NovelToon NovelToon
Quantum Xuan

Quantum Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aditya Jetli

Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.

Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.

Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Membentuk organisasi

"Tugas utamanya adalah memberantas kejahatan, kezaliman, penindasan, pembulian dan lain lain lain."

"Baik itu di sekolah maupun di tengah masyarakat. Lingkungan Keluarga, pemerintahan, kota, desa, usaha dan lain sebagainya."

"Sebagai langkah awal, lakukan sumpah serta janji setia, untuk mengikrarkan kesetian dan tanggung jawab masing masing pada organisasi."

"Untuk selamanya, ketuanya adalah aku sendiri. dan wakilnya adalah Kirana. dan ketua pelaksana hariannya adalah Braja, yang mulai hari ini akan aku rubah namanya menjadi, Alpha, si laki laki pemberani."

"Sedangkan untukku, nama panggilan ku seterusnya bukanlah Nindya saja, tapi Xuan Nindya, dan untuk Kirana dipanggil Xuan Li"

"Untuk pelaksana lainnya akan ditentukan di kemudian hari. Sedangkan untuk kalian bertujuh termasuk Raka, untuk sementara menjadi pembantuku dulu."

"Setelah kalian kuat dan mandiri, baru akan aku serahi tugas penting, untuk memimpin unit kecil dalam organisasi."

"Tapi karena saat ini kalian masih lemah, maka tugas utama kalian adalah menjadi pembantu ku, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat. Apakah kalian bersedia?"

"Kami bersedia ketua!" jawab mereka.

"Baik. Kalau begitu kalian boleh bubar. dan kembali ke rumah masing masing."

"Setelah masa hukuman kalian habis, temui aku. agar aku tahu bahwa kalian memang bersungguh sungguh ingin bekerja untuk ku. Paham!?"

"Paham ketua!"

"Bagus! Sekarang pergilah" respon Xuan Nindya, sambil menerima janji setia mereka. Lalu melambaikan tangan ke arah bawahannya, dan detik itu juga mereka menghilang di depan mata.

Braja atau Alpha yang melihat itu jadi ternganga diam. Ingin bertanya tapi takut kena marah. Jadi memutuskan untuk diam saja, sambil berpikir keras bagaimana caranya mereka menghilang.

"Alpha!" Seru Xuan Huan.

"Saya ketua!"

"Tugasmu ke depannya adalah merekrut anggota baru. Cari yang benar benar ahli dalam bertarung, bukan sekedar gaya, tapi lemah luar dalam."

"Cari juga anggota perempuan, yang juga mempunyai kemampuan dalam segalanya, termasuk bertarung."

"Diutamakan yang sering kena buli, broken home, penindasan, tidak diperdulikan oleh keluarga dan selalu keluyuran malam."

"Untuk biaya perekrutan, aku akan mentransfernya setelah kau terbukti mampu merekrut mereka. dan setelah itu kau cari gedung atau perumahan yang cocok untuk markas kita. Apa kau paham?"

"Paham ketua. Tapi bagaimana dengan statusku yang dulunya merupakan anggota sekaligus ketua mafia cabang Kotavia. Apa bos besar yang di sana tidak akan mempermasalahkannya?"

"Itu sudah aku antisipasi. Kau tenang saja. Serahkan semua itu pada ku. maka aku akan menanganinya dengan baik."

"Baik ketua! Terima kasih."

"Ya. Pergilah!"

"Tapi mereka...?"

"Serahkan itu padaku. Ada seseorang yang akan mengurusnya."

"Siap!"

Begitu Alpha pergi, Nindya, yang sekarang sudah kembali berganti nama menjadi Xuan Nindya, langsung menghubungi asistennya dengan berkata. "Ji Quan. Apa kau bisa menghilangkan bukti perkelahian di sini, dan buat seperti tak pernah terjadi sesuatu sebelumnya?"

[Itu mudah tuan. Detik ini juga Quan bisa melakukannya]

"Baik. Kalau begitu lakukan, karena kami ingin segera kembali. dan kau urus motor sewaan ini. serta kembalikan kepada pemiliknya."

[Siap ketua!]

"Ha...??"

Hari berikutnya. Nindya atau Xuan Nindya pergi ke sekolah seperti biasa. didampingi oleh bawahannya Xuan Li.

Saat sampai di pintu gerbang, satpam yang biasa berjaga langsung berlari, dan buru buru membuka pintu, walau bell tanda masuk sudah berbunyi.

Dia tidak peduli dimarahi atau bakalan dipecat, yang penting kedua monster cantik itu tidak marah padanya.

Maka dengan sikap ramah satpam itu mempersilahkan keduanya masuk, dan menutup pintu sesudahnya.

Sambil bekerja dia bergumam. "Huh. Untung aku cepat sadar. kalau tidak tubuh ku akan kaku setiap kali mereka masuk."

"Entah terbuat dari apa hati mereka. Tidak berperasaan dan tidak ada belas kasihan?"

"Tubuhku yang sudah tua inipun tidak luput dari hukuman mereka. Padahal baru dua hari mereka masuk. Tapi sudah membuat tubuhku kejang kejang."

"Tidak tahu apa penyebabnya. Jadi ke depannya aku harus berhati hati, dan bersikap ramah pada mereka." gumamnya lirih, sambil memandang ke arah kejauhan. Hati bergidik ngeri.

Belum juga mereka sampai, di tengah jalan cukup sepi, mereka dihadang oleh kelompok disiplin, yang dipimpin oleh ketua OSIS nya, Dirman. yang sehari hari terkenal sombong, dingin serta arogan.

Lalu dengan angkuhnya Dia berkata. "Kenapa kalian terlambat. Apa kalian mau kena hukum, ha?" tanyanya.

"Kalian saja masih berkeliaran di luar ruangan, padahal sudah tahu kalau bel sudah berbunyi. Tapi masih mau bersikap sok sok an mengatur orang. Apa kalian itu preman. Ha..?" balas Xuan Huan pula.

"Kurang ajar! Dasar perempuan tidak punya adab!"

"Aku ini ketua OSIS, pemimpin organisasi tertinggi siswa di sekolah ini. Kalau kau melawan, berarti kau telah melawan peraturan yang telah dibuat oleh sekolah ini!"

"Kalau begitu kalian harus aku bawa ke kantor sekretariat untuk mendapatkan hukuman!" balas Dirman pula tak kalah sengitnya.

"Tak semudah itu Dirman! Kau lihat kondisi kami, dan kau lihat juga kondisi kalian!"

"Kalian menerapkan peraturan, tapi kalian sendiri yang melanggar peraturan itu!"

"Ini sudah jam belajar, tetapi kalian masih berkeliaran di luar. Siapa yang mau kalian awasi. Bukankah itu pekerjaan para preman. Mau memalak, ya?" balas Xuan Huan lagi.

"Huh! Aku tidak mau tahu dengan apa yang kau katakan. yang jelas kalian telah melanggar peraturan, dan itu harus dihukum!"

"Kawan kawan, tangkap mereka dan seret ke ruang hukuman!" reaksinya.

"Baik!"

"Tunggu! Jangan kurang ajar pada Nona Xuan, kalau tidak mau kenapa napa!" ancam seseorang.

"Hahahaha. Si culun mata panda sudah berani beraksi. Eh, tunggu dulu! Bukankah kau biasanya memakai kacamata, tapi kenapa sekarang tidak, dan penampilan kalian....?" reaksi Dika, wakil organisasi yang suka menjilat atasannya.

"Itu bukan urusanmu! Sekarang minggir! Ratu mau lewat!" balasnya, sambil mendorong tubuh Dika agar tidak menghalangi jalan.

"Kurang ajar! Dikasi hati malah minta jan..?"

Bugh!

"Aaarrrggh! Siapa yang memukul ku? Keluar kau!" teriak Dika. sambil terus mengedarkan pandangannya ke areal sekitar. Tapi tidak menemukan siapa siapa. Namun tiba tiba...

Plak! plak! plak!

Bugh! bugh! bugh!

Enam kali terdengar bunyi tamparan serta pukulan, dan segera setelah itu enam tubuh bertumbangan. Pelakunya adalah ketua mereka, Dirman.

"Bos, kenapa kau malah memukul kami. Kami tidak bersalah. yang seharusnya kau pukul itu mereka, bukan kami?"

"Diam!"

Bugh!

"Argh!"

Dika terus saja dihajar sampai pingsan. Disusul dengan anak buahnya yang lain. Setelah itu mereka pingsan semua.

Setelah mereka pingsan, Dirman baru tersadar, bahwa pelakunya adalah dirinya sendiri.

"Apa yang aku lakukan. Kenapa aku malah memukul mereka, bukannya Nindya juga Kirana? Eh, tapi di mana mereka. Kenapa mereka sudah tidak ada?" gumamnya.

Lalu memandang ke arah anak buahnya, yang disangkanya hanya berpura pura.

Lalu berkata. "Bangun kalian! jangan pura pura pingsan. Cepat cari mereka dan bawa ke hadapanku sebelum mereka sampai!" teriaknya.

1
azka aldric Pratama
saking bagusnya,gk bisa komen apa2👏👏👏👏
azka aldric Pratama
hadir moga bagus
irawan muhdi
lanjut thor 👍
Lely Riza U
ceritanya sangat menarik👍
Bambang Widono
mantab lanjut Thor👍🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Aditya Jetli: Terima kasih Kak. Baru kali ini buat Novel yang MC nya Perempuan. Dukung terus ya kak. biar tambah semangat
total 1 replies
Aditya Jetli
Tinggalkan jejak setelah membaca ya. walau hanya like saja. Itu sudah jauh lebih baik dari tidak sama sekali. Ditunggu kebaikannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!