Xiang seorang gadis tunarungu, yang memiliki nasib sepanjang hidupnya, ibunya meninggal dari dia bayi. Lalu ayahnya menikah lagi dengan janda beranak dua.
Sejak kecil dia disiksa ibu tirinya dan kakak tirinya, Xiang dilarang sekolah oleh ibu tirinya. Dia selalu iri saat melihat anak sekolah bercanda dengan teman mereka.
Suatu hari Xiang pulang dari pasar, dia melihat seekor kucing berdiri ditengah jalan, Xiang yang bermaksud meminggirkan kucing itu agar tidak tertabrak mobil. Tapi saat mau mengambil kucing itu, truk besar berjalan kearahnya. Mobil itu sudah meng klakson beberapa kali dan orang yang ada dipinggir jalan berteriak menyuruhnya untuk minggir tapi dia tidak dengar.
Akhirnya kecelakaan itu terjadi Xiang meninggal ditempat dengan memeluk kucing yang telah dia selamatkan, tiba-tiba dia membuka matanya. Kaki dan tangannya terikat dan dia ada di sebuah gubuk yang isinya jerami. Xiang pun binggung sebenarnya dia ada dimana.
Apa yang terjadi pada Xiang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali ke ibukota.
Didalam ruang kerja raja Yu, dia menceritakan semua pada kakek Li. Kalau Xiang itu putri perdana menteri Liu dan juga calon istrinya.
Dan kakek Li tidak percaya kalau Xiang adalah putri perdana menteri Liu yang terkenal licik itu.
“Yang mulia pasti salah sangka, yang aku tahu putri mereka yang jadi istri anda. Dia bisu tidak bisa bicara dari kecil karena sakit” Ucap kakek Li.
“Tapi wajah mereka sama, walaupun kami hanya bertemu sekali tapi saya yakin dia May le en putri perdana menteri Liu yang hilang itu “Ucap raja Yu.
“Jika seperti itu, aku tidak mengizinkan Xiang pergi ke ibukota biarlah dia tinggal disini bersama ku dan aku tidak akan memaksanya menikah lagi “Ucap kakek Li dengan tegas.
“Guru Li bagaimana pun juga dia harus menghadapi kenyataan tentang kehidupan yang dulu, dan aku yakin Xiang gadis yang cerdas untuk tahu membedakan mana yang buruk dan baik”Ucap raja Yu.
Kakek Li pun hanya terdiam mendengar ucapan raja Yu tentang Xiang.
“Baik, aku akan izinkan dia pergi dari kota ini. Dan juga sayang sekali dengan bakatnya yang harus tersisakan di kota kecil ini”Ucap kakek Li.
“Baik, terimakasih guru! “Seru raja Yu dengan senyum.
“Tapi jaga cucuku ini, aku tidak perduli dia anak siapa. Li xiang adalah cucu guru Li! “Ucap kakek Li dengan tegas.
“Iya! “Seru raja Yu dengan tersenyum.
Mereka berdua pun mengakhiri perdebatan mereka dengan tertawa bahagia, kakek Li pun untuk beberapa hari menginap di rumah raja Yu dan akan kembali setelah mengantarkan mereka pergi ke ibukota.
Keesokan harinya Xiang melihat semua pelayan raja Yu bersiap-siap berkemas dengan barang mereka, dan dia pun memanggil Shi yang sedang mengatur para pelayan dengan tugas mereka.
“Kamu bawa barang itu pelan-pelan “Ucap Shi pada pelayan yang membawa barang raja Yu.
“Shi! “Panggil Xiang.
Shi pun datang menghampiri Xiang.
“Ada apa? “Tanya Shi.
“Apa yang mereka lakukan?, kalian akan benar-benar kembali ke ibukota! “Ucap Xiang.
“Benar, barang ini dulu yang akan kami kirim, baru lusa kita berangkat “Ucap Shi. “Nona jika punya barang yang perlu dibawa sekalian saja “Ucap Shi.
“Aku, untuk apa? “Tanya Xiang.
“Bukannya anda akan ikut dengan kita ke ibukota “Ucap Shi.
“APA! “Seru Xiang sambil berteriak, karena kaget dengan ucapan Shi.
Xiang yang berteriak tepat ditelinga Shi, membuat Shi menutup telinganya dengan kedua tangannya.
Xiang pun berjalan kearah ruang kerja raja Yu, dia lalu mendobrak pintunya.
“Yang mulia, aku mau bicara dengan mu! “Seru Xiang.
Mata Xiang langsung melotot setelah melihat pemandangan yang tidak sengaja dia lihat, dia melihat raja Yu tidak menggunakan baju hanya mengunakan celana dalam panjang berwarna putih yang tipis.
Raja Yu yang kaget mendengar suara Xiang yang masuk kedalam, dia pun membalikkan badannya sambil memegang baju yang akan dikenakannya.
Xiang yang melihat tubuh kekar raja Yu dan perut yang berotot, membuat Xiang seperti patung dengan mata yang terbuka lebar.
“Ya Tuhan, dia seperti model iklan yang ada di Tv. Tubuhnya benar-benar berotot, aku suka! “Suara hati Xiang. Sambil tersenyum.
“Sampai kapan kamu terus melihatku, cepat pergi!. Aku mau ganti baju dulu nanti kita bicara”Ucap raja Yu dengan tenang.
“Oh, ya. Baik, aku akan pergi! “Ucap Xiang, yang masih menatap tubuh raja Yu.
“Palingkan pandanganmu! “Seru raja Yu. Sambil berusaha memakai pakaiannya.
“Iya”Jawab Xiang, menghadap pintu keluar.
“Tunggu, aku seharusnya marah padanya. Kenapa malah menurutinya?, tubuh seperti itu sudah sering aku melihat pria setengah telanjang, ayahku sering melakukannya di rumah “Suara hati Xiang.
Xiang pun membalikkan tubuhnya sambil menutup pintu ruang itu.
“Kamu kenapa masih disini?, cepat keluar! “Ucap raja Yu dengan tegas.
“Kenapa apa anda malu?, penampilan seperti itu sudah sering aku lihat. Buatku tubuh anda biasa-biasa saja! “Ucap Xiang, dengan berpura-pura tidak terpengaruh dengan apa yang dilihatnya. “Apa yang aku katakan? “Suara hati Xiang. Yang menahan rasa malu.
Raja Yu pun bergegas mengunakan pakaian atasnya tanpa memasang talinya, lalu berjalan kearah Xiang yang sedang duduk di kursi.
Xiang yang sedang duduk dikagetkan dengan kedatangan raja Yu yang berada tepat didepannya, dengan membukukan sedikit badannya dan kedua tangannya memegang pundak Xiang dengan erat.
“Biasanya katamu!, memangnya siapa saja yang pernah kamu lihat setengah telanjang seperti ini? “Ucap raja Yu dengan marah.
“Aww, sakit!. Pundakku bisa patah jika dipegang seperti ini”Suara hati Xiang.
“Kakek dan Ye lu”Jawab Xiang dengan tegang.
“Untuk apa kamu melihat mereka dalam kondisi itu? “Tanya raja Yu yang semakin marah.
“Tentu untuk merawat mereka, jika bukan aku terus siapa? “Ucap Xiang.
Raja Yu pun melepaskan pundak Xiang.
“Akhirnya, dia melepas pundak ku”Suara hati Xiang.
“Jika merawat kakek aku paham, tapi kalau Ye lu untuk apa kamu melihatnya seperti itu? “Ucap raja Yu.
“Saat dia terluka karena jatuh di tebing, aku yang mengoleskan obat untuknya karena kakek takut dengan darah. Jadi aku yang merawat Ye lu tapi disana ada kakek bersama kami”Ucap Xiang.
Raja Yu lalu memalingkan wajahnya dan tersenyum setelah mendengarkan penjelasan Xiang.
“Yang mulia berpakaian saja dulu, aku akan tunggu disini karena ada hal penting yang harus aku bicara dengan anda”Ucap Xiang.
“Baiklah, nanti kita bicara! “Ucap raja Yu.
Raja Yu pun berjalan agak menjauh dari Xiang, dan Xiang menunggunya sambil memalingkan wajahnya tapi sekali-kali dia melirik kearah raja Yu.
Tak beberapa lama raja Yu telah selesai mengunakan pakaiannya, lalu dia menghampiri Xiang yang sedang menunggunya.
“Sekarang bicaralah “Ucap raja Yu. Yang sedang duduk disamping Xiang.
“Aku minta maaf karena telah lancang masuk ke kamar tanpa izin, itu karena yang mulia seenaknya mengambil keputusan “Ucap Xiang.
“Apa maksud mu? “Tanya raja Yu.
“Apa yang mulia akan mengajakku ke ibukota? “Tanya Xiang.
“Iya, bukannya kamu akan ikut ujian negara dan ujian itu akan diadakan tahun depan. Kenapa tidak sekalian saja mengajak kamu untuk ikut? “Ucap raja Yu.
“Aku belum siap kesana dan juga aku tidak tega meninggalkan kakek sendirian “Ucap Xiang. “Dan juga belum ada pengumuman yang mengizinkan wanita ikut ujian negara “Ucap Xiang.
“Percayalah pada ku!, semuanya aku akan mengaturnya untuk mu”Ucap raja Yu.
Xiang merasa ada yang aneh dengan sikap raja Yu padanya.
“Akhir-akhir ini dia bersikap baik padaku, apa jangan-jangan dia suka padaku? “Pikir Xiang.
“Tidak-tidak mungkin, gosip yang aku dengar dia suka dengan pria. Mana mungkin dia suka denganku, aku terlalu kebanyakan nonton drama Tv”Suara hati Xiang, sambil memandang raja Yu.
“Ada apa kamu memandangku seperti itu?, jika ada keluhan bilang saja, jangan menatapku seperti itu! “Ucap raja Yu.
“Ah tidak ada, aku cuma merasa yang mulia jika dilihat-lihat lumayan tampan”Ucap Xiang. Dengan berdiri mengelilingi raja Yu.
“Kamu ingin memujiku! “Seru raja Yu dengan senyum.
“Yang mulia juga gagah dan baik hati, aku akan bantu yang mulia mencari selir yang cocok untuk anda “Ucap Xiang. “Yang aku takuti semua selirnya pada kabur kalau tahu dia suka dengan cowok “Pikir Xiang.
“Tidak perlu, lebih baik kamu belajar sana jangan coba-coba cari istri untuk ku”Ucap raja Yu.
“Baik, aku permisi keluar dulu untuk bertemu dengan kakek “Ucap Xiang.
Akhirnya Xiang pergi ke luar dari sana, dan raja Yu tersenyum melihat tingkah Xiang.
Hari dimana Xiang harus meninggalkan kota Xi Yu telah tiba, kakek Li melepaskan kepergian Xiang dengan tegar dan mendoakan kesuksesan Xiang agar dia bisa mewujudkan mimpinya.
Selama perjalanan warga Xi Yu mengantarkan mereka keluar gerbang, mereka melepaskan pemimpin yang baik untuk kota mereka.
Didalam kereta Xiang melambaikan tangannya pada warga disana, bahkan A li sampai menangis begitu keras saat melihat teman baiknya pergi.
Didalam kereta Xiang sangat sedih, tapi demi mewujudkan mimpinya dia harus keluar dari kota itu.
“Berapa hari kita sampai yang mulia? “Tanya Xiang.
“Tiga hari dua malam kita baru sampai di ibukota “Jawab raja Yu.
Xiang yang tidak tahu apa yang sedang menunggunya di ibukota, dan dia masih berharap impiannya menjadi kenyataan.
Selama perjalanan mereka jarang menemui masalah dalam perjalanan mereka.
Tiga hari dia malam mereka sudah lalui, dan akhirnya. Mereka telah sampai di ibukota negara Dong tian.
Xiang yang penasaran mengintip dari tirai kereta, dia mengagumi kota dizaman kuno yang mirip dengan drama Tv kolosal yang sering dia tonton.
“Mereka semua mirip dengan di Tv, serasa aku berada di tempat syuting drama”Pikir Xiang dengan tersenyum.
“Ada apa?, apa kamu seperti pernah kemari? “Tanya raja Yu.
“Belum”Jawab Xiang.
“Sepertinya dia benar-benar tidak ingat “Pikir raja Yu.
“Yang mulia! “Panggil Xiang.
“Ada apa? “Tanya raja Yu.
“Boleh aku membeli kue yang terenak disini “Ucap Xiang.
“Baiklah”Ucap raja Yu. “Fu mampir ke kedai Huan “Ucap raja Yu.
“Baik! “Seru Fu.
“Apa disana banyak kue yang enak? “Ucap Xiang.
“Disana terkenal dengan kue persik terenak di Luo yang”Ucap raja Yu.
“Benarkah!, aku tidak sabar untuk mencicipinya”Ucap Xiang dengan tersenyum.
Kereta kuda mereka pun berbalik arah menuju ke kedai Huan. Tak beberapa lama akhirnya mereka sampai, Shi pun turun untuk membelikan kue persik pesanan Xiang.
Saat menunggu Shi kembali, Xiang yang bosan menunggu Shi kembali. Mengajak raja Yu untuk melakukan permainan.
“Yang mulia, anda mau melakukan permainan dengan saya? “Ucap Xiang.
“Apa itu? “Tanya raja Yu.
“Kita bermain batu, gunting, kertas kalau yang kalah maka akan mendapatkan hukuman sentil dahi, bagaimana anda mau? “Ucap Xiang.
“Boleh! “Jawab raja Yu.
“Kakek dan Ye lu selalu kalah bermain dengan ku, aku yang dahulu ini pasti aman”Pikir Xiang.
Mereka pun melakukan permainan itu, tapi tidak yang seperti diharapkan Xiang. Dia selalu kalah dengan raja Yu bermain sampai lima kali raja Yu selalu menang.
Karena kalah dengan permainan ini dahi Xiang yang akan disentil lagi oleh raja Yu sampai memerah,saat raja Yu bersiap memberikan hukuman pada Xiang.
“Yang mulia, bisa pelan sedikit. Kepala ku hampir pecah”Ucap Xiang, sambil memejamkan matanya.
“Bukan kah kamu sendiri yang mengusulkan permainan ini maka kamu yang kalah mendapat hukumannya “Ucap raja Yu. Dengan bersiap-siap menyentil dahi Xiang.
Xiang pun dengan menahan rasa sakitnya, dengan lapang dada menerima hukuman itu.
“Ayo cepat!, ini permainan terakhir “Ucap Xiang, sambil memejamkan matanya.
Lalu raja Yu yang tidak tega dengannya, dia mendekati Xiang untuk mencium keningnya tapi tiba-tiba Shi datang dan membuka tirai kereta mereka.
“Yang mulia, ini kue yang anda pesan”Ucap Shi, sambil memegang kue tersebut.
Betapa terkejutnya yang dilihat Shi, dia sampai tidak bisa berkata-kata melihat apa yang akan dilakukan raja Yu pada Xiang.
Raja Yu pun langsung mengambil kue dari tangan Shi.
“Cepat kita kembali pulang! “Seru raja Yu, dengan menatap tajam Shi.
“Baik”Jawab Shi. “Sepertinya aku datang disaat yang tepat “Suara hati Shi.
“Bukalah matamu! “Seru raja Yu.
Xiang pun membuka matanya dan melihat sebungkus kue persik ditangan raja Yu.
“Wah, kue!. Terima kasih yang mulia “Ucap Xiang, sambil mengambil kue ditangan raja Yu.
Xiang pun mencicipinya dengan senyum diwajahnya.
“Apa kamu suka? “Ucap raja Yu, yang tersenyum melihat cara Xiang memakannya.
“Suka sekali,yang mulia mau? “Ucap Xiang.
“Tidak usah buatmu saja “Ucap raja Yu.
Tapi Xiang tidak mau hanya dia yang memakan kue itu sendiri, dia pun menyuapi raja Yu dengan tangannya.
“Cobalah yang mulia!, anda pasti suka”Ucap Xiang.
Dengan terpaksa raja Yu menerima suapan dari Xiang, dia pun memakan kue itu dengan senyum diwajahnya.
Kereta mereka akhirnya kembali ke kediaman raja Yu, tanpa sengaja angin meniup tirai kereta mereka. Sehingga wajah Xiang terlihat dari keluar kereta.
Ada seorang gadis berpakaian sederhana membawa sebungkus obat-obatan, melihat sekilas wajah Xiang.
“Nona”Pikir gadis itu, dengan terkejut.
menurut q cerita nya bagus dan gk begitu pasaran..
cuma Thor, typo dan penggunaan tanda baca nya bnyk yg kurang tepat..
kadang ada kata2 yg terbalik2, jadi kalo gk dipahami bisa bingung bacanya..
kalo bisa direvisinya deh Thor, biar banyak pembaca nya..
sayang Thor, soalnya cerita nya bagus..
typo nya bertebaran Thor..