Kisah seorang gadis yang terpaksa menikah karena memenuhi keinginan terakhir dari orang tuanya dengan seorang pemuda yang tidak dia kenal dan tidak dia sukai ya.
Seorang CEO terpaksa menikah dengan seorang gadis SMA karena paksaan dari orang tuanya yang mempunyai hutang balas budi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuan Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 17
"Weh apa yang terjadi pada ku , kenapa jantungku berdetak dengan sangat kencang seperti ini ?." Tanya Fatir pada dirinya sendiri .
Fatir terus menatap wajah Ema , sampai sampai Fatir tidak dengar kalau Ema memanggilnya .
"Kak , Kakak ."Panggil Ema namun Fatir tetap diam dalam hayalan nya .
"Kak ."Panghil Ema kembali sambil menepuk pundak Fatir .
"Eh iya kenapa ? ."Tanya Fatir .
"Kita kapan berangkatnya ?."Tanya Ema .
"Oh iya , ayo berangkat ."Ucap Fatir sambil membawa koper Ema dan tanpa sadar Fatir menggandeng tangan Ema .
Sontak Ema pun kaget dan langsung menarik tangannya kembali . Ema tidak suka kalau dirinya di pegang oleh orang yang baru di kenalnya . Ema memang baik dan ramah kepada semua orang tapi Ema tidak suka jika dirinya di sentuh oleh orang yang baru saja di kenalnya walau pun itu hanya sekedar memegang tangan .
"Eh maaf maaf ."Ucap Fatir yang kaget karena Ema tidak mau di gandeng nya , padahal banyak wanita yang menginginkan itu . Dan ini kali pertama ada wanita yang menjaga jarak dari nya bahkan tidak ingin di sentuh nya .
"Ternyata dia tidak seperti wanita yang lainnya , benar benar-benar tipe ku ." Batin Fatir .
"Iya gak papa kok Kak ."Jawab Ema .
Setelah itu mereka pun menaiki taksi dan segar pergi menuju kediaman keluarga Fikri . Di dalam perjalan Ema hanya menatap ke jendela dan tidak berbicara sedikit pun . Sedangkan Fatir terus melihat Ema secara diam diam .
Setelah menempuh perjalanan sekitar lima puluh menit mereka pun sampai di kediaman keluarga Fikri . Saat taksi yang di naiki oleh Fatir dan Ema sudah datang , Fikri langsung menghampiri taksi itu dan membuka pintu .
"Ema kamu tidak apa apa ?."Tanya Fikri pada Ema .
"Aku baik baik saja , memangnya kenapa ?."Jawab Ema yang tidak mengerti dengan maksud Fikri yang tiba tiba saja bertanya sepeti itu .
"Hati kamu juga baik baik saja kan ? Kamu tidak merasakan sesuatu di hati kamu yang aneh atau apa gitu saat bersama dengan Kak Fatir ? ."Tanya Fikri .
"Tidak , aku biasa saja ."Jawab Ema sambil mengambil kopernya .
"Syukurlah kalau begitu ."Ucap Fikri.
"Kamu mungkin tidak merasakan apa apa dan bisa saja . Tapi tidak dengan aku , aku sudah jatuh hati saat pertama kali melihat mu Ema ." Batin Fatir .
Mendengar ucapan Fikri Ema pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya . Setelah itu mereka pun masuk kedalam dan menuju kamar yang sudah di siapkan oleh para pelayan .
Mereka semuanya pun beristirahat untuk menghilangkan rasa lelah mereka setelah melakukan perjalanan mereka yang jauh .
_
Waktu pun cepat berlalu kini hari sudah semakin sore dan sebentar lagi hari pun akan semakin gelap , namun Ema belum kembali atau pun memberi kabar .
Jonathan pun terus gelisah menunggu Ema kembali . Jonathan khawatir kalau Ema benar benar tidak akan kembali sebelum Renata pergi dari apartemennya . Tapi Jonathan tidak bisa mengusir Renata begitu saja dan Jonathan pun tidak mungkin membiarkan Ema tinggal seorang diri , apa lagi jika Ema harua tinggal dengan laki laki lain .
Jonathan pun akhirnya memutuskan untuk menghubungi Ema , namun tidak bisa . Jonathan pun tidak menyerah dia terus menerus menghubungi Ema namun dengan hasil yang sama nomor Ema tidak bisa di hubungi .
"Sayang kamu kenapa sih ?."Tanya Renata yang langsung memeluk Jonathan .
"Aku sedang memikirkan Ema , kenapa sampe sekarang dia belum juga pulang dan memberikan kabar pada ku ."Jawab Jonathan .
"Mungkin dia sedang asik berpacaran dengan kekasihnya itu ."Ucap Renata .
Mendengar ucapan Renata , Jonathan seperti terbakar oleh api yang sangat panas . Jonathan langsung melepaskan pelukan Renata pada dirinya dan mendorong Renata cukup kencang .
"Jaga ucapan mu baik baik Renata ! Ema tidak seperti itu ."Teriak Jonathan .
"Tapi itu kenyataannya Jo , kamu lihat sendiri kan tadi pagi pagi dia di jemput oleh siapa ? ."Ucap Renata ."Ema di jemput oleh laki laki yang sana saat di pesta . Laki laki dan perempuan yang sering keluar berdua itu namanya apa kalau bukan sepasang kekasih Jonathan ."Sambung Renata .
Jonathan benar benar di buat kesal oleh Renata , akhirnya Jonathan pun memutuskan untuk pergi meninggalkan Renata dan pergi ke atasnya , tepatnya ke kamar Ema .
Jonathan membuka kamar Ema dengan kunci cadangan kamar Ema yang selalu di bawanya . Jonathan masuk lalu mengunci kembali kamar itu , Jonathan langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur Ema .
Jonathan pun menengok ke arah meja di mana foto Ema terpajang di sana . Saat Jonathan melihat foto Ema yang ada di meja , Jonathan langsung bangkit dan berjalan mendekat pada meja itu .
"Tunggu sepertinya ada yang aneh di sini ."Ucap Jonathan .
Jonathan pun langsung melihat ke sekeliling kamar Ema , Jonathan kini tahu apa yang aneh dari kamar Ema .
"Kemana barang barang Ema ? Buku , kosmetik , leptop dan di mana yang lainnya ?."Ucap Jonathan yang mulai sedikit panik .
Jonathan pun melirik ke arah lemari Ema , Jonathan langsung berjalan ke arah lemari Ema dan langsung membukanya . Mata Jonathan terbelalak saat tidak melihat pakaian Ema satu pun di sana .
Tanpa pikir panjang lagi Jonathan langsung keluar dari kamar Ema , Jonathan mengambil jaket dan kunci mobilnya lalu pergi dari apartemennya untuk mencari keberadaan Ema .
"Jonathan kamu mau kemana ?."Teriak Renta yang melihat Jonathan pergi dengan terburu buru .
"Jonathan ."Teriak Renata kembali namun Jonathan tidak mendengarnya .
Jonathan berlari menuju mobilnya dan langsung menancapkan gas mobilnya untuk pergi mencari Ema . Jonathan merasa bersalah pada Ema , Jonathan pun benar-benar tidak percaya kalau dirinya kini takut untuk kehilangan Ema .
"Ema kamu ada di mana ? "Ucap Jonathan .
"Aku tahu aku salah Ema , aku minta maaf , Ema pulang lah ."Ucap Jonathan kembali sambil menyetir dan melihat ke jalan untuk mencari keberadaan Ema .
"Aku harus mencari kamu kemana ?."Tanya Jonathan pada dirinya sendiri .
Jonathan memutuskan untuk pergi ke kediaman Ema dan Danu dulu walau pun Jonathan tahu kalau rumah itu sudah ada yang membelinya dan menempatinya .
Setelah sampai Jonathan turun dari mobil dan mengetuk rumah itu . Jonathan pun berharap Ema ada di sana walau pun tidak mungkin .
Tok tok tok
Tak lama pintu pun di buka oleh salah seseorang dari dalam .
"Iya cari siapa ya ?."Tanya orang yang membukakan pintu rumah itu .
"Maaf apa di sini ada perempuan bernama Ema ?."Tanya Jonathan .
"Maaf tidak ada Tuan ."Jawab orang itu .
"Baiklah kalau begitu , terimakasih dan maaf sudah mengganggu . Selamat malam ."Ucap Jonathan yang kemudian pergi untuk mencari Ema kembali .
Hari kini sudah benar benar malam dan malam itu pun turun hujan sangat deras , Jonathan menghentikan mobilnya di depan sebuah pemakaman . Tanpa menggunakan payung Jonathan pun turun dari mobil dan berjalan menuju pemakaman itu .
Jonathan terus berjalan sampai akhirnya langkah Jonathan terhenti di depan sebuah makan yang tak lain adalah makam Danu . Jonathan menjatuhkan dirinya di hadapan makan Danu .
Entah kenapa Jonathan merasakan sakit di hatinya saat mengetahui kalau Ema pergi membawa semua barang barangnya , apalagi saat Jonathan mengingat kalau Ema pergi di jemput oleh pemuda yang bernama Fikri .
"Om aku salah Om , aku juga tidak bisa menepati janji ku pada Om untuk menjaga Ema ."Ucap Jonathan dengan suaranya yang lirih , mungkin kalau saat ini tidak hujan air mata yang keluar dari pelupuk mata Jonathan pun terlihat , karena saat ini Jonathan bener merasa bersalah dan tidak tahu harus berbuat apa sedangkan Ema kini tidak tahu ada di mana dan hal itu yang kini berhasil membuat Jonathan menangis .