NovelToon NovelToon
My Boss Is My Ex-Boyfriend

My Boss Is My Ex-Boyfriend

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: leni septiani

Jika aku masih mencintaimu begitu pun sebaliknya lalu apa yang menjadi alasan untuk kisah kita tidak kembali bersemi?

Tuhan mungkin memang memilihmu untuk menjadi pendamping di hidupku walau kamu sempat pergi dan aku sempat memiliki yang lain. Tuhan menakdirkan kita untuk kembali bersemi menjalin cinta yang dulu sempat terhenti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Jam sudah menunjukan pukul sebelas malam saat Radit dan Mesya sampai di hotel. Keduanya berpisah di depan pintu yang beseberangan dengan ucapan selamat malam menjadi kata terakhir sebelum sama-sama menutup pintu.

Merasa lelah karena perjalanan jauh ini, Mesya menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang empuk berukuran cukup besar untuk dirinya tempati sendiri. Untuk beberapa saat mengistirahatkan tubuhnya, Mesya bangun dan membuka kopernya yang berada di sisi ranjang, mengambil gaun tidur berbahan lembut yang ia bawa dari rumah dan masuk ke dalam kamar mandi, berendam di air hangat untuk mengurangi rasa lelah pada tubuhnya.

Hanya tiga puluh menit waktu yang Mesya habiskan untuk membersihkan tubuh lengket dan lelahnya, kini Mesya sudah dalam keadaan segar, duduk di depan meja rias dan mulai melakukan ritual wajib perempuan yang ingin memiliki kulit tetap sehat dan terawat.

“Ada apa, Dit?” tanya Mesya setelah menggeser tombol hijau di layar ponselnya.

“Lagi ngapain?” tanya seseorang dari seberang sana dengan suara begitu merdu di pendengaran Mesya.

“Baru selesai mandi.” Jawab Mesya seadanya.

“Lapar gak?”

“Lumayan sih, kenapa emang? Mau ngajak makan?”

Radit terkekeh di tempatnya. “Terlalu blak-blakan tahu gak, Sya.”

“Malas basa-basi aku. Mau makan dimana? Udah malam, di Negeri orang juga,”

“Buka pintu, aku di depan kamar kamu.”

Mesya mematikan sambungan telepon sepihak tanpa menjawab lagi ucapan Radit, langsung melangkah menuju pintu untuk menghampiri bossnya. “Kalau udah di depan pintu ngapain telpon, tinggal ketuk aja susah banget!” gerutu Mesya seraya membuka pintu. Dan benar saja di sana Radit sudah berdiri dengan tampannya, melayangkan senyum yang semaki membuat Mesya sebal.

“Masuk,” Mesya membuka pintu bercat coklat tua tersebut sedikit lebar, membiarkan Radit masuk ke kamarnya.

“Gimana, mau makan dimana?” tanya Radit begitu menjatuhkan bokongnya di sofa, diikuti Mesya.

“Gak tahu, males aku keluarnya juga,” jawab Mesya seraya mengambil bantal sofa dan meletakkannya di atas pangkuan, lalu meraih remot yang tergeletak di atas meja, menyalakan televisi yang tayangannya ternyata tidak Mesya pahami.

“Sama kalau gitu, apa lagi udah duduk berdua kayak gini, aku makin malas buat pergi,” balas Radit mengedipkan sebelah matanya genit kemudian menggeser duduknya agar lebih dekat.

“Ya terus? Aku lapar loh, Dit?” cemberut Mesya, tadinya dia mengira bahwa Radit akan rela turun ke bawah untuk membeli makanan untuk mereka.

“Di tunda sampai besok aja lah laparnya,” kata Radit menarik Mesya untuk masuk ke dalam pelukannya, lalu membawa kepala perempuan itu untuk bersandar di dada bidangnya. “Gak akan ada yang marah ‘kan sekarang kalau aku kayak gini?” tanya Radit menatap tepat pada mata almon milik Mesya.

“Kemarin-kemarin kamu selalu peluk-peluk aku ga pernah tuh nanya kayak gitu,” sinis Mesya mencebikkan bibirnya, membuat Radit tertawa mendengar sindiran dari perempuan cantik yang malam ini terlihat amat seksi dalam balutan gaun tidur berwarna merah menyala berbahan lembut yang panjangnya hanya sebatas paha. Sayang bagian itu di tutupi bantal sofa, padahal Radit ingin terus menatapnya.

“Aku kan kangen, Sya,” bantah Radit yang di tanggapi Mesya dengan memutar bola matanya malas.

“Berani banget ngangenin tunangan orang,” cibir Mesya.

“Ya gak apa-apa dong, toh pada akhirnya putus juga. Aku masih penasaran loh, Sya alasan kenapa kalian tiba-tiba putus. Kamu bilang dia terlalu baik buat kamu tinggalkan,” Radit mengubah posisi duduknya jadi menyamping agar sepenuhnya bisa melihat raut wajah sang mantan.

Mesya tidak lantas menjawab, perempuan itu menarik diri dari pelukan Radit dan menegakkan duduknya.

“Awalnya aku berpikir seperti itu. Tapi tidak setelah liat Aldrich main sama perempuan lain,” kini Mesya menundukkan kepalanya, memainkan jemarinya yang ada di atas bantal. Masih terasa menyakitkan saat mengingat kejadian tempo hari dimana dengan mata kepalanya sendiri ia menyaksikan bagaimana Aldrich mencari kepuasan dan memberi kepuasan pada perempuan lain.

Selama ini Mesya menganggap bahwa laki-laki-itu menghargai perempuan, tapi ternyata sama saja. Gairah memang tidak bisa di kendalikan. Mesya sadar bahwa ini kesalahannya yang selalu menolak setiap kali Aldrich mulai lepas kendali. Tapi apa harus seperti ini? Berbohong dengan alasan sibuk bekerja, tapi nyatanya malah sibuk dengan perempuan lain. Pada akhirnya cinta selalu kalah dengan kepuasan semata.

“Aku tahu laki-laki memang makhluk yang sulit menahan gairah, tapi yang tidak bisa aku terima adalah kebohongannya. Selama ini aku percaya dia yang selalu bilang sibuk, sampai membuat kita jarang menghabiskan waktu bersama. Di tambah lagi dengan perbuatan itu aku lihat langsung, membuat aku jijik dan memilih memutusakan untuk mengakhiri hubungan ini. Aku gak bisa terus sama Al, tidak bisa melanjutkan hubungan ini, karena aku pasti akan terus terbayang mengenai pergulatan panas mereka. Pada akhirnya aku malah enggan dia sentuh.” Cerita Mesya diakhiri dengan senyum kecut.

“Kamu percaya gak kalau aku ini berengsek?” tanya Radit setelah mendengar cerita menyedihkan mantan kekasihnya yang dikhianati.

“Percaya,” jawab Mesya melirik Radit dengan senyum tipis di bibirnya. “Aku malah gak percaya kalau kamu gak berengsek. Jerman negara yang terbilang bebas. Dan aku yakin kamu pasti mengikuti pergaulan itu, meskipun aku gak tahu sejauh mana keberengsekan kamu,” lanjut Mesya kembali memalingkan wajahnya ke arah televisi yang masih menyala di depannya.

“Ya kamu benar,” Radit mengangguk membenarkan. “Sebagai laki-laki yang baru saja kehilangan cintanya, aku tidak tidak tinggal diam menangisi semua itu. Aku butuh pelampiasan untuk mengalihkan segara macam bayangan tentang kamu, tidak peduli meskipun Papa marah besar saat itu. Yang aku butuh cuma melupakan kamu agar aku tidak nekad kembali ke hadapan kamu yang pastinya masih kecewa saat itu,”

“Beruntung kewarasanku tidak terenggut saat itu, jadi aku tidak kehilangan otak cerdasku. Di balik rasa frustrasi dan kecewa pada Papa, aku tetap berharap bisa menyelesaikan kuliahku dengan cepat dan kembali ke Indonesia, menemui kamu dan meminta maaf. Beruntung kamu kerja di perusahaan Papa jadi aku gak harus susah-susah cari kamu,” senyum tersungging di bibir Radit. “Kamu percaya gak kalau ini tuh sebuah takdir?” tanya Radit kemudian.

“Takdir?” Radit mengangguk cepat

“Meskipun awal kedatanganku di buat kecewa karena ternyata kamu sudah tunangan, pada akhirnya kalian berpisah juga. Selama ini Aldrich hanya menjadi seseorang yang Tuhan kirim untuk menjaga kamu dan menghibur kamu sampai aku kembali.”

Mesya berusaha mencerna, dan dalam hati membenarkan apa yang Radit ucapkan. Semua ini adalah takdir yang sudah Tuhan rencanakan. Meskipun Aldrich sudah menjadi tunangannya, pada akhirnya mereka berpisah dan itu setelah hubungannya dengan Radit membaik, yang membuat Mesya tidak terlalu merasa sedih meski pengkhianatan yang tunangannya itu berikan.

Dan mungkin ia bisa bekerja di kantor Radit pun sebuah takdir. Saat remaja dulu Mesya memang pernah berkata bahwa ia ingin bekerja di tempat yang sama dengan Radit. Dan ternyata ucapannya dulu terkabul. Sekarang ia benar-benar kerja satu tempat dengan laki-laki itu meskipun tanpa kesengajaan dan tidak pernah lagi Mesya harapkan. Tapi tetap saja takdir mempertemukan, menjadikan mantannya itu sebagai boss-nya. Beruntung perpisahan mereka bukan karena luka orang ketiga, jadi tidak ada drama perihal balas dendam.

1
Ani Kurniati
Luar biasa
Praised93
terima kasih👍
Praised93
terima kasih
Praised93
terima kasih👍
Praised93
terima kasih
Praised93
terima kasih👍
Praised93
terima kasih
Nabil Az Zahra
gak tau lah,,bca aja udah.nbak pkiran othor ga mungkin nyampe,,
Nabil Az Zahra
mstinya mesya ga hrus gtu,toh yg mtusin spihak+ninggalin kan radit.ga slh klo mesya bljr move on,toh gda hti yg mst di jg.tp knp ksanya kya mesya yg slingkuh?
Nabil Az Zahra
seneng nih,,kali" cwek yg pnya gndengan duluan gak mlulu nunggu dlm ktidkpastian.gliran ktmu si cwo dh pnya tunangan,,👍
Arik Kristinawati
alasan mesya gak msuk akal...pcaran aja terus smpe radit bosan,radit mnang byk ksih tinggal kmu baru nyahok
Arik Kristinawati
byk yg blum nikah tpi dah tggal n gituan sma lwan jenis bosd
Arik Kristinawati
iya ni mesya...d ajak nikah g mau pke mikir tllu cepatlah...tpi di remas2 di uyel2 nyosor terus....kmrin2 d ajk ena2 ma aldric g mau skrang pasrah aja....gila ni anak...
Arik Kristinawati
halah tinggal bca aja komen mcem2....klo crita g ada ena2 dikit kurang lgkap mbak ..mas....bca aja kunang2 kalo hitu
Arik Kristinawati
iya bca pa2n tulis aja...ini novel cerita ringan,biar g bete urus kjaan kntorlah
Arik Kristinawati
mgkin Aldric tllu sibuk hy alsan sja ...pdahal ada wnita lain dkntornya ato dluar yg bikin dia rsa nyaman ktimbang dg mesya....krn tau mlo mesya blum bnar2 trma dia...
Cita Solichah
lah kl di jaman real tau calon mantunya mabuk2 gitu ya udh auto ditolak
Cita Solichah
aq agk gk rela kl critanya ntar yg menang org masa lalu mengalahkn org masa skrg yg sdh setia serius nemenin suka duka dan endingnya malah terhempas gitu aj...
Laundry Cilla
ngandungg bawangg bangett yahh 🥺🥺
Diana Lestari Purba Dasuha
napa jd laki" enak yuaa
bebas melepaskan perjakaannya pd siapapon en tdk berbekas
beda banget dgn wanita...
berat sebenarnya jd wanita ini
rasanya tdk adil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!