NovelToon NovelToon
Sweet Blood

Sweet Blood

Status: tamat
Genre:CEO / Vampir / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kim.nana

Bella melamar pekerjaan jadi sekretaris, namun diterima sebagai istri kontrak.

"Mau tidak?" tanya Edward.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 - Sudah Biasa

Pagi ini benar-benar terasa berat bagi Bella. Edward adalah cobaan paling berat dalam hidupnya.

Setelah pria itu menguasai tubuhnya, setelah memberikan rasa yang paling memabukkan di dalam hidupnya, tapi Edward benar-benar tidak melakukan apapun selain ciuman dan sentuhan hangat.

Sementara hasrat didalam dirinya sudah menginginkan lebih dari itu.

Bella benar-benar tersiksa, jika pikirannya sudah tidak waras, jelas dia yang akan meminta lebih dulu.

Dapatkan aku Ed, miliki aku, tusuk aku!! Argh!! Bella benar-benar nyaris gila.

Jam 7 pagi akhirnya dia keluar dari dalam kamar yang mencekam itu.

Kembali memfokuskan pikirannya untuk mengingat sang Mama saja, karena jika memikirkan suaminya yang ada dia bisa benar-benar gila.

"Hei, kenapa jalanmu buru-buru sekali?" tanya Edward, dia bahkan sampai harus menahan tangan Bella agar tidak berjalan menjauhi dia.

Bella sedikit menunjukkan wajah yang kesal.

Apa dia lupa bahwa aku ini wanita dewasa? kesal Bella, Tapi tentu saja semua kekesalannya itu hanya mampu dia ucapkan di dalam hati.

Sementara Edward malah mengulum senyum, sumpah, dia gemas sekali dengan Bella, karena hanya Bella yang tak bisa dia baca pikirannya, membuat Edward bingung sendiri tiap kali menghadapi gadis tersebut.

Mereka berdua akhirnya turun menuju meja makan dengan tangan saling menggenggam.

Kedatangan Bella dan Edward sontak menjadi pusat perhatian.

Deg! Bella Langsung berdenyut jantungnya saat melihat tatapan Andrew yang baginya tak biasa.

Mulutnya seperti mendesis mengisyaratkan sesuatu yang entah apa.

"Andrew, cuci tangan mu lebih dulu sayang," ucap mommy Lilyana, mengalihkan perhatian sang anak bungsu dari darrah Bella yang begitu manis, semakin dekat aroma itu jadi semakin kuat.

Sungguh, Andrew ingin sekali mengigitnya.

Sementara Lucas hanya tersenyum penuh minat, namun takut pada sang istri untuk mengatakan bahwa darrah Bella begitu manis.

"Bella sayang, duduk lah di kursi mu, kita sarapan bersama," ucap mommy Lilyana lagi, setelah memberi perintah pada Andrew, dia langsung bicara seperti itu pada sang menantu.

Dengan kecanggungan yang luar biasa, akhirnya Bella duduk di sana, di samping Edward.

Hidangan di atas meja nampak begitu menggoda, namun selera makan Bella tak banyak, dia masih terus memikirkan ibunya.

"Ed, kalau mamanya Bella sudah boleh pulang, ajak saja dia tinggal disini," ucap mommy Lilyana setelah mereka semua selesai sarapan.

Lagi-lagi Bella dibuat tercengang, dia belum bicara sepatah katapun tentang hidupnya tapi semua orang seolah telah mengetahui semuanya.

"Iya Mom, sebelum ke kantor kami akan pergi lebih dulu ke rumah sakit," jawab Edward.

Serine mencubit lengan sang suami, saat Lucas terus menatap Bella dengan intens. Jika hasratnya diikuti, bisa saja dia hilang kendali dan memangsa Bella.

Awh! keluh Lucas atas cubitan itu, tapi keluhannya tidak mengeluarkan suara. Menoleh dan melihat sang istri yang mendelik.

Lucas tersenyum, dan mecium bibir Istrinya itu sekilas.

Pemandangan biasa bagi semua orang, tapi tida bagi Bella.

Astaga, bagaimana bisa mereka berciuman di meja makan seperti ini. Batin Bella, sumpah, dia masih saja merasa canggung.

Dan yang paling membuatnya tak nyaman adalah tatapan Andrew.

"Kami pergi dulu Mom, Dad," pamit Edward.

Daddy Gilbert dan mommy Lilyana pun mengangguk.

Leo sudah menunggu mereka berdua di luar.

Dan di luar sana akhirnya Bella bisa menghembuskan nafasnya lega.

Nafas yang cukup kuat sampai Edward menyadarinya.

"Kenapa? lega bisa keluar dari rumah?" tanya Edward dengan bibir tersenyum miring.

"Bu-bukan seperti itu."

"Lalu?"

"Tidak ada apa-apa."

"Apa yang membuat mu gugup?"

Bella terdiam.

"Tatapan Andrew?"

Bella masih diam, tak enak hati membicarakan keluarga Edward.

"Ciuman kak Serine dan kak Lucas?"

"Bukan!" balas Bella dengan menggebu, tapi kedua pipinya merah merona, seperti menjawab iya melalui kode.

"Ciuman seperti itu sudah biasa, bahkan mommy Lilyana dan Daddy Gilbert sering melakukannya, seperti ini," terang Edward, dia pun mencium bibir Bella sebagai contoh.

Di samping mobil itu, keduanya malah jadi saling menyesap, seolah tak mengaggap Leo ada di sana.

Astaga. Batin Leo.

1
Iryani levana khrisna Khrisna
terimakasih Thor tetap semangat dalam berkarya
Iryani levana khrisna Khrisna
sabar Leo sabar 🤣🤣
Sulastri Astri
okay/Smile/
Sulastri Astri
/Smile/
Sen Endang
asyik buat bacaan
Muji Erawati
Luar biasa
Anny
Buruk
Anny
Kecewa
Fida
Luar biasa
Adila Ahmad
bgus
raya
Luar biasa
SAL💞🇲🇾
menarik 👍🏼
MyPooh
Luar biasa
Helpy Arifien
twilight saga
Omha Achun
Luar biasa
Miss Typo
happy ending 👏👍
Miss Typo
kekuatan dari bayinya yg membuat Bella cepat sembuh dan pulih
Miss Typo
alamat melayang nyawa Liona
Miss Typo
Luona cari masalah
Miss Typo
apa Bella gak prnh berfikir kalau suaminya itu vampir? wajah Edward pucat badan dingin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!