Dokter playboy Vs gadis preman kampung.
Karena sering berbuat ulah Susi di jodohkan oleh ayahnya dengan anak sahabat yang terkenal playboy dan pecinta wanita dewasa.
Bagaimana nasib rumah tangga star Susi yang setiap harinya selalu bertengkar dan bertengkar?
Akankah mereka bercerai atau mereka berdamai dengan takdir yang mengikat mereka dalam sebuah pernikahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana kiezia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rip Pak Bowo
“Kami turut berduka cita ya Sus!” kata tetangga ketika melihat gadis itu. Kepala Susi seakan ingin meledak saat itu juga, seakan ada petasan yang jatuh di atas kepalanya.
Star juga syok atas kematian bapak mertuanya yang tiba-tiba. Pria itu ingin menarik Susi yang tengah diam dan kaku. Tapi ia gensi setengah mati.
“Jazad bapakmu menunggu mu sus!” teman Susi memberitahu gadis itu, kebetulan ia masih membantu menggulung tikar tempat jazad pak Bowo di ngajikan sebelum di solati tadi.
Mulut gadis itu tak mengatakan apa-apa. Banyak mata memandang iba terhadap gadis itu, banyak pula orang yang menangis melihat Susi yang berduka.
Tak lama kemudian. Susi berlari dalam rumah, sebuah jazad sudah terbujur kaku di ruang tamu. “Bapak! huaaa bapak kenapa begini pak! Apakah bapak mengambil jalan pintas begini karena Susi yang sudah kebangetan?" tangis Susi
“Yang sabar sus bapakmu sudah pergi. Yang iklas. ayo nak bangun bapakmu butuh di kubur.” ujar bapak ketuanya.
gadis itu bangun dan berlari ke luar rumah ...
★Sesaat kemudian...
“Ku kira si Susi mau ke kuburan kenapa malah mencari kambingnya?” heran Star. Pria itu tak habis pikir dengan kelakuan sang istri.
Dimana-mana anak mengetahui orang tuanya meninggal pasti menangis dan mengantar ke kuburan kuburan orang tuanya. Lah yang ini malah kabur ke tempat kambingnya berada.
★★★
Saat ini Susi tengah duduk di atas Padang rumput di temani seekor kambing yang tidur di pangkuannya. Angin sepoi-sepoi meniup helai demi helai rambut si gadis yang tengah nestapa.
Ia semalam pak Bowo di nyatakan meninggal dunia dan tadi jam 6.00 pagi sudah di makamkan, jadi Susi tak melihat jazad bapaknya untuk yang terakhir. Akan tetapi gadis itu seakan enggan mencari bapaknya di kuburan.
“Pa kenapa si Susi gak lari ikut ke makam bapaknya?” tanya Star.
“Mungkin Susi kecewa kepada bapaknya yang meninggal tanpa bilang-bilang terlebih dulu. Kasian istrimu Star! dan papa kecewa dia mengambil jalur pintas dengan gantung diri.” kata papa Dion.
“Padahal dia orang kaya disini bisa-bisanya mengambil jalan pintas gantung diri.” gerutu Star.
“Bapak juga gak nyangka. Bahkan si Bowo sudah mengukur tanah yang strategis serta berfasilitas sebagai tempat terakhirnya ketika berpulang nanti tanpa sepengetahuan Susi.”
“Biarkan Susi sendiri dulu....”
Pasangan ayah dan anak itu memilih duduk di semak-semak tak jauh dari Susi. Mereka bersembunyi agar tak terlihat oleh Susi, mereka seperti itu hanya untuk menjaga gadis itu. Papa Dion takut menantunya bunuh diri karena kematian bapaknya. Sedangkan mama Divya lagi sibuk menyambut orang yang melayat di rumah pak Bowo.
“Ibu Susi itu kembang desa menikah dengan bapaknya Susi, trus bapak mertua mu bucin. dulu Susi di limpahkan kasih sayang. sepuluh tahun lalu ibu susi meninggal karena kangker otak dan bapaknya Susi depresi berat.”
“Papa kenal banget sama papa mertua?” tanya Star.
“Kenal banget karena kami dulu besar di kampung yang sama. Nenekmu berasal dari desa ini, karena nenek sempat berjasa menolong nyonya muda XU terdahulu makanya kita menjadi orang seperti ini.” cerita Papa Dion. Star mendengar cerita itu, bahwa mereka menang sesungguhnya bukan keturunan darah biru tapi keluarganya di angkat derajatnya hingga menjadi orang disegani dan bergelimang harta.
“Keluarga Bowo sudah gak ada semua, pria itu hanya memiliki Susi seorang sebagi keluarganya, ketika istrinya mati Bowo menjadi orang linglung gak tentu arah hingga meninggalkan Susi yang masih kecil ke luar negeri. Pria itu malah memilih pergi ke Malaysia untuk menjadi TKI disana agar menjauh dari putrinya.”
“Ia tak memikirkan nasib putrinya yang sangat membutuhkannya sebagi sosok pelindung. Susi tinggal dengan neneknya pas bapaknya pergi. ternyata setelah bapaknya Susi pergi enam bulan kemudian neneknya Susi meninggal. gadis itu sendiri.”
“Gadis kecil itu bisa bertahan hidup dan bisa makan dengan usahanya sendiri. Ia berkerja mencari rumput seharian lalu menjual rumput yang ia cari. Para tetangganya membeli rumput-rumput Susi karena iba kepada gadis itu, gadis itu sudah menjadi gadis berkarakter sejak kecil, ia tak pernah menerima sumbangan makanya semua orang membeli rumputnya untuk membantu Susi. Begitu indahnya hidup di desa karena masyarakatnya memiliki toleransi yang begitu bagus, coba di kota, tetangga butuh bantuan gak mereka lirik. Karena hidup sudah masing-masing!”
“Lalu pak Bowo gak tau kesulitan Susi pa?”
“Tiga tahun lalu Bowo pulang menjadi ayah Tunggal, papa sendiri yang menjemput pria itu dari Malaysia. Karena papa baru tau apa yang menimpa Putri sahabat papa itu.
Kamu kira Bowo pulang langsung menjadi figur seorang bapak?" Tanya papa Dion. Star menganggukkan kepalanya.
“Jawabnya salah, Bowo itu menganggap Susi tak terlihat meski ia mengakui gadis itu putrinya. Bowo sibuk berternak dan menjadi pengusaha kambing yang sukses! Papa jadi menyesal menjeput Bowo kala itu,” terang papa Surya dengan nada serak.
‘Malang juga nasib si Susi ini. Tapi dia nyebelin dan aku gak selera sama dia!’ Batin Star.
TBC.