Area 21, bijaklah dalam memilih bacaan !!!
Pikiran liarku, sering membayangkan jika aku berhubungan dengan pelayan baru kami, Melani. bahkan aku selalu mencuri-curi pandang ke bokongnya yang terlihat sangat montok menggairahkan, buah dadanya yang besar, membuat aku sering berfantasi liar, jika menikmati kedua benda itu, yang selama ini tidak aku dapati pada istri ku Sinta.
Aku langsung menuju kantor untuk bekerja, namun aku sama sekali tidak bisa fokus bekerja. malah aku berfikir "Jika aku kembali pulang dan meminta Melani untuk memuaskan aku diranjang, dia bakal nolak ngak ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekhawatiran Dani
Diruangan mewah dan luas ini, Dani tersenyum dan penuh semangat menjalani hari-hari, termasuk dalam urusan pekerjaannya. Mengingat sekarang dia sudah memiliki dua wanita cantik, Sinta dan Lani yang selalu menunggu kepulangan nya dengan senyuman.
Bahkan Dani mendapati istrinya Sinta dan Lani dengan kondisi mereka yang masih memiliki segel. yang berarti dialah laki-laki pertama yang berhasil mendapatkan mereka.
Sebelum bertemu dengan Sinta, Dani sudah banyak bercinta dengan sembarang wanita, namun sekarang dia hanya mau dengan Lani dan Sinta yang jelas bersih dan aman dari penyakit, terutama lagi kedua wanita cantik itu juga sangat mencintainya. Pikir Dani sambil tersenyum.
"Zzzrrrd.... zzzrrrd....,"
Dani menghentikan pekerjaannya ketika mendengar getaran ponselnya. tertera No telpon rumahnya.
“Hallo Tuan, ini aku mang Ujang.”
“Ya, ada apa?”
Perasaan Dani mulai cemas, pasti sudah terjadi sesuatu dirumahnya sekarang.
“Bu Sinta dan Lani bertengkar, mereka sampai jambak-jambakan rembut segala, Tuan.”
“Apa? Kamu yakin.”
“Benar Tuan.”
Dani langsung syok, seakan tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.
“ Cepat kalian lerai. Aku akan segera pulang.”
“Baik Tuan.”
Dani mulai panik, bagaimanapun juga kedua orang yang dicintainya sedang bertengkar, perasaan cemas dan khawatir mulai membuat Dani bertambah panik sambil berusaha mempercepat langkah nya.
“Apa yang membuat mereka berdua sampai bertengkar, apa perbuatan ku dan Lani sudah diketahui Sinta. Karena selama ini Sinta tidak pernah seperti ini, dia sangat lembut dan baik pada semua orang.”
Dani langsung memangil asisten pribadi nya Rey. Untuk mengambil alih sementara waktu pekerjaan nya yang masih menumpuk.
Langkah panjang Dani membuat semua bawahan nya menatap heran, meskipun tidak ada yang berani bersuara, ataupun menduga-duga apa yang permasalahan yang tengah dihadapi CEO tampan mereka tersebut.
Sampai di pelataran parkir khusus mobilnya, Dani langsung melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, dia tidak ingin terhadi apa- apa pada kedua wanita yang dicintainya.
“Semoga saja tidak terjadi sesuatu yang buruk pada mereka berdua.” Gumam Dani panik, ketika mobilnya harus berhenti di lampu merah. Dani sempat membunyikan klakson mobil nya secara tidak sabaran, pada kendaraan dihadapan nya. tingkah Dani membuat pengguna kendaraan lain menjadi kesal. tapi pria tampan itu, tidak memperdulikan mereka sama sekali, baginya berpacu dengan waktu jauh lebih penting, dari pada mendengar ocehan mereka.
Tidak butuh waktu lama, mobil Dani melesat memasuki gerbang utama. Langkah panjang Dani ketika keluar dari mobilnya, seakan berpacu dengan waktu, Dani langsung menuju ruangan tengah tempat dimana kedua wanita nya sedang menunggu.
“Apa-apaan ini?” Teriak Dani melihat istri dan selingkuhan nya yang sudah berpenampilan tidak beraturan lagi.
Rambut bergelombang indah Sinta sudah berantakan, termasuk bibir atas Sinta yang terlihat lembam, tidak jauh beda dengan Lani yang seperti nenek Lampir yang kehilangan sisir. Bajunya robek disebepah kanan. Kedua belah pipi Lani lembap, nampak bekas jejak tamparan keras istri yang selama ini lembut dan baik.
“Kenapa kalian berdua bertengkar?”
“Mas Dani hu...hu...., Bu Sinta memukul ku.” Lani langsung berlari dan bersembunyi dibelakang Dani, seolah-olah meminta perlindungan.
“Ya Lani, kamu tenang dulu. Aku ingin tahu penyebab permasalahan kalian berdua.”
Darah Sinta mendidih melihat kedua penghianat didepan matanya ini, ingin rasanya Sinta seperti orang kesetanan mengamuk lalu menghajar keduanya, tapi tidak dia lakukan.
"Aku ingin mengikuti permainan mereka, sampai aku benar-benar menemukan bukti yang jelas tentang perselingkuhan ini."
“Sinta, kamu kenapa berubah brutal seperti ini dek. Ini bukan Sinta yang mas kenal. Dia yang baik dan sangat lembut, mustahil istriku Sinta melakukan perbuatan seburuk ini.”
“Dia yang duluan mas, dia pembantu kurang ajar. Dia selalu membantah dan memancing emosiku. mulai sekarang aku tidak ingin dia berada dirumah ini lagi.” Teriakkku kesal.
apa nti ada season 2 kah ??
Lanjuut tor,, semangaatt..