Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lidya Mulai Beraksi
Selama Davin dan istrinya berlibur ke pulau Bali, dia tidak tahu tentang perkembangan situasi di kampus. Davin tidak tahu bahwa Lidya dan genknya selama ini mencari informasi tentang Riana istrinya sampai nekat mendatangi rumah sakit tempat dia bekerja, kampus dan lebih parah lagi mendatangi butik mamanya. Karena Lidya perna bersama maminya belanja baju pada Dub' R Butik punya mamanya Riana. Dan di butik itulah Lidya tahu semua tentang masalah dosennya pak Davin dengan istrinya, yang ternyata pernikahan mereka tidak ada restu dari orangtua. Mamanya dokter Riana tidak menyetujui karena umur mereka yang berbeda.
Mahasiswa dan mahasiswi bimbingannya hanya melwati email. Jika ada kendala, Davin langsung zoom bersama mereka. Dan mulai memperbaiki skripsi mereka. Tanggung jawabnya sebagai dosen tetap dia lakukan. Maupun untuk mata kuliah yang dia ajarkan. Davin mengajar secara zoom dengan mereka.
Tak terasa ijin seminggu itu sudah berakhir. Riana dan Davin sedang bersiap - siap terbang siang ini ke Jakarta. Semua barang - barang sudah di atur Riana dari semalam. Mereka hanya membawa satu koper besar dan satu koper kecil yang dia taruh di kabin pesawat berisi ole - ole.
Di bandara Jakarta sudah ada Stella yang sengaja di hubungi davin untuk menjemput mereka, karena Rian lagi sibuk ada kegiatan kementrian yang tidak bisa dia tinggali.
"Mas, Stella yang jemput."
"Iya sayang."
"Stella ngak marah??"
"Mana ada kakak mau marah???"
Di pintu kedatangan sudah ada Stella berdiri menunggu adek dan istrinya. Dia tahu bahwa sahabatnya Riana pasti sangat sungkan, akibat kasus kemarin dimana Davin membatalkan proses hukum atas mama mertuanya yang sudah mencelakainya. Stella langsung menyambut mereka dengan memeluk Riana sahabat dan iparnya.
"Apa kamu dan dedenya baik - baik say."
"Puji Tuhan baik."
"Maaf ya atas sikapku kemarin."
Riana dan Davin sudah tiba di rumah apartemen bersama Stella kakaknya Davin sahabatnya Riana. Karena kelelahan dan pengaruh berbadan dua. Selesai mandi, Riana langsung tidur. Meninggalkan dua kakak beradik yang sementara masak di dapur.
"Dek, kamu cinta banget sama istrimu itu."
"Kenapa kaka berbicara begitu. Kaka tahu aku itu jatuh cinta pada sahabat kakak itu dari aku kelas sepuluh. Aku menembak dia dan dia menolak. Ria itu menghindar dari adek dan dia terjebak dalam jebakan yang ade buat. Ria tahu dia hamil, dia mau gugurkan, adek yang memohon. Kakak tolong hargai pilihan adek. Mau kakak dan mama marah, Riana Timothy itu istriku, mami bagi anakku."
Mendengar apa yang di katakan adeknya. Stella terdiam di meja makan. Sementara Davin ke kamar melihat istrinya. Dan ternyata Ria sudah tertidur. Badannya berkeringat padahal kamar ini AC nya sudah di hidupkan dan dingin suhunya. Davin membiarkan istrinya tidur. Dia ke kamar mandi membersihkan dirinya. keluar kamar mandi Ria masih tertidur pulas. Davin membiarkan istrinya tidur.
"Kakak makanlah duluan Ria masih tidur??"
"Ngak papa aku makan duluan."
"Makanlah kakak. Adek tetap sayang kakak." Davin memeluk kakak perempuannya dan mencium pipinya.
"Maafkan kakak dek." Davin tersenyum.
Selesai makan Stella pulang. satu jam kemudian Ria bangun dia tidak mendapati suami dan Stella sahabatnya. Dia langsung menghubungi suaminya.
"Sayang... Mas disini."
Ria melihat suaminya keluar dari ruang kerjanya. Davin langsung menghampiri istrinya dan digendong menuju meja makan.
"Mas lapar sekali. Ayo makan."
"Kenapa mas tidak makan duluan aja."
"Mas mau makan bersama istri tercinta." Davin langsung memamerkan senyum manisnya.
Pasangan berbahagian ini menikmati makan malamnya dengan damai. Davin, tidak tahu bahwa sebelum Ria tertidur dia sempat mendengar keraguan dari Stella pada dirinya. Namun jawaban Davin kepada Stella kakaknya membuatnya tenang, dan bersedih.
"Mas, i love you." Davin kaget. Karena jarang sekali Riana Timothy ini mengungkapkan kata istimewa ini. Dia pun kembali tersenyum.
"I love you more sayang." Davin berdiri dan mencium bibir istrinya. Ria membersihkan semua perlengkapan makan yang kotor dan juga ruang makan. Sementara Davin sudah kembali ke ruang kerjanya. Selesai itu Ria langsung membuat teh panas buat suaminya. Bunyi pintu ruang kerja Davin di ketuk.
"Sayang, boleh aku masuk." Davin bahagia sekali mendengar istrinya memangilnya sayang.
"Masuk sayang." Davin mempersilahkan istrinya masuk yang membawa secangkir teh panas buatnya.
"Temani kamu bekerja."
"Aku mau kamu disini menemaniku, biar semangat." Davin menunjuk pahanya sebagai kursi buat Ria istrinya. Ria pun duduk, dan langsung di peluk oleh Davin.
"Aku malah menganggu kamu sayang."
"Aku membutuhkan kamu.Mas mau sayang."
Selesai berkata begitu Davin mulai melancarkan aksi mesumnya kepada, dia mencium bibir Ria sangat lama, namun kedua tangannya aktif menjelajahi daerah - daerah sensitif istrinya. Ria mengeluarkan suara mautnya.
"Kamu sudah siap sayang, mas masuk ya."
Mereka pun bersatu dalam cinta, sentuhan - sentuhan Davin, membuat Ria tidak sadar bahwa badannya sudah tidak beralaskan kain. Davin begitu kagum melihat karya Tuhan ini. Dia dengan lembut melakukan penyatuan. Ini kali pertama, mereka bercinta di ruang kerja Davin. Bercinta dengan disaksikan gambar suaminya dengan keberhasilannya lewat foto - foto yang terpanjang di ruangan ini. Sofa diruangan ini menjadi tempat mereka. Sentuhan dengan ritme yang berbeda mulai dari yang pelan, sedang, sampai yang cepat membuat suara tubuh beradu menjadi sangat enak di dengar, sehingga membuat sepasang suami istri ini mencapai puncak kenikmatan.
"Terima kasih sayang." ciuman hangat Davin mendarat di kening dan bibir Ria istrinya.
Ria langsung tertidur di sofa itu. Davin hanya menggunakan dalamannya dan dia kembali lanjutkan pekerjaannya. Sambil melihat istrinya yang tertidur dengan senyumannya tanpa sehelai kain baju pun. Davin hanya menutup tubuh yang menjadi candunya itu dengan selimut.
Satu jam dia menyelesaikan proyek gambarnya. Kemudian dia merapikan baju kotornya ditaruh kedalam keranjang laundry. Dia mematikan lampu ruang kerjanya dan mulai mengendong istrinya dan di bawa ke kamar mereka. Dibaringkan tubuh yang sedang di isi dengan calon anaknya di tempat tidur dengan baik. Dan dia mulai membersihkan dirinya, kemudian dengan handuk yang sudah diberi air hangat dia pun membersihkan organ intim istrinya dan memakaikan baju kepada istrinya. Davin pun tidur memeluk istri yang sangat dia cintai.
Siang ini, Ria bersama rekan - rekan dokter sedang makan siang di sebuah restoran yang ada di mall. penampilan Ria walaupun sedang berbadan dua, dia sangat modis. Ternyata di restoran itu juga ada tiga orang cewek mahasiswinya Davin Andreas suaminya. Ria tersenyum kepada mereka, namun tidak di balas.
"Dokter senyum sama siapa???"
"Tiga cewek di sana, itu mahasiswi bimbingannya Davin."
"Oooo..." Dokter Grace rekan kerja sekalian sahabatnya juga mencoba melihat ke arah mereka.
"Gue sih... Kalau menikah dengan brondong bukan tipeku, apalagi keluargaku tidak mau."
"Dasar perempuannya aja yang kegatalan, biasa takut tidak laku."
Kemudian mereka bertiga tertawa. Ria tahu bahwa mereka menyindir dirinya. Tetapi dia pura - pura cuek.