Menyandang status duda diusianya yang masih sangat muda adalah hal yang sama sekali tidak pernah terbayangkan oleh Abrisam Xander Rahadian.
Hatinya telah membeku dan tidak berniat ingin mencari pendamping ataupun sosok ibu untuk putranya semenjak ia merasa dikecewakan dan sakit hati oleh mantan istrinya yang begitu tega meninggalkannya terutama putranya yang usianya belum genap satu tahun yang masih sangat membutuhkannya.
Ingin tau lebih lanjut cerita tentang Abrisam Xander??? Ikuti ceritanya yuk!!🙏😊😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 15
"Sam! Baru kali ini aku melihatmu begitu peduli dengan seorang wanita!" Ucap Iqbal berbisik kepada Abrisam.
"Aku hanya membantu Alan sebagai muridnya yang peduli dengan gurunya!" Jawab Abrisam dengan wajah tanpa ekspresinya sambil menyandarkan punggungnya kesandaran sofa dan bersedekap.
"Karena Alan muridnya dan dia gurunya? Kau pikir aku bodoh dan buta? Aku ini sudah sangat mengenalmu! Dan aku bisa melihat bagaimana caramu menatapnya dan caramu bicara dengannya tadi!!" Ucap Iqbal dengan serius sambil menatap Abrisam.
"Terserah bagaimana penilaianmu saja!" Jawab Abrisam dengan datar dan menghela nafasnya.
"Oke! Kalau sampai kamu benar-benar jatuh cinta kepadanya, kamu harus memberiku hadiah!!" Ucap Iqbal dengan menyeringai menatap Abrisam.
"Tidak masalah!" Jawab Abrisam dengan santai.
Setelah Alan menghabiskan semua makanannya, Abrisam menggendongnya dan membawanya kekamar mandi untuk membersihkan sisa kuah dan minyak yang menempel disekitar mulutnya juga mencuci tangannya.
Kemudian Abrisam meminta Iqbal untuk mengantar Alan pulang kerumahnya.
"Kak Ze, aku pulang dulu ya! Kakak Ze cepat sembuh dan sampai jumpa besok!" Ucap Alan dengan tersenyum manis kepada Zefanya kemudian memeluknya sebelum ia pulang.
"Iya Alan sayang, terimakasih banyak! Kamu hati-hati ya!" Ucap Zefanya dengan lembut sambil membalas pelukan Alan.
Abrisam hanya diam memperhatikan Zefanya dengan tatapan yang penuh arti. Dan Iqbal yang berdiri disampingnya menoleh memperhatikan Abrisam yang sedang menatap Zefanya.
Ia menyenggol Abrisam memakai sikunya dan Abrisam menoleh kearahnya.
"Ingat ucapanku tadi!!" Ucap Iqbal dengan menyeringai mengingatkan Abrisam kembali untuk memberinya hadiah.
Abrisam hanya mencebikan bibirnya dan melirik sinis kearah Iqbal. Kemudian Abrisam menggendong Alan, mengantar Alan dan Iqbal sampai keparkiran.
Setelah mereka pergi, Abrisam masuk kembali kedalam rumah sakit dan menuju kamar perawatan VVIP yang ditempati Zefanya.
Zefanya merasa gelisah, ia merasa sangat tidak nyaman dan susah untuk tidur karena ia belum mandi.
Ia ingin mandi namun ia bingung tidak ada baju ganti untuknya.
Saat Abrisam masuk kembali, ia memperhatikan Zefanya seperti sedang memikirkan sesuatu, lalu ia mendekat kearahnya.
"Apa kau sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Abrisam setelah mendekati Zefanya.
"Ah..emm..aku..aku hanya tidak bisa tidur saja!" Jawab Zefanya terbata karena gugup, ia tidak berani mengatakan yang sebenarnya kepada Abrisam.
"Hanya itu?" Tanya Abrisam lagi sambil mengamati gerak-gerik Zefanya.
"Emm..i-iya..eh bukan..emm aku hanya merasa gerah dan tidak bisa tidur, karena..emm mungkin aku belum mandi..hehe!" Jawab Zefanya dengan salah tingkah kepada Abrisam karena malu kemudian ia tertawa untuk menutupi kegugupannya.
"Kalau begitu aku akan memanggil perawat untuk membantumu mandi!" Ucap Abrisam kemudian berbalik ingin melangkah.
"Eh tunggu!!" Seru Zefanya menghentikan langkah Abrisam dan Abrisam berbalik lalu kembali menatap kearahnya.
"Emm..aku bisa melakukannya sendiri, aku hanya merasa bingung saja..emm.." Lanjutnya dengan gugup merasa bingung untuk mengatakannya.
Abrisam mengernyit dan juga merasa bingung dengan tingkah Zefanya.
"Bingung kenapa?" Tanya Abrisam sambil mengernyit menatap Zefanya.
"Aku tidak ada baju untuk ganti!" Jawab Zefanya lirih sambil menundukkan wajahnya karena sangat malu dan menggigit bibirnya kembali.
Abrisam menghela nafasnya kemudian mengalihkan pandanganya kearah lain.
"Kau mandilah saja dulu!" Ucap Abrisam kemudian berbalik dan pergi keluar dari ruang perawatan.
"Hah?? Bagaimana aku harus mandi kalau aku tidak ada baju ganti?? Dia ini bagaimana sih? Hufff!" Gumam Zefanya setelah Abrisam pergi keluar kemudian membuang nafasnya melalui mulutnya.
Zefanya masih duduk diatas ranjang. Ia menyandarkan punggungnya dikepala ranjang dan melamun memikirkan sesuatu entah itu apa.
Setelah hampir satu jam kemudian, Abrisam masuk kembali dengan membawa peaperbag ditangannya dan melangkah pelan kearah Zefanya sambil memperhatikanya yang diam tampak sedang melamun.
Abrisam meletakkan peaperbag yang ia bawa keatas meja yang ada disamping tempat tidur Zefanya.
Zefanya masih terdiam dan melamun hingga ia tidak menyadari kedatangan Abrisam yang sudah duduk dikursi samping tempat tidurnya dan terus memandanginya.
Saat Zefanya tersadar dari lamunannya sendiri ia menoleh dan terkejut melihat sosok tampan yang sedang duduk dikursi menatapnya.
"Hah! Kamu sejak kapan duduk disitu?" Tanya Zefanya dengan ekspresi terkejut kepada Abrisam.
"Sepuluh menit yang lalu!" Jawab Abrisam datar masih dengan menatap Zefanya.
"Oh! Kenapa aku sampai tidak melihat kamu datang?" Tanya Zefanya pelan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menyengir salah tingkah.
"Karena kau terlalu sibuk melamun!" Jawab Abrisam kemudian bangkit dari tempat duduknya dan meraih peaperbag yang tadi ia letakkan diatas meja.
"Ini untukmu dan mandilah!" Ucapnya lagi sambil menyodorkan peaperbag kepada Zefanya.
"Apa ini?" Tanya Zefanya sambil menerima peaperbag dari tangan Abrisam.
"Pakaian untukmu!" Jawab Abrisam kemudian ia berbalik dan menuju sofa lalu duduk disana.
Apa?? Dia membawakan pakaian untukku?? Ya Tuhan, kenapa dia baik sekali sih? Aku semakin terpesona dengannya! Oh tidak tidak..aku tidak bisa seperti ini! Tidak!!
Gumam Zefanya dalam hati kemudian menggelengkan kepalanya dengan cepat seolah mengusir Abrisam dari pikirannya.
Ya Tuhan!! Ada dalamannya juga?? Dan dari mana dia tau ukuranku??
Gumamnya kembali dalam hati dengan melotot menatap isi dalam peaperbag yang diberikan oleh Abrisam.
Abrisam sedang fokus dengan ponselnya. Ia sedang membaca dan membalas email yang telah dikirimkan oleh sekretarisnya.
Zefanya kemudian beranjak turun dari tempat tidurnya dan meraih botol infus yang menggantung di tiang kecil samping tempat tidurnya.
Ia berjalan menuju kamar mandi dengan membawa infus dan peaperbag yang tadi diberikan Abrisam untuknya.
Abrisam menoleh dan memperhatikan Zefanya masuk kedalam kamar mandi lalu ia meletakkan ponselnya diatas meja dan membaringkan tubuhnya disofa, memejamkan matanya.
...***************...
Di apartemen tempat tinggal Clara. .
Clara baru saja sampai di basement parkiran apartemennya. Pikirannya terus tertuju kepada atasannya yang tak lain dan tak bukan yaitu Abrisam Xander. Hatinya juga terus bertanya-tanya.
Sebenarnya siapa wanita yang sedang dekat dengan Pak Sam?
Gumam Clara dalam hati sambil masuk kedalam lift menuju lantai sembilan dimana unit apartemennya berada.
Ia merasa sangat gelisah, karena selama ia bekerja sebagai sekretaris Abrisam dan orang yang paling dekat dengannya diperusahaan hanya dirinya. Dan ia juga tidak pernah melihat Abrisam dekat dengan seorang wanita.
'Drrrt! Drrrr! Drrrt! Klinong!' (kira-kira seperti itu suara dering ponsel milik Clara)
Sambil masuk kedalam apartemennya, Clara menerima panggilan telepon dari seseorang.
"Ya ada apa honey?" Tanya Clara setelah menerima panggilan telepon dari seseorang diseberang sana.
"Kau dari mana saja?? Aku tadi ke apartemenmu tapi kau tidak ada!!" Ucap seseorang yang menelepon Clara dengan suara terdengar sangat marah.
"Rey, i'm sorry, aku tadi ada urusan pekerjaan dan aku baru saja kembali! Sekarang kau kembalilah kesini, aku menunggumu!" Jawab Clara dengan sangat lembut dan manja kepada seseorang yang meneleponnya yang bernama Reyhan.
"Oke, tunggu aku dan aku akan memberikan hukuman kepadamu!" Ucap Reyhan dengan menggoda Clara kemudian memutuskan sambungan teleponnya.
"Sepertinya aku harus mandi sebelum Rey datang!" Gumam Clara dengan tersenyum manis kemudian segera beranjak menuju kamarnya.
...***************...
...Hallo Readers!!...
...😍😍😍😍😍...
...Tetap ikuti kisahnya ya!!...
...😍😍😍😍😍...
...Terimakasih banyak atas dukungan yang kalian berikan, dukungan kalian adalah semangat untuk Author!!...
...🙏🙏🙏🙏🙏😍😍😍😍😍...
Demi apa, sesusah itu nyari novel yang seru. Btw, mau sekalian rekomendasiin novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib search pakek tanda kurung.
Bagus banget novelnya, tapi ya gitu minim pembaca😈