NovelToon NovelToon
Ibu Sambung Pilihanku

Ibu Sambung Pilihanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Zur Rani

Andika seorang bayi berumur satu bulan yang ditinggal oleh ibunya untuk selama-lamanya. Besar bersama ayahnya yang benama Adam membuatnya berubah menjadi nakal dan banyak tingkah.

Banyak wanita yang dijodohkan dengan ayahnya berakhir gagal karena ulahnya. Akankah Andika berhasil menemukan ibu sambung yang sesuai dengan pilihannya?

Simak kisah mereka di karya kedua aku ini!!!
sebelumnya, mampir juga dikarya pertamaku

ABANG TENTARA, TEMBAK AKU!!!

Happy Reading...😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zur Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siasat...

Dika datang ke restoran ayahnya dengan muka ditekuk dan langkah gontai. Setelah bertemu dengan Rara, Dika menjadi bingung dengan rencananya.

Dika memilih duduk disebuah meja yang berada di pojok restoran. Yuni yang berada di tempat kasir merasa heran melihat Dika seperti itu.

Tok...tok...

Yuni mengetuk meja, karena Dika menenggelamkan kepalanya dalam lipatan tangan.

"Kamu kenapa? Sakit?" Tanya Yuni yang sudah duduk di depan Dika.

"Tante heran sama kamu, saat anak-anak lain menghabiskan liburan dengan bermain, kamu malah seperti zombie yang gak punya arah." Yuni kembali mengeluarkan omelannya.

Dika masih setia menenggelamkan kepalanya. Dika merasa buntu, otaknya seakan tidak bekerja. Bahkan setelah menelpon kakek berharap dapat petunjuk, tapi sang kakek malah menyerahkan semua padanya.

Sementara Rara sama sekali tidak mau diajak kerja sama. Belum lagi ayahnya yang tidak pernah menanggapi dengan serius permintaannya. Dika benar-benar merasa sendiri.

"Tante mau tinggal di rumah aku?" Tanya Dika sambil mengangkat kepalanya.

Yuni mengernyitkan keningnya, "Tenang aja, aku gak minta tante nikah sama ayah, cuma aku pengen aja merasa punya ibu dan adik, aku punya teman bicara dan rumah gak akan sepi lagi." Ucap Dika lemah seakan dirinya sangat membutuhkan sosok Yuni.

Dika mengambil ponselnya, "Ayah, Dika di resto, ayah kemari sebentar bisa?" Setelah mendengar jawaban ayahnya, Dika kembali menatap Yuni.

Yuni juga menatap lekat kedua mata yang saat ini berada di depannya, mencari keseriusan remaja tanggung yang membuat permintaan gila.

"Ada apa Dika?" Tanya Adam yang baru sampai.

Adam merasa heran dengan wajah putranya, dia melirik Yuni yang dilirik malah menggelengkan kepala tanda tidak mengerti.

"Kamu sakit?" Tanya Adam kembali.

"Ayah, izinin tante Yuni sama Rara tinggal di rumah kita ya?" Ada menatap putranya, merasa heran dengan permintaannya kali ini.

Dika benar-benar sudah putus asa, wajahnya sangat lusuh. "Ayahhh..." Dika membuyarkan lamunan ayahnya.

"Kenapa tiba-tiba kamu minta seperti ini? Kamu kan sudah tau, ayah dan tante Yuni tidak akan menuruti permintaan aneh kamu." Ucap Adam tegas.

Adam merasa kesal dengan sikap Dika sekarang, yang menurutnya bukan seperti anak laki-laki.

"Dika tidak minta ayah menikah dengan tante Yuni, Dika cuma mau tante Yuni sama Rara tinggal di rumah kita, biar rame, Dika juga merasa punya keluarga lengkap, ayah dan tante kan tidak punya perasaan apa-apa, jadi tidak masalah dong kalo tante tinggal di rumah kita, lagian bibi juga senang rumah kita rame." Ucap Dika dengan wajah memelas.

Adam menghela nafasnya, lagi-lagi anaknya kembali meminta sesuatu yang menurutnya diluar batas. "Ayah tidak masalah, tapi kamu tanya tante Yuni dulu, apa dia mau atau tidak." Seketika wajah Dika langsung berbinar mendengar ucapan ayahnya. "Tante mau ya!"

"Tante harus tanya Rara dulu, kalo dia gak mau, tante juga gak bisa." Ucap Yuni tegas.

Dika kembali menenggelamkan wajahnya dalam lipatan lengan diatas meja.

Adam tidak habis pikir dengan kelakuan putranya saat ini. Bukan masalah jika Yuni tinggal di rumahnya, karena disana juga ada bibi serta suaminya yang menjadi supir Dika. Letak rumah Adam juga berada di perumahan yang para penghuninya sibuk dengan urusan masing-masing.

Hal itu juga yang membuat Abah serta Amak tidak betah. Abah dan Amak yang berasal dari kampung dengan kehidupan bermasyarakat yang kental merasa kesepian tinggal di rumah putra mereka. Tidak ada saling sapa, ataupun saling bicara, bahkan sesama tetangga tidak saling mengenal.

Setelah pulang kerja, Yuni tengah menikmati waktu bersantai dengan putrinya. "Ra." Rara menoleh kearah mamanya. "Dika meminta mama dan Rara untuk tinggal di rumahnya." Ucap Yuni masih menatap putrinya.

"Kalo kamu gak mau, mama juga akan mau." Ucap Yuni kembali.

"Rara ikut mama, apapun keputusan mama." Ucap Rara datar.

"Mama mau menikah dengan Om Adam?" Tanya Rara tampa menatap mamanya.

Yuni tergelak sesaat, "Ya tidaklah, Dika cuma minta kita tinggal disana biar rumahnya rame, katanya dia pengen merasa punya keluarga lengkap." Rara menggelengkan kepalanya, seakan menyadari jika ini salah satu trik Dika mendekatkan mama dengan ayahnya.

Setelah mendapat persetujuan Rara, Yuni menghubungi Dika. Mendengar dering ponselnya, Dika yang tengah duduk bersama bibi langsung mengangkat panggilan tersebut. "Gimana tante?" Tanya Dika penuh semangat.

"Rara setuju." Ucap Yuni singkat, "Kalo gitu besok Dika jemput tante sama Rara ya, malam ini tante bereskan barang-barang yang mau di bawa, besok tinggal masukin ke mobil!" Ucap Dika tampa sadar seperti sedang memerintah Yuni.

"Gak jadi deh, belum apa-apa kamu udah berani perintah-perintah." Ucap Yuni kesal.

"Maaf...maaf tante, bukan maksud Dika memerintah tante, Dika terlanjur senang tante, maaf ya, ya udah besok pagi Dika jemput, Assalamualaikum tante!"

Tutttttt....

Yuni kembali dikejutkan dengan sifat dadakan Dika yang tidak seperti biasanya. Sementara di rumah Dika, bibi dan juga Dika sedang minum jus jerus hangat bersama sambil tertawa senang, karena rencana mereka berhasil.

"Makasih ya bi, ide bibi memang cemerlang, kedepannya, Dika akan benar-benar membuat tante Yuni tidak menyadari dengan apa yang dibuatnya.

"Sama-sama Den, bibi juga senang kalo rumah ini rame, bibi gak akan kesepian lagi."

Malam ini, Dika tersenyum puas karena telah berhasil memulai misinya. Misi yang membuat Adam dan Yuni tidak sadar dengan keakraban mereka.

Sementara itu, Yuni sedang terlibat perbincangan dengan Adam di sebuah cafe. Setelah menghubungi Dika, Yuni mengirim pesan ke Adam, tampa menunggu lama, Adam yang sedang melewati jalan yang menuju rumah Yuni langsung menghubungi Yuni.

"Aku di depan kontrakan, kita minum di cafe depan yok!" Ajak Adam melalui telponnya.

Disinilah mereka sekarang, setelah berpamitan pada Rara, Yuni langsung pergi dengan Adam yang sudah menunggunya.

"Apa yang Dika rencanakan? Aku tau pasti anak itu pasti sedang memiliki rencana terhadap kita." Ucap Adam setelah mereka memesan minuman.

"Entahlah, anakmu susah ditebak." Ucap Yuni sambil menghela nafasnya.

"Jadi besok dia akan menjemput kalian?" Tanya Adam kembali.

"Iya, dan kamu tau, Dia bahkan menyuruhku untuk segera membereskan barang-barangku malam ini juga." Ucap Yuni tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

"Gimana kalo Abah tau aku tinggal sama kalian?" Tanya Yuni.

"Abah mengizinkan, Dika sudah meminta izin dan langsung diizinkan, aku makin curiga, sepertinya ada konspirasi besar dibalik ini semua."

Yuni tertawa mendengar penuturan Adam, walaupun Yuni juga merasa jika ini memang rencana Dika, tapi Yuni belum bisa membaca arah permainan Dika kali ini.

"Kita ikuti aja permainan mereka, aku penasaran dengan apa yang akan dilakukan Dika kali ini." Ucap Yuni antusias.

"Gimana dengan Rara?" Tanya Adam.

"Dia terlihat biasa saja, tidak melarang juga tidak menyuruh, anak itu, aku sebagai ibunya juga sangat sulit menyelami isi pikirannya." Yuni terlihat mengeluh dengan sikap putrinya yang datar.

***

Like...

Komen...

Vote...

1
mama Queen
baru kali ini aku melihat dua wanita tangguh,hebatx mrk ibu dan anak
Diana Budhiarti
kasian Rara thorrr,ya dampak perceraian membawa pengaruh ke anak
sherly
sejauh ini aku merasa Rara bukan anak SD tp seperti kakak dr Dika...
sherly
suka juga kamu Yun tapi sok jaim ..
sherly
semangat mas adam
sherly
lucu banget sih ibu macan nih ngk mau nikah tapi hidup serumah bagaimana ceritanya Bu... keluarga tu ya nikah sama bapaknya Trus anaknya jd anakmu...
sherly
hahahahha judulnya sama2 lupaaa
sherly
ciee tiba tiba cinta datang ke padaku.. jd pengen nyanyi..
sherly
lucunya kalo ada diposisi mereka... teman untuk jd cinta TDK sesulit musuh jd cinta..
Nurul Nuraeni
cerita nya bagus
Azhar Kamil
keren👍
Azhar Kamil
keren👍
Putri Dian
good
nafel
👏👏
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
mampir
Yeyen Suharti Suharti
Kecewa
Enung Samsiah
waduh ngaku calon intel biar aman, malah tambah runyeeemmm
◉‿◉♡-Ƥυтrу Ƴαѕмιη-♡◉‿◉
Mampir ahh aku suka klo kisahnya ada bocil, suka lucu klo bicara 😅
Cintah517
Halo kak
salam kenal dari pengisi suara novel ini 😊😊
Zur Rani (IG : @zuranirain): salam kenal juga kak
total 1 replies
Fitri Merry Lesar
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!