Ray... Seorang pria dengan masa lalu percintaan yang kelam karena harus ditinggalkan oleh wanita yang dicintainya untuk selama-lamanya, karena demi melindunginya, Bella kekasihnya rela mengorbankan nyawa sendiri untuk melindunginya, dan kini hadir Anna, wanita cantik yatim-piatu yang dijodohkan dengan nya oleh orang tuanya... bagaimana perjalanan kisah cinta mereka, dan bagaimana Anna menarik Ray dari kegelapan hati Ray yang sudah menguasai seluruh dunianya...?
Yuk ikuti kisahnya...😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 14
14
"Mas Ray, kita sudah sampai" ucap Anna setelah memarkirkan mobilnya di depan restoran Queen, tapi Ray masih sibuk menatap layar ponselnya.
Ray terhenyak dari lamunannya saat menatap foto Bella dengan dirinya yang ada di ponselnya, yang dia gunakan sebagai wallpaper.
Ray tidak mengatakan apapun, dia membuka pintu mobil dan keluar dari sana dengan tatapan matanya yang dingin dan tajam.
Anna mengikutinya di belakangnya membawa berkas-berkas yang diperlukan untuk meeting kali ini.
"Mas Ray, hari ini kita ketemu sama nona Indira, perwakilan dari perusahaan Bluetech corp." Jelas Anna sebelum mereka sampai di VIP room yang mereka pesan untuk meeting mereka.
"Iya" jawab Ray singkat sembari terus berjalan memasuki ruang pertemuan mereka.
Ray dan Anna melihat dua wanita cantik yang berdiri bersebelahan dan tersenyum manis pada mereka, terutama pada Ray
"Selamat pagi Ray..." Sapa wanita cantik yang satunya yang menggunakan dress selutut dan terbuka di bagian depan hingga buah dadanya hampir menyembul keluar.
"Pagi" jawab Ray malas, dia langsung duduk di ujung sofa dan menyuruh Anna untuk duduk disebelahnya "cepat duduk..!!!" Perintah nya seraya menepuk sekali sofa disebelah.
Anna hanya mengikuti perintahnya dan menurut untuk duduk disebelahnya
"Ray, lama enggak ketemu, kamu apa kabar?" Tanya wanita berpakaian sexy itu , sementara wanita yang berpakaian formal disebelahnya hanya tersenyum ramah pada mereka berdua.
"Baik" jawab Ray singkat
"Ray...kamu kok gitu banget sih, kayak enggak kenal gitu, aku Indira Ray, teman kuliah kamu di Australia masa lupa?" Ucap wanita yang mengaku bernama Indira.
"Aku ingat" jawab Ray dengan bertambah semakin dingin saja.
Anna menjadi semakin tidak nyaman dengan keadaan sekarang ini, dia berdehem untuk memulai meeting mereka
"Ekhemmmm....!!! Bisakah kita mulai meeting kita sekarang karena kami juga masih harus mengurus beberapa pekerjaan lain" Ucap Anna.
Indira merasa kesal pada Ray tapi dia melampiaskan semuanya pada Anna.
"Kamu siapa?!! Beraninya mengatakan hal itu, raya aja enggak ngomong apa-apa, dia masih belum mau memulai meeting ini, dia masih ingin mengobrol dengan ku, jadi sebaiknya kamu diam...!!!" teriak Indira pada Anna.
Anna hanya menghela nafasnya yang semakin terasa berat, diteriaki seperti itu adalah makanan sehari-harinya, jadi dia tidak kaget dengan ucapan kasar seperti itu
"Maaf nona Indira? Dilihat dari segi atau sudut mana Boss saya ingin mengobrol lama dengan anda? Dia sudah ingin segera menyelesaikan ini dan kembali ke kantor" jawab Anna yang mendapatkan lirikan tajam dari Ray, seolah menyetujui ucapannya.
'ngelirik aja serem gitu... Oh Tuhan orang seperti ini menjadi suami ku, dosa apa di kehidupanku sebelumnya, hingga aku mendapatkan nasib buruk terus menerus' batin Anna
Anna kembali menghela nafasnya, yang di detik berikutnya dia mendapatkan tamparan keras di pipi nya.
"Plakkkkkk"
Ray melotot kepada Indira yang menampar pipi Anna begitu keras hingga terdengar begitu jelas.
"Sorry Ray, sekretaris mu terlalu kurang ajar padaku, aku harus memberikan dia sedikit pelajaran" ucap Indira tanpa rasa bersalah.
Anna hanya memegangi pipinya yang terasa perih tanpa mengatakan apapun, dia justru tersenyum dan tetap dengan wajah ramahnya.
Ray menarik tangan Anna untuk keluar dari ruangan itu dan meninggalkan ruangan meeting itu, sementara Indira terus berteriak memanggil nama Ray
"Ray... Kamu mau kemana Ray?" Teriaknya
Indira berusaha untuk mengejarnya tapi dia menghentikan langkahnya karena Ray menatapnya dengan tajam dan mengerikan.
Ray terus menarik tangan Anna hingga sampai ke area parkir
"Apa kamu tidak punya harga diri, kenapa kamu diam saja diperlakukan seperti itu huh?!!" Bentak Ray sembari menghempaskan tangan Anna
"Harga diri? Apa itu? Saya sudah menjatuhkannya saat saya bekerja sama mas Ray, saya sudah terbiasa menerima perlakuan seperti itu, jadi tidak masalah sama sekali" jawab Anna dengan begitu tenang dan senyuman yang tidak luntur sama sekali.
Ray tidak bisa mengatakan apapun lagi, walaupun dia selalu bersikap keras dan kasar pada Anna tapi dia tidak mengizinkan orang lain juga memperlakukan Anna seperti yang dia lakukan.
Anna mengusap pipinya yang masih memar, dan masih terasa perih.
------------
maaf baru up 🤗
jangan lupa tap jempolnya 😉
MATAMU🤣
Rey...rey