakan padaku, kamu kenapa murung seperti ini? Jangan membuatku berpikiran yang tidak-tidak, Ti." Erwin menyentuh pipi Tia. Gadis itu tersenyum.

"Aku udah jawab tadi. Aku cuma lagi capek, Mas," ucap Tia sambil tersenyum.

"Tidak bisakah kamu jujur padaku, Ti?" tanya Erwin menyimpan rasa kecewa.

Tia tidak menjawab. Ia juga tidak tahu kenapa hatinya justru menjadi tidak tenang setelah Erwin mengajaknya pulang. Dulu Tia sangat ingin melarikan diri dari pulau terpencil itu. Namun, sekarang ia merasa berat untuk kembali.

"Maaf, Mas. Tapi, Tia sungguh sudah berkata jujur. Tidak ada apa-apa dengan Tia," ucapnya kembali.

"Aku harap ucapan itu sungguh-sungguh dari hatimu." Erwin menghela napas berat. Mereka tidur saling membelakangi.

Apa sebenarnya yang ada dalam hatimu, Ti? Apa kamu tidak mau menikah denganku? Tapi, kenapa? Aku serius ingin menjadikan kamu istriku. Aku sangat mencintai dan menyayangimu. Batin Erwin penuh pertanyaan.

"Kita dari level kehidupan yang berbeda. Aku tidak yakin kalau Pak Budi Harto akan setuju. Mamaku mungkin sudah setuju, tapi bagaimana dengan keluargamu, Mas? Aku adalah anak dari pembantu ayahmu, Mas. Aku takut angan-anganku ini terlalu tinggi. Aku sangat bahagia karena kamu mau menikahiku. Tapi, apakah rencana ini akan berjalan lancar sesuai harapanku, aku ... sungguh tidak tahu." Tia mengungkapkan kegundahan dalam hatinya.

"Jadi, kamu takut Papa tidak setuju dengan rencanaku menikahi kamu?"

"Huffhh, aku mau tidur, Mas." Tia mengalihkan pembicaraan.

"Tidurlah." Erwin tidak memaksa Tia menjawab. Memang benar apa yang Tia katakan. Rencana pernikahannya itu dilakukan di saat ayahnya sedang koma. Erwin sendiri belum bisa memastikan, apakah ayahnya setuju atau tidak dengan pilihannya.

Malam itu, keduanya tidak dapat tidur. Mereka berbaring saling membelakangi, tetapi keduanya tidak saling bicara. Hanya keheningan yang menyelimuti hati gundah keduanya. Deru angin pantai menyibak jendela yang tidak tertutup rapat. Jendela terbuka lebar, tirai berkibar tertiup angin yang berembus masuk.

Terpaksa Tia bangun dan melangkah menutup jendela. Erwin berbalik menghadap jendela, menatap Tia yang kesulitan mengunci jendela. Erwin pun menghampiri dan membantunya.

"Terima kasih," ucap Tia.

"Sama-sama," jawab Erwin singkat. Ia kembali berbaring di ranjang dengan posisi yang sama seperti sebelumnya. Tia juga berbaring seperti semula. Namun, kembali seperti sebelumnya. Mereka berbaring tanpa bisa memejamkan mata.

BERSAMBUNG

____________________

Jangan lupa tinggalkan jejak, ya, readers.

terima kasih, muachh

1
Mulyanti Fitri
😎😘
Laurentis Darwin
terlalu lancang untuk anak berumur 18 tahun dan berasal dari ekonomi lemah, melawan majikan seperti itu.
Pricila Bianca Aidelin
di tunggu karya selanjutnya thor,,yg pastinya gk kala seru dan lebih menarik...
Sekar Laveina: terima kasih kak sdh mendukung karyaku dari awal sampai akhir 😘😘🤗🤗
total 1 replies
Pricila Bianca Aidelin
ikut seneng meskipun nikah dadakan
Pricila Bianca Aidelin
aduh si kakak maen nyosor aja
Pricila Bianca Aidelin
enak gk senam jantung,,,hahahahaha,,,
Pricila Bianca Aidelin
curiga itu Tari..
Pricila Bianca Aidelin
Anak angkat yg gk tau trima kasih,,gk ada salahnya km pamit sm mereka,,toh yg ada buat km slama ini kan mereka,,huuhhh
Pricila Bianca Aidelin
sedih banget
Pricila Bianca Aidelin
kirain Tia dan anaknya,,.
Pricila Bianca Aidelin
belom di apa2in jg dah minta tanggung jawab hahahaha anjai....
Sekar Laveina: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Pricila Bianca Aidelin
hahahaha tia curhat ke mami sini....
Sekar Laveina: uwuu 🤗🤗😍😍
total 1 replies
Pricila Bianca Aidelin
ada apa rupanya,,sampe rela duduk dikursi roda...
Ida Lailamajenun
kok mentari maen kabur aja gitu ya disaat kakeknya sakit.bknnya menyelesaikan dgn klg malah kabur ke rmh Angga🤦🤦Spt tdk bisa berterimakasih PD klg angkatnya ngomong kasar ma Dion.
Ida Lailamajenun
mendingan bgn Thor simple mini Malis tapi berisi ceritanya gk bertele"👍👍
Ida Lailamajenun
saking semangat nya Erwin Ma Tia lgsg ajak nikah pdhl baru kenal..
Ida Lailamajenun
ngerasa jadi ABG lagi nih bacanya 🤣🤣
Sekar Laveina: 😍😍😍🤭apalagi aku kak
total 1 replies
Ida Lailamajenun
gadis polos si Tia mah lucu klu jatuh cinta.😁😁
Ida Lailamajenun
Erwin dan kebelet pengen nyosor Tia🤣🤣
Ida Lailamajenun
lucu juga ceritanya,no kejam"gk Spt CEO arogan suka nyiksa ujung" bucin.klu ini simple mudah dimengerti enak dibaca part nya juga pendek lgsg end.mantap Thor 👍👍 kereen👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!