Perceraian orang tua membuat Nayla menjadi sosok yang dingin,kasar dan sedikit liar.
Nayla tergabung dalam sebuah geng motor yang mayoritasnya adalah pria.
Mereka sering melakukan balapan liar hingga saat Polisi berpatroli di kawasan mereka dan membuat seluruh anggota kabur berhamburan,tak terkecuali dengan Nayla.
Sialnya saat Nayla melarikan diri dari kejaran Polisi,dia menabrak sebuah mobil milik seorang CEO terkenal.
"Kalau aku tidak bisa mendapatkanmu dengan cara yang baik , maka aku akan mendapatkanmu dengan caraku yang sedikit licik" gumam Rafa dalam hati dengan smirk di wajahnya
Dan apa yang terjadi selanjutnya...???
Pantau terus kelanjutan cerita yang buat jantung deg-degan ini...
Follow My Ig please_puterirezky69
Merupakan Karya Pertama dari saya,,,
Jika terdapat banyak kesalahan dalam penulisan saya minta maaf,karena pada dasarnya saya masih baru belajar😅😅😅
Harap di maklumi ya semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Rezeki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 15. Rencana Awal
Dengan sigap sang supir langsung menghampiri Lestari dan Lily yang membawa banyak barang ketika mereka baru saja keluar dari bandara.
"Kita mampir ke rumah Lily dulu ya pak" pinta Lestari dengan sopan.
"Baik Bu..."
Sesampainya di rumah Lily,mereka bertiga turun dari mobil dengan membawa beberapa barang pribadi milik Lily.Terlihat penampakan rumah Lily yang selalu sepi jika hari masih terang disinari oleh matahari.
Lily segera membuka kunci rumahnya seperti biasa karena pasti ayahnya tidak akan berada dirumah jika hari masih terang dan mereka pasti mengetahui bahwa Rewaldi akan berada di Caffe Shop miliknya yang merupakan tempat langganan nongkrong Nayla dan juga teman-temannya.
"Assalamualaikum" Lily membuka pintu rumahnya dan masuk setelah mengucap salam yang diikuti Lestari dan pak supir.
"Maaf bu,rumah saya masih berantakan". ujar Lily dengan sungkan.
"Tidak apa-apa" jawab Lestari yang kemudian langsung duduk tanpa merasa canggung.
"Ibu ingin minum sesuatu?"
"Tidak perlu,cepat kamu bereskan barang-barang yang akan kamu bawa" ujar Lestari yang memang sudah sangat lelah karena menempuh perjalanan seharian penuh dari Kanada ke Jakarta.
"Baik bu"
"Sementara kamu membereskan barang yang akan kamu bawa,saya akan menelfon ayahmu yang super sibuk itu,,,hahaha" ujar Lestari yang bercanda dengan Lily tanpa merasa canggung sedikitpun.
"Terserah ibu saja" jawaban akhir Lily dengan dibumbuhi sedikit senyum.
......................
Pagi hari...
Rafa yang sudah mendengar kabar kepulangan Lestari menjadi sangat bersemangat.
"Hari ini aku akan memulai menjalankan misiku Jake. Kau harus benar-benar melakukannya dengan sangat baik" ujar Rafa yang sudah berada di kantornya sejak pagi tadi sebelum para karyawannya datang.
"Tentu Tuan" jawab Jake dengan wajah yang berusaha menahan kantuk.
"Ahh,,,aku benar-benar tidak sabar melihat ekspresi gadis nakal itu jika aku berhasil membujuk Nyonya Lestari . Apa kau sudah menyiapkan janji temu kita dengan Nyonya Lestari?" tanya Rafa.
Sebenarnya Rafa bisa saja menemui Lestari secara langsung,hanya saja agar Rafa terlihat baik dan sopan di mata calon mertuanya ,Rafa rela sampai membuat janji temu pada Lestari.
"Sepertinya sudah tuan" jawab Jake yang sibuk dengan dokumen yang berada di tangannya.
"Bagus,apa jadwal hari ini?"
"Jam sembilan ini kita akan menjalankan rapat anggota pemegang saham perusahaan.Selanjutnya menghadiri janji makan siang dengan Tuan Rahardian pendiri agensi Receh Entertiment. Setelah itu kita akan ada janji temu dengan Nyonya Lestari di Perusahaannya. Kemudian,," Jake menjelaskan namun terhenti saat Rafa dengan sengaja menghentikannya.
"Stop,bisakah kita memajukan jadwal temu janji dengan Nyonya Lestari ,Jake?" tanya Rafa dengan menyela ucapan Jake.
"Maaf Tuan ?"
"Apa kau sudah mulai tuli Jake? apa kau tidak bisa mendengar pertanyaanku dengan cukup jelas? Ahh iya aku baru ingat ,kau kan sudah cukup tua Jake.Aku rasa kau ingin pensiun dini" tanya Rafa disertai dengan ancaman.
"Maaf tuan,maafkan saya" ujar Jake yang ketakutan atas ancaman Rafa walaupun bersifat candaan.
Di kota lain...
Teman-teman Nayla telah selesai melakukan touring keliling kota dan saat ini mereka sedang berada di penginapan masing-masing untuk beristirahat.Ada juga yang langsung pergi ke Basecamp untuk bermain-main.Setelah mereka sampai kembali ke Semarang,Dion menghubungi Nayla dan memintanya datang ke Basecamp untuk mengobrol.Sejak beberapa hari mereka tidak bertemu tentu saja membuat Dion merasa kesepian walaupun banyak teman-temannya yang berada di sisinya.Namun Dion merasa bahwa hanya Nayla lah yang paling mengerti dirinya.
Beberapa menit setelah Dion memutuskan sambungan telepon Nayla akhirnya munculah wanita yang selalu Dion rindukan saat melakukan Touring.Sebenarnya Dion tidak ingin pergi tanpa Nayla,hanya saja para anggota gengnya selalu mendesaknya sehingga Dion terpaksa melakukannya agar anggotanya tidak merasa ketidak adilannya dan membuat mereka malah memberontak.
Nayla datang dengan membawa bungkusan makanan di tangannya.Saat Dion sedang memilih foto yang akan dia tunjukan pada Nayla,dirinya tidak sengaja menekan nomor ponsel Nayla. Nayla yang melihat ponselnya berdering tentu saja merasa bingung saat melihat nama penelfon itu adalah orang yang berada du depannya.
"Lo ngapain nelfon gue??? lo gak liat gue uda disini?" tanya Nayla yang langsung melemparkan bungkusan makanan yang di bawanya di hadapan Dion.
"Apaan sih lo Nay, kaget gue tau gak sih lo" jawab Dion gugup.
"Ohhh, atau lo kangen ya sama gue??" tanya Nayla dengan memainkan alisnya menggoda.
Sebelum Dion menjawab, datanglah grup sableng yang saat ini ingin di hindari Dion.Karena mereka bisa saja merusak momen dirinya ketika berduaan dengan Nayla hingga membuatnya kesal.
"Nayla,,,,,bidadariku....." ujar Jaka yang mendapatkan pukulan di kepalanya.
"Ehh ngomong apa lo??? ntar gue bilangin lo ya sama Shinta" ancam Dion
"Shinta??? siapa Shinta ?? adek lo??" tanya Nayla pada teman sablengnya , Jaka.
"Bukan,Shinta itu pacar baru si sableng" ujar teman Jaka yang lain.
"Sejak kapan Jaka punya pacar? emang ada cewek waras yang mau sama dia??" tanya Nayla dengan bercanda.
"Lo kira gue apaan Nay sampek gak ada cewek waras yang mau sama gue?" tanya Jaka yang pura-pura merajuk.
"Uda berapa lama lo sama dia?? kok gue gak tau??" selidik Nayla yang tak percaya dengan ucapan temannya."Mana orangnya ?? ketemu dimana?? " lanjutnya lagi.
"Ntar deh gue ceritain Nay,,gue capek laper juga pengen istirahat bentaran ,,bisa kan ya lo pada jaga suara???" ujar Dion menengahi. "Nay gue uda kirim foto-foto kita selama touring ke WA lo ya" sambungnya yang membuka bungkusan cemilan dan memakannya sambil duduk bersandar.
"Oke" singkat Nayla.
Setelah semua orang di Basecamp mendengar suara nyaring Nayla,mereka otomatis datang menghampiri Nayla dan seperti biasa akan menggodanya.Tapi
tetap saja tidak ada yang berhasil diantara mereka untuk menggodanya . Karena Nayla tidak akan membiarkan mereka menyelesaikan kata-katanya dengan menutup mulut mereka dengan ucapan savage nya yang membuat mereka terdiam seketika jika mendengarnya berbicara.
...Visual...
...Nayla Larasati...
...Rafael Wijaya_Pemilik Wijaya's Group...
...Dion Pratama_ketua Geng Elang...
Segini dulu buat Visualnya ya guys,,,
Lengkapnya besok author usaha tampilkan
Makasih uda mampir di karya receh aku😅😅😅
Jangan lupa dukung author selalu dengan memberi like,komen dan vote ya🙏🙏🙏
Author juga meminta maaf jika terdapat kesalahan dalam penulisan yang buat kalian tidak nyaman dikarenakan author baru belajar...
btw bu Dita sm Nayra baik dh keknya
gk spt cerita2 ibu tiri & sdr tiri yg jht & licik
ish.. tp Rafa udah kepala 3 weh