NovelToon NovelToon
Secret Love

Secret Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:846.8k
Nilai: 5
Nama Author: nenengsusanti

" Aku mencintaimu, tapi aku mendiamkanmu hanya karna sebuah angka 17: 32."

Skala, pemuda tampan kaya raya itu jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sosok gadis yang tak sengaja ditemuinya.

Pertemuannya memang singkat, tapi siapa sangka akan begitu melekat.

Mereka tak pernah bertemu lagi, untuk mencari tahu pun Skala memilih hanya bertanya pada Sang pemilik Jodoh lewat doanya di Sepertiga malam.

Lalu, apa arti dari angka 17:32 ?

Yuk, ikuti kisahnya Si Cicit Gajah 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit mendadak.

🍂🍂🍂🍂🍂🍂

"Yuk," ajak Chiko yang mulai gemas pada Skala, sudah lebih dari tiga puluh menit ia berdiri disamping sebuah tiang dekat kantin hanya untuk melihat Si gadis bawah pohon kesayangannya.

"Kemana?" tanya Skala tanpa menoleh.

"Samperin tuh cewek, kesel banget sumpah liat lo kaya gini!" omel Chiko yang rasanya ingin sekali memukul kepala Sahabatnya itu.

"Gue? samperin dia? sorry ya!" jawabnya sambil mencibir lalu melengos begitu saja, Chiko yang tadi hanya mengepalkan tangan menahan geram kini tanduknya mulai keluar.

Sedang Skala yang berjalan lebih dulu langsung berlari saat ia tahu Chiko mulai menyusulnya.

Aksi kejar-kejaran sampai keruangan DiRut pun terjadi, untungnya hanya beberapa orang saja yang melihat kelakuan mereka yang seperti bocah Taman kanak-kanak tersebut, dan salah satunya adalah Fathan.

"Apa lo liat-liat, Tem?"

Fathan mengernyitkan dahi, tapi ia tak sempat menjawab karna Bosnya sudah menjauh.

"Tem? apa Tem?" gumam Fathan sambil menggaruk kepalanya sendiri karna tak paham dengan yang di ucapkan Skala saat melewatinya barusan.

"Pacar Qiaaaaaaa," teriak Si cantik pada kekasihnya, tanpa ia sadar di lain tempat justru terjadi sesuatu pada jodohnya.

Gubraaak...

"Ups! napa lo?" tanya Chiko saat tiba-tiba Skala menabrak tempat sempah.

"Hati gue sakit mendadak, Chik!" jawabnya sambil memegang dadanya.

Sudah kurang lebih tiga bulan ini ia sering mengalami hal seperti itu, tiba-tiba sesak dan mencelos tak tahu waktu dan tempat apalagi alasan jelas.

"Ciri-ciri banyak dosa tuh," balas Chiko sambil tertawa juga membantu Skala untuk bangun.

Keduanya duduk bersama di sofa ruangan Skala dengan pria itu tak mengucapkan sepatah katapun lagi, ia memejamkan kedua matanya guna mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

.

.

.

Qia yang sudah sampai di kos'an langsung membersihkan diri setelah makan sepiring nasi dan ayam bakar yang di belikan oleh Fathan, ia tak pernah memikirkan isi perutnya karna selama ini itu semua menjadi urusan Sang kekasih. Uang jatah makannya ia simpan untuk dirinya sendiri karna semua gajinya ia kirim ke Ibu di kampung halaman dan untuk membayar kos ia biasanya mengandalkan uang lemburan atau yang tips yang kadang ia dapatkan dari staf kantor saat ia membersihkan ruangan mereka atau saat membuat makanan dan minuman.

Qia tak seperti gadis lainnya yang setiap akhir bulan akan sibuk keluar masuk Mall atau Cafe saat gajinya sudah masuk kedalam rekening. Otaknya setiap hari harus berpikir keras bagaimana ia mendapat uang tambahan lagi demi menyambung pengobatan Ibu yang sakit.

Sebagai anak tunggal dan yatim, tentu Ibu hanya bisa mengandalkan dirinya saja, meski kadang wanita baya itu sering menangis karna Sang putri sudah harus menjadi tulang punggung di usianya yang masih sangat muda, disaat gadis seusianya sibuk bermain dan mencari jati diri Qia justru harus bekerja dari pagi sampai malam, dan kini di akhir pekan pun ia harus mencari uang tambahan di salah satu resto cepat saji yang cukup jauh dari kos'annya, alasan itulah yang membuat ia nekat ingin memiliki sebuah sepeda motor meski harus dengan cara mencicil bertahun-tahun lamanya.

"Udah malem, kok belum ada kabar ya kapan motorku diantar," gumam Qia yang duduk di tepi kasurnya sambil memeluk lututnya sendiri.

Wajar rasanya jika Qia sudah tak sabar karna ini adalah salah satu impiannya sejak lama, tepatnya saat ia masih sekolah dulu agar tak sering tertidur di angkot saat berangkat dan pulang usai menuntut ilmu.

.

.

.

Sekarang motor dulu ya, mungkin nanti bisa beli mobil yang bonusnya suami..

Bisa kok..

Asal jangan minta bonus Gajah aja ya.. 🤣🤣🤣

1
Nie
Eteh aku mampir nih setelah sekian lama baru nemu lagi novelmu,ternyata...aku ketinggalan banyak karyamu ,kemaren baru selesai baca Aurora skr lanjut anaknya deh
Audiyah
Luar biasa
😍wike😍
luar biasa
aksari
ceritanya menarik utk diikuti
Sri Puryani
kok sdh selesai thor? kan blm tamat..
Sri Puryani
tau" udah nikah aja
Sri Puryani
skala gk peka bgt klo shbtnya cinta sama nara
Sri Puryani
klo gk mau dinikahin sama nara ya ajak qia nikah kan bs buat alasan nolak dodol .....gemes bgt sama si mpoeeettt
Sri Puryani
gantengnya skala 😀😀
Sri Puryani
keburu dinikahi si item la....tau rasa lu
Sri Puryani
lho kerja ktnya diajak tmnnya kok gk punya kenalan?
Sri Puryani
nih anak masak udah sma bs tersesat? gk punya hp kah?
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼
falea sezi
keturunan rahardian yg paling kasian kayaknya aurora harus berbagi suami dih menyedihkn
Jumi Eko
Luar biasa
Rita
suka dan lanjut di sebelah
Sandisalbiah
Hadeh... berasa montok film tau² mati listrik.. hilang adegan serunya.. krn udah loncat jauuuhhh banget 🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀😥😥😥😥
Sandisalbiah
kok jd pengen dempul muka si Nara pake semen ya.. itu perempuan terobsesi banget ama Skala.. lagian Ola dan Leo juga aneh.. alasan gak enak dgn ortu Nara pake ngorbanin perasaan dan masa depan anak sebijik
Sandisalbiah
heleh.. inget doang tp usaha kagak.. sama aja bo'ong... kecewa banget ama si Mpeettt.. nolak² si Nara akhirnya pasra juga.. bego emang
Sandisalbiah
harapan tak sesuai ekspektasi ya Qia.. sabar.. tunggu lamaran pak Dirut aja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!