Ini merupakan Novel Sekuel dari Melepas para Benalu,
Wina tak pernah menyangka kisah hidupnya yang tragis membuatnya akhirnya bisa bertemu dengan lelaki yang sangat kejam tapi sangat mencintai dan menyayangi dirinya yaitu Alexander
Alexander adalah seorang Mafia kelas kakap yang bahkan polisi juga sangat segan kepadanya.
Pertemuan tidak sengaja itu pun menjadikan Tuan Mafia yang terkenal kejam dan tidak berperasaan itu akhirnya memiliki tempat pulang dan orang yang dia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Mereka semua menghela nafas, sekarang mereka malah mengurusi sesuatu yang lebih penting yaitu keselamatan keluarga Aditama satu-satunya itu.
"Kini Wina dalam bahaya, mereka kini mengirim orang untuk mengejar mereka, dan aku tahu itu orang-orang mu Taici, jadi sebelum aku bertindak bawah mereka menjauh dari Wina".
Wajah Alex kini berubah mengeras dan sangat serius, dia menatap lurus Taici dengan tatapan penuh ancaman.
"Kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan kesalahan lagi, apalagi itu menyangkut nona Wina, aku akan menarik semua orang ku, dan akan kubuat perhitungan pada mereka karena membohongi ku".
Taici teringat percakapan dirinya dengan klien nya itu sebelum dirinya menyuruh orang menyabotase pesawat pribadi Wina itu.
"Tuan Taici kami punya masalah dengan beberapa orang, kami ingin tuan melakukannya untuk kami, berapa pun akan kami bayar". Ucap salah satu dari mereka.
"Baik, informasi apa yang bisa kalian berikan kepada kami dan bagaimana cara melenyapkan mereka yang Anda inginkan? ". Tanya Taici pelan.
Dia sungguh antusias melihat uang Jepang didepannya ini dengan jumlah lumayan besar.
"Tuan hanya perlu melenyapkan Beni dan juga Leonardo dan orang-orang yang ada bersama mereka, mereka akan menggunakan pesawat pribadi untuk bepergian, anda bisa melakukan itu pada pesawat mereka sehingga mereka semua mati".
"Kenapa harus semua orang ada dalam pesawat, bukankah kami hanya perlu melenyapkan Beni dan juga Leonardo? ". Tanyanya dengan penasaran.
Lelaki itu tersenyum misterius, dia tidak akan mengatakan jika didalam sana ada orang yang paling mereka benci dan setelah dia mencari tahu, tuan Taici ini adalah orang yang sering menjaga keluarga Aditama, mereka ingin Taici membunuh orang yang dia jaga selama ini tanpa pernah melihat wajahnya dan itu keuntungan mereka.
"Kami membenci mereka semua sekeluarga, akan lebih bagus jika mereka semua lenyap tanpa sisa, itu akan mempermudah kami nantinya". Ucap mereka berusaha santai walau mereka sempat khawatir.
Taici yang memang tak pernah melihat wajah Wina pun akhirnya setuju melakukannya.
Taici tersentak begitu mendengar ucapan Alex, dia menghela nafasnya dengan kesal karena telah dibohongi
"Bagus jika seperti itu, sekarang kamu harus membantuku mengurus manusia-manusia itu, kita punya tujuan yang sama yaitu melindungi keluarga Aditama".
Taici mengangguk pelan, dia akan melakukan sesuatu kepada mereka setelah ini.
"Terus bagaimana dengan perjodohan kamu dengan putri kami? ". Tanya Mitsuki dengan nada menuntut.
Kini mereka kembali ke topik permasalahan mereka yang telah mereka bahas sebelumnya, mereka mengalihkan sejenak permasalahan kelaurga Aditama dengan para musuh biarlah itu belakangan diurusnya.
Sekarang ada hal penting yang harus mereka bahas dan bicarakan dengan serius. Udara sekitar mereka terasa tegang dan panas.
Mereka semua kini menatap penuh kepada Alex, mereka harus mendengar apa keputusan pemuda ini karena ini menyangkut dua organisasi mafia yang besar dan juga perusahaan.
"Maaf tante, aku tidak bisa menerima perjodohan ini, aku menyukai dan mencintai Wina sejak kami kecil, dulu aku tidak memperjuangkan dirinya karena tidak setara tapi sekarang aku akan berjuang mati-matian untuk mendapatkannya kecuali di tidak mau menerima ku baru aku mundur".
Mereka bertiga saling memandang kemudian membuang nafasnya kasar, mereka bertiga menyayangkan keputusan Alex tapi tak bisa berbuat apapun karena itu menyangkut keturunan Aditama.
" Nak tidak bisakah kamu mempertimbangkannya?, ibu sangat ingin berbesan dengan sahabat ibu ini". Tanya Nissa dengan sendu.
Dia bukan tidak menyukai Wina, hanya saja dia ingin berbesan dengan keluarga mafia sama seperti anaknya apalagi jika mereka berdua jadi menikah organisasi dan perusahaan mereka akan semakin besar dan luas.
"Maaf bunda, aku tidak bisa mengiyakan permintaan bunda kali ini, dulu bunda juga melakukan hal seperti ini dan terlalu memaksakannya kepadaku dan aku coba menerimanya tapi bunda tahu sendiri berakhir seperti apa". Tolak Alex dengan serius.
Dia tidak mau mengulangi kesalahan yang sama apalagi dia tidak mengenal sama sekali perempuan yang akan dijodohkan dengannya itu, bisa saja gadis itu sama seperti perempuan yang dijodohkan ibundanya sebelumnya.
"Tapi nak". Ucapnya protes.
Nissa masih kekeh dengan keinginannya tapi dibalas Alex dengan menggelengkan kepalanya tanda tak ingin dibantah, kemudian dia menatap keluarga yang akan menjadi besan ibunya itu.
"Maafkan aku, aku hanya tidak mau putri kalian nantinya terluka bersamaku, aku mencintai gadis lain selama ini dan tidak akan pernah berubah, kasihan dia jika menikah dengan orang yang tidak pernah bisa menerima dirinya". Ucapnya dengan sendu.
Taici dan sang ibu hanya bisa menghela nafas, Alex benar jika pernikahan itu dipaksakan bukan kebahagiaan yang didapat gadis kesayangan mereka melainkan hanya sakit hati karena tidak pernah dianggap dan tidak dicintai.
"Tolong pertimbangkan lagi keputusan kamu Lex, kami sudah lama merencanakan perjodohan kalian, kalau tidak kalian bisa saling mengenal lebih dulu baru memberi keputusan". Tawar Mitsuki berusaha mencari jalan tengah.
Nissa langsung menoleh kepada sahabatnya dengan senyum lebar tetapi senyuman itu langsung luntur melihat Alex kembali menggelengkan kepalanya.
"Aku tetap pada keputusanku tante, aku sungguh minta maaf, aku mencintai Wina dan itu yang akan aku perjuangkan, kalau begitu aku permisi, urusanku sudah selesai dan bunda, aku hanya ingin memberi tahu jika Wina dan sahabat-sahabatnya kini berasa dirumah kita, mari kita pulang".
Dia menatap sang bunda dengan serius sedangkan sang bunda hanya bisa menghela nafas, dia tahu jika Alex sudah tegas menolak seperti ini, dia tidak akan bisa mengekang nya.
"Baiklah nak kita pulang". Pasrahnya.
Pandangannya kemudian beralih kepada sahabatnya dengan sendu, dia tahu sahabatnya pasti kecewa karena perjodohan yang mereka rencanakan tidak akan berjalan seperti keinginan mereka.
"Maafkan aku yah, aku tidak bisa membujuk putraku kali ini, aku sungguh minta maaf". Ucapnya memelas.
Mitsuki menghela nafasnya kasar, mau marah juga tidak akan bisa karena yang dikatakan Alex benar adanya.
"Sudahlah, mau diapakan lagi jika Alex memang tidak mau, kalau kita tetap memaksakan semua ini yang ada hanya akan berakhir tidak baik kedepannya jadi tidak apa, aku akan memberikan pengertian pada anak-anak ku setelah ini". Jawabnya pasrah.
"Terima kasih, kalau begitu aku pamit, nak Taici tolong lakukan sesuatu untuk orang-orang yang menjadi klien mu itu, biar bagaimana pun kita berjasa pada keluarga Aditama, ingat itu". Ucapnya memperingatkan.
Taici mengangguk mantap dan tersenyum pelan, dia sangat menghormati sahabat ibunya itu sejak kecil walau dirinya tidak pernah bertemu dengan Alex selama ini.
Mereka memang tak pernah bertemu karena Alex dimasukkan sekolah Asrama oleh tuan Aditama sejak kejadian Alex hampir dihajar Massa dan dia hanya bisa keluar untuk menjenguk sang Ibu sebentar dan kembali lagi ke asrama.
"Buat mereka menyesal, jika tidak aku akan turun tangan langsung". Ucap Alex dingin kemudian melangkah keluar meninggalkan sang ibu