Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertempuran
Treter menggunakan mulut mereka untuk menyerang para penjaga, gigitan mereka yang dapat menghancurkan batang kayu dengan mudah terlihat sangat mengerikan di mata para penjaga.
Slime Rawa menggunakan tangan mereka yang sesekali akan memanjang untuk menyerang Ren dan yang lain, dan tentu saja mereka semua menghindari hal itu.
Pemimpin yang melihat kedatangan Ren dan melihat keahliannya, merasa sangat bersyukur dalam hatinya.
' Jika kita terus mempertahankan hal ini, maka tidak akan ada korban lagi seperti sebelumnya '
Tiga gagak api menabrak tiga Slime Rawa yang beberapa, hal itu membuat kesempatan untuk Ren, ketiga Slime Rawa yang baru saja hancur berada cukup dekat dengannya barusan.
' Putus... alirkan...putus... alirkan...'
Bilah Aura keluar dari Oblivion berkali-kali, dan melesat kearah Slime Rawa yang sesuai dengan target mereka.
Ren tidak hanya melatih teknik beladiri nya tapi juga Bilah Aura, berkat kerja keras selama seminggu, sekarang dia dapat mengeluarkan Bilah Aura yang setajam pedang berkali-kali, meskipun hanya bisa menempuh jarak sepuluh meter.
' Seperti yang kuduga, semakin banyak Slime Rawa yang terbunuh semakin cepat mereka menyatu! '
" GAHH!! "
Salah satu penjaga berhasil di dapatkan oleh Treter, dia menggigit tubuhnya, membuat tulang pria tersebut hancur dan menembus daging, dan membuat darah merah segar menetes dan jatuh di atas tanah.
Pemimpin para penjaga menggertakan giginya melihat hal itu, orang yang baru saja meninggal adalah orang yang baru saja menikah dan akan segera memiliki anak, dengan kematiannya, istrinya sekarang sudah menjadi janda dan anak yang masih di dalam kandungan menjadi piatu.
" Tetap fokus, jangan terlalu dekat dengan Treter, jika dirasa tidak mampu maka mundur saja! "
Ren berlari kearah Slime Rawa terdekat, sekarang jumlahnya sudah di kurangi menjadi delapan, ini semua berkat kerjasama antara Ren dan gadis Mage bernama Anna.
' Aku harus mempercepat ini lalu pergi membantu yang lain setelah semua Slime Rawa mati...'
Dengan Oblivion yang di selimuti Aura, Ren dapat dengan mudah memotong inti yang berada di dalam tubuh Slime Rawa.
Gagak api sekali lagi menabrak tiga Slime Rawa yang berbeda, membuat jumlah mereka semakin berkurang, sekarang mereka hanya ada empat.
Agak jauh di belakang para Slime Rawa, Ren melihat Slime Rawa yang ukurannya lebih besar dari yang lain, tingginya mencapai delapan meter!
' Jika aku tidak mengatasi yang itu sekarang dan membuat Slime Rawa yang lain menyatu dengannya, semuanya akan menjadi merepotkan! '
" Cobalah untuk memancing Slime Rawa kecil menjauh! "
Pemimpin penjaga dan yang lain memahami maksud Ren, mereka juga melihat masalah dari Slime Rawa yang tingginya mencapai delapan meter, Anna yang berada di belakang berhenti menyerang Slime Rawa dan memutuskan untuk membantu menyerang Treter.
Entah bagaimana, pemimpin para penjaga dan yang lain berhasil memancing semua Slime Rawa kecil menjauh, melihat hal itu, Ren akhirnya bisa fokus melawan Slime Rawa raksasa.
Slime Rawa raksasa itu memanjangkan lengannya lalu mengayunkannya seperti cambuk raksasa kearah Ren.
Ren melompat ke samping dan berhasil menghindari cambuk raksasa yang datang padanya, di saat dia berpikir untuk maju, kepala Slime Rawa yang ada di perut memuntahkan cairan asam kearahnya.
Tanpa berlama-lama Ren langsung menggunakan Bilah Aura untuk menebas cairan asam yang datang, karena ada tekanan yang menghalanginya, Bilah Aura menghilang lebih cepat dari biasanya.
Sama seperti angin yang biasanya bergerak lebih dari seratus meter tapi harus berhenti karena di depannya ada air terjun, jika ingin mengatasi masalah ini, Ren hanya perlu membuat Bilah Aura yang lebih kuat untuk mendorong air terjun.
' Aku dari dulu ingin mencoba hal ini...'
Slime Rawa memuntahkan lebih banyak cairan asam dari mulut di kepala yang ada di perut dan kepala aslinya, Ren mengirim Bilah Aura untuk mengatasi semua cairan asam.
Kedua lengan Slime Rawa memanjang dan terlihat seolah ingin menangkap Ren, tapi sebenarnya salah, cairan yang mengental keluar dari telapak tangan dan bergerak seperti tombak kearah Ren, tangan yang lain mengeluarkan asam.
' Menghindar ke kanan dan kiri sangat tidak mungkin, belakang juga tidak, satu-satunya pilihan adalah melompat ke atas! '
Ren melompat dan berhasil menghindari tombak yang terbuat dari cairan yang mengeras dan asam, di udara dia mengayunkan Oblivion secara horizontal, Bilah Aura yang keluar berhasil memotong kepala Slime Rawa.
Di karenakan Slime Rawa memiliki tiga kepala, yang sebenarnya juga tidak di perlukan mengingat dia adalah makhluk cair,Slime Rawa masih bisa melihat dengan kepala lainnya.
Dia menggerakkan kedua tangannya yang berada di bawah Ren untuk menyerangnya.
Sebelum tangan raksasa Slime Rawa mengenai Ren, bola api besar jatuh menghantam Slime Rawa, itu adalah bola api milik Anna!
Bagian atas tubuh Slime Rawa meledak, tapi intinya masih bertahan dan berada di dalam tubuhnya, dengan itu dia masih bisa beregenerasi.
Ren mendarat di tangan Slime Rawa lalu langsung melompat ke tanah, setelah itu dia membuat jarak dari Slime Rawa.
Sama seperti air, Slime Rawa kembali utuh, tanpa luka sedikitpun, selama dia memiliki energi sihir di dalam tubuhnya, dia akan terus beregenerasi.
Ren yang sudah mendapatkan posisi sempurna, mengalirkan Aura sebanyak yang dia bisa dan mengangkat tinggi Oblivion.
Anna yang melihatnya menyadari jika Ren sedang menyiapkan sesuatu, jadi daripada menggunakan sihir kuat yang butuh waktu lama untuk merapalnya, dia akan menggunakan sihir simpel untuk menahan perhatian Slime Rawa sementara.
Puluhan bola api kecil menghantam tubuh Slime Rawa berkali-kali, membuatnya tidak fokus memperhatikan sekitar.
Di kejauhan, pemimpin para penjaga dan yang lain kelelahan dalam menghadapi Slime Rawa yang tidak bisa mereka lukai dengan senjata biasa, beberapa orang menderita luka di beberapa bagian tubuh mereka.
Kelompok yang bertarung dengan Treter bernasib tidak jauh berbeda, mereka memiliki banyak luka di tubuh mereka, dan ada juga beberapa orang yang meninggal.
Jika bukan karena bantuan Anna yang sebelumnya, pasti akan ada banyak korban sekarang.
Aura dalam jumlah besar melapisi Oblivion, cahaya biru yang mirip api itu mencapai ketinggian lima meter lebih dengan lebar satu meter, ini pertama kalinya Ren menggunakan Aura sebesar ini.
" Matilah!! "
Ren mengayunkan Oblivion dengan segenap tenaganya, bilah aura setinggi lima puluh terbentuk, menggores tanah di bawahnya tanpa ampun, meninggalkan bekas besar di belakangnya.
Bilah Aura raksasa itu melewati Slime Rawa raksasa, melenyapkan tubuh cairnya dan inti di dalamnya, dia lenyap tanpa sisa!
Bahkan setelah melenyapkan Slime Rawa, Bilah Aura raksasa itu masih berlanjut, menempuh jarak seratus meter lebih, dan kemudian menghilang di kejauhan.
Keringat menetes di wajah Ren, Bilah Aura barusan membutuhkan tenaga yang besar untuk mengontrolnya, dia merasa kepalanya akan segera menguap.
' Masih belum selesai...'
Anna mengirim tiga gagak api untuk membantu pemimpin para penjaga dan yang lain dalam menghadapi Slime Rawa yang tersisa.
Para pemanah juga ikut membantu, mereka memanah Treter yang jumlahnya masih melebihi dua puluh, membuat para penjaga yang menghadapi mereka kerepotan.
Karena tiga Slime Rawa terakhir sudah di selesaikan oleh Anna, Ren memutuskan untuk membantu para penjaga yang berurusan dengan Treter.
Ren menggenggam erat Oblivion dan berlari kearah Treter terdekat, disana dia sedang menghadapi tiga orang penjaga, dia memutar tubuhnya dengan harapan dapat mengenai salah satu orang, sesekali dia akan berhenti untuk mencoba menangkap seseorang dengan mulutnya yang terbuka secara vertikal.
Namun usahanya berakhir dengan sebuah kegagalan, orang yang dia incar dengan cerdik mundur ke belakang saat dia berhenti lalu dengan cepat menyerangnya, dan orang-orang di sekitar akan mengikuti.
Ren melompat dan berhasil mendarat di atas tubuh Treter, dengan Oblivion yang di perkuat oleh Aura, dia dapat dengan sangat mudah memotong lehernya.
Setelah itu Ren turun dan pergi ke Treter selanjutnya, orang-orang yang melihatnya kagum dengan keahlian pedangnya.
" Dia hebat..."
" Ya, kau benar..."
Pemimpin para penjaga yang melihat ketiga orang itu diam, menjadi sangat marah" Apa yang kalian lakukan, cepat bantu yang lain! "
Ketiganya tersadar lalu dengan cepat pergi bersama pemimpin para penjaga untuk membantu yang lain.
Ritme pertarungan mulai berpihak pada Ren dan para penjaga, dengan Slime Rawa yang sudah di kalahkan, Treter yang tidak memiliki kemampuan serangan dapat dengan mudah di atasi oleh Ren dan yang lain.
Setelah lima belas menit pertempuran, semua Treter akhirnya berhasil di tumbangkan, Ren dan yang lain akhirnya bisa bernafas lega.
Pemimpin penjaga mendekati Ren dengan tubuh lelah dan ekspresi yang di paksakan.
" Terimakasih karena sudah membantu kami anak muda "
" Tidak masalah, aku adalah seorang petualang yang datang kesini untuk memburu pohon hidup, tapi setelah melihat situasinya, sepertinya aku sudah meremehkan jumlah monster yang ada di hutan dekat sini "
" Aku mengerti...siapa namamu? "
" Ren Abraham "
" Namaku Gant, sekali lagi aku sangat berterimakasih karena sudah datang untuk membantu kami "
" Lupakan tentang itu untuk sekarang, ayo rawat yang terluka "
"...Kau benar "
Dengan itu, Ren pergi bersama Gant untuk membawa orang-orang yang terluka masuk kedalam desa, dan tentu saja mereka juga membawa tubuh orang yang sudah meninggal.
Dan seperti yang di harapkan, banyak orang yang sedih karena di tinggalkan oleh orang yang mereka sayangi, Ren diam saja melihat itu semua karena tidak ada yang bisa dia lakukan.