NovelToon NovelToon
Renjana Di Langit Dubai

Renjana Di Langit Dubai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 : Berangkat ke Dubai

Keesokan hari nya.

Kedua pasangan baru itu akhirnya pulang ke Magnolia. Keempatnya di sambut hangat oleh Abi Zayn dan umi Tata.

Mereka makan bersama, meja panjang yang tiap hari hampir tidak berpenghuni, pagi ini nampak ramai. Riuh suara sendok dan garpu saling beradu menghantam piring.

Lahap karena lapar atau nikmat, hanya mereka yang bisa merasakannya.

Jika Ayyazh, mungkin karena lidahnya jarang menyentuh bumbu Indonesia, maka ia nampak makan lebih sedikit dari yang lainnya.

Piring Ayyazh yang sepi menjadi perhatian umi Tata.

" Apa makanannya tidak sesuai selera mu, nak Ayyazh?"

Ayyazh mengangkat kepala sembari tersenyum. " Tidak , bibi. Makanan nya enak."

" Umi, panggil umi." Ujar umi Tata memperbaiki panggilan Ayyazh padanya. " Umi minta maaf karena tidak menjamu mu dengan baik, umi lupa menyiapkan makanan khas timur tengah khusus untuk mu."

Ayyazh jadi sungkan. " Oo,,tidak apa apa, umi. Makanan ini sangat enak, kebetulan tadi sebelum ke sini, saya sempat minum kopi di hotel, jadi rasa nya masih agak kenyang."

Umi Tata tersenyum lebar. " Syukurlah jika kamu menyukainya. "

Ayyazh tersenyum kikuk.

Beberapa lama setelah makan bersama selesai. Ayyazh pamit pada seluruh keluarga besar Brawijaya. Siang ini, ia dan Azima akan terbang ke Dubai.

Pakaian sudah di siapkan Azima, beberapa koper sudah masuk ke dalam mobil. Surat resign di rumah sakit pun sudah Azima serahkan pada Abi Zayn.

Setelah memeluk umi Tata dan Abi Zayn, Azima kini memeluk A dan Annasya.

" Aku akan menunggu mu , Sya." Bisik Azima di telinga Annasya.

Annasya mengangguk kaku.

Tangis haru mengiringi perjalanan Azima. Terlebih umi Tata. Ia akan kesepian. Anak cerewet yang selalu menceritakan kisah nya setiap hari itu kini akan pergi. Anak baik dan ceria yang selalu tersenyum menyapa nya bahkan saat di rumah sakit kini tak akan ia lihat lagi. Sungguh, umi merasa gamang.

Begitupun Abi Zayn. Ia sudah melewati masa itu beberapa saat lalu hingga tak setetes pun air mata yang tumpah saat Azima pamit dan memeluknya. Tapi, semua tau kesedihan itu hanya melihat dari sorot mata sang ayah yang di tinggal putri tercinta.

A menghampiri Ayyazh.

" Jaga adik ku baik baik, aku titipkan ia padamu." Kata A sembari menepuk bahu Ayyazh.

Ayyazh tersenyum. " Tentu saja, itu sudah tugas ku." Jawab Ayyazh tegas dan terasa dingin.

Mobil berlalu meninggalkan halaman rumah Magnolia.

Umi Tata menangis sembari memeluk Annasya. Setelah tak lagi melihat kendaraan Azima, Abi Zayn menghela nafas panjang dan melangkah masuk ke dalam kamar.

Di dalam sana, tidak ada yang melihat bagaimana rapuhnya seorang ayah, bagaimana kesepiannya seorang ayah . Semua kesedihan itu di lampiaskan dengan menarik selimut menutupi seluruh tubuh.

Di perjalanan ke bandara.

Azima menatap pepohonan yang terlihat saling berkejaran dari balik kaca mobil. Ia baru keluar beberapa menit lalu, bahkan wangi tubuh umi nya masih terasa, tapi rasa rindu sudah membuncah mengingat kedua orang tuanya . Kegundahan semakin di perparah dengan keadaan yang sunyi senyap bak di kuburan. Ia bingung mau memulai dari mana untuk berbicara dengan Ayyazh .

Bagi Azima pertemuan pertama nya dengan Ayyazh adalah di depan Abi Zayn saat ijab dan kabul usai. Dan sejak resmi menyandang status nyonya Moez , Azima belum pernah berbicara sepatah katapun dengan Ayyazh, begitupun sebaliknya.

Semua terasa asing, tidak familiar sama sekali.

Menatap keluar jendela mungkin suatu keadaan yang memang seharusnya ia lakukan mengingat tidak adanya interaksi antara dirinya dan Ayyazh.

Ayyazh yang duduk di sebelah Azima pun hanya sibuk dengan macbook di pangkuannya. Ia nampak serius dengan dunia nya sendiri seolah tidak ada Azima di sana.

Keheningan terus berlanjut hingga mereka tiba di bandara.

Ayyazh berjalan di muka dan Azima mengikut di belakang. Gate khusus menjadi tujuan Ayyazh di mana seorang pramugari cantik sudah menunggu kedatangannya.

" Selamat siang, tuan Yazh.." Sapa pramugari itu.

" Siang."

Pramugari menatap Azima. Kening mengernyit pertanda ia bingung dengan wanita yang berjalan di belakang tuan besar nya. Seumur umur ia menjadi pramugari dan menemani ke mana saja Ayyazh terbang , barulah kali ini ada seorang penumpang wanita yang ikut serta .

Ayyazh berhenti , ia menunggu Azima yang berjalan semakin mendekat.

Begitu Azima berdiri di sampingnya, sebuah kalimat perintah kini tertuju pada sang pramugari . " Layani dia dengan baik. Mulai sekarang, dia adalah nona muda mu . "

" Baik tuan."

Pramugari itu pun memasang senyum sumringah menyambut Azima. Ia menemani dan mengantar Azima hingga ke dalam pesawat, menunjukkan tempat di mana Azima akan duduk dan beristirahat selama perjalanan.

Ayyazh menatap Azima . " Jika lelah, kamu bisa beristirahat."

Azima mengangkat kepala. " Oo..iya.. terima kasih ." Jawab Azima canggung. Ia seperti sedang bersama seorang supervisor departemen Kardiolog, yang bawaannya cukup formal, canggung dan menegangkan.

Keadaan di dalam pesawat tidak jauh berbeda saat perjalanan ke bandara , Ayyazh kembali di sibukkan dengan benda segi empat berukuran lumayan besar itu. Karena merasa tidak di pedulikan, Azima memilih memejamkan mata. Kurang lebih delapan jam penerbangan Indonesia - Dubai dan ia akan berpura pura selama itu untuk tertidur .

Baru beberapa detik ia terpejam, samar samar terdengar suara seorang pria yang sedang berbicara dengan Ayyazh.

Azima membuka mata perlahan, nampak olehnya seorang pria tinggi besar , tampan dan masih sangat muda. Melihat dan mendengar cara ia berbicara dengan Ayyazh, Azima bisa menebak jika pria itu adalah asisten Ayyazh.

Tak ambil pusing dengan lingkungan sekitar, Azima kembali menutup mata.

Perjalanan panjang itu terasa semakin lama, Azima ingin bersenda gurau, setidaknya mengajak salah satu manusia di dalam pesawat pribadi itu untuk berbincang, tapi siapa? Ia justru berpikir jika hanya dirinya sendirilah yang bisa di sebut manusia di dalam burung besi itu.

Ia hanya mendengar suara pramugari yang sesekali datang menyapa. Pramugari itu hanya akan datang di waktu waktu tertentu semisal jam makan, waktu sholat ataupun menyarankan Azima untuk beristirahat di sebuah kamar yang sudah di sediakan.

Azima menghela nafas. Ia menatap arloji di tangan kanan nya.

( Tersisa setengah jam lagi sebelum pesawat mendarat, semoga saja setiba di sana, ada yang menyambut ku dengan hangat, setidaknya mengajakku berbincang meski singkat.)

Sifat humble yang ia miliki terkubur begitu saja, ia kehilangan kemampuan itu setelah kurang dari empat puluh delapan jam menikah dengan Ayyazh. Kurun waktu yang sangat singkat untuk merubahnya menjadi sosok yang lebih irit bicara.

Dan akhirnya, pesawat mendarat .

Hal pertama yang di lakukan Azima adalah menghubungi Abi dan umi. Tidak banyak yang mereka bahas karena Azima harus bergegas .

Azima berjalan di belakang Ayyazh, mengekor seperti anak ayam yang takut kehilangan induk. Jika langkah Ayyazh terasa cepat, ia akan mengurangi speed tanpa terlihat jika ia sebenarnya menunggu Azima.

Pintu mobil terbuka, " Langsung ke rumah utama!" Perintah Ayyazh.

1
Magichand01 86
crta annasya sm A donkk
Fittar
A da Ayyazh sama saja. sok peduli tapi beraninya dibelakang aja. gak berani kalau udah di depan orangnya. apalagi si Ayyazh ini cemburuan aja. ngomong sama zizi aja kayak orang musuhan. sekedarnya
Nata Abas
😄😄😄
Shee_👚
kadang aku sebel kalau baca kembar A😔
habisnya setiap bab ko ya dikir amat, mana nunggu up sehari berasa lama banget, eh giliran udah up baru baca dh abis🙈🙈
Shee_👚
jangan panggil khal kalau dia g tau apa². bisa langsung di penggal sama yazh kalau g bisa nyari tau kamu dalam satu menit🤭
Shee_👚
jangankan di pegang kamu justin, orang pelukan sama kaka kandung aja kalau bisa mah kagak boleh😂
Shee_👚
makanya jangan suka jul mahal, g tau apa zizi itu banyak idolanya. lah situ dah bisa ngiket zizi malah di cuekin.
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
wah parah Malah di samain sma batu, g sekalian zi sama dindingnya 🤣
Shee_👚
jangan kasih zi, suruh A usaha sendiri. emang A g bisa apa telp umi tata. bukannya asya tinggal di rumah umi tata? atau g??
Novita Sari
lanjut thor..
Novita Sari
Alhamdulillah yg ditunggu akhirnya selesai juga... lanjut thor..
Uyi Adiraja
👍👍👍👍👍
Novita Sari
penasaran pertemuan zayn n ayyazh.lanjut thor..
Novita Sari
semangat zizi..
Novita Sari
lanjut thor...
viellia
dasar si A 🤦‍♀️
Nata Abas
tonjok aja aku rela banget azima buat mewakili annasya
Novita Sari
lanjut thor n semangat...
Novita Sari
zizi titisan umi grandma n marwa hhhhh
Novita Sari
aduh tambah seru lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!