NovelToon NovelToon
Ternyata CEO

Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: My finger

Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 14

 Setelah beberapa detik terdiam, akhir nya Dahlia bicara "Andaikan kamu mengatakan ini pada Melinda saat kamu melamar nya, aku yakin orang tua Melinda dan Melinda pasti akan langsung menerima mu"

 "Aku sebenarnya sangat mencintai Melinda, tak peduli dia berasal dari keluarga berada atau tidak. Jika seandainya Melinda seorang pembantu seperti kamu pun, aku tetap akan mencintai nya!"

 Dahlia mengelus ujung meja yang terbuat dari akrilik itu.

 "Jadi begitu rendah nya status seorang pembantu di mata mu" kata Dahlia

 "Bukan seperti itu, jangan salah kaprah. Beda otak, beda pandangan dan beda persepsi juga. Jangan salah, pasangan yang aku bawa saat melamar mu di rumah Melinda itu adalah dua pelayan ku. Aku sangat menghargai mereka dan menyayangi mereka seperti kedua orang tua ku sendiri. Tidak ada yang salah dengan ART, justru mereka sangat luar biasa. Tapi, marilah kita bicara dari segi strata sosial dan logika"

 Radit menatap serius wajah Dahlia yang sedang menunduk, berharap gadis itu tidak menolak nya. Dan Radit yakin Dahlia tak akan menolak nya

 "Aku berjanji, jika kita sudah menikah nanti aku akan membantu biaya pengobatan bayi yang ada di rumah mu itu" ucap Radit, Dahlia langsung menatap Radit.

 "Dia adalah Tania, keponakan ku. Anak dari Adik ibu ku yang sudah meninggal saat melahirkan Tania. Keterbatasan biaya lah yang membuat kondisi nya semakin parah" tutur Dahlia sendu

 Radit menyesap teh nya. Jauh dalam hati nya rasa khawatir merambat. Apakah semua akan berjalan sesuai keinginan nya? Saat ini Radit sedang bertaruh dengan kehidupan nya sendiri

 "Jadi apa keputusan mu?" Radit kembali bertanya

 "Aku tak akan ingin menikah jika dalam rencana pernikahan ini di iringi perjanjian untuk bercerai"

 Seketika Adit menaikkan kedua alis nya karena terkejut. Radit tersenyum, sengaja ia memalingkan wajah nya ke tempat lain hanya untuk menyembunyikan guratan ekpresi lucu yang ia rasakan

"Jangan terlalu percaya diri. Aku tak ingin kamu ceraikan setelah kita menikah nanti itu bukan karena aku seolah olah sedang bucin. pahami kalimat ku" lanjut Dahlia dengan suara berat

"Apa yang tidak aku pahami? Jelas jelas kamu sudah mengatakan kalau tak ingin aku ceraikan meskipun aku menikahi mu tanpa cinta. Aku sudah menebak nya. pesona ku memang tak bisa aku kurangi meskipun aku sudah berusaha. Jadi bersabar lah dan tolong jangan baper ya"

Mulut Dahlia mengerucut

"Kamu jangan kepedean!" ucap Dahlia yang membuat Radit langsung terbeliak

"Apa? Siapa yang kepedean, aku sudah tahu kok! kamu tak akan melewat kan kesempatan ini. Menikahi laki laki tampan, baik hati dan calon direksi perusahaan besar, itu adalah anugrah yang luar biasa. Jangan lupa sujud syukur nanti karena Tuhan datang kan jodoh yang begitu luar biasa pada mu, ok"

Ketimplukkk,,,

Dahlia melempari dada Radit dengan kue donat yang di taruh di depan mereka. untung saja donat itu terbungkus rapi jadi pakaian Radit tidak kotor

"Eh, gak sopan!" seru Radit

"Bodo amat! Habis kamu ngeselin, sok kepedean. Aku akan jelasin, tolong kamu dengar kan dengan serius karena ini sangat penting. Jangan biarkan otak mu berlubang kayak donat itu, fokus lah" tegas Dahlia

"Ya udah, silah kan Jabar kan" kata Radit

"Dalam agama kita tak ada yang nama nya nikah kontrak. Jadi, jangan iringi pernikahan ini dengan perjanjian untuk bercerai setelah melewati kurun waktu tertentu. kalau memang hubungan pernikahan itu nanti nya tak bisa di lanjut kan lagi, dari pada saling menyalah kan maka lebih baik kita bercerai. Sampai di sini, paham?"

Radit terperangah dengan ucapan gadis di depan nya itu.

"Kita menikah dengan kondisi tanpa cinta, ingat itu. Aku tidak mencintaimu meski uang mu banyak! dan aku pun yakin, kamu juga tak mencintai ku karena aku akui, aku bukan level mu. Kita menikah karena kita saling menguntungkan. kamu dengan ambisi mu, aku dengan tujuan ku untuk bisa meningkat kan taraf hidup keluarga ku"

"Namun meskipun demikian jangan tentukan berapa lama kita akan bercerai. Aku takut akan jadi dosa besar. Kita sudah banyak dosa jangan di tambah lagi dengan cara sengaja. Biar lah nanti, kemana arah nya pernikahan ini, aku pasrah"

Jika mata Radit tak melihat nya langsung sebagai ART di rumah Melinda, Radit tak akan percaya kalau dia hanya lulusan SMA. Hati Radit seperti ada yang mencolek, ternyata Dahlia gadis yang cerdas dan juga soleha

"Jadi itu arti nya kamu setuju?"

Dahlia mengangguk

"Siap menerima semua konsekuensi nya?"

Dahlia menatap tajam Radit

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!