NovelToon NovelToon
Pengkhianatanmu Kebahagiaan Bagiku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Bagiku

Status: tamat
Genre:Poligami / Single Mom / Selingkuh / Angst / Tamat
Popularitas:213k
Nilai: 5
Nama Author: el Putri

Madu itu manis namun berbeda dengan madu yang aku rasakan, rasanya sungguh pahit, membuat hati yang baik-baik saja menjadi terluka, membuat hati dilema antara bertahan atau menyerah hingga akhirnya aku memutuskan untuk menyerah dan mengakhiri semuanya.

Dari sinilah aku menjadi wanita kuat karena harus berjuang untuk sang buah hati dan akhirnya aku bertemu dengan pria yang tulus mencintaiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tinggal Bersama

Pov melati

"Sudah 3 hari Reza tidak pulang dan pulang-pulang dia membawa Viona ke rumah.

Aku yang sedang bersih-bersih tentu kaget dengan kedatangan mereka dan aku pun menatap mereka dengan sinis.

"Melati." Reza memanggilku.

"Apa," jawabku sambil melanjutkan bersih-bersih.

Reza meminta aku untuk meletakkan sapu yang aku bawa kemudian dia meminta aku duduk di samping dirinya.

"Ada apa?" tanyaku sembari menatap mereka berdua.

Reza menggenggam tanganku, tumben di depan Viona dia memegang tanganku tentu karena sikapnya ini aku bisa merasakan ada udang dibalik rempeyek.

"Cepat katakan apa maumu mas?" tanyaku.

Reza tertawa, karena aku sudah tau kalau ada sesuatu yang dia minta.

"Izinkan Fiona tinggal di sini bersama kita dia sedang hamil," jawabnya.

Apa? hamil? mataku berkaca mendengar ucapannya, meski aku sudah tidak peduli lagi namun mendengar maduku hamil tetap membuat aku sakit.

"Kalau dia disini kalian bisa saling menjaga," sambungnya.

Saling menjaga? yang ada aku jadi babu di rumah aku sendiri.

Aku sungguh heran bisa-bisanya dia memiliki ide seperti ini, memangnya rumahku tempat penitipan ibu hamil sehingga dia meletakkan Viona disini?

"Kamu pikir rumah ini tempat penitipan ibu hamil mas." Aku menolak keinginannya.

"Melati Aku mohon kemarin dia hampir saja keguguran jadi aku ingin dia di sini supaya dia ada temannya." Reza terus mengganggu aku.

Aku tertawa dengan mata yang membasah sungguh dia perhatian sekali dengan Viona lalu apa kabar aku yang kehilangan anakku karena nya?

Dia meminta aku untuk menemani Viona lalu apa dia peduli saat aku sendiri di rumah sakit? apa dia peduli dengan Ega yang sendirian di rumah? dia tidak dia peduli sama sekali lantas kenapa sekarang aku harus memperdulikan Viona?

"Enggak, aku enggak mau." Aku tetap bersikeras tidak mengizinkan Viona tinggal di rumahku.

"Kalau kamu tidak mau lalu siapa yang menjaganya saat aku bekerja?" Pertanyaan macam apa ini.

Lagi-lagi aku menatapnya heran, jelas itu bukan urusan aku kenapa aku harus repot-repot merawatnya.

"Mas, Viona itu sudah dewasa dia sudah bisa menjaga dirinya sendiri kenapa kamu meminta aku untuk menjaganya, memangnya dia siapa?" aku protes pada Reza.

Reza nampak marah dia memaksaku untuk menerima Fiona di rumah meski aku nggak mau.

"Aku nggak mau tahu pokoknya kamu harus menjaga Fiona," Reza memaksaku.

"Terserahlah tapi ingat aku nggak akan melayani Viona kalau dia ingin masak dia harus masak sendiri, cuci baju dia harus cuci bajunya sendiri," Aku langsung pergi meninggalkan Reza dan Fiona.

Aku duduk termenung di balkon sembari memikirkan begitu kejamnya Reza dan Viona, tidak puaskah mereka menyakiti aku?

Aku hanya berharap semoga proses perceraian kami cepat selesai agar aku bisa lepas dari Reza secepatnya.

Semenjak ada Viona suasana rumah seperti benar-benar di dalam neraka setiap hari Reza terus saja membelanya lalu memaksaku untuk melakukan pekerjaan rumah dan memaksaku untuk melayani Viona.

"Dia itu lagi hamil bukan lagi sakit sudah deh jangan lebay," Aku marah pada Reza yang terus saja memanjakan viona.

"Aku tuh lagi hamil Mel jadi wajar dong kalau Mas sering memanjakan aku," sahut Viona yang baru keluar dari dalam kamarnya.

Aku tertawa mendengarnya, sungguh wanita nggak berguna hamil saja minta dimanja lalu apa kabar aku yang pada saat hamil selalu disakiti? melahirkan sendiri bahkan anakku meninggal pun Reza nggak peduli padaku.

"Viona jangan lebay deh, kalau hamil ya hamil saja tapi nggak usah manja kayak gitu,"' aku memakinya.

Reza nampak tak terima aku memarahi Viona dia pun menggebrak meja memarahiku balik dan ini membuat Viona semakin di awan karena dia selalu dibela.

"Kamu kenapa sih selalu cari gara-gara udah lakuin aja, tinggal masak apa susahnya sih kenapa kamu selalu protes protes dan protes," kata Reza

Dengan tatapan benci aku menatap Reza enak saja bilang tinggal masak, kalau memang hanya masak saja kenapa tidak mereka sendiri yang melakukannya? mengapa menyuruh aku untuk memasak? memangnya aku adalah babunya yang bisa disuruh-suruh seenaknya.

"Kalau ingin masak, masak sendiri nggak usah menyuruh aku." Aku berlari menuju kamarku.

Kelihatannya Reza tak terima sehingga dia segera menyusul aku ke kamar.

Brak

Dia membuka pintu dengan keras, tentu itu membuat aku tersentak kaget.

"Kamu masak nggak?" Reza menarik tanganku dan memintaku untuk segera masak.

Aku melepas tangannya dengan kasar lalu menyuruhnya untuk keluar.

"Aku bilang nggak ya nggak kenapa sih kamu kamu memaksa aku, kenapa kamu nggak menyuruh Viona untuk masak sendiri kenapa harus aku," Aku bersikeras untuk tidak mau memasak.

"Dia itu itu habis dari rumah sakit, dia sedang sakit apalagi sekarang dia tengah hamil kenapa sih kamu nggak mengerti melati." Enak sekali Reza kalau ngomong.

"Terus kalau aku ngerti ngertiin dia siapa yang ngertiin aku?" Aku melepaskan pertanyaan balik pada Reza.

"Tentu akulah yang ngertiin kamu," katanya dengan tak tahu diri.

Lagi-lagi aku tertawa keras mendengar ucapan Reza ingin sekali aku menampar mulutnya yang bicara seenaknya.

Kapan dia ngertiin aku? selama ini yang dia berikan padaku hanya ketidakadilan, hanya rasa sakit yang semakin membuatku lemah sehingga bertahan dengan keadaan yang seperti ini.

"Kamu ini bego apa pekok sih Mas. Kamu ingat nggak perlakuan kamu kepadaku itu seperti apa kepada Viona seperti apa, jelas-jelas saat aku sakit kamu nggak berada disampingku, jelas-jelas saat aku melakukan operasi kamu juga nggak ada di sampingku dan lagi, saat anak kita meninggal kamu pun juga nggak ada lalu sekarang kamu berkata seperti ini otak kamu geser apa gimana sih." Lelah sudah hati ini.

Reza terdiam mendengar ucapanku mungkin dia sadar akan sikapnya selama ini.

"Maafkan aku Mel." Hanya kata maaf yang selalu dia ucapkan.

Dia pikir kata maaf bisa menyelesaikan segala permasalahan enak saja setelah melakukan banyak kesalahan terus minta maaf dan berharap aku memaafkannya, oh tidak semudah itu furgoso.

"Enak saja kamu mas tinggal minta maaf, memangnya kata maaf kamu bisa menyembuhkan sakit hatiku, memangnya kata maaf kamu bisa mengembalikan anak kita emangnya maaf kamu bisa mengembalikan semuanya? tidak!"

"Sudah cukup aku menderita sudah cukup aku menangis sudah cukup semuanya aku lelah aku benar-benar lelah," aku berharap dia paham akan ucapanku.

Aku memintanya untuk keluar dari kamar, aku ingin istirahat karena seharian telah bersih-bersih mengurus banyak orang.

Dengan berat hati Reza keluar lalu kembali ke depan.

(PoV 3)

"Bagaimana Mas apa melati mau masak?" tanya Viona.

Reza menggeleng dan ini membuat Viona cemberut padahal Viona ingin sekali memakan masakan melati.

"Kita beli saja ya sayang, Melati tidak mau memasak untuk kita," bujuk Reza.

"Nggak Mas, yang aku ingin masakan melati, kamu bujuk dan paksa dia dong supaya mau masak, apa kamu nggak kasihan sama anak kita. Bagaimana kalau anak kita nanti ileran," Viona terus membujuk Reza supaya mau membujuk melati.

"Sayang kamu ngerti dong!" Reza membentak Viona.

Bentakan Reza membuat Viona menjadi marah dia berlari ke kamarnya dan mengunci diri di dalam.

"Sayang buka pintunya dong," Reza berteriak.

Sepertinya Viona benar-benar merajuk dia tidak mau membuka pintunya dan ini membuat Reza semakin frustasi.

1
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
berlebihan jadinya, takut nanti buat David risih😅
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Seharusnya sebelum cerai fikir dulu yg kedepan, terutama tmpt tinggal..
Yati Syahira
mantul buat reza aadil buat ega dan amel
Yati Syahira
good melati jgn mau rujuk dgn rezaaaa buang
Yati Syahira
gimana tdk setrws hamil kaqsih maadu pahit keguguraan pasti lebih baaik cerai
Yati Syahira
ada laki egois brul cerai sdaja
Nelly Hidayati
Luar biasa
yuyunn 2706
jadi wanita hrs kuat jgn sbntar2 telp suami
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
bukannya viona dg andre ya thor? kok disini dg daniel?
el Putriᵉˡ̳༆: Aku lupa kak 🤧🤧
total 1 replies
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
sdh tau hamil knp gak pindah kamar bawah aj sih
Vivin Yulistian Pradesti
suka cerita nya
Muliahati Ziliwu
Ceroboh
Muliahati Ziliwu
Terlalu curiga pd suami apalg sampai ikut campur ke tmpt kerjaan ya ga bener suami yg td y ga punya pikiran negatif lm2 jengkel
Ida Susiana
lanjut thor
💞🖤Icha
Kenapa belum d selesaikan author karya Renata..sm menanti Dito aq..wkwkwkw
Sehat dan semangat berkarya author...
Good job 😘😘
el Putriᵉˡ̳༆: siap kak Icha 💕
total 1 replies
Dewi Rukmini
jadikan melati yg kuat jangan bisanya nangis aja thor
el Putriᵉˡ̳༆: siap kak
total 1 replies
Dewi Dama
cerita nya bagus tidak ber tele2...
Dewi Dama
hhhh...kenapa pengacara nya hotman prancis..jadi lucuuu
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂LIFF💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
buang kelaut aja viona.. ngapain balik lagi bekas sana bekas sini😤
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂LIFF💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
congrats melati n david.. coming soon baby boy or girl🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!