Tiba-tiba ada yang mengaku sebagai ayah kandungku!
Dia masih muda, dan kaya raya. apa dia benar ayah kandungku?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oyi_jy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Di kamar Alan dan Alana, alan sedang di depan laptopnya dan alana hanya berbaring di kasur.
Alana sudah sembuh dari sakitnya, dan sudah beraktifitas seperti biasa.
"Ah... aku bosan" batin alana, lalu menengok alan yang sibuk dengan laptopnya, entah apa yang dia lakukan.
"Huh.. kak alan sibuk apa sih" batin alana lagi, lalu bangun dari kasurnya mendekati alan.
"Kak alan...?" Panggil alana
"Hm.?" jawab alan
"Lagi apa sih serius banget, alana bosan tahu" ucap alana cemberut
"Terus mau apa?" Tanya alan masih fokus sama laptop nya
"Kita boleh ke rumah kakek gak, aku kangen sama kakek. kita juga belum pernah main ke rumah kakek kan" ucap alana
Alan menutup laptopnya, dan berdiri mengambil minum di atas meja.
"Coba izin sama ayah, telpon gih" jawab alana
"Yaudah, sini ponsel kakak" ucap alana
Alan lalu memberikan ponselnya pada alana, alana langsung mencari no ayahnya dan menelponnya.
📱*Halo, ayah... ayah sibuk gak*? Tanya alana
📱*Hi anakku yang cantik.. ada apa sayang, ayah kebetulan lagi istirahat nih* jawab arthur
📱* Ah syukur deh... ayah, kita boleh main ke rumah kakek gak? Alana bosan di rumah* ucap alana.
📱*Main ke rumah kakek, boleh saja sih toh ayah juga mau ke sana nanti sore sama om arfi dan tante rida. Ayah juga sebenarnya mau ngajak kalian nanti* ucap arthur
📱*Wahh.... om dan tante juga mau main ke rumah kakek, seru dong. Tapi alana mau nya sekarang ayah ke rumah kakeknya, boleh ya?* Ucap alana
📱*Iya iya.. kalian di antar supir dan di temani tia lalu ayah tambah 2 pengawal lagi untuk kalian, tidak ada penolakan* ucap arthur
📱*Baik ayah, terima kasih ya ayah. Alana sayang ayah....* ucap alana tersenyum manis
📱*Iya, ayah juga sayang alana.. tapi jangan kasih tahu kakek kalo ayah mau datang bareng om dan tante ya, bilang aja nanti ayah nyusul habis pulang dari kantor* ucap arthur
📱*Oke ayah... dah ayah* jawab alana, lalu mematikan ponselnya
Alana mengembalikan ponsel alan, lalu berlari ke lemari pakaiannya untuk berganti baju. Alan juga demikian.
"Hmmm.. pakai baju apa ya? " Batin alana, melihat-lihat baju di lemarinya
"Oya, kan mau ke rumah kakek. Pakai baju hadiah dari kakek aja" batin alana lagi, lalu mengambil dress warna biru muda lengan pendek.
--------
Tok...tok...tok.... bunyi ketukan pintu
Alan membuka pintu di liatnya tia berdiri di depan pintu
"Tuan muda mobilnya sudah siap" ucap tia
"Baik, ayo berangkat" jawab alan, keluar dari kamarnya di susul alana.
Alan dan alana memakai baju dengan warna yang senada yaitu biru muda.
"Ya ampun... mereka menggemaskan sekali, tuan muda anda sangat tampan aaakkkkhhh... beruntung sekali aku melayani tuan dan nona. mulai saat ini aku penggemar nomer 1 anda tuan muda. Nona muda juga sangat cantik sekali aku juga penggemar mu nona" batin tia
•mode baca pikiran on
Alana tersenyum setelah membaca pikiran tia. "Terima kasih kak tia," batin alana
Mereka lalu menuruni tangga dan menuju mobil yang sudah siap di depan rumah, sudah ada 2 mobil di sana. Mobil di belakang adalah mobil yang akan di gunakan pengawal alan dan alana.
Mereka pun pergi menuju ke rumah endra.
--------
Di kantor arthur, arthur masih sibuk dengan pekerjaannya. Indrapun demikian dia sibuk dengan pekerjaan dia sendiri.
"Ndra, apa anak-anak sudah berangkat?" Tanya arthur sembari menandatangani dokumen.
"Sudah, baru saja mereka berangkat tuan" jawab indra
"Begitu ya, apa mereka akan baik-baik saja ya?. Apa aku tambah pengawal lagi untuk menyusul mereka?" Ucap arthur masih fokus pada dokumen di depannya
Indra menghentikan aktivitasnya dan menatap arthur
"Menurut saya tidak perlu, mereka akan baik-baik saja. pengawal yang saat ini bersama mereka adalah pengawal terbaik yang kita punya tuan" jawab indra
"Tapi tetap saja aku khawatir" ucap arthur
"Anda tidak perlu khawatir tuan, setelah sampai di rumah tuan besar tia akan mengabari saya. dan baru saja saya mendapat pesan kalau perjalanan mereka lancar-lancar saja" ucap indra
"Syukurlah kalau begitu" ucap arthur, lalu fokus kembali pada pekerjaannya.
"Apa yang perlu di khawatirkan, rumah tuan besar saja hanya 15 menit dari rumah anda." Batin indra, lalu menghela nafasnya
--------
Masih di perjalanan menuju rumah endra. "Emm... kak tia, apa rumah kakek jauh?" Tanya alana
"Tidak nona, kita hampir sampai" jawab tia
"Hah... sudah sampai? cepat sekali?" Ucap alana
"Begitulah nona, rumah tuan besar dan tuan arthur memang berdekatan hanya beda kompleks saja" jawab tia
Mobil lalu berhenti tepat di gerbang yang menjulang tinggi. Lalu gerbang tersebut terbuka secara otomatis.
"Waahh.... gerbangnya tinggi sekali dan bisa kebuka sendiri" ucap alana terkagum-kagum
"Apa semua yang ada di sini punya kakek?" Tanya alan
"Benar tuan muda" jawab tia
"Sudah ku duga, di depan tadi aku melihat ada tulisan Nalendra ukurannya cukup besar" ucap alan
"Wahhh... kok alana gak liat kak?" Ucap alana
"Kamu kan duduk di sebelah kiri, jadi kamu gak bisa lihat" ucap alan
"Wow... kak coba lihat, ada danau di sana kak. rumah kakek seperti lapangan bola dan lapangan golf rumputnya sangat hijau" ucap alana, bersemangat melihat ke luar jendela.
Lalu tibalah mereka di depan rumah endra, rumah yang begitu besar dan mewah. Alan dan alana turun dari mobil..
Endra yang mengetahui cucu-cucunya sudah sampai langsung keluar dari rumah dan menyambut mereka.
"Alan, alana" sapa endra
"Kakeeeekkkk" panggil alana, berlari ke arah endra.
"Ehh.. jangan lari-lari sayang, nanti kamu jatuh" ucap endra, melihat alana berlari.
Berbeda dengan alan, dia lebih memilih berjalan dengan santai dan cool.
Alana memeluk endra ."kakek, alana kangen kakek. di rumah alana sangat bosan kek" ucap alana
"Kakek juga kangen, kakek udah pengen main dan nonton bareng alana" ucap endra mencubit pipi alana
"Ayo masuk, kalian pasti haus kan" ucap endra.
Alan dan alana mengikuti endra, masuk ke dalam rumah. Lagi-lagi alana terkagum-kagum dengan rumah endra.
Mereka kini semua sudah di ruang keluarga.
"Ini benar rumah kakek?, bukankah ini seperti istana kerajaan di cerita dongeng yang sering alana baca waktu kecil" ucap polos alana.
"Iya, ini istana kakek . dan istana buat keluarga kakek dulunya, sekarang istana ini sepi, hanya ada kakek di sini. Tapi tak apa, sekarang kan sudah ada alan dan alana yang menemani kakek." ucap endra
Pelayan datang membawa minuman, setelah meletakkan minuman di atas meja mereka kembali lagi ke dapur.
"Jadi, mau istirahat dulu, atau jalan-jalan?" tanya endra
"Alana mau jalan-jalan kek" jawab alana
"Mau lihat semua ruangan yang ada di rumah kakek atau jalan-jalan keluar keliling rumah kakek?" Tanya endra lagi
"Emmm.... alana mau jalan-jalan ke luar kek, tadi di depan kan ada danau, alana pengen lihat danaunya dari dekat " jawab alana.
"Oke.. kalo alan?" Tanya endra lagi
"Kakek dan alana saja yang keluar, alan cape. mau main game aja" ucap alan
"Ya sudah deh, ayo alana" ucap endra
"Ayo kek" jawab alana
"Oh iya.. tia kamu di sini saja temani alan ya" ucap endra
"Baik tuan" jawab tia
Alana dan endra keluar dari rumah, dan alan sudah sibuk dengan gadgetnya.
Bersambung.....