NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Gadis itu membuang sisa makanannya ke tempat sampah lalu mencuci piringnya. Sebenarnya ia belum makan, tetapi karna banyak pikiran ia tidak berselera dan rasany kenyang.

“Sarah ke kamar dulu Bu, mau langsung tidur,” pamit gadis itu melewati ibunya yang masih duduk di meja makan.

“Iya, istirahat saja, Ibu masih harus beres- beres di rumah Bu Alice,” jawab Bu Maryam seperti biasa memastikan semua pekerjaan nya beres dan bersih sebelum di tinggal tidur.

Keesokan paginya, Sarah kembali merasa mual. Sampai-sampai di kamar mandi membuat geger Bu Maryam yang mendengar.

“Sa, kamu kenapa? Masuk angin?” Seru Bu Maryam menggedor pintu kamar mandi.

“Iya Bu, nggak pa-pa, ini setelah gosok gigi Sarah eneg. Nggak pa-pa kok Buk,” sahut Sarah berusaha tenang.

“Kalau masih sakit tidak usah ke kampus istirahat saja satu dua hari,” saran Bu Maryam.

“Sudah enakan kok Bu, Sarah berangkat dulu ya,” pamit gadis itu berjalan tertata meninggalkan rumah.

Setelah hampir dua minggu tak bersua, untuk pertama kali keduanya kembali bertatap muka.

Lingga dengan mobil mewahnya keluar dari halaman rumahnya. Sarah pun hanya menatap sekilas, lalu pergi begitu saja. Tak ingin berlama-lama terlebih ojol di depan rumahnya sudah menunggu.

Sampai di kampus ia langsung ke kelas mengikuti makul pertama.

“Ya ampun…. tumben telat, gue kira lo nggak masuk,” ucap Maya melihat Sarah masuk urutan terkahir. Bahkan hampir menyamai dosen.

“Masuklah, anak rajin,” sahut Sarah tersenyum lalu mengeluarkan buku catatan.

Jam pertama di lalui tanpa banyak drama.

“Sa, kantin yuk,lapar,” ajak Maya berantusias.

“Ayo, aku juga lapar,” jawab Sarah mengiyakan. Merek menuju kantin fakultas yang letaknya tak jauh dari maskam.

“Mau pesan apa?” tanya Maya

“Bakso saja May,kayakny enak,” Sarah mendadak pengen pentol kuah.

“Wokeh, gue pesenin baksonya lo pesen minumanya. Gue jus jeruk,” ujar Maya yang diiyakan Sarah.

Keduany kembali ke meja setelah memesan menu. Sambil menunggu dibuatkan.

“Asyik … kayaknya enak nih,” ucap maya sambil menambah kecap, saos dan sambal.

Sarah pun melakukan hal yang sama. Lekas menyantap setelah menggumamkan bismillah. Namun, baru menyuap kenapa rasanya langsung tak bersahabat dengan lidahnya. Adakah pusing kemarin menghilang rasa pasa lidahnya.

Kenapa Sa,kok nggak dimakan?” tanya Maya mendapati sahabatnya tidak berselera.

“Ini mau makan,” jawab Sarah merasa aneh dengan perubahan tubuhnya. Sedikit memaksa menyuap melihat Maya yang begitu bersemangat. Namun, malah Sarah merasa mual.

“Aku ke toilet bentar May,” pamit gadis itu berjalN cepat menuju kamar mandi masjid kampus. Toilet terdekat dengan kantin.

Tidak fokus pada jalanan sembari menutup mulutnya membuat Sarah menabrak seseorang.

“Maaf,maaf,nggak sengaja,” ucap Sarah tanpa melihat orangnya dengan jelas.

“Jalan tuh pakai ma—,” Lingga terdiam, tak melanjutkan perkataannya lagi. Ia memperhatikan Sarah yang meleset cepat melewatinya tanpa menoleh sedikitpun.

“Dia kenapa?” batin Lingga mendadak kepikiran. Padahal dia minggu ini cukup damai tidak melihat batang hidungnya. Sebulan telah berlalu dan ia mulai merasa tenang. Namun, melihatnya menabrak dirinya sambil berjalan ke toilet membuat Lingga bertanya-tanya.

“Kenap jadi mikirin dia sih,” guman Lingga lalu beranjak.

Sementara Sarah benar-benar muntah di kamar mandi kampus. Kali ini bukan hanya eneg tapi beneran muntah. Makanan yang baru saja di telan keluar semua. Sampai ia terasa lemas dan kliyengn. Selalu tidak nyaman begini.

“Ya Rabb, aku kenapa ya,” batin Sarah kembali kepikiran dengn tubuhnya. Untuk memastikan, gadis itu akan membeli tespack nanti setelah pulang kuliah.

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!