Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 13
Regan dan Rigel sudah terlihat sangat akrab jika biasanya mereka akan berdebat kecil maka kali ini hanya hitungan jam saja mereka sudah sangat akrab,
" Dit lu pulang aja nanti biar Rigel gua antar pulang nya "
Aditya mengernyit heran, " Memangnya kamu tahu dia tinggal di mana Gan, ?
" lu meragukan seseorang Regan Albelano Wiguna,,.?
Aditya menggeleng pelan, " baiklah Awas ya jika sampai nanti tuh bocah kenapa-napa bisa-bisa kue langsung digantung sama ibunya termasuk kekasih gue"
" udah tenang aja aman ama gue lu Percaya deh sama gue"
setelah Aditya berlalu kini tinggal mereka berdua dan termasuk mamanya Regan yang berada di rumah itu karena sang ayah sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar kota.
Mama Regan merasa bahagia dengan kedatangan bocah kecil yang dianggap wajahnya mirip dengan putranya versi Regan kecil, melihat potongan wajah sekilas Rigel, mamanya Regal menjadi teringat akan masa kecilnya Regan,
"Rigel bobok siang dulu disini ya, nanti sore baru diantara pulang sama om Regan "bujuk mama Regan
" iya oma, tapi,,, " Rigel mencari keberadaan Regan yang tidak kembali saat masuk kedalam kamar.
" kenapa sayang?
" ligel bobok bareng om bos oma, bial Rigel bisa ngerasain bobok bareng ayah, "
mama Regan terdiam sejenak " Memangnya ayah Rigel ke mana Sayang?
" Ayah ligel kelja jauh Omah nggak pelnah pulang
ligel lindu, celoteh Rigel. dengan polos. membuat jiwa keibuan mamahnya Regan terkoya Kasihan sekali anak seusianya harus kehilangan sosok Ayah yang sangat dirindukan
" baiklah Omah Panggil Om Regan dulu ya"
...****************...
Akhirnya Rigel telah mendapatkan keinginannya untuk tidur dipeluk oleh Regan telah terwujud.
sudah hampir 2 jam lebih mereka tidur dalam dekapan rasanya begitu hangat dan nyaman.
Regan sendiri juga bingung dengan perasaannya yang terasa senang dan tenang dan nyaman juga, mungkin karena sudah lama ia tidak merasakan pelukan seperti ini sehingga Ia merasa sangat nyaman, Tapi kenapa anaknya Nara.
Seandainya saja jika dulu ya bisa menemukan perempuan itu mungkin saja ia sudah mempunyai Putra sebesar Rigel,
"Gan" Panggil mamanya
Regan menoleh, saat ini mamahnya sudah membawa baju ganti untuk Rigel baju itu baru saja ia pesan dari butik langganannya,
" nanti kalau Rigel sudah bangun jangan lupa gantikan bajunya dan antarkan dia pulang, "
" Mama juga mau ngomong sama kamu sebentar mama tunggu di ruang kerja Papa'"
...****************...
sesuai yang dikatakan mamahnya mereka saat ini berada di ruang kerja Papahnya Tuan Wira
" kamu jawab pertanyaan Mama Gan apa sebelumnya kamu berbuat sesuatu tanpa sepengetahuan mama"?
" maksudnya mah Regan nggak ngerti"
" Kamu nggak lihat coba lihat baik-baik wajah Rigel itu persis seperti kamu waktu kecil kan, apa kamu nggak curiga coba kamu ingat-ingat Waktu kamu masa remaja Pernahkah kamu melakukan kesalahan"
Regan diam apa yang harus ia lakukan apabila harus jujur ke mamahnya mengatakan jika memang dia dulu melakukan kesalahan tapi dia tidak tahu siapa perempuan itu,
Regan menuduk, dengan wajah bersalahnya Iya Mah natap mamahnya dengan mata berkaca-kaca
" Maaf Ma, Regan dulu memang pernah melakukan kesalahan tapi Regan tidak tahu siapa perempuan itu Regan sudah berusaha mencari tapi sampai sekarang belum ketemu "jujur nya
dengan wajah terkejut dan menangis mama Anita mama Regan, tidak menyangka jika anaknya berbuat kesalahan yang fatal ia sudah sangat curiga melihat kemiripan Rigel dengan wajah putranya dan ia sangat yakin Rigel cucunya,
" gan kamu harus melakukan tes DNA Mama curiga kalau Rigel itu putramu"
Regan mengernyit heran dengan mamanya.
" kenapa Mama bisa menyimpulkan seperti itu tidak ada bukti meskipun dia mirip sama rekan tapi tujuannya ini kita mirip ada 7 kemiripan mah"
" tidak Mama yakin kalau dia itu cuma Putra kamu, Memangnya kamu Jadi ingat siapa yang kamu tiduri waktu itu, ,?
Regan menggeleng pelan,
" tidak mah, Regan hanya inget kau wangi parfumnya saja"
" Ya Tuhan kalau kayak gitu gimana kita bisa menemukan perempuan itu Gan" mama anita sedikit emosi dengan putranya,
" kamu sedih saja dulu paham, sudah sana balik lagi ke kamar Takutnya nanti tuh buat saya bangun kamu tidak ada dia nangis lagi nyariin kamu"
...****************...
tempat jam 04.00 sore, Rigel sudah rapi dengan baju baru yang dibelikan oleh mamanya Regan, Rigel yang memiliki wajah tampan terlihat lebih gagah dan keren di usianya yang baru saja menginjak angka 5 tahun,
" Wah Om bajunya keren" Rigel terlihat sangat menyukai baju barunya
" kamu suka,?
" iya om, Rigel sangat suka"
Hampir lima belas menit mereka berada dalam satu mobil, selama perjalanan Rigel tidak pernah mau diam, ada saja yang di buat bahan topik pembicaraan keduanya, Rigel tidak berhenti berceloteh menceritakan kegiatan sehari hari, di sekolah Tk. ada rasa sesak di dada Regan saat Rigel mengatakan bahwa ada beberapa teman teman mengatakan Rigel tidak punya ayah, tidak sampai disitu Rigel juga mengatakan jika bunda nya menjemput selalu sore atau telat.