NovelToon NovelToon
VENA - AIR YANG MATI

VENA - AIR YANG MATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Fantasi
Popularitas:147
Nilai: 5
Nama Author: Catnonimous

Aris hanyalah seorang petugas instalasi pipa bawah tanah yang dibayar murah untuk melakukan pekerjaan kotor yang dihindari semua orang. Namun, upah rendahnya tidak sebanding dengan apa yang ia temukan.
Seekor tikus yang berubah setelah meminum tetesan air dari pipa.
Tubuhnya mengeras lalu meledak tapi sisa tubuhnya masih bisa bergerak.
Apakah benar hanya tetesan air itu yang membuat tikus itu berubah?
Bagaimana dengan manusia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Catnonimous, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Project Reaper 1980 (Bag. 2)

Aris dan Liora terbangun saat pintu besi ruangan mereka berderit terbuka secara mendadak. Cahaya lampu koridor yang menyilaukan memaksa mereka menyipitkan mata. Tanpa sepatah kata pun, dua orang penjaga baru menarik mereka berdiri dan menggiring mereka melewati lorong-lorong yang lebih bersih dan terawat daripada koridor sebelumnya.

Mereka berhenti di sebuah ruangan besar yang tampak seperti ruang kerja klasik. Dindingnya ditutupi lemari kayu berisi ribuan buku tua, dan berbagai ornamen antik menggantung di dinding. Suasananya tenang, namun udara di dalamnya terasa berat oleh aroma kayu tua dan kertas. Pria berpakaian jas yang kemarin menembak penjaga sudah duduk di balik meja kerja besar, menyambut mereka dengan senyum tipis.

"Silakan duduk. Saya harap kalian berdua tidur cukup nyenyak," ucap pria itu dengan nada santun yang justru membuat bulu kuduk Liora meremang.

Aris dan Liora duduk dengan kaku, saling merapatkan posisi. Mereka tidak tertipu oleh keramahan itu setelah melihat apa yang terjadi sebelumnya.

"Perkenalkan, nama saya Axel Hindenburg, kalian Aris dan Liora?" pria itu berkata sambil menyilangkan tangannya di atas meja.

Mendengar nama mereka disebut dan nama belakang tersebut, Aris dan Liora sontak saling pandang. Mereka teringat arsip yang mereka baca di ruang bawah tanah sebelumnya.

Axel memperhatikannya dengan saksama. "Ah, sepertinya kalian mengenali nama itu. Apakah kalian sudah membaca atau sekadar mendengar nama Hindenburg?"

Keduanya tetap diam, tidak ingin memberikan informasi apa pun. Namun, Axel tertawa kecil, seolah sudah mengetahui segalanya.

"Benar sekali. Arsip yang kalian bawa itu milik keluarga saya. Dr. Stella Hindenburg... dia adalah ibu saya. Dan kabar baiknya," Axel menjeda kalimatnya sambil menatap mereka bergantian, "Ibu saya masih hidup sampai hari ini. Kalian penasaran bagaimana caranya?"

Liora memberanikan diri untuk bertanya, suaranya sedikit bergetar. "Apa maksudmu masih hidup? Tahun 1980 itu sudah puluhan tahun yang lalu, dan arsip itu menyebutkan tentang pemusnahan."

Axel berdiri, berjalan perlahan mengitari ruangan sambil meracau. "Proyek terbesar ibu saya adalah memberikan kehidupan abadi bagi keluarga Hindenburg. Tapi semuanya hancur ketika pemerintah kalian dengan pengecut menghancurkan fasilitas utama kami. Mereka takut pada kekuatan yang tidak bisa mereka kontrol."

Ia berhenti di depan sebuah lukisan tua. "Kami membangun bunker ini jauh di bawah tanah, tanpa sepengetahuan pemerintah—meskipun, harus saya akui, ada beberapa orang 'penting' di jajaran pemerintah kalian yang ikut bermain di sini untuk mengamankan posisi mereka."

Axel menoleh, menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan. "Selama kalian mengikuti aturan saya, kalian akan baik-baik saja. Anggap ini adalah tur eksklusif yang tidak akan pernah dinikmati orang lain di luar sana."

Aris, yang sejak tadi berusaha mencerna kegilaan ini, tiba-tiba bersuara. "Lalu bagaimana dengan mayat-mayat di ruangan itu? Tubuh mereka mengering seperti batu."

Langkah Axel terhenti. Ia diam terpaku, lalu perlahan berjalan mendekati Aris. Ia membungkuk, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Aris, lalu berbisik dengan nada dingin yang menusuk.

"Kamu tahu apa tentang keabadian? Mayat-mayat itu tidak mati. Mereka hanya sedang tidur panjang. Mereka akan bangun kembali setelah prosesnya sempurna. Itulah keajaiban yang diciptakan ibu saya melalui air itu."

Aris terbelalak, lidahnya terasa kelu. Pikiran bahwa Pak Jaya dan puluhan mayat lainnya akan "bangun" kembali dalam kondisi mengerikan seperti itu membuatnya merasa mual sekaligus ngeri luar biasa. Di hadapannya, Axel bukan lagi sekadar pria sadis, melainkan orang gila yang sedang menunggu hari kiamat buatannya sendiri.

...----------------...

Di permukaan, suasana di pusat bencana tanah amblas masih sangat mencekam. Sudah lewat dua puluh empat jam sejak dentuman pertama runtuhnya tanah, namun debu-debu semen masih tampak melayang di udara yang berat. Alat berat meraung di kejauhan, sementara para petugas penyelamat bekerja dengan tangan kosong di celah-celah reruntuhan yang sempit, berharap menemukan tanda-tanda kehidupan dari relawan yang masih tertimbun.

Detektif Rasyid berdiri di pinggir lubang raksasa dengan tangan masuk ke saku jaket kulitnya. Matanya yang tajam tidak memperhatikan gundukan tanah, melainkan pola retakan beton di sekitar bibir lubang. Baginya, amblasan ini terlalu rapi untuk sebuah kecelakaan konstruksi biasa.

Ia melangkah menuju tenda komando dan langsung menemui pria paruh baya yang menjabat sebagai pemimpin pengawas kelompok relawan. Pria itu tampak sangat kuyu, matanya merah karena kurang tidur.

"Saya butuh daftar nama kelompok yang bekerja di sektor bawah tanah pipa tua," suara Rasyid terdengar tenang namun tidak bisa dibantah.

Pemimpin pengawas itu menyodorkan sebuah map plastik. "ini Pak. Enam orang. Sampai sekarang belum ada satupun yang ditemukan, bahkan sinyal radio mereka hilang total beberapa detik sebelum tanah amblas."

Rasyid membuka map tersebut. Ia membolak-balik lembarannya satu per satu. "Sebutkan latar belakang mereka. Terutama dua orang ini," ucap Rasyid sambil menunjuk foto Aris dan Liora yang terlampir di formulir pendaftaran.

"Aris Ardiansyah, montir dan pekerja instalasi dari toko besi. Dan ini Liora, dia punya pengetahuan di bidang tata kota. Mereka berdua yang paling menonjol karena punya keahlian teknis. Empat lainnya adalah buruh serabutan," jawab pengawas itu pelan.

"Status terakhir?" tanya Rasyid lagi.

"Mereka ditugaskan mengecek pondasi beton di lorong bawah. Menurut laporan saksi dari kelompok lain, mereka tidak sempat keluar saat gemuruh pertama terjadi."

Rasyid terdiam sejenak, menatap foto Liora yang tampak terlalu terpelajar untuk sekadar menjadi relawan kasar di proyek seperti ini. "Apakah sudah ada kerabat yang bisa dihubungi?"

"Pihak kami sudah mencoba menghubungi alamat Aris, tapi toko tempatnya bekerja tutup. Tetangga-tetangganya sangat khawatir. Untuk Liora, data kontaknya sangat minim, kami masih menelusuri alamat tinggalnya yang terdaftar."

Rasyid menarik selembar kertas biodata Aris dan Liora, lalu melipatnya dan memasukkannya ke dalam saku. "Saya ingin semua dokumen asli tentang mereka berdua. Rekam jejak pendaftaran, catatan kesehatan, hingga hasil pindaian tanda tangan mereka. Jika mereka hanya relawan biasa, kenapa mereka ditempatkan di sektor pipa tua yang secara teknis tidak tercatat di denah utama proyek?"

Pimpinan pengawas itu tersentak, wajahnya semakin pucat. "Maksud Bapak... denah utama tidak mencatatnya? Tapi kami diberi instruksi untuk mengecek jalur itu."

"Lihat ini," ucap Rasyid sambil menunjuk denah utama proyek dan lokasi amblas nya tanah. "Posisi amblas nya tanah ini ada di luar jalur denah utama. Aris dan kelompoknya seharusnya bisa di temukan karena lokasi mereka bekerja tidak mengalami kerusakan parah."

Rasyid berbalik dan berjalan meninggalkan tenda menuju mobilnya. Kecurigaannya semakin kuat; amblasan tanah ini bukan hanya bencana alam, melainkan sebuah cara untuk menutup pintu menuju sesuatu yang seharusnya tetap tersembunyi di bawah kota. Dan Aris serta Liora, entah sengaja atau tidak, telah melintasi garis batas tersebut.

...****************...

1
Anak_misterius😑
bagus novel nya👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!