Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.
Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.
Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
Wajah wanita itu seketika berubah kaget, lalu pipinya sedikit memerah karena merasa canggung. 'Oh... ternyata dia sudah berkeluarga dan punya anak,' batinnya. Ia merasa tidak enak hati jika harus menahan pria yang begitu bertanggung jawab itu lebih lama lagi.
"Oh... begitu ya," jawabnya pelan. Namun ia tidak mau membiarkan kebaikan Arhan tidak dibalas. "Baiklah kalau begitu. Bisakah Tuan tinggalkan nomor rekening Anda? Saya ingin mentransfer sedikit uang sebagai tanda terima kasih, tidak seberapa kok, tapi tolong terima ya."
Arhan langsung menggeleng cepat dengan tegas namun sopan.
"Ah tidak usah Nona, sungguh. Saya membantu dengan ikhlas, bukan karena mengharap imbalan. Terima kasih banyak, saya pergi dulu." kata Arhan menolaknya.
Tanpa menunggu jawaban lagi, Arhan berbalik badan dan berjalan keluar ruangan dengan langkah cepat.
Wanita itu hanya bisa terdiam, matanya tak lepas memandangi punggung lebar Arhan yang semakin menjauh dan menghilang di balik pintu.
"Hm... dia memang tidak tampan secara fisik," gumamnya pelan dalam hati. "Tapi dia sangat baik, rendah hati, dan terlihat sangat bertanggung jawab. Andai saja aku bisa mendapatkan pria seperti dia sebagai pendamping hidup..."
Ia menghela napas panjang, mencoba menghilangkan angan-angan itu.
Namun tiba-tiba, wajahnya berubah muram dan matanya memancarkan emosi tinggi saat teringat kejadian pagi tadi.
Ia baru saja memutuskan pacarnya! Alasannya? Karena pagi tadi, pacarnya itu memberikan ia minuman yang ternyata dicampur obat bius! Kepalanya terasa sangat pusing, pandangannya kabur, dan tubuhnya lemas tak berdaya setelah meminum sedikit saja. Untungnya instingnya kuat dan ia langsung kabur dari tempat itu sebelum terjadi hal buruk.
Sampai sekarang ia masih bertanya-tanya, apa sebenarnya tujuan mantan pacarnya itu? Apakah ia ingin menjualnya ke orang lain, atau berniat jahat yang jauh lebih mengerikan lagi? Ia sadar, bahaya belum benar-benar hilang dari hidupnya.
Mesin motor tua itu menderum pelan. Arhan mengendarai kendaraannya menyusuri jalanan kota dengan perasaan yang campur aduk. Hatinya terasa jauh lebih ringan dibandingkan kemarin-kemarin. Bayangan hadiah yang didapatnya dari Sistem tadi pagi terus berputar di kepalanya.
Tak lama kemudian, ia pun sampai di area sekolah. Saat itu, suasana di dalam kelas masih sangat hening, para siswa sedang fokus belajar, sehingga area luar terlihat sepi.
Arhan mematikan mesin motornya dan turun. Ia berdiri sejenak menatap sekeliling.
"Hm... benar juga. Tadi aku dapat hadiah obat penyembuh dari Sistem. Sekarang adalah waktu yang tepat. Aku harus mengambilnya dan segera menyembuhkan wajah dan tubuhku yang buruk rupa ini," bisiknya dalam hati.
Dengan langkah cepat dan hati yang berdebar kencang, Arhan berjalan menuju ke belakang tembok sekolah, tempat yang cukup sepi dan tertutup dari pandangan orang lain.
Memastikan tidak ada siapa-siapa di sana, Arhan menutup matanya sejenak, dan dalam sekejap layar biru transparan Sistem muncul melayang di hadapannya.
[INVENTORY]
Matanya tertuju pada sebuah kotak hadiah berkilau yang baru saja ia dapatkan. Dengan tak sabar, Arhan menyentuh kotak itu di layar.
Srrtt...
Cahaya memancar keluar saat kotak itu terbuka secara virtual.
[Selamat! Anda mendapatkan Item: Potion Penyembuh Total. Silakan sentuh item untuk menerima dan mewujudkannya.]
Tanpa ragu lagi, Arhan menyentuh gambar botol obat itu.
Wush!
Dalam sekejap, benda maya itu berubah menjadi nyata. Sekarang, di telapak tangan Arhan yang kasar, tergenggam dua buah botol kaca kecil berisi cairan berwarna keemasan yang memancarkan aroma harum yang menenangkan.
Satu botol khusus untuk dirinya, dan satu botol lagi berlabel khusus untuk anaknya, untuk menyembuhkan kaki kecil yang pincang itu.
"Saatnya... saatnya aku berubah," gumamnya tegas. "Saatnya wajah dan tubuhku yang cacat ini kembali pulih."
Arhan membuka tutup botol pertama dengan perlahan. Ia menuangkan cairan ajaib itu ke telapak tangannya, lalu mulai mengoleskannya perlahan ke seluruh wajahnya, dan menyebarkannya ke bagian leher serta lengannya yang dulu terkena bekas luka bakar mengerikan.
Saat cairan itu menyentuh kulitnya...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...