NovelToon NovelToon
Kecewa Yang Tidak Bertepi

Kecewa Yang Tidak Bertepi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:463
Nilai: 5
Nama Author:

Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia

Bab 15

Setelah Nita dan Tina keluar dari ruangan Alice, mereka melihat Maria sudah berdiri di samping kusen pintu. Melihat Maria berdiri di sana, membuat Nita dan Tina menghampiri Maria.

“Kenapa kalian melakukan ini?” Tanya Maria

“Maaf.” Ucap Nita sambil menundukkan kepalanya

“Kalian tahu kenapa Alice memasukan kalian ke bagian Reservasi?” Tanya Maria

Mereka menggelengkan kepalanya.

“Karena di mata Alice kalian punya skill itu, memang kalian bukan dari jurusan hospitality.. tapi Alice percaya kalian bisa dan selama ini terbukti kan kerjaan kalian selalu memuaskan dan selalu mendapatkan bonus dari Alice.” Ucap Maria sambil tersenyum

Mendengar apa yang di katkana Maria membuat Nita mendongakkan kepalanya ke arah Maria, Maria yang di tatap Nita dengan ekspresi terkejut hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum.

“Tiap bulan kalian selalu mendapatkan dua amplop kan? Walaupun yang satunya tidak sebanyak gaji kalian, tapi lumayan kan untuk tambahan dari gaji kalian?” Tanya Maria.

“Iya kamu benar Maria.” Jawab Nita dengan matanya yang berkaca - kaca sedangkan Tina hanya bisa membisu karena merasa bersalah tapi dia juga menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Maria.

“Tidak semua karyawan menerima bonus, tapi aku percaya kalian pasti sering mendapatkan bonus itu. Makanya tiap kali gajian, tiap karyawan sendiri - sendiri masuknya dan itu menjadi privasi karyawan itu sendiri.” Ucap Maria.

“Kalian juga tahu bagaimana kelakuan Natalie ke Alice.. dan kalian juga sudah melihat bukti - bukti yang di beberkan di persidangan. Itu semua valid tidak ada yang kami rekayasa, dan harusnya kalian juga tahu perlakuan Alice ke kalian seperti yang di ceritakan oleh Natalie apa tidak. Kesel boleh tapi jangan jadi bego ya.” Ucap Maria lagi sambil menepuk pundak Nita lalu tersenyum..

“Alice sangat kecewa dengan apa yang kalian lakukan, dia sangat percaya dengan kinerja kalian. Tapi sekarang…” ucap Maria sambil menghela napas panjang. “Dan maaf gaji kalian saya potong setengah, itu akan jadi konsekuensi dari kesalahan kalian yang sudah di selesaikan oleh Alice. Tapi tenang bonus kalian tetap ada.” Ucap Maria lagi lalu ia beranjak dari tempat mereka berdiri

Nita dan Tina juga beranjak dari tempat mereka berdiri, lalu bersiap untuk pulang ke rumah mereka. Ketika di ruang loker mereka bertemu dengan Icha.

“Jangan di ulangi ya adik - adiknya, sayang banget kalau sampai kalian buat kesalahan lagi. Alice tidak pernah salah menilai orang. Pulang dan istirahat lah.” Ucap Icha sambil menepuk lembut pundak Nita dan Tina. Icha pun keluar dari loker, menuju ruangan Alice, karena ia tahu pasti Alice merasa kecewa dengan hal ini.

Mereka hanya menganggukkan kepalanya, lalu membereskan barang - barang mereka..

‘Besok aku akan mengatakan semuanya dan meminta maaf ke Alice.’ Ucap Tina di dalam hati.

‘Maria benar, aku tidak patut kesal dengan Alice.. karena semua yang terjadi atas kesalahan Natalie sendiri, aku akan meminta maaf kepada Alice besok.’ Ucap Nita di dalam hati.

................

Alice baru saja sampai di rumahnya, ia merasakan lelah tapi ketika ingin istirahat tidak bisa. Karena ia merasa kepalanya sangat berisik.. seperti tidak membiarkan dia beristirahat sejenak. Akhirnya ia memutuskan keluar dari kamarnya, ia ingin ke ruangan hobinya. Ia ingin meronce dan membuat sesuatu agar suara ribut yang terdengar dari kepalanya bisa berhenti.

Di rumahnya Alice membuat 1 ruangan yang isinya untuk hobinya, ia suka membuat kerajinan tangan dengan manik. Dia juga suka memasak, ia mengisi rumah dengan apa yang dulu sempat di larang oleh mama Rosaline. Setelah selesai 2 phone strap Alicenya akhirnya merasa lebih baik dan mengantuk..

Setelah bangun, ia merasa tenang dan memutuskan hari ini ia tidak ke Restoran, karena sehabis makan siang ia akan ke Mall untuk membeli keperluan untuk anak usia 8 tahun sesuai dengan requestan dari pihak pak Lucas. Ia bersiap untuk pergi ke kantor papanya, ia berusaha untuk tidak memikirkan hal yang membuatnya merasa kecewa.

Sesuai yang ia rencanakan, setelah makan siang Alice ke Mall di temani Monica asistennya yang di kantor papanya. Alice sangat bersemangat memilih barang untuk anak - anak, ia juga membeli beberapa buku untuk di ruang bermain yang ada di Restoran.

Alice membeli tas sekolah yang tidak terlalu polos ada gambar salah satu truck dan memasukan beberapa buku cerita, buku gambar dan pensil warna. Ntah kenapa ia kembali memilih tas dengan warna pastel lembut, beberapa buku cerita, buku gambar dan pensil warnanya juga ia pilih lagi.

Monica sampai terheran melihat Alice sampai memilih tas sekolah sampai 2 tapi ia tidak terlalu banyak berkomentar. Karena ia tahu jika insting Alice sudah bekerja maka kemungkinan memang akan ada 2 anak besok.

Alice juga membeli tenda kemah untuk anak - anak, lalu membeli bantal dan selimut untuk anak - anak. Monica sangat senang melihat antusias Alice untuk menyiapkan requestan dari pihak Lucas. Monica mengambil ponselnya dan mengambil fotondan video ketika Alice sedang heboh memilih, lalu ia mengirimkannya ke Kelvin. Belum ada tanggapan dari Kelvin, Monica menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya. Lalu ia menghampiri Alice yang sedang memilih.

“Sudah dapat semua, lice?” Tanya Monica sambil mengelus rambut Alice.

Mendengar suara dan elusan dari Monica membuat Alice menatap ke arah Monica dengan tersenyum. Sebelum Alice mebgeluarkan suaranya,

“Mbak senang melihat kamu senang seperti ini. Happy terus ya, lakukan apa pun yang bisa buat kamu happy. Tapi jangan yang nakal - nakal ya, lice.” Ucap Monica lagi sambil tersenyum.

“Sudah mau selesai kok.. tenang saja mbak, aku usahakan buat selalu happy. Aku tidak mau kehilangan waktu untuk membuat aku happy karena sudah cukup waktu untuk sedih dan kecewanya. Memang tidak bisa lupa, tapi aku berusaha untuk tetap bahagia.” Ucap Alice sambil tersenyum

Akhirnya Alice selesai belanja, “ini mau di antar kemana lagi, tuan putri?” Tanya Monica sambil terkekeh..

“Hhhmm…” jawab Alice sambil mengetuk pelan dagunya

Monica menunggu dengan tersenyum melihat tingkah Alice, tiba - tiba ponsel Monica bergetar. Monica memeriksa ternyata Kelvin yang menelepon.

Percakapan di telepon;

Kelvin: Halo.. kalian di mana? Aku sudah sampai di mall..

Mendengar apa yang di katakan Kelvin membuat Monica terkejut dan langsung celangak celinguk melihat ke segala arah. Alice tertawa melihat tingkah Monica yang begitu menggemaskan.

Monica: mana? Kami di lt 2, di depan toko buku xxx

Ternyata Kelvin berada di 1 lantai di bawah Alice dan Monica, ia menelepon sambil berjalan. Kelvin berjalan menuju eskalator tapi di tengah jalan ia melihat Monica dan Alice berdiri di dekat pembatas kaca. Melihat mereka sedang berdiri menunggu membuat sudut bibir Kelvin terangkat.

Kelvin: coba tolong kamu putar lihat ke bawah..

Monica: hah?!

Tapi ia tetap putar lihat ke arah bawah, ia melihat Kelvin di bawah dengan ponselnya tetap berada di telinganya dengan tersenyum melihat ke arah Monica.

Alice yang melihat Monica lihat ke arah bawah langsung melihat ke arah yang di lihat oleh Monica. Seketika senyum di bibirnya terlihat jelas dan ia merasa senang jika apa yang ia pikirkan benar-benar terjadi.

Akhirnya Alice dan Monica menyusul ke tempat Kelvin berdiri, setelah menyuruhnya untuk tunggu di sana saja mereka yang turun menghampiri.

“Mbak.. nanti kita makan ice cream yang di lantai bawah itu yuk.” Ajak Alice sambil tersenyum lebar

“Yuk.. mbak juga lagi pingin makan ice cream.. eh, tapi abang kamu mau enggak tuh?” Tanya Monica

“Dia mah mau - mau aja mbak, paling pesen minum atau ice cream juga kalau dia lagi pingin makan juga.” Jawab Alice.

“Emang abang kamu itu mau makan ice cream?” Tanya Monica penasaran.

Alice tersenyum mendengar pertanyaan Monica yang sedang penasaran dengan Kelvin.

“Nih.. nanti mbak lihat saja ya.” Jawab Alice sambil tersenyum lebar ke Monica

Ketika mereka sampai di depan Kelvin, Kelvin bingung melihat tentengan adiknya yang banyak.

“Kesambet apa kamu, mau bawa sebagian isi mall pulang begini.” Ucap Kelvin sambil mengambil sebagian tentengan dari tangan Monica dan Alice.

Deg

Jantung Monica berdetak lebih cepat ketika Kelvin mengambil tentengan belanja yang ada di tangannya. Alice yang melihat adegan itu hanya tersenyum melihat tingkah laku sang abang.

“Ini mau ke mana lagi?” Tanya Kelvin sambil memandang Monica

“Pingin makan ice cream boleh kak?” Tanya Alice

“Hmm.. ya sudah yuk, kakak juga sudah lama enggak makan ice cream.” Jawab Kelvin

Deg

‘Dia mau makan ice cream.’ Ucap Monica dalam hati sambil melirik Alice yang sudah tersenyum melihat Monica, lalu Alice menganggukan kepalanya ke Monica.

Alice semakin yakin kalau apa yang ia pikirkan itu benar.

Sesampainya di kedai ice cream itu Kelvin meletakan belanjaan Alice di dekat Alice dan Monica duduk.

“Kalian mau rasa apa?” Tanya Kelvin.

“Choco mint kak, kalau enggak ada choco mint samain saja sama punya mbak Monica.” Jawab Alice.

“Aku mau rasa matcha saja pak.. kalau enggak ada ya rasa apa yang enak saja pak.” Jawab Monica dengan senyum yang terasa sungkan

“Hm..” ucap Kelvin lalu beranjak untuk memesan ice cream.

Tidak lama setelah Kelvin pergi antri untuk memesan pesanan mereka.

“Nanti kakak jangan terkejut ya.” Ucap Alice sambil tersenyum jahil

“Kenapa?” Tanya Monica yang jadi penasaran dengan apa yang di maksud oleh Alice.

Belum sempat Alice menjawab, Kelvin sudah kembali dengan nampa yang berisikan 3 cup large ice cream.. ia pun membagikan ice creamnya.

Monica terkejut melihat ada 2 cup ice cream rasa matcha. ‘Apa jangan - jangan Kelvin juga suka matcha.’ Monica bertanya - tanya dalam hatinya.

Alice yang melihat wajah penasaran Monica pun tersenyum..

“Makasih.” Ucap Alice dan Monica barengan.

Kelvin hanya tersenyum melihat tingkah mereka.

Ketika sedang asyik makan ice cream, tiba - tiba Alice bertanya.

“Sejak kapan kak, mbak?” Tanya Alice

Uhuk.. uhuk..

Mendengar pertanyaan Alice membuat Monica dan Kelvin tersedak saat mendengar pertanyaan dari Alice.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!