Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. Aroma busuk
Seminggu berlalu.
Para warga yang kebetulan lewat untuk menuju sawah mendadak saja mencium aroma yang sangat masuk dari dalam rumah yang paling ujung itu, rumah yang begitu mewah namun selama ini pemilik rumah jarang sekali keluar untuk bersosialisasi dengan para tetangga sehingga bisa dikatakan mereka agak kurang kenal dengan penghuni rumah tersebut.
Hanya beberapa kali saja pernah melihat Sayuti dan itu pun mereka jarang berbicara satu sama lain, bahkan Pak RT juga kurang mengenal keluarga tersebut karena mereka yang sangat tertutup dan jarang sekali berkumpul dengan para warga yang lain sehingga mereka tidak tahu bagaimana saya tak terjangkau keluarga yang tinggal di rumah paling ujung.
Ini malah mendadak saja rumah tersebut mengeluarkan aroma yang begitu busuk ketika ada orang yang lewat ingin menuju sawah, rumah Sayuti memang ada di dekat sawah karena dia sengaja memilih tempat tersebut sebagai lokasi yang paling nyaman, pas di rumah dia besar namun memang ada di pinggiran sawah.
Jadi orang yang ingin pergi ke sawah bisa mencium aroma tidak enak dari rumah tersebut, bahkan bau itu begitu mengeluarkan mana-mana sehingga mereka tidak sanggup untuk bertahan lama ketika melewati rumah tersebut, rasa tidak sanggup itu membuat mereka jadi penasaran juga apa yang telah terjadi dan apa yang sangat bau di dalam rumah.
"Apa kita lapor saja pada Pak RT untuk mencari tahu?" Andi bertanya kepada sang teman untuk memastikan.
"Bisa juga kita lapor kepada Pak RT saja karena ini sudah sangat bau." Davin setuju dengan ucapan Andi.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita datangi saja rumah Pak RT, terlebih lagi mereka juga tidak pernah terlihat selama seminggu ini." Andi berkata dengan nada cemas.
"Tapi lagi pula selama ini mereka memang jarang keluar dan wajar saja bila kita tidak melihat mereka." sahut Davin.
"Ya tapi setidaknya kita masih melihat mobil mereka keluar dari garasi dan kita tahu bahwa mereka masih hidup." jawab Andi.
Andi dan Davin segera menuju rumah Pak RT untuk memberitahu apa yang telah mereka cium di rumah paling ujung, sebab bau itu sangat tidak biasa dan sangat kuat sehingga mereka memutuskan untuk melihat saja ke rumah tersebut karena takut juga nanti ada sesuatu yang tidak enak.
Walau selama ini Sayuti juga jarang berkumpul dengan mereka namun tetap ada rasa cemas di dalam hati ketika ada tetangga yang menghilang mendadak, Sayuti hanya tidak ingin berkumpul dengan mereka bukan karena dia adalah orang jahat dan selalu mengeluarkan ucapan pedas kepada para tetangga yang ada di sekitar sini.
Satu satunya masalah dia hanya tidak mau berkumpul dengan para tetangga dan juga jarang menegur, jadi mereka memang dikatakan tidak dekat namun hubungan yang ada tetap berjalan dengan baik meski tidak saling bertegur sapa dengan orang yang ada di sekitar desa ini, bisa dikatakan mereka semua adalah orang asing.
"Mungkin cuma bangkai ayam atau bangkai tikus saja." ucap pak RT ketika sudah mendapat laporan.
"Tapi tidak mungkin itu hanya bangkai ayam atau tikus, Pak! sebab terasa sangat menyengat di hidung." Andi tetap kekeh mengatakan itu bangkai manusia.
"Ini memang sebaiknya kita datangi saja untuk melihat keadaan yang asli di sana, Pak." Davin memberi usul kepada Pak RT.
"Ya sudah kalau memang begitu mari kita datangi mereka saja." Pak RT akhirnya setuju untuk mendatangi rumah ujung.
"Aku takut kalau mereka semua malah mendadak saja mati di dalam rumah itu secara bersamaan." celetuk Andi.
"Heh kau ini kalau berbicara sembarangan saja!" Pak RT dan Davin sontak menoleh kepada Andi.
Andi reflek tutup mulut karena tadi yang keluar dari mulut dia adalah yang terpikirkan di dalam otak, sebab memang bau itu sangat mencolok sehingga otak Andi langsung berpikiran bahwa mungkin saja itu adalah jasad mereka semua yang meninggal secara mendadak di dalam rumah itu.
"Nah dari sini saja sudah tercium aroma yang tidak enak, Pak." Andi menutup hidung dengan tangan.
"Loh Kenapa sangat bau seperti ini?" Pak RT juga bingung karena ini aroma yang sangat tidak biasa.
"Maka nya aku takut kalau ternyata yang menjadi sumber bau ini adalah mayat mereka semua." Andi masih sangat yakin dengan pikiran dia.
"Kau jangan membuat orang takut seperti itulah, Andi!" sentak Davin karena dia juga mulai merasa cemas.
"Assalamualaikum." Pak RT mulai mengetuk pintu rumah Sayuti.
"Hening dan sepi seolah tidak ada tanda kehidupan di rumah ini." gumam Andi sambil memperhatikan sekitar rumah yang terasa begitu dingin.
"Kok tidak ada yang menjawab sampai sekarang ya?" Pak RT berusaha mengintip dari jendela.
"Ini sangat sunyi dan sepi, apa mereka pergi ke kota atau pergi ke mana ya?" Davin juga ikut mengintip dari jendela untuk melihat keadaan yang di dalam.
"Yang di bagian samping sana jendelanya agak terang, mungkin kita bisa melihat dari sana." Andi segera menuju rumah bagian samping.
Andi memang sempat melihat dan dia segera menuju tempat tersebut untuk memastikan apa memang ada sesuatu yang perlu dia lihat di dalam sana, sebab jendela yang bagian samping memang lebih terang sehingga tidak sulit untuk melihat bagian dalam rumah.
"Astagfirullah!" Andi menjadi keras ketika sudah melihat apa yang ada di dalam rumah itu.
"Heh ada apa sehingga kau berteriak sampai seperti itu?!" Davin berlari menghampiri karena teman dia berteriak dengan wajah pucat.
"K..kau lihat aja sendiri bagian dalam rumah itu." Andi sudah gugup dan juga ketakutan.
Davin dan Pak RT segera mengintip ke dalam rumah dan mereka berdua juga langsung pucat karena kaget melihat apa yang terjadi di dalam rumah tersebut, ternyata ucapan tadi yang di keluar dari mulut Andi adalah hal yang benar sehingga mereka sekarang saling pandang dan tidak tahu harus bagaimana untuk menangani masalah ini.
Satu keluarga tampak bertumpuk di ruang tengah dalam keadaan tubuh sudah tidak bernyawa dan juga darah bergelimang di atas lantai, bau busuk ini berasal dari tubuh mereka dan kemungkinan sudah cukup lama mereka meninggal dunia namun tidak ada yang mengetahui tentang kematian itu sehingga mereka sudah membusuk.
Ini mau tidak mau mereka harus melapor polisi terlebih dahulu agar para polisi bisa menangani masalah ini sampai selesai, Pak RT juga tidak berani bila mau langsung masuk ke dalam rumah karena nanti justru dia bisa menjadi tersangka, lebih baik mereka pulang saja terlebih dahulu dan melaporkan ini kepada polisi setempat.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
apakah mereka sdh mjd Horang Kaya setelah ikut Sekte Iblis ❓🤣
setahun telah berlalu tp para arwah itu msh saja meneror warga 🤦
Yanto jangan pergi keluar rumah ya kalo memanggil tetangga lewat telpon aja ya...
kasihan istrimu...
yang di lihat mereka itu pasti pardi sana mak sapa ya yang dari desanya mba Purnama....
hebat banget ya sampai 1 tahun tapi mba Purnama ga tau ada kejadian ini apa karna belum meminta tumbal manusia ka Kalii ya...
jangan2 hantu itu meneror karna pardi pengen menumbalkan keluarga Yanto kali ya.... kan ini udah 1 tahun sesuai perjanjian setiap 1 tahun harus menumbalkan nyawa orang kan...
ah makin seru dan penasaran....
lanjut mak....
selamat malam mak ku
seamat beristirahat ya...
dan Bukan nya Purnama suka berbagi PD Rakyat Menengah ke Bawah ❓❓