NovelToon NovelToon
Polaris

Polaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Alana Kanaya

Arunika Gantari, seorang perempuan ceria yang tiba-tiba saja menghilang selama 4 tahun.

Asoka Danubrata, putra bungsu pemilik perusahaan yang menyembunyikan identitasnya sebagai putra pemilik perusahaan dan bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan miliknya sendiri.

4 tahun Asoka menunggu kepulangan Arunika, menepati janjinya untuk memantaskan diri. Namun ketika gadis itu kembali, sosoknya berubah. Tak ada lagi Arunika yang ceria, yang ada hanya Arunika yang tertutup.

Apa yang menjadi rahasia kepergian Arunika 4 tahun lalu? Akan kah Asoka berhasil mengembalikan kecerian perempuan yang dia cintai? Atau kan posisi Arunika sudah digantikan oleh perempuan lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Loneliness

“Di sini rupanya!” Bentari menghela napas lega ketika mendapati Arunika dan Oka di balkon.

“Kakak mencarimu dari tadi. Sebentar lagi sesi foto keluarga, kamu harus …” Bentari menghentikan ucapannya setelah melihat wajah sembab Arunika dari dekat. “Hmm … sepertinya kamu perlu touch up,” lanjut Bentari sambil mengalihkan padangannya ke arah Oka dengan sorot mata tajam, yang dibalas adiknya itu hanya dengan mengangkat alis tak berdosa.

“Ayo, kita betulkan dulu make up nya. Jasnya …”

“Pakai saja, bajunya kurang bahan.”

Oka memotong ucapan Bentari, membuat Arunika tertunduk dengan pipi memerah berbeda dengan Bentari yang memutar bola matanya kemudian mengambil jas yang menutupi bahu putih mutus Arunika.

“Ini namanya mode! Style!” ujar Bentari sambil menyerahkan jas kepada Oka yang terlihat tak suka melihat bahu Arunika terbuka seperti itu. “Pakai jasnya, kemejamu kotor.”

Oka menunduk menatap kemeja putihnya dimana terlihat sedikit noda bedak yang kini menempel di sana.

“Tutupin itu kalau kamu tidak ingin teteh dan yang lainnya mengintrogasimu sekarang,” lanjut Bentari sambil berbisik yang langsung dituruti Oka.

“Jangan cerita-cerita dulu walau teteh maksa, tunggu kakak selesai kerja baru cerita. Kakak tidak boleh tertinggal gossip ini!” Bentari kembali berbisik sambil pura-pura merapihkan jas sang adik.

“Cerita apa sih?”

“Cerita bagaimana muka Arunika bisa sembab seperti sekarang, dan kemeja kamu kotor oleh noda bedak. Kamu harus bersiap-siap dengan introgasi malam ini, Dek.” Bentari menepuk bahu Oka dengan sorot mata jahil sebelum berbalik untuk menggandeng Arunika kembali ke dalam ballroom.

Oka berdiri menatap kepergian Bentari dan Arunika, menghela napas panjang sebelum masuk ke dalam ballroom dengan hingar bingar khas pesta pernikahan. Pertemuannya dengan Arunika setelah 4 tahun benar-benar di luar ekspektasinya. Oka tak mengira kalau dia akan luluh dengan cepat seperti tadi. Oka sadar dia tidak akan bisa membenci Arunika, kecewa mungkin iya, tapi membencinya itu akan sangat sulit. Dan kejadian tadi telah membuktikannya.

“Bagaimana? Sudah bertemu?”

“Bertemu siapa?” Oka pura-pura tak mengerti dengan pertanyaan Kirana yang langsung bertanya setibanya Oka di meja mereka.

“Pakai pura-pura segala, tadi ngapain saja berdua di balkon?” ujar Kirana dengan senyum isengnya.

“Main bekel,” jawab Oka asal membuat Kirana berdecak kesal. “Sudah pada makan? Lapar nih!” Oka menatap ke arah deretan meja yang menghidangkan berbagai macam makanan, dari mulai makanan pembuka, makanan utama, sampai makanan penutup, juga aneka minuman.

“Kita sudah makan. Ayo, teteh temani ambil makan.”

“Tidak, terimakasih, aku bisa sendiri.” Oka dengan cepat berdiri meninggalkan Kirana yang berdecih kesal karena rencananya untuk mengorek cerita Oka sudah bisa dibaca sang adik.

Oka berjalan menuju meja desert untuk mencari puding, makanan kesukaannya.

“Katanya mau makan.”

Salwa telah berdiri di sampingnya sambil tersenyum yang dibalas Oka sambil mengambil panna cotta yang terlihat menggiurkan.

“Masih antri, nanti saja.”

Terdengar MC memanggil keluarga dari pengantin laki-laki naik ke atas pelaminan untuk berfoto bersama kedua mempelai. Sambil menyuap panna cotta Oka menatap ke arah pelaminan, terlihat Arunika berjalan kemudian berdiri disamping Atharya, saat itulah mata mereka kembali bertemu sesaat sebelum photographer meminta semua menatap ke arah kamera.

“Mas Oka ingat tidak orang yang waktu itu menolongku dengan meminjamkan jaketnya?”

Oka mengalihkan pandangannya dari arah pelaminan ke arah Salwa, dia terlihat berpikir sesaat kemudian mengangguk.

“Tadi aku bertemu dengannya.”

“Di sini?”

“Iya, dia …” Salwa menyisir ruangan sebelum akhirnya menunjuk sebuah meja. “Itu dia, yang memakai jas hitam kemeja biru dongker.”

Oka melihat ke arah meja diisi oleh beberapa pria yang sedang tertawa sambil menikmati makanan.

“Namanya mas Samudera, yang sebelahnya yang mirip mas Samudera itu saudaranya. Namanya mas Satria.”

“Kamu mengenal mereka?”

Salwa mengangguk. “Tadi aku menyapa mas Samudera, dan mas Samudera mengenalkanku sama saudaranya.”

“Ada yang sudah dikenalin sama saudaranya segala nih, berarti tinggal nunggu dikenalin sama orangtuanya.”

Salwa terbelalak dengan mulut terbuka, sebelum akhirnya dia tertawa.

“Apaan sih, Mas! Enggak, orang baru ketemu juga beberapa kali.”

“Oooh, jadi sudah bertemu berapa kali? Sudah sejauh apa hubungannya?”

“Iiih, Mas Oka!” Salwa memukul lengan Oka yang terkekeh dan semakin menggoda Salwa yang pipinya sudah memerah.

Tanpa Oka sadari seseorang memerhatikan interaksi mereka dari atas pelaminan dengan hati terasa diremas. Arunika telah menduga hal ini, 4 tahun kepergiannya mana mungkin Oka masih sendiri. Memiliki pekerjaan yang mapan, dari keluarga baik-baik, ditambah paras rupawan tentu saja akan memiliki nilai lebih di mata para perempuan, termasuk perempuan cantik dengan pipi memerah dan senyum menawan yang sedang bersama Oka.

Tidak. Arunika tidak boleh cemburu! Kondisinya sekarang telah berbeda, bukan 4 tahun lalu dimana dia akan dengan terang-terangan menunjukan rasa sukanya, menunjukan kepemilikannya terhadap seorang Asoka Danubrata hingga tak akan ada perempuan lain yang berani mendekatinya lagi.

Namun sekarang berbeda, Arunika merasa tak pantas untuk bersanding dengan putra bungsu Andi Santoso, selain karena kesalahan yang telah diperbuat ayahnya, latar belakang kelahirannya lah yang menjadi alasan utama Arunika merasa dirinya tak pantas bersanding dengan Oka.

Melihat perempuan yang kini berdiri di samping Oka, Arunika merasa kecil, semakin merasa tak pantas bila dibandingkan dengan perempuan berhijab itu. Cantik, solehah, dan sepertinya seluruh keluarga Oka sudah mengenalnya dengan sangat baik. Terlihat bagaimana dia merasa nyaman duduk bersama keluarga besar Oka, bahkan bu Mega pun terlihat begitu menyayanginya.

Setelah acara foto keluarga Arunika langsung ke luar dari ballroom mencari tempat untuknya bersembunyi, selain karena tak ingin melihat Oka bersama dengan perempuan lain, dia pun merasa asing juga kesepian di antara meriahnya pesta.

Apa dia berhak berada di sana?

Arunika memang putri Sigit Suwarno, tapi bukankah dia hanyalah hasil dari sebuah hubungan terlarang? Hasil dari sebuah dosa besar. Jadi apa dia masih berhak menikmati kesenangan keluarga besarnya?

Arunika menghela napas berat, kepalanya menengadah menatap gelapnya langit malam. Saat ini dia berada di taman bawah menikmati kesendiriannya, menyesali kepulangannya kembali ke tanah air karena sepertinya tak ada yang menunggunya, bahkan Polaris kini sudah menjadi petunjuk arah untuk perempuan lain.

Ya, itu adalah hukuman yang harus dia terima. Ditinggalkan dan kesepian.

***

Oka belum pernah semarah ini. Sepulang dari pesta pernikahan Atharya, Oka tak berbicara sedikitpun bahkan sesampainya di rumah Oka langsung masuk kamar. Bagaimana Oka tidak kesal ketika dia harus kembali kehilangan jejak Arunika. Dia hanya mengalihkan perhatiannya sebentar dan gadis itu kembali menghilang, dan lebih sialnya lagi Oka lupa meminta nomer teleponnya yang baru, tak mungkin juga Oka naik ke atas pelaminan bertanya kepada Atharya berapa nomor telepon Arunika, bukan?

Oka hanya berharap Arunika menghubunginya untuk memberi kabar keberadaannya, namun sampai keesokan harinya Oka tak mendapatkan satupun pesan dari gadis itu.

Hari senin seperti biasa Oka kembali ke dalam rutinitas kerjanya. masih kesal dengan Arunika yang kembali menghilang, kemacetan Ibu Kota yang sepertinya semakin parah menambah kekesalannya. Oka baru saja masuk ke area operasional ketika tiba-tiba dia ditarik oleh Angga ke dalam pantry dimana Hendra, Kemal, dan Doni telah duduk manis dengan secangkir buatan Deden yang langsung sigap membuatkan Oka kopi juga.

“Gue … sepertinya sudah bertemu jodoh gue,” ucap Angga dengan wajah serius.

“Mbak-mbak mini market mana lagi sekarang yang nyapa lo selamat pagi?” tanya Oka tanpa basa-basi sambil duduk di meja pantry.

“Hahaha.”

Mereka semua tahu bagaimana gilanya Angga yang sering sengaja mampir ke mini market lantai 1 hanya untuk mendapat ucapan selamat pagi dari mbak-mbak pegawai mini market.

“Gue serius, dan kali ini bukan mbak-mbak mini market, tapi karyawan lantai 14.” Angga terlihat semangat ketika kembali bercerita. “Asli! Cantiiiik banget, gue pikir dia bidadari yang lagi menyamar jadi karyawan di lantai 14.”

“Jiaaah hahaha.”

“Lo yakin itu bidadari bukan mumu peri?”

“Hahaha.”

“Ckkk! Kalian tidak percaya? Nanti istirahat kita buktikan, tapi ingat dia bidadari gue!”

“Iya-iya, ambil tuh mumu peri!” ujar Kemal sambil tertawa.

“Lo pasti menyesal memanggilnya mumu peri setelah melihat aslinya.”

Kemal dan yang lainnya hanya tertawa mendengarkan Angga layaknya ABG baru pertama melihat perempuan cantik.

Jam istirahat seperti yang sudah dijanjikan mereka berempat minus Dodi yang lagi tugas lapangan sudah berada di food court, duduk di kursi paling pojok hingga bisa melihat orang-orang yang ke luar masuk area foodcourt.

“Mana? Ada tidak?” tanya Kemal yang di hadapannya kini sudah terdapat semangkuk soto Surabaya.

“Sebentar, pasti dia datang.” Kepala Angga celingak-celinguk mencari seseorang, tapi sayang yang ditunggunya tak kunjung datang bahkan sampai makanan mereka tinggal setengah.

“Sudahlah, Ga, mungkin dia makan siang di Kahyangan.”

“Atau dia sedang makan siang sama Jaka Tarub.”

“Hahaha.”

Angga berdecak sambil menggaruk kepala menyadari kemungkinan bidadarinya sudah memiliki seorang kekasih, tapi tiba-tiba matanya terlihat berbinar ketika melihat beberapa orang memasuki area foodcourt.

“Itu-itu-itu!” pekik Angga dengan heboh membuat Oka, Kemal, dan Hendra mengalihkan pandangannya ke arah pintu masuk.

“Itu …” Kemal mengerutkan alisnya, menajamkan penglihatannya.

“Itu yang rambutnya lurus terurai. Gila, cakep banget kan!”

“Iya, cakep, Ga.” Hendra mengakui kalau perempuan yang ditunjuk oleh Angga memang sangat cantik.

“Kalian percayakan sekarang? Lihat dong, dia benar-benar seperti bidadari yang baru turun dari Kahyangan khusus untuk menemui aa Angga seorang. Neng … Aa di sini, Neng!”

“Hahaha, sana kalau berani! Jangan cuma bisik-bisik di sini doang,” ujar Hendra sambil melempar Angga dengan sedotan.

“Dia …”

Kemal seketika menatap Oka yang juga tengah memerhatikan gadis berkulit putih dengan rambut hitam terutai. Wajah Oka terlihat biasa saja, namun Kemal tahu sesuatu telah terjadi ketika melihat sorot mata Oka berubah tajam.

Ah, di sini rupanya. Bagus!

*****

1
Nina Mariana
Ga afdol rasanya kalau ga nengokin Abang Oka, setelah kmrn udh nengok Kirana & Bi😍
Reread lagi nih mbak Kanaya di bln Juni 2026, sambil berharap Novel br dari Mbak Kanaya🥰🙏
Yanti Yanti
sekejam apapun ibu, tetap lha seorang ibu, yg akan melakukan apapun buat anak nya... 👍👍👍
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
gak ada bosennya cerita ku ulang berkali kali ❤️❤️❤️❤️❤️
siska nirmala
seperti biasa, kk alana tidak pernah gagal membuat alur cerita yang menarik
Lia Kiftia Usman
selangkah...yg mendebarkan...ketemu kan kan....
Lia Kiftia Usman
kangen oka arunika...baca lagi yg kesekian ..
Sri Wulandari
bu mega sangat luar biasa bisa menenangkan & membujuk ara dg mudah hingga kepercayaan dirinya mulai kembali lagi walaupun blm sepenuhnya
Sri Wulandari
segera cerita sm abang ara sebelum badai dtng menghantam klrg sigit Suwarno karna masa lalu itu telah dtng yaitu ibu kandung mu😔
Sri Wulandari
arunika pasti paham klu abang oka g suka identitasnya d ketahui smua orang jd dia lebih memilih identitasnya yg d ketahui orang lain karna arunika lebih memilih pasang badan utk melindungi privasi abang oka
Sri Wulandari
saling membuka diri itu lebih baik daripada memendam dlm hati yg akan terus berikan luka...
terkadang ego harus d turunkan demi suksesnya sebuah hubungan agar kesalah pahaman yg selama ini terjadi bs terurai sedikit demi sedikit
Sri Wulandari
akhirnya arunika kembali k mode aslinya yg sllu membuat oka merindukannya😂😂😂
lala
pokoknya nih novel kereeen banget, wajib kalian bacaaaa
bunga citra
dar der dor
bunga citra
et daaah
Ria Mersi Akmal
lagu kesukaan aku di up disini, ah senangnya 🤭
Adeeva Haboo
abaaaaang aku rinduuuuuuuuu
ida nurhalimah
karya yg luar biasa bagus ada banyak pelajaran yg d dapat
ummi_Շɧ𝐞𝐞ՐՏ🍻muneey☪️
wkwkwk nggak bilang2..cuman bikin pengumuman aja kok 🤣🤣🤣
Indah Ekawati
huhuhuu...namgis bacanya thor....keren bgt...ini mah keren bgt dijadikan film .../Drool/
Lusyana_njus⋆⃝🌈
balike lagi kesini setelah kmrn singgah di Kirana - Caraka, Bi - Abi skrg bareng Abang Oka - Ara.
btw makasih teh Al krna kisah Abang ini anak ke 3 ku kukasih nama Arunika 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!